Minggu (27/01), Sahabat Beasiswa Surabaya mengadakan Welcome Party & Training bagi pengurus baru di Omah Jaman Now. Welcome Party & Training merupakan acara untuk menyambut para pengurus baru serta memperkenalkan tentang pa dan bagaimana Sahabat beasiswa itu. Pelatihan ini mengenai Upgrading dan Team Building dari Ace Human Resource. Acara ini diikuti oleh 58 orang yang telah diterima menjadi Pengurus Baru Sahabat Beasiswa dari 150 orang yang mendaftar menjadi pengurus.

Acara ini dimulai pukul 10.40 WIB yang diawali dengan sambutan oleh Wakil Koordinator Chapter Surabaya, Reforza Geotama. Kemudian, pengenalan dan internalisasi per-divisi. Setelah ishoma (istirahat, sholat, dan makan) dilanjutkan pelatihan dari Ace Human Resource oleh Mas Hasan Askari S.Psi.

Suasana saat penyampaian materi

Ace Human Resource berdiri sejak tahun 2015. Berawal dari mimpi abal-abal 3 mahasiswa lulusan psikologi yang merasa bahwa lulusan psikologi jika hanya kerja sebagai karyawan saja dengan gaji yang tidak seberapa, bagaimana caranya mereka akan menghasilkan uang yang lebih banyak untuk mencukupi  kehidupannya. Akhirnya, mereka bertekad mendirikan sebuah perusahaan tanpa pengetahuan, pengalaman bisnis dan sejenisnya. Berkat tekad, kerja keras dan keberanian, mereka berhasil mendirikan perusahan konsultan atau penyedia jasa untuk training dan upgrading yang sudah terpercaya.

Source : Google.com
Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Mas Hasan menerangkan bahwa seseorang itu harus memiliki Self  Respect, yaitu rasa ingin memenuhi kebutuhan. Senada dengan Teori Hierarki Kebutuhan dari Maslow yang terdiri dari 5 hal: pertama adalah physycology, yaitu tahapan manusia untuk memnuhi kebutuhan primernya, misal makan, minum dan sebagainya. Jika kebutuhan yang pertama terpenuhi manusia akan membutuhkan kebutuhan yang kedua. Kedua adalah Safety (rasa aman). Manusia pasti menginginkan rasa aman dan nyaman yang harus mereka dapatkan, baik aman secara fisik maupun emosional misalnya, memiliki pekerjaan, rumah dan sebagainya. Saat telah merasa kebutuhan yang kedua terpenuhi maka selanjutnya adalah kebutuhan yang ketiga yaitu ­Love/Beloving (rasa mencintai dan memiliki). Umumnya diusia yang masih remaja sekitar 18 tahun ke atas. Menurut  WHO (World Health Organization) diusia ini manusia membutuhkan pengembangan diri yaitu otak akan menagih diri sendiri untuk mencapai pengembangan diri yang telah ditanam dalam otak sebelumnya. Ketika kita terjebak tidak bisa mengatasi atau melakukan apa perintah otak tentang penanaman tersebut, maka dikebutuhan ini seseorang akan mencari kegiatan sebagai pengalihan (excapism) pada hal atau kegiatan yang bersifat kurang positif.

Jika kebutuhan ketiga bisa dilewati dengan baik maka, selanjutnya adalah kebutuhan yang keempat yaitu Esteem (kebutuhan akan harga diri). Misalnya meningkatkan prestasi, mencari jabatan yang tinggi dan rasa dihormati oleh orang lain. Kebutuhan keempat telah dipenuhi selanjutnya adalah kebutuhan kelima yaitu Self-Actualization (rasa ingin berbagi dengan sesama berdasarkan dengan apa yang dimilikinya). Pada kebutuhan ini seseorang akan mengetahui kemampuan dirinya atau misi kehidupan sesungguhnya. Menghargai diri sendiri sangatlah penting karena dengan menghargai, kamu akan lebih mencintai dirimu dan pada saat kamu memiliki tujuan untuk meraihnya, kamu akan mencari cara bagaimana memulai dan kemampuan apa yang bisa lebih digali untuk meraih tujuan itu. Jika sudah menjadi ahli maka akan terbuka bidang-bidang yang lainnya.

Penyampaian materi oleh Mas Hasan Askari S.Psi

Cara untuk mengembangkan potensi diri yang positif menurut Mas Hasan, “Membaca buku, pengembangan diri yang paling saya rekomendasikan karena dengan membaca buku kurang lebih jika seseorang itu semangat membacanya 10 jam orang itu akan berfikir. Lain halnya jika seseorang hanya membaca artikel, apalagi artikel di Google paling lama seseorang berfikir yaitu hanya 5-10 menit saja. Organization dan Pelatihan tentang Leadership, dimana jatuh bangunnya suatu manajemen karena kepemimpinan. Complex Problem Solving, dimana kita bisa terbebas dari pemikiran bias yang berarti dapat mengendalikan pemikiran yang mengikuti pendapat orang lain. sehingga terhindar dari kabar atau berita hoax yang sangat mudah menyebar di masyarakat. Dan yang terakhir, yaitu Analytical Thinking, Communication, Flexibility, Selling Skill, Public Speaking, Negotiating, Brainstorming, Creativity, Management, Evaluating, Interpersonal Skill, Critical Thinking, Vision”.

Banyak orang yang menyia-nyiakan waktunya, padahal waktu itu sangatlah berharga. Seperti kata pepatah, “waktu itu adalah uang” atau “waktu itu seperti pedang” arti lainnya jika kau lengah maka kau yang akan terbunuh. Orang yang menyia-nyiakan waktunya sendiri adalah orang yang tidak menghargai dirinya sendiri, Pernahkah kamu bertanya dengan dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kamu inginkan? apa sebenarnya mimpimu? dan apa sebenarnya tujuanmu? Jika kamu memiliki mimpi maka kamu akan berusaha mencapai mimpi itu, dan jika kamu memiliki tujuan, maka kamu akan berusaha untuk menggapainya. Caranya adalah kamu memulai dan kamu harus memiliki satu kemampuan yang bisa kamu kembangkan dengan baik. Karena untuk saat ini, di era generasi Z ini yang dicari adalah kualitas diri, kemampuan diri, menjadi ahlidalam suatu bidang. Ahlidisini bukan gelar yang kau dapatkan dalam dunia kampus, untuk membutuhkan keahlian diri membutuhkan 10.000 jam atau 5 tahun full dalam menekuni suatu bidang. Expetise yaitu mampu mensinkronkan antara teori yang ada di lapangan. Ketika kita memiliki tujuan ambil salah satu bidang dan kalian pelajari dengan baik  hingga benar-benar expert dan jika kalian telah expert dalam satu bidang tersebut maka akan terbuka jalan-jalan yang lain.

Kita juga harus bisa memahami berbagai karakter kepribadian (Social Circle). Ada beberapa macam Difficult People yaitu suka meremehkan (Aggresive Bull), baper parah (Extreamily Sensitive), sok tahu (The Google Man), suka ngeluh dan komplain (Profesional Complainer), gosip (Lambe Turah), suka sombong dengan kemampuan yang dimilikinya (Show Off), manipulatif, mudah bohong dan tidak merasa bersalah (The Narcissist), pembenci parah atau suka hujat (Haters), penasehat yang tidak diinginkan (Unwanted Advisor), penceramah, dan “aku orangnya ya kayak gini”, meminta semua orang yang ada didunia untuk mengerti tentang dirinya.

Sesi foto bersama seluruh peserta dan pemateri

Menjadi pengurus Sahabat Beasiswa ini banyak sekali keuntungannya, selain mendapatkan  informasi  tentang beasiswa dalam maupun luar negeri, juga memberi pelajaran yang luar biasa selain di ruang kuliah. Menurut salah satu pengurus baru Lesty dari UINSA, “Acara ini sangat bermanfaat sekali buat saya, yang awalnya masih kurang tau mengenai komunitas ini dan akhirnya saya paham mengenai program-programnya”. So, Tuhan menciptakanmu, memberimu tenaga, waktu, dan pilihan untuk menjadi orang yang hebat dan bermanfaat bagi orang lain.

Artikel ini merupakan berita kegiatan dari Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya


Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship