Rahman Putra A. atau yang akrab disapa Kak Rahman ini  merupakan seorang pemuda berprestasi dari Samarinda, Kalimantan Timur. Diumur Kak Rahman yang ke-27 tahun ini sudah banyak sekali prestasi dan pengalaman yang diraih, salah satunya yaitu Kak Rahman merupakan participant at Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI) – Academic Fellowship on Environment and Natural Resource Management in Hawaii,California  and Washington DC, USA serta Kak Rahman ini juga participant at Cross Culture Program by Institut für Auslandsbeziehungen (CCP ifa), Germany. Keren banget, ya, Kak Rahman ini.

Nah, berhubungan dengan dua pencapaian yang sudah diraih Kak Rahman, tentunya banyak sekali mahasiswa dan teman-teman lainnya yang penasaran bagaimana tips & trick serta cara agar bisa lolos dan ikut sebagai participant di YSEALI dan participant di Cross Culture Program yang telah Kak Rahman ikuti. Oleh karena itu, SBC Sumedang menghadirkan Kak Rahman sebagi pembicara pada SchoTalk tanggal 14 Februari 2019 kemarin, berikut hal-hal yang dibahas Kak Rahman:

Pengenalan Singkat YSEALI dan CCP IFA

YSEALI memiliki beberapa program, salah satunya YSEALI regional workshop yaitu workshop di wilayah Asean dengan beragam tema. Kebetulan untuk program YSEALI yang ke Amerika sedang ada academic fellowship untuk yang dibawah umur 25 tahun dan professional fellowship untuk umur sekitar 25-35 tahun, atau untuk info selanjutnya bisa langsung kunjungi web-nya di: https://asean.usmission.gov/yseali/.

Selanjutnya, Kak Rahman memperkenalkan tentang CCP IFA. IFA sendiri mempunyai 2 program, yaitu CCP Muslim Majority Country dan CCP Focus (Civic Education) Profellow dan CCP IFA ini bentuknya magang professional biasanya berlangsung selama 8-12 minggu. Untuk lebih lengkapnya bisa kunjungi website http://www.Ifa.De/en/funding/crossculture-programme-focus. Kak Rahman juga menjelaskan program dan pengalamannya selama mengikuti YSEALI dan CCP IFA. Dalam programnya sendiri YSEALI ada 3 tema utama yaitu civic engagement environment, natural resources management dan entrepreneurship and economic development. Sedangkan, untuk IFA temanya lebih luas lagi yaitu media, politics, art sampai 17 area suistainable development goals (SDGs). Dulu, Kak Rahman memilih tema lingkungan untuk YSEALI di East West Center, Hawaii dan di IFA tema sanitasi dan air bersih di The Leibniz Center for Tropical Marine Research.

Pengalaman Kak Rahman Dalam Mengikuti Kegiatan

Pengalaman yang didapatkan oleh Kak Rahman sangat luar biasa di YSEALI. Pesertanya dari seluruh ASEAN, jadi bisa membangun network Asean dan US sekaligus. East West Center yang menjadi host institution Kak Rahman merupakan salah satu lembaga think tank terbaik di dunia. Program-program di US terbilang ketat, Kak Rahman dan peserta lainnya benar-benar belajar aktif. Seperti angkatan Kak Rahman sendiri walaupun temanya lingkungan tetetapi, peserta yang hadir sangat beragam ada yang dari bisnis, teknik mesin, teknik informatika dan sosiologi. H-1 bulan berangkat, tim Kak Rahman sudah membentuk grup dan koordinasi via skype. Jadi, peserta sendiri yang menjadi fasilitator sesuai dengan grup yang sudah dibentuk (dari peserta untuk peserta). Sambil dibekali dengan strategi-strategi yang sudah dipelajari satu bulan sebelum berangkat, tetapi meski terlihat banyak persiapan semua dibawa fun dan happy.

Sedangkan, kalau CCP IFA sendiri lebih ke magang individu, tergantung tempat magang. Selain itu, ada juga agenda workshop, jadi masih dapat bertemu dengan peserta dari Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur dan Jerman, bahkan Kak Rahman juga bertemu dengan peserta dari Palestina. Workshopnya sendiri lebih dominan ke gerakan sosial dan intercultural communication. Lembaga magang yang diambil Kak Rahman yaitu lembaga riset yang fokus ke ekosistem laut tropis jadi, atmosfer internasionalnya sangat terasa. Kak Rahman juga mengatakan, kalau di Jerman itu keren karena pendidikan bukan komoditas bisnis jadi, mereka punya kualitas yang mumpuni dan merata. CCP IFA juga memberikan fasilitas untuk belajar budaya Jerman dan Eropa, jadi bisa bangun network Eropa, Eropa Timur, Afrika, dan Timur Tengah sekaligus.

Tips & Trick Agar Lolos YSEALI dan CCP IFA

Selanjutnya, Kak Rahman membahas terkait syarat-syarat yang harus dilalui, pesan dari Kak Rahman yaitu, “Harus rajin baca, terutama persyaratan karena info syarat biasanya sudah detail banget jadi, jangan sampe kelewat,” Kali ini, Kak Rahman akan menjelaskan mengenai teknis-teknisnya saja, kata Kak Rahman untuk YSEALI dan CCP IFA persyaratannya tidak memerlukan sertifikat TOEFL atau sertifikat bahasa inggris lainnya, hanya perlu bukti bahwa peserta bisa menulis dan berbicara bahasa inggris lewat essay dan interview. Dalam persyaratan memilih pemberi rekomendasi juga sangat penting. Pilihlah rekomendasi yang sesuai, jangan yang kalau daftar advokasi lingkungan tetapi yang memberi rekomendasi orang yang fokus di bidang pendidikan, jadi harus berkaitan antara bidang yang mau diambil dengan pemberi rekomendasi.

Lalu, untuk essay sendiri perlu dikerjakan dengan serius. Caranya bikin draft dan konsultasi. Kak Rahman sendiri dalam mengerjakan essay CCP-nya memerlukan waktu selama satu bulan. Kak Rahman konsultasi ke dua alumni serta beberapa teman yang mengerti masalah content dan mengerti dengan bahasa inggrisnya. Adapun cari alumninya sendiri, biasanya Kak Rahman menggunakan media sosial, lewat grup chat wa dan bener-bener pro aktif, dan perlu diingat karena biasanya alumni sibuk jadi, kita harus punya estimasi waktu kira-kira 2 minggu.

Pesan

Kak Rahman berpesan, “Jadilah orang yang bermanfaat, karena program akan memilih orang yang memiliki manfaat paling besar, yang impactnya besar atau di komunitas yang jarang.” Kak Rahman sendiri merupakan YSEALI AFP pertama dari Kalimantan Timur dan CCP AFI pertama juga dari Kalimantan, kata Kak Rahman, “Sepintar apapun esai dan sehebat apapun pemberi rekomendasi. Kalau kita ga pernah ngapa-ngapain alias berkegiatan hal yang bermanfaat nanti apa yang bisa ditulis di CV?” Jadi, mulai dari sekarang bangunlah CV dengan perbanyak kegiatan, aktif ikut komunitas, menjadi pengurus organisasi, menjadi yang bermanfaat sebanyak mungkin. Kak Rahman dari tahun 2009 waktu masih menjadi mahasiswa sudah keliling menjadi trainer di Kalimantan Timur bahkan sampai ke Nunukan, perbatasan Kaltara dan Malaysia. Sering izin kuliah dan pakai cuti untuk kerja-kerja sosial, tetapi Kak Rahman percaya bahwa Tuhan akan membalas kerja keras dan semua kebaikan yang sudah dilakukan. Makanya harus pintar kelola waktu, belajar pakai metode bahkan Kak Rahman tetap bisa menjadi lulusan 3 terbaik waktu kuliah D3. Kata-kata terakhir dari Kak Rahman yaitu, “Harus jadi yang bermanfaat, dan buat impact sebanyak-banyaknya. Karena proses tidak akan mengkhianati hasil, dan jangan mau jadi orang yang biasa-biasa aja,”.

Setelah baca info dan pengalaman yang udah dipaparkan oleh Kak Rahman tentunya teman-teman sekalian menjadi semangat dan ikut termotivasi untuk mengikuti kegiatan YSEALI dan CCP IFA dong, ya! Semangat terus mengejar impian dan selalu berjuang, selalu ingat kata Kak Rahman bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil! (ndl)

Artikel ini merupakan notulensi Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Chapter Sumedang, 14 Februari 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship