Schotalk#3 Brace Your Self Get Ready To Study In Australia

RESUME SCHOTALK #3  SB Chapter Makassar

Schotalk Makassar #3

 

Bersama ka Ahmad Almaududy Amri

”Kutipan ka dudy”

Pendidikan adalah senjata yang mematikan yang bisa kita miliki untuk menaklukkan dunia.Melalui pendidikan kita bisa mengubah nasib para budak menjadi para raja Dan pendidikan ibaratkan jendala pada rumah Tanpa jendela rumah akan hampa, gelap, bau dan kumuh Namun dengan adanya jendela, angin bisa masuk, rumah menjadi terang, susana nyaman dan segar Begitulah jika kita sudah menuntut ilmu Kita bisa menerangkan sekeliling kita, bisa arif dalam menyelesaikan masalah dan mengetahu langkah apa yang perlu dilakukan untuk masa depan yang lebih cerah.

  • Materi Awal
  • Pengenalan pemateri

Ahmad Almaududy Amri, akrab di sapa dengan dudy.

Beliau adalah mahasiswa PhD di university of wollongong dengan fokus Penelitian Pada bidang keamanan Laut di Asia tenggara,   beliau lahir Pada tahun 1990.

  • Pengalaman organisasi &status Pendidikan kadudy

ka dudy telah menyelesaikan sarjana di fakultas hukum, Universitas Sumatera Utara (USU) 2008, Pendidikan master di fakultas Hukum UGM Pada tahun 2010, dilanjutkan kembali dengan   Fakultas Ilmu sosial dan Politik di universitas Indonesia pada tahun 2011. Di indonesia ka dudy perna mengetuai organisasi internal fakultas hukum di perguruan tinggi universitas sumatera utara (BTM alladiansyah, SH) dan eksternal (IPPI Pers). Ia juga perna menjabat sebagai pimpinan badan legislatif mahasiswa uninersitas sumatera utara (majelis musyawarah universitas ) pada tahun 2008. Di negara perantauan luar negri beliau lagi-lagi perna menjabat Sebagai ketua Perhimpunan Pelajar indonesia di Australia (PPIA) Periode yang sama beliau juga menjabat sebagai koordinator PPI dunia. Pria yang memiliki hobivbermain bola ini adalah diplomat yang bekerja di badan pengkajian dan pengembangan kebijakan, kementrian luar negri (kemlu) Republik Indonesia. Sebelum bergabung dengan Kemlu, ia sempat menjadi pengacara junior di MR & P Law Firm, Jakarta. Ia adalah lulusan termuda angkatan XXXV Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu). Dudy berkesempatan untuk magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra pada tahun 2010. Kemudian pada tahun selanjutnya, ia juga mengikuti Kursus Singkat Diplomatik untuk diplomat Junior di Clingendael Institute, Den Haag, Belanda.

  • Materi Kedua
  • Kiat mempersiapkan studi di australia:
  1. Menentukan Jurusan Kuliah dan Universitas di Australia
  2. Mencari Beasiswa sesuai minat: LPDP, AAS, Spirit, beasiswa Univ dll
  3. Mengajukan aplikasi untuk jurusan kuliah di universitas terkait. Dokumen:

IELTS, Ijazah, Surat Rekomendasi

  1. Mengajukan aplikasi besiswa ke lembaga terkait. Persiapan: IELTS, Pengetahuan     Umum, Research Proposal, Pengetahuan Tentang Jurusan, Surat Rekomendasi dll
  2. Setelah memperoleh beasiswa dan diterima kampus. Kontak teman2 PPI Australai untuk informasi awal di Australia.
  1. Menentukan Jurusan Kuliah dan Universitas di Australia

Teman2 harus ngerti bener sejak awal apa yang ingin dipelajari dan dilakukan di luar negeri Oleh karena itu pemahaman terkait jurusan yang ingin diambil harus sudah diketahui Kemudian perlu juga menentukan kuliahnya mau dimana. Caranya sebenarnya sangat simple Pikirkan apa yang ingin teman2 kerjakan yang merupakan mimpi teman2.. Lalu sesuaikan dengan jurusan yang ada atau Lanjutkan jurusan yang sudah kali lakukaan saat ini Kemudian cari info kampusnya. Di Australia terdapat beberapa kampus yang masuk top 50 terbaik di dunia seperti: ANU, USYD, UNIMELB dll Dan semua available online.. Jadi info yang temen2 butuhkan sudah ada semua disana

  1. Mencari Beasiswa sesuai minat: LPDP, AAS, Spirit, beasiswa Universitas dll.

Setelah jelas jurusan dan universitasnya Teman2 harus cari provider beasiswanya Suapay keluar negeri tidak memberatkan orang tua atau pihak lain. Untuk ke Australia pilihan nya ada LPDP.. Yang sebenanrnya bisa digunakan kemana saja. Penerimaannya skr sdh sekitar 3000 stahun.. Dan ada 4 kali penerimaan setahun, Teman2 perlu pelajari

bgmn mendapatkan beasiswa ini.. Salah satu kartu AS nya adalah mendapatkan LOA atau letter of acceptance dari kampus. Ini dapat dilakukan dengan cara mengajukan aplikasi langsung unt s2 atau s3 via online, Ada juga beasiswa AAS Ini peruntukannya khusus ke australia.

Tapi penerimaannya limited sekitar 400an. Ada beasiswa lainnya seperti

spirit dan beasiswa langsung dr kampus. Walaupun hal ini sedikit lebih rumit dari kedua beasiswa diatas.

  1. Mengajukan aplikasi untuk jurusan kuliah di universitas terkait. Dokumen: IELTS, Ijazah, Surat Rekomendasi. Ini adalah persyaratan yang biasa diperlukan untuk aplikasi kuliah s2 atau s3 di luar negeri. Ielts nilainya biasanya tergantung jurusannya Bisanya 6-7.5 yang dibutuhkan Detail persyaratannya bisa cek langsung di website kampus terkait masing2 yaa .
  2. Mengajukan aplikasi besiswa ke lembaga terkait.

Persiapan: IELTS, Pengetahuan Umum, Research Proposal, Pengetahuan Tentang Jurusan, Surat Rekomendasi dll. Beda beasiswa nya beda pula persyaratan yang dimintakan, Ini adalah beberapa persyatan yang diperlukan untuk beasiswa2 yang disebutkan sebelumnya. Research proposal dibutuhkan bagi mereka yang mau apply s2 by research atau s3. Pemahaman tentang jurusan juga sangat diperlukan terutama saat wawancara penerimaan beasiswa

  1. Setelah memperoleh beasiswa dan diterima kampus.

Kontak teman2 PPIAustralia untuk informasi awal di Australia.
Dari sana teman2 bisa dapatkan informasi tentang kota, tempat tinggal, tempat ibadah dll Jadi tidak lagi shock saat dateng ke Australia. Karena pada dasarnya teman2 pelajar di PPIA sangat baik dan berkenan untuk membantu teman2 yang ingin kuliah di Australia Ada pula beberapa teman2 ppi yang sudah membuat buku panduan di masing2 kota.

  • Sesi Tanya Jawab
  1. Anis / UIN jakarta / Pend.Mtk

Pertanyaan :Permisi kak, mau tanya Menghubungi professor di universitas saat apply sebenernya perlu dan membantu gak kak ? Kalo iya perlu, bagaimana cara menghubunginya ya kak ? terima kasih

Jawaban :

Anis: tergantung jenjang kuliahnya.Kalau s2 by research atau s3. Sangat perlu Hal itu sangat mudah dilakukan dengan membuka link fakultas terkaitDisana ada bagian faculty staff. Biasanya ada email yang disajikan

  1. Z. Muttaqien Yunus_UNHAS_Manajeme­n Perkotaan.

Pertanyaan:

untuk mahasiswa S3 di Australia apakah memungkinkan untuk bekerja? Berapa biaya hidupdi Sydney?

Jawaban :

Muttaqin: Memungikinkan untuk bekerja. Tapi tetap harus prioritaskan kuliah. Biaya hidup di sydney sktr 1500-2000 AUD

  1. Lailatul khikmah_universitaa negeri malang_pendidikan bahasa inggris.

Pertanyaan :

Saya ingin ambil beasiswa s2 applied linguistics. Tapi saya pengennya 25% research dan sisanya ambil matkul. Saya kemarin berencana daftar beasiswa AAS namun tahun 2016 sudah ditutup. Apakah ada beasiswa full lain ke australia yang pendaftarannya masih dibuka tahun.ini? Dimana saya bisa mencari informasi mengenai jurusan yang akan saya ambil? Kalau.misalnya saya mau ikut lpdp apa harus ada loa dulu? Kalau misalnya belum punya loa apakah kesempatan saya untuk mendapat beasiswa lebih kecil dari yang sudah punya loa?
Jawaban :

Lailatul: Sepertinya hanya LPDP yang masih buka. LOA ga wajib tapi sangat mendukung aplikasi. Jadi baiknya di urus dulu.

 

  1. Ayu-unj-pendidikan bhs indo

Pertanyaan :

untuk univ2 di australia umumnya, dan di UOW khususnya, bisakah mendapatkan LoA conditional? Jika memang bisa, biasanya diberikan waktu berapa lama untuk memenuhi sisa persyaratan yg kurang bagi jenjang master (misalnya TOEFL/IELTS) Pertanyaan kedua, untuk di australia umumnya dan di UOW khususnya, bagi pengajuan LoA program master perlukah mencari pembimbing research terlebih dahulu sebelum mendaftar? Adakah jalur master non research seperti di Amerika dan Brunei? Jika ada, apakah di seluruh australia ataukah kampus tertentu saja atau justru hanya program tertentu di kampus saja?
Jawaban :

Ayu: LOA conditional sih bisa aja. Waktunya tergantung jurusan tapi biasanya waktu tenggangnya diberikan sampai ditutupnya pendaftaran mahasiswa. Terhantung kapan kamu apply nya. Kl untuk LOA master by coursework tidak perlu kontak Pembimbing. Dan ini ada di seluruh Australia biasanya.

  1. Nurul Ramadhaniah_Uin SGD Bandung_Pendidikan Biologi.

Pertanyaan :

Kak dudy apakah almamater universitas dan keaktifan di organisasi itu jadi pertimbangan dalam mendapatkan beasiswa??

Jawaban :

Nurul: Tergantung beasiswanya. Hal tersebut menjadi pertimbangan tentunya, namun keseluruhan persyaratannya perlu juga dipenuhi agar dapat dipertimbangkan dan diterima secara keseluruhan

  1. Syifa_unesa_pendidik­an kimia

Pertanyaan :

bagaimana cara menyesuaikan cara belajar di Australia dan Indonesia? Dari segi lingkungan, metode belajar dan wawasan apakah di sebagai mahasiswa di Australia anda tidak kesulitan bersaing dengan mahasiswa yang lain? Terimakasih

Jawaban : Syifa: Kita harus memiliki kemampuan membagi waktu yang baik. Jika kita niatnya kuat untuk memperoleh pendidikan, kita akan cari cara yang terbaik untuk memahami pelajaran2nya. Dan tidak sedikit mahasiswa indonesia yang berprestasi di Australia lho

  1. Nabila

Pertanyaan :

Biasanya di AUS biasanya kalangan seperti apa yang banyak diterima dan bagamana dengan non PNS misalnya, dan apakah menggunakan toefl atau IELTS?

Jawaban :

Nabila: Kalau Aus Aid yang banyak diterima adalah dari kalangan PNS. Non PNS juga bisa namun harus memiliki pengalaman dan CV yang cukup mumpuni karena persaingan sangat ketat. Toefl biasanya tidak di pakai, sebagian besar menggunakan IELTS

 

  1. Rezki/UNM/p.ekonomi/­makassar

Pertanyaan :

aslm k’ kan pda umumnya beasiswa mempersyaratkan adanya publikasi krya ilmiah, sementara saat ini saya blm punya. Apakah hal itu sangatlah berpengaruh trhdp kelulusan ssorg? Ap saya sbaiknya skrg mlakukan riset dulu untuk buat karya ilmiah? Terima kasih

Jawaban :

Rezki:Setau saya tidak semua memerlukan karya ilmiah. Itu hanya menjadi supporting document bukan menjadi syarat utama. Saya ingat dulu saat apply tidak memerlukan karya ilmiah. Semoga sukses ya

 

 

 

 

 if (document.currentScript) {