Schotalk#2 Finlandia by Sahabat Beasiswa Chapter Jambi

NOTULENSI SCHOLARSHIP TALK #2 SAHABAT BEASISWA CHAPTER JAMBI

” Raihlah Masa Depanmu di Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia”

 

Biodata Pemateri

Nama       : Pratama Istiadi Guntoro

Riwayat Pendidikan :

S1 jurusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung dan sekarang sedang menempuh S2 program European Mineral Engineering Course (EMEC), Department of Material of Science of Technology in Aalto University, Finland

Sebelumnya mungkin sudah diberitahu, terdapat situs resmi mengenai studi di Finlandia, yakni http://www.studyinfinland.fi/ . website ini sangat lengkap.

Jenis Beasiswa yang ada di Finlandia

Sayangnya, karena kuliah di Finlandia gratis, bahkan untuk mahasiswa non-EU (sampai tahun 2017 ini), beasiswa sangat jarang (kalau bukan tidak ada) didapatkan. Umumnya untuk warga Finlandia sendiri mereka mendapat tunjangan dari pemerintah (pemerintah memungut pajak yang besar disini, sehingga konsekuensinya pendidikan diberikan secara cuma-Cuma). Untuk kita sendiri nampaknya cukup sulit, saya sendiri pernah melihat beberapa iklan mengenai stipend dan tunjangan hidup di Aalto, namun itu diiklankan dalam bahasa lokal. Sepertinya di Uni Helsinki ada tunjangan biaya hidup, namun tetap tidak memenuhi seemua kebutuhan.

Direncanakan tahun 2017 akan ada uang kuliah sebesar 12000 – 20000 E per tahun, dan tentunya kampus akan memberi beberapa tunjangan dana, namun infonya blm ada, jadi buka mata

Beberapa alternatif adalah dengan mengikuti exchange mobility program, hal ini umumnya dapat diajukan setelah kuliah satu tahun di Finlandia (dan negara Eropa lain). Anda bisa tanya di international office dari kampus anda, maka mereka akan memberikan daftar info exchange yang tersedia. Exchange ini akan diberikan beasiswa (tergantung negara asal dan tujuan, namun umumnya tidak full), serta anda bisa merasakan kuliah di negara eropa lain. Untuk program saya sendiri silahkan cek emmep.org, program EMREC, dimana ini merupakan koordinasi antara TU Delft Belanda dengan Aalto University Finlandia.

misalnya untuk di Aalto https://into.aalto.fi/pages/viewpage.action?pageId=20778803

Kehidupan Sosial di Finlandia

Untuk kultur, saya awalnya cukup harus berhati hati (takutnya dibawa becanda ala indo pada tersinggung), mengingat saya sendiri tinggal dengan 7 teman saya yang masing masing beda negara hahahaha. Tentunya kultur di barat umumnya adalah banyak acara dengan minuman beralkohol, namun mereka sangat menghormati kita (apabila kita tidak minum).

Lingkungan kampus pada umumnya berisi orang terpelajar, jadi anda tentunya tidak akan diperlakukan secara rasis atau apapun itu. Bahkan di gedung tempat saya bekerja, terdapat silent room untuk mushola, karena beberapa mahasiswa mengajukan permohonan untuk pengadaan ruanagn tersebut. Anda juga diperkenankan meninggalkan kelas apabila anda ada urusan lain, seperti solat jumat, nyepi, gereja, atau apapun kegiatan anda. Intinya warga Finlandia sangat menghormati orang, tanpa pandang ras, suku, ataupun agama. Hidup disini sangat nyaman, dan saya tidak pernah mengalami pengalaman rasisme atau apapun itu, sekarang zaman sudah maju, dan era mengglobal, tidak ada lagi tempat untuk rasisme….

Di Finlandia, sauna merupakan hal yang lumrah dan kultural, hampir di setiap acara resmi makan akan ada sauna evening bagi para tamu, dimana kita dipersilahkan ke sauna. Tentunya sauna dipisah antara wanita dan pria (atau beda waktu)

Orang di Finlandia rumornya sangat menghargai personal space… mereka kayanya ga tahan di bus penuh gt, mereka harus ada personal space haha… (suruh naik busway ke harmoni bisa mati mereka). gambar ini bisa menjelaskan, itu suhu sedang -30, namun orang orang tetap menjaga jarak (bukannya malah barengan biar anget)

 Proses Aplikasi Program S2 dan S3 di Finlandia

Situs http://www.studyinfinland.fi/ sangat lengkap menjelaskan tentang hal ini. Beberapa kampus , seperti Aalto mensyaratkan kita orang Indonesia untuk mengirim transkrip langsung dari kampus anda (jadi pihak kampus harus mengirimkan menggunakan amplop tertutup ke Finlandia).

Bahasa juga sangat penting, anda diminta menunjukkan bahwa anda mampu berbahasa inggris melalui sertifikat TOEFL / IELTS. IELTS umumnya diminta untuk minimal 6,5. Untuk program S3, perlu diketahui bahwa disini S3 dianggap sebagai pekerja di kampus (bukan mahasiswa), jadi umumnya anda harus mengajukan aplikasi apabila ada lowongan tertentu dari profesor di kampus Finlandia. Beberapa kolega juga ada yang direferensikan ke Profesor tertentu, (jadi umumnya dapat profesor pembimbing dulu, baru dapat diterima di PhDnya). Biasanya apabila ada lowongan, sang Profesor akan mempublikasi lowongan PhD dan anda bisa mengajukan aplikasi ke lowongan tersebut

Keuntungan Kuliah di Finlandia

Keuntungan yang sangat mendasar di negara Finlandia, adalah dana tersedia, sehingga untuk riset anda tak perlu khwatir masalah dana (tidak seperti zaman saya di ITB dulu mesti apply PKM segala hahahaha).

Kemudian akan sangat berasa bahwa disini riset yang anda lakukan akan sangat terkait dengan industri, sehingga hasil riset anda tidak akan hanya jadi koleksi buku perpustakaan.

Orang di Finlandia sangat menghargai hidup (hidupnya terlihat santai dan tidak terburu-buru atau ambis), salah satunya karena pemerintah sangat menjamin kehidupan mereka. Jadi iklim kuliah umumnya akan lebih santai, namun tetap bertanggung jawab.

Yang sangat berasa ya itu adalah poin kedua, bahwa riset disini memang beneran riset untuk industri dan masyarakat (bukan riset yang mengada ngada). Umumnya di departemen saya, thesis s2 hampir selalu merupakan project dari industri, jadi akan sangat menyenangkan dan menantang

Memilih Kampus yang Sesuai dengan Jurusan yang Kita Pilih

Satu hal yang pasti adalah semua orang yang kuliah di jurusan A adalah orang yang memang tertarik di bidang A, sehingga mereka menganggap kuliah atau riset di bidang ini merupakan sebuah kesenangan dan hobi. Jadi jangan pernah anda mengambil jurusan A karena anda ingin kaya, atau jurusan ini banyak kerjanya, dll. Pilihlah apa yang anda memang senangi.

Tentunya setiap kampus mempunyai spesialisasi. Anda bisa lihat performa universitas sesuai dengan jurusannya di QS world ranking, by subject http://www.topuniversities.com/subject-rankings/2016. Tentunya ranking tidak akan pernah sepenuhnya representatif, karena satu subjek itu sangatlah luas. Seperti departemen saya di Aalto, Material Science and Technology. Kebetulan departemen ini performanya cukup baik, meraih ranking 51 di QS world ranking in Material Science. Departemen ini mencakup pemrosesan mineral, pembuatan logam, daur ulang sampah logam, hingga teknologi material maju (advanced material and functional material). Jadi praktis sangat sulit untuk menilai suatu departemen / jurusan apakah bagus di Univ A atau B (karena bisa jadi salah satu subjek yang sangat menonjol, sementara yang lainnya tidak)

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan melihat kerjasama universitas dengan industri. Contoh: Nokia. Nokia merupakan perusahaan IT asal Finlandia yang dulunya sangat besar, dan bermarkas di Espoo (1 kota dengan Aalto University). Jadi bisa dinilai bahwa IT di Aalto cukup bagus karena adanya kerjasama dengan Nokia (hal ini dibuktikan dengan hampir semua profesor di IT Aalto pernah bekerjasama dengan Nokia ΓÇô tutur teman saya)

Sistem Pendidikan yang Katanya Terbaik di Dunia yakni Finlandia

Sistem pendidikan dasar di Finlandia memang terkenal bagus. Disini pendidikan dibuat untuk mempersiapkan hidup, sehingga lebih banyak pelajaran non teknis (lebih ke arah bagaimana hidup berdampingan, dkk). Mereka belajar tentang kehidupan, dimana mereka saling berdiskusi mengenai suatu problem yang terjadi dan bagaimana mereka menyelesaikannya. Semua tentang bagaimana anda menghampiri dan menyelsaikan masalah tersebut, bukan masalah benar atau salah, semua adalah proses, bukan hanya hasil. Terlebih, di sekolah dasar disini tidak ada sistem ranking ataupun raport.

Selain itu, tutur teman saya, disini guru merupakan posisi yang sangat prestigius. Dikatakaan bahwa top 10% lulusan universitas akan menjadi guru. Untuk menjadi guru anda harus bersaing dengan 4 orang lain untuk 1 posisi guru (peluang 20%). Jadi dipastikan disini guru adalah manusia2 terbaik di Finlandia.

Selain itu, disini kurikulum bersifat lepas. Guru dipercaya untuk mengajar muridnya, tanpa ada susunan baku apa yang harus diajarkan, bagaimana cara mengajar , dll. Sehingga guru dapat banyak berimprovisasi.

Semua ini berdampak nantinya di Universitas. Mahasiswa disini lebih analitis dan kritis dalam menghadapi problem-problem di kampus. Mereka tidak bersifat textbook, ataupun hafal rumus atau cara cepat atau apapun itu. Kemampuan memecahkan masalah yang relatif tidak berstruktur diuji disini (dan tentunnya di masyarakat, masalah ini yang sering terjadi, bukan masalah yang diselesaikan dengan rumus).

Garis besarnya, disini anak dididik untuk mempersiapkan dirinya di kehidupan, bukan hanya sekedar untuk menjadi pintar.

Pengalaman menarik, tutur teman saya yang anaknya sekolah disini. Bahkan anak-anak beliau sering bertanya ke dia, “pa apa besok udh senin ya? udh ga sabar pingin sekolah lagi”

sebegitu menariknya sekolah sampai anak anak pingin sekolah (perasaan saya dulu males bgt sekolah hahahahahah)

Tips dan trik mengenai Essay, CV, dan Motivation Letter

Senior saya, yang saat ini menjalani program erasmus mundus, pernah berkata bahwa essay/motivation letter, adalah merupakan komponen yang paling penting dalam aplikasi S2. Disini anda dilihat seperti apa kepribadiannya, dan bagaimana anda bersikap. Orang di Finlandia (dan dunia barat pada umumnya) sangat menghargai anda yang memiliki gairah dan semangat dalam studi anda, bukan hanya yang studi supaya dapet ijazah, supaya banyak uang atau apalah itu sejenisnya. Tonjolkan segala kemampuan anda, dan yang terpenting, tulislah hal hal yang tidak ada dalam CV maupun transkrip, seperti impian anda, kepribadian anda dan hal hal yang anda percaya dalam hidup anda (prinsip sukses dll.)

Untuk CV, anda bisa ikuti format CV Europass, di

https://europass.cedefop.europa.eu/en/documents/curriculum-vitae

Biasanya model CV ini cukup mudah dipahami di lingkungan Uni Eropa. Idealnya CV maksimal 2 halaman.

Salah satu tips yang saya rasa berguna adalah, apabila anda memiliki cukup banyak pengalaman kerja di berbagai bidang, anda dapat membuat lebih dari 1 CV, dimana masing masing CV memiliki sebutlah 3 atau 2 pengalaman kerja anda. Dengan begitu anda dapat membuat CV pertama yang lebih condong ke anda yang mahir di bidang A, sementara CV kedua anda lebih condong di Bidang B. Sehingga apabila anda ingin mengajukan aplikasi di bidang A, maka gunakan CV A, dst.

Misal : Anda pernah bekerja sebagai asisten lab di kampus, operator mesin tempa logam di sebuah pabrik , teknisi kelistirikan di sebuah pabrik , dan asisten riset di sebuah perusahaan . Anda dapat membuat CV A, yang menonjolkan performa anda di bidang riset, dengan mencantumkan pengalanan anda sebagai asisten lab dan asisten riset. Anda pula dapat membuat CV B, yang menonjolkan performa dan pengalaman anda di pabrik/industri, dengan mencantumkan pengalaman anda sebagai operator mesin dan teknisi kelistrikan pabrik.

Mengenai essay/motivation letter, umumnya grammar dalam english tidak begitu vital (mungkin hal ini berbeda jika anda ingin ke UK), yang terpenting adalah konten dari essay anda sendiri.

Pertanyaan

  1. Honesty Nurizza Pinanti_UNAIR_biologi

Pertanyaan :

Seperti yang kita semua tahu bahwa finlandia adalah negeri dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia. tapi yang selama ini yg lebih sering diekpos adalah yang di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Nah, apakah pada bangku kuliah juga sangat tercermin sekali bahwa finlandia memanglah yang terbaik dalam pendidikan? Kalau boleh tau, keunggulan apa saja membuat kuliah di finland terasa lebih istimewa? Apakah bahasa pengantar kuliah disana adalah bahasa inggris/bahasa setempat? Terima kasih

Jawaban:

Iya benar, memang pendidikan dasar dan menengah Finlandia lah yang terbaik. Sebenarnya untuk pendidikan di tingkat atas (kuliah), yang saya sangat rasakan ya itu tadi, dimana apa yang saya pelajari di kuliah dan riset memang sangat dibutuhkan industri dan masyarakat, jadi ada kesinambungan antara industri dan pendidikan. Tentunya jika anda bertanya apakah pendidikan kuliah Finlandia “terbaik” di dunia, saya akan jawab tidak, karena tentunya masih banyak yang lebih baik. Saya sendiri yakin dengan Finlandia untuk jurusan saya, dikarenakan kedekatan departemen saya berbagai industri terkait

Bahasa untuk kuliah S1 adalah bahasa lokal, sementara bahasa untuk S2 adalah inggris.

Sebenarnya istimewanya kalau kata teman2 saya ya gratisnya itu hahahahaha

Teman saya dari Jerman pernah bilang, ” yes I can go to UK, or other German Universities.. but with this free education in Finland, I choose Finland”

Dan yang perlu diketahui juga, menurut teman teman saya, kualiitas pendidikan di Eropa umumnya merata, jadi perbedaan antar universitas tidak terlalu jomplang

2. Dwi OL_EnglishEducation_UNJ

Pertanyaan :

  • Untuk program beasiswa yg kakak terima, apakah hanya untuk bidang studi yg kakak pelajari? Dan apakah hanya berkolaborasi dengan TU Delft? I mean, adakah program yg diperuntukkan bidang studi lain dan kolaborasinya dengan univ lain?
  • Di Finlandia kayanya gak pernah dapet panasnya matahari ya kak, hehe. Gimana pengalaman kakak ketika berpuasa di sana?
  • Orang Finlandia terkenal dengan istilah ‘space’ itu. Lalu apakah hal tsb menjadikan warga lokal menjadi orang yang individualis?
  • Everybody knows that Finland is best for the education system. Lalu, apakah bidang studi pendidikan menjadi unggulan di kebanyakan univ di sana? Jika ya, I need your recommendation untuk universitas yg menawarkan program bidang studi kependidikan

Jawaban :

  • Iya sayangnya program aku hanya khusus untuk jurusan mineral dan metal processing saja. Partner kolaborasinya ada lagi RWTH Aachen di Jerman, untuk program teknologi pertambangan.
  • Wwkkwkwkwk puasa bsk tanggal 6, saya penasaran juga.. disini musim panas bisa sampai 25 C kok, hahahah suhu Bandung lah
  • Beda nih individualis sama personal space. Disini karena negara besar dengan penduduk hanya 5 juta , mereka terbiasa untuk “sepi” jadi mereka ga suka kalau terlalu rame, ga kaya di Indonesia gt loh di busway rame orang pada ngobrol, disini enggak.Tapi bukan mereka individualis, mereka sangat baik kok hahahaah. Dan tentunya kita tidak akan bisa pernah mengeneralisasi semua orang dari negara A bersifat A, B ataupun, C,. Setiap orang memiliki sifat yang berbeda hahahaahaha.
  • Bidang studi kependidikan, menurut teman saya University of Helsinki menawarkan program yang bagus,

3. Fini_Alumni UI

Pertanyaan:

  • Apakah semua lowongan untuk Phd diberikan hanya untuk mahasiswa S2 di sana? Jika tidak, bagaimana mendapatkan info mengenaik lowongan itu? Karena saya berencana S2 terlebih dahulu di Indonesia baru S3 di Finlandia.
  • Terkait kuliah gratis, apakah saat kita diterima kuliah di sana secara otomatis mendapat biaya kuliah gratis dan riset gratis? Bagaimana dengan live cost?

Jawaban :

  • Tidak, tutur teman saya banyak lowongan yang dipublikasi umum juga, dan anda bisa mencarinya sendiri. Umumnya memang menurut saya lebih mudah apabila anda direferensikan ke Profesor tesebut.
  • Jika anda adalah mahasiswa PhD, anda akan digaji oleh kampus, karena pada dasarnya anda adalah pekerja di kampus. Biaya riset juga untuk hal hal yanhg kecil juga termasuk gaji anda, namun apabila anda perlu memesan barang dengan harga yang tinggi, biasanya ada form yang harus anda isi dimana kampus akan membayarkan. intinya jangan takut masalah biaya kalau anda riset disini, apalagi PhD hahaha. Jika anda memang minat, anda juga dapat mengontak langsung profesor di kampus Finlandia dan ceritakan mengenai minat anda dalam riset, siapa tahu mereka mau mempekerjakan anda.Finlandia adalah salah satu negara dengan perbandingan research per capitanya sangat tinggi, hal ini karena riset disini ditunjang

4. Tety_UNS_FKIP

Pertanyaan :

Kira kira di Finland untuk S2 bisa ngambil jurusan yang non linear dari S1 ke S2? Seperti pendidikan sosial ke hukum?

Jawaban :

Pertanyaan sangat bagus nih, perhatikan juga kelinearan jurusan anda ya. Namun nampaknya di Finlandia tidak terlalu strict, asalkan ada hubungannya. Saya sendiri dulu S1 Teknik Kimia, sekarang nyebrang ke S2 Teknik Material. Teman juga ada yang dulu Teknik Lingkungan nyebrang ke Teknik Material, jadi nampaknya gapapa.

Hal ini berbeda dengan univ di Jerman. Jadi di jerman ada tahap namanya “academic checking”, dimana transkrip anda akan dicek dan dinilai apakah kira kira anda akan maampu mengikuti prorgam s2 di jurusan tertentu di Jerman. Jadi anda harus linear dalam jurusan anda.

5. NitaApriani_Tridinanti_FKIP Bahasa Inggris

Pertanyaan :

  • Apakah orang indonesia punya kesempatan yang baik untuk bisa bekerja di finland?
  • Lulusan indonesia yang memegang ijazah indonesia dan lulusan indonesia yang memegang ijazah finland apakah bisa bekerja di finland?

Jawaban :

  • Tentunya nyari kerja susah wkwkww, dimana mana nyari kerja susah, anda harus berusaha maksimal dan coba terus begitu. Umumnya akan lebih mudah jika anda bisa bahasa lokal, karena itu adalah sebuah nilai plus.
  • Dengan ijazah dari Finland akan lebih mudah. Saya tahu beberapa lulusan kampus finland (orang indo) yang kerja disini skrg.. rata rata mereka bisa bahasa sini hahahahaha (atau employer mereka adalah perusahan startup). Pola pikir anda adalah harusnya begini : Apasih kelebihan anda dibanding orang Finlandia? Sebagai employer, apakah saya harus mempekerjakan anda, saya perlu mendukung visa anda, saya perlu mengurus surat menetap anda… apa yang anda tawarkan untuk saya? apa yang anda punya, sehingga saya akan lebih memilih anda dibanding orang FInlandia, mengingat mereka bisa bahsa lokal (mudah untuk komunikasi) dan saya tidak perlu ribet ngurusin visa atau apapun itu

6. Budi_Teknik Kimia_UII

Pertanyaan :

Apa biaya studinya 100% gratis? Lalu bgmn Kak Temi membiayai living cost, visa, dan pesawat? Kalo yg sudah saya coba, mendapatkan LoA master itu tidak sulit, hanya saja apa guna LoA kalo akhirnya tidak punya biaya untuk keperluan studi.

Jawaban :

Biaya kuliah (uang kuliah gratis) di Finlandia haha. Untuk living cost, visa, pesawat dkk saya dapat tunjangan dari program saya dari TU Delft.

Benar sekali budi, mendapatkan LoA master tidak sulit, kecuali jika untuk top tier university seperti MIT, cambridge, oxford, harvard.. selain dari itu, mendapatkan LoA relatif tifak sulit, asalkan anda mengikuti semua persyaratannya hahaha. Intinya jangan takut apply s2, anak Indonesia ga kalah pinter sama anak sini hahahahah.

Oiya, living cost disini ada diminta minimal mempunyai income 560 E perbulan, minimal itu persyaratan visanya, jadi jika beasiswa anda mencakup ini ya anda aman haha

Beasiswa di Finlandia sendiri seperti yang saya bilang, sangat jarang karena uang kuliahnya sudah gratis…. namun 2017 nanti ada biaya kuliah, dan kampus tentunya akan memberikan beberapa beasiswa, namun infonya belum ada haha. Untuk si budi, karena dia teknik kimia juga, coba cek http://www.kic-innoenergy.com/education/master-school/ teman saya teknik kimia, sedang mengambil prgram ini, dan Aalto University Finland merupakan partnernya. Program juga mirip2 program saya, dibiayai partner industri

7. Sinta Amelia_UIN Jakarta.

Pertanyaan :

  • Bisa diceritakan nggak, Kak, pas pertama kali mau apply beasiswa yang sekarang? Tau informasinya darimana? Kesulitan dan kendala dalam hal apply beasiswanya, sampai bisa keterima? Dan beasiswa apa yang kakak dapatkan?
  • Saat menjalankan studi, ada perasaan takut gak, Kak?

Jawaban :

  • Saya awalnya mau kuliah di TU Delft, namun khusus untuk jurusan ini, TU Delft menorganisasi melalui partner Industrinya (http://www.femp.org/) dan beberapa partner universitas, termasuk Aalto University Finlandia. Mereka juga menawarkan beasiswa, jadi saya apply saja deh program tersebut.Kesulitannya adalah di pembuatan motivation letter, oiya tips juga nih but motivation letter, jadi saya ingat dulu saya bikinnya dicicil (ga sekejam semalam) dalam beberap minggu, jadi saya bisa baca berulang2 dan baca lagi supaya ini enak dibaca haha, dan apa ada typo hahaha.
  • Saya takut karena bakal pisah lama sama tunangan wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk. Tapi untuk poin no2 Alhamdulillah saya masih lancar, hahaah kenalin ni tunangan saya Religia Shaliha. Poin no 2, jangan takut, anak Indonesia ga kalah pinter sama anak sini (bahkan mungkin lebih pinter kalau masalah teknis) hahahahaah. Jangan minder oke wkwkwkwk

8. Rosidah_IPB_Kimia

Pertanyaan :

Saat ini sedang menjalani kuliah s1 saya di departemen kimia, kebetulan sekali kak riset s1 saya juga mengenai elektrokimia khususnya pengembangan sensor, untuk program master di tempat kakak bagaimana ya kira-kira prospeknya? saya berharap dapat melanjutkan riset saya ini ke program master. Terima kasih kak Temi.

Jawaban :

Sebenarnya saya ga kimia kimia amat hahahaaha, saya skarang material science haha.

Namun, yang saya tahu disini elektrokimianya umumnya mengenai Flow Battery, Li-Ion Battery, dan Fuel Cells (khususnya direct methanol). Untuk sensor disini maksud anda sensor untuk baterai (deteksi voltase dalam siklus charge dan discharge) ya? disini umumnya mengembangkan langsung untuk semua sistemnya sih, jadi tidak terfokus di sensor saja. Namun jika anda memiliki penemuan yang menarik, tentunya mereka akan sangat menerima anda. Intinya disini riset elektrokimia biasanya berkaitan dengan energi, dan mencakup riset seluruh sistem, jadi tidak terfokus pada 1 bagian saja hahaha} else {