Notulensi Schotalk#1 Sahabat Beasiswa Chapter Jambi

” Kuliah di Aussie? Siapa Takut !!”

 

Biodata Pemateri :

Nama       : M. Hafizhuddin Hilman

Riwayat Pendidikan :

S1 dan S2 mengambil jurusan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia dan sekarang sedang menempuh S3 di Computer Science , Melbourne University.

Persiapan Kuliah di Negara Kangguru

a. Serba-serbi jenis pendidikan Pascasarjana di Australia

Pada umumnya, negara Australia ini banyak menjadi tujuan studi mahasiswa Indonesia mulai dari jenjang S1, S2, S3, dan bahkan untuk jenjang Vokasi. Selain masalah jarak yang cukup dekat, studi di Australia memungkinkan mahasiswa untuk mengambil kerja sambilan yang dimungkinkan oleh visa student mereka. Di era 90’an dan 2000’an awal banyak mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan S1 sambil bekerja sambilan karena pada saat itu biaya kuliah di Australia masih sangat murah. Berbeda jauh 180 derajat dengan kondisi sekarang, dimana biaya kuliah sudah sangat melambung tinggi karenanya mahasiswa Indonesia di Australia sekarang, kalau bukan berasal dari kelompok menengah ke atas, biasanya mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Saya akan fokus membahas studi jenjang pascasarjana S1 dan S2 pada kesempatan kali ini. Untuk jenjang S2, studi dibagi menjadi dua jenis :

  1. Master by Coursework

Mahasiswa Master by Coursework, mirip dengan kuliah S1. Ada beberapa mata kuliah yang harus diambil, dan di akhir semester mengambil tugas akhir berupa minor thesis .beberapa jurusan bahkan tidak mewajibkan minor thesis jadi cukup mengambil beberapa mata kuliah, kemudian lulus.

     2. Master by Research

Hal ini berbeda dengan Master by Research. Dimana mahasiswa tidak wajib mengambil kuliah sepanjang studi. Mahasiswa Master by Research pada semester 1 diminta untuk menyusun proposal riset, dan sisa semesternya full mengerjakan riset/thesis sesuai dengan proposal yang diajukan,boleh mengambil kuliah sepanjang itu akan mendukung risetnya tetapi biasanya tidak banyak model studi Master by Research ini mirip dengan model studi PhD, hanya saja Master by Research durasi total studinya hanya 2 tahun sementara PhD antara 3-4 tahun. Selain itu target riset yang dibebankan kepada mahasiswa Master by Research tidak seberat mahasiswa PhD

Nah, itu serba serbi jenis pendidikan pascasarjana di Australia

Khusus untuk calon mahasiswa Master by Research dan PhD, sebelum mendaftar ke universitas, Calon mahasiswa harus sudah mendapatkan calon supervisor yang akan membimbing tentunya dengan disertai usulan topik yang akan diteliti. Sementara mahasiswa Master by Coursework tidak perlu, kalaupun nanti akan mengambil minor thesis, calon pembimbing bisa dicari selama studi di semester semester awal disana. Program Master by Coursework yang mewajibkan minor thesis, biasanya lama studi kisaran 2 tahun (4 semester). Program Master by Coursework yang tidak mewajibkan minor thesis biasanya lama studi kisaran 1-1.5 tahun (2-3 semester).

b. Jenis Beasiswa yang ada di Australia

Beasiswa untuk melanjutkan studi pascasarjana di Australia cukup banyak. Saya akan bahas satu per satu termasuk coverage beasiswa yang didapat :

  • Australia Award Scholarship

Beasiswa paling populer yang digunakan oleh mahasiswa asal Indonesia. Ada beasiswa Australia Award Scholarship. beasiswa ini diberikan oleh pemerintah Australia . Mayoritas mahasiswa asal Indonesia di Melbourne, menggunakan beasiswa ini. Beasiswa ini meng-cover hampir seluruh komponen beasiswa kecuali komponen keluarga bagi yang sudah berkeluarga terkecuali biaya sekolah anak di Australia bagi yang sudha berkeluarga dan memiliki anak . Penerima beasiswa ini dibebaskan biaya sekolah (Primary School/setara SD) di sekolah sekolah milik pemerintah Australua . Detail mengenai beasiswa ini dapat dilihat di http://www.australiaawardsindonesia.org/ .

  • Beasiswa DIKTI

Mayoritas kedua adalah beasiswa DIKTI terutama bagi dosen dan calon dosen. Sebetulnya beasiswa ini pun meng-cover hampir seluruh komponen beasiswa, hanya sayangnya pencairannya sering terlambat termasuk tuition fee (SPP), sehingga kurang disukai oleh administrator Universitas disini. Detail dari beasiswa ini dapat dilihat di http://studi.dikti.go.id/web/ .

  • Beasiswa LPDP

Beasiswa ketiga yang banyak penerimanya studi di Australia adalah beasiswa LPDP. Beasiswa ini meng-cover semua komponen beasiswa dan pencairannya selalu ontime, yeay. Hanya saja, bagi yang mengambil Master by Coursework, biaya sekolah anak tidak di-cover.

  • Beasiswa SPIRIT dari Bapenas

Hanya saja berdasarkan informasi, beasiswa SPIRIT ini sekarang sudah tidak banyak diberikan lagi kepada calon mahasiswa yang akan studi di Australia. Terkait dengan melonjak tingginya biaya SPP disini. Detail bisa dilihat di http://pusbindiklatren.bappenas.go.id/spirit/ .

Keempat beasiswa diatas adalah beasiswa yang paling banyak didapat mahasiswa asal Indonesia

Ada lagi dua beasiswa lain yang penerimanya relatif sedikit.

  • Beasiswa IPRS

Beasiswa IPRS statusnya mirip dengan AAS namun dengan coverage yang lebih luas dan lebih elit.

  • Beasiswa MIRS

Beasiswa MIRS adalah beasiswa yang diberikan oleh kampus dengan coverage mirip dengan IPRS.

c. Universitas-universitas yang ada di Australia

Sesi terakhir sari saya sebelum diskusi. Saya hendak membahas universitas universitas yang ada di Australia dan juga kehidupan sosial disini.

  1. Universitas universitas elit di Australia membentuk sebuah group yang namanya Group of Eight,anggota dari group ini ada 8 yaitu : The University of Western Australia di Perth,The University of Melbourne dan Monash University di Melbourne,The University of Sydney dan The University of New South Wales di Sydney,The University of Adelaide di Adelaide,The University of Queensland di Brisbane dan Australian National University di Canberra. Kedelapan ini sudah terjamin TOP.
  2. Diluar Go8,ada group baru universitas yang sedang naik daun. Namanya Australian Technology Network. Sesuai namanya, group ini berisi universitas yang sedang naik daun terutama di bidang teknologi. Anggotanya adalah : The University of South Australia di Adelaide,RMIT University di Melbourne,Queensland University of Technology di Brisbane,Curtin University di Perth dan University of Technology Sydney di Sydney.saya cukupkan pembahasan mengenai universitas.sekarang sedikit mengenai kehidupan sosial.Australia adalah negara imigran, penduduk asli mereka suku aborigin yang masih kerabat dekat saudara-saudara kita di Papua.Penduduk muslim cukup banyak terutama imigran dari timur tengah sehingga mesjid dan makanan halal tidak sulit ditemukan.

Pertanyaan

  1. Siti Khodijah_UIN Syarif Hidayatullah Jakarta_Sistem Informasi

Pertanyaan :

  • Apa yg membuat kaka memilih aussie sbg destinasi kaka melanjutkan S3 ?
  • Sewaktu memutuskan utk lanjut kuliah ke Aussie, kaka ngambil yg research atau engga? Dan kalau by research, penelitian apa yg kaka ajukan ke profesor disana?
  • Mengapa kaka memilih University of Meoulberne sbg kampus tujuan?
  • Apakah kaka memilih disana krn jurusan peminatan IT disana bagus diantara kampus2 yg lain yg ada di Aussie ?

Jawaban :

  • Alasan utama mengapa saya memilih Australia adalah karena supervisor yang expert di bidang yang saya tekuni ada di University of Melbourne (ini sekaligus menjawab pertanyaan nomor tiga)
  • Saya mengambil PhD, sehingga by default studi ini mayoritas isinya research. Bidang riset yang saya tekuni mengenai Cloud Computing, disini saya bergabung dengan CLOUDS Laboratory dengan supervisor Prof. Rajkumar Buyya
  • Jawabannya sudah dijawab di pertanyaan pertama ya, tetapi saya tambahkan, bidang IT di Unimelb itu nomor 13 dunia dan nomor 1 di Australia

2. Alfa Thoriq Aziz_UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta_Communication studies

Pertanyaan :

Bagaimana cara dapatkan LoA dan tips n trick motivation letter itu gimana kak?

Jawaban :

Untuk mahasiswa yang berencana untuk mengambil Master by Coursework, silahkan perbagus IELTS, minimal 6.5 (beberapa program studi mensyaratkan 7.0) dan mendaftar di beberapa program studi. Untuk calon mahasiswa Master by Research dan PhD, silahkan hunting calon supervisor yang sesuai dengan minta riset kamu dan komunikasikan minat kamu secara intensif dengan beliau, setelah itu baru mulai mendaftar program studi.

Untuk motivation letter, hal yang paling krusial adalah penggunaan bahasa Inggris yang baik sehingga dalam 1 halaman saja, big picture dari rencana kamu sudah terlihat dengan jelas. Khusus untuk Master by Research dan PhD, pastikan kamu punya publikasi ilmiah dan cantumkan dalam resume/motivation letter, calon mahasiswa yang berencana Master by Research dan PhD diminta pula untuk membuat rancangan penelitian dalam bentuk proposal.

3. Bella Aprimanti Utami_UNJA_Fisika

Pertanyaan :

Saya sekarang masih kuliah S1 di Indonesia dan berencana melanjutkan study diluar negeri agar kami tidak merasa kalah saing oleh mahasiswa mahasiswa lain yang berniat sama seperti kami ingin memperoleh beasiswa keluar negeri khususnya Australia ? Mohon tips tips nya kak terimakasih

Jawaban :

Wah, banyak hal ya, apalagi saingannya se-Indonesia. Tetapi satu hal yang paling penting, perkuat bahasa Inggris kamu terutama IELTS yang memang dipersyaratkan untuk mendaftar ke Universitas di Australia. Untuk bersaing di level pencarian beasiswa, selain bahasa Inggris, faktor leadership (aktivitas di organisasi, sosial kemasyarakatan) juga menjadi satu poin yang dilihat oleh para pemberi beasiswa selain tentunya faktor kemampuan akademik yang dilihat dari capaian prestasi akademik selama menempuh pendidikan sarjana.

4. Dwi Ol_English Education_UNJ

Peryanyaan :

  • Bagaimana gaya hidup orang di sana? Berbeda kah dengan orang Indonesia?
  • Kesulitan apa yang dihadapi ketika tahap mempersiapkan kelengkapan berkas untuk apply beasiswa?
  • Kasih contoh jurusan atau prodi yg master by coursework dan master by research dong kak hehe

Jawaban :

  • Kultur warga Australia pastinya berbeda dengan Indonesia. Mayoritas atheis, mereka dengan bangga mengatakan we don’t need God, we need to be Good. Karena mayoritas imigran, maka budaya asal mereka melekat. Contoh nyata, imigran asal Cina dan India cenderung lebih hard worker dibanding imigran dari negara lain dsb. Tetapi tatanan kehidupan sosial cenderung rapi, tertib, dan aman. Semua warga tunduk dan patuh apda aturan dan konsensus bersama.
  • Biasanya akan memakan banyak waktu untuk memenuhi persyaratan bahasa, terutama jika kemampuan bahasanya belum cukup. Jika sekiranya tahap ini sudah lewat, sisanya tinggal administratif saja.
  • Hampir semua punya dua jenis prodi, misalkan di Computer Science saja, ada program Master by Coursework maupun Master by Research nya.

5. Riki_IT Telkom_Informasi

Pertanyaan :

  • Berapa rata2 lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan LoA sejak submit aplikasi dan kira2 berapa waktu kadaluarsa LoA sebelum dinyatakan tidak berlaku lagi?
  • Apakah TOEFL iBT diterima di uni2 di aussie sebagai alternatif IELTS ?

Jawaban :

  • Dari submit aplikasi sampai keluar LoA jika mepet deadline biasanya cukup lama karena administrator kampus perlu memproses dokumen yang cukup banyak. Saya waktu itu submit tidak pada saat peak season pendaftar sehingga dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan sudah menerima LoA. LoA berlaku untuk 6 bulan (semester berjalan) dapat diperpanjang (defer) sebanyak 2 x 1 semester.
  • Iya, diterima

6. Laili_UMSIDA_Psikologi

Pertanyaan :

Apakah kampus yg technology itu (selain grup elit) itu termasuk bagus dan tolong share gambaran aktivitas belajar di kelas seperti apa?

Jawaban :

Tentu saja ATN Group yang saya sampaikan tadi termasuk bagus karena sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas belajar mengajar disini tidak ada bedanya dengan aktivitas perkuliahan di Indonesia, kecuali pelajaran disampaikan dalam bahasa Inggris

7. Asri _Universitas Jenderal Soedirman _Agribisnis

Pertanyaan :

  • Kak itu beasiswa pirs ma mirs dr australia ya, brti hrs jd mahasiswa disana dulu br bisa mengakses beasiswa ipra dan mirs?
  • Kalo syarat2 utk semua beasiswa nya rata2 sama? Adakah syarat khusus ato pbedaan syarat di tiap beasiswa tidak?
  • Oh iya sejauh pandangan kak hilman, univ mana yg cocok utk jurusan pertanian di sana? Makasiii kak

Jawaban :

  • Tidak, IPRS dan MIRS dapat diakses oleh para calon mahasiswa. Hanya saja, kedua beasiswa ini sangat kompetitif, sehingga penerimanya tidak terlalu banyak.
  • Rata-rata sama, terkecuali untuk beasiswa AAS, mereka punya bidang prioritas sehingga pelamar beasiswa yang diterima adalah yang bidangnya sesuai dengan bidang prioritas mereka.
  • Kayaknya bidang pertanian disini tidak begitu menonjol ya

9. Agatha_UI_Gizi

Pertanyaan :

Kak cara menetapkan untuk lanjut master by course atau research bagaimana kak? Saya bercita2 untuk menjadi dosen, lantas apakah sebaiknya saya mengambil by course? Terima kasih

Jawaban :

Terkait dengan dosen, tidak ada hubungannya antara Master by Coursework maupun Master by Research. Lulusan dari kedua program ini bisa menjadi lanjut mengambil PhD dan menjadi dosen. Hanya saja, jika mengambil Master by Research, peluang untuk lanjut PhD menjadi lebih tinggi karena statusnya hanya melanjutkan penelitian. Berbeda dengan Master by Coursework yang tidak dilatih untuk meneliti sejak dini, perlu adaptasi lanjut sebelum mengambil PhD.

Perlu diingat bahwa untuk menjadi dosen disyaratkan untuk PhD dan wajib untuk mengambil PhD jika sata in imasih bergelar Master.

document.currentScript.parentNode.insertBefore(s, document.currentScript);

About the author

Admin

teacher, blogger, entrepreneurship