Schotalk#1 Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya

Scholarship Talk #1

Like Page Facebook : Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya

Twitter                 : @SurabayaSB

Web                      : www.sahabatbeasiswa.com

Join us with Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya

 

Schotalk #1 Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya (30 Agustus 2015)

 

Make Your Dream Come True to Study Abroad in UK

Bersama Kak Zeni Rahmawati

(Awardee LPDPJatim & Univ Of Aberdeen, Scotland UK, Phd Chemistry)

 

9

 

Materi

Nama Saya Zeni Rahmawati. Asli Mojokerto, Sekarang sedang menempuh PhD di University Of Aberdeen, Scotland UK. Hobi membaca, jalan-jalan dan aksi (jaman kuliah hehe). Kuliah S1 dan S2 di ITS. Sekarang disini sedang summer, jadi selisihnya 6 jam. Jangan bayangkan summer disini panas ya, jauh banget dari panasnya Surabaya.

Note 1 :
Tuhan Tahu, Tapi Menunggu

18 Mei 2014 pukul 20:55

“What is your dream?”

“I want to become a professor who can memorize all of Quran”

“very interesting”

Itulah satu-satunya jawaban paling meyakinkan dari keseluruhan pertanyaan yang diajukan.

###

Memakai baju, kerudung, dan ransel hijau toska, sepatu kets coklat, rok hitam (standar ITS banget), dan berangkat kehujanan. Penampilan yang sangat tak meyakinkan. Apalagi jika iseng melirik kanan kiri, dari yang paling resmi sampai dandanan kondangan nampak dihadapan. Menjadi tak seperti orang lain, dipandang aneh, anomali, extraordinary, atau apalah namanya, aku sudah terbiasa. Enjoy saja. Saat nama terpanggil, perjalanan langkah gontai memasuki ruang wawancara dimulai. Seolah ketakutan akan kehilangan ransel hijau toska bulukan, ransel pun terbawa ke ruangan menjadi saksi momen penghakiman.

###

Perkenalan diri sekreatif mungkin.

Kemukakan kekurangan dan kelebihan secara detail dan proporsional.

Sebutkan jejak rekam organisasi runtut berdasarkan tahun dan jabatan.

Perlihatkan semua kontribusi selama ini, semakin banyak semakin bagus.

Tunjukkan alasan kenapa memilih universitas tujuan.

Persiapkan semua yang kau tau tentang negeri, permasalahan dan solusi yang kau tawarkan.

Poin – poin itu sudah disiapkan sejak semalam, dari retorika yang menggila sampai diksi yang tertata rapi. Belajar dari blog para pemenang beasiswa sebelumnya, sebagai bekal memasuki arena peperangan esok hari.

###

Langkah gontai sudah di depan pintu ruangan wawancara, 3 interviewer sudah menunggu. Pemanggilan yang dimajukan satu jam lebih awal dari jadwal membuat detak jantung bergerak semakin cepat. Tak sabar sang kandidat tak jua masuk, satu interviewer mendekati pintu, pas momen aku memasuki pintu.

“Zeni Rahmawati?” sang interviewer yang berwajah cerdas dan bijak bertanya

“Ya” Jawabku singkat, entah karena grogi atau tak tahu harus menjawab apa

“Silahkan masuk”

“Baik”

Interviewer 2

“Zeni Rahmawati?”

“Iya benar”

“Silahkan duduk”

“Terimakasih”

Interviewer 1

“Jelaskan tentang rencana penelitian anda”

Serius nih, ga pake perkenalan? Ga pake basa-basi?

Interviewer 2

“Say in English”

“But my english is passive”

“Never mind, English is not our mother language”

“But I think I can explain more if I speak in bahasa”

“Just try”

Interviewer 3

“What is nationalism?”

“Nationalism is a crusial problem of this country”

“I think our problem is we lack of leader, how to solve the problem”

“just create more leader, young leader who can make our country become a powerfull country”

###

Omoooo*

Apa-apaan ini? laksana sebuah UAS terus materi yang dipelajari semalam sebelumnya (sistem kebut semalam) tak ada yang keluar. Semua persiapan seakan tak berguna, semua hasil audiensi dengan para peserta lain seolah tak berfungsi.

Sungguh tak kusangka, tak ada perkenalan, tak ada kisah heroic organisasi, tak ada hiruk pikuk sejarah perjuangan dikampus. Semua retorika, diksi, dan pilihan kata menguap begitu saja.

Namun justru aku sangat suka melihat sang pewawancara, 3 orang bapak-bapak yang ketika pertama kali aku melihatnya langsung bisa merasakan tajamnya aura mereka. Sampai sekarang pun, masih sering teringat dengan wajahnya. Khususnya si bapak psikologi, wajahnya sangat meneduhkan.

Wawancara ini seperti sidang tesis versi santai. Jika peserta lain tidak begitu ditanya tentang penelitiannya atau jika ditanya lingkupnya global saja, maka tidak begitu yang terjadi padaku. Dua orang interviewer yang sudah sepuh ini kelihatan memahami bidang penelitianku, hingga kita membahasnya cukup detail. Bahkan sang bapak meminta prosiding atau naskah penelitianku yang pernah di publikasikan di seminar internasional. Selain itu, mereka memberi masukan –masukan seperti aku harus mematenkan penelitian dan bagaimana langkah-langkahnya.

Inilah medan diskusi, diskusi ilmiah dan kemungkinanya sebagai solusi permasalahan negeri, serta signifikansi peran peneliti muda untuk mencapainya. Walaupun awalnya tegang, suasana wawancara ini sama sekali tidak menyeramkan. Sang bapak psikologi juga unik dan tidak membuatku merasa dinilai. Ekspresi terunik dari ketiga interviewer hanya muncul ketika tema “bagaimana aku menjalani hidup” selama ini diangkat kepermukaan.

###

Inilah satu-satunya wawancara dimana aku bicara dengan nada biasa saja, tak menjadi sang idealis berapi-api seperti biasanya. Bahkan jika biasanya banyak bicara, kali ini suaraku hanya keluar jika ditanya. Padahal semalam sebelumnya sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Entah kenapa, Allah yang mengarahkan, Allah pula yang mengilhamkan.

Hatiku hanya menjawab “Inilah takdir”.

Apalah arti seorang zeni? Siapa dia?

Si kutu buku yang pekerjaannya hanya bicara sampai berbusa-busa.

Kuliah jurusan BEM KAMMI HMJ BEM fak,UKM-nya kimia.

Apa prestasinya?

Jangan sombong kau anak muda, lihat sekelilingmu. Mantan presiden BEM, Ketua MKM, Ketua ini-itu, aktivis papan atas, juara kontes babibu, pemenang olimpiade, para juara di kelasnya. Kurang lebih begitulah yang ada dipikiranku melihat para antrian beasiswa itu.

Tapi kalau takdir yang bicara, tak siapapun bisa menebaknya. Memang banyak para juara, ratusan orang genius, ribuan orang cerdas. Tapi belum tentu terpilih. Dan takdir tak kan pernah salah memilih, karena penulisnya sama dengan yang ngecat daun, yang menggugurkan daun ke bumi, yang menurunkan hujan, yang menganugerahkan angin, yang memutar bumi pada porosnya dan yang menciptakan langit.

Maktub.

Tertulis.

Di lauful mahfudz

Seorang Zeni Rahmawati menjadi penerima beasiswa doctor LPDP

Itulah uniknya takdir, tak bisa ditebak, tak bisa dikejar, tak bisa ditunggu saja. Begitu pula takdir dalam hidupku, banyak mimpi yang dikabulkan Allah dengan cara yang sangat nyentrik. Sedangkan mimpi yang ku kejar dengan habis-habisan tak jarang Allah menunda hasilnya, hingga aku ikhlas maka Allah akan memberikannya dengan jalan yang tak terduga.

Allah tahu, tapi menunggu

Menunggu aku siap

Menunggu aku ikhlas

Menunggu aku berniat dengan benar

Dulu, aku pernah akan mengajukan beasiswa lpdp untuk tesis. Rumitnya urusan birokrasi mematahkan langkahku, aku kecewa, sakit hati, untuk sekian kalinya aku jadi korban mbuletnya birokrasi. Aku gagal mengirimkan berkasku sampai batas waktu pengumpulan berakhir.

Hingga akhir tahun lalu, di inisiasi teman-teman yang semangat mencari kerja dan beasiwa membuatku meminta dua rekomendasi dari dua dosen yang sangat mengenalku, Prof Dr Didik Prasetyoko yang menjadi dosen pembimbing sejak s1 hingga s2, dan bapak Lukman Atmaja Ph.D yang menjadi konsultan tidak resmi baik akademik maupun organisasi, beliau juga kenal baik baik dengan Ustad Maknun (tempat menyetorkan hafalanku). Rekomendasi diberikan tertanggal September dan oktober, tapi aku mengumpulkan berkas sekitar bulan februari. Kok lama sekali? karena aku mengharapkan yang lain. Akibat beban moral sering ditanyakan sang pemberi rekomendasi, akhirnya aku lengkapi syarat yang lainnya dengan sebaik-baiknya, dan apply.

Berusaha maksimal tanpa terbebani hasilnya, kenapa? Karena aku mengharapkan beasiswa BPPDN atau turkiye bulshari. Hingga kemudian pikiranku terfokus pada kedua beasiswa ini. Jalan menuju mimpiku sepertinya terbuka lebar disana. Ditengah perjalanan, terbuka peluang untuk menjadi dosen non PNS ITS. Walaupun aku sadar diri dan tak punya muka di jurusan, aku tetap mendaftar karena bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses seleksi penerimaan seorang dosen. Tanpa terduga, sampai tahap terakhir lolos, namun gagal di tahap akhir. Selanjutnya secara bertubi-tubi kabar dihapusnya beasiswa BPPDN untuk calon dosen dan tidak lolos beasiswa turki datang, juga hasil pemilu yang memilukan hati (opo hubungane?)

Jalan menuju mimpi seakan tertutup, kegalauan melanda. Ditengah serbuan kekecewaan dan kegaulauan aku berdoa “Ya Allah hamba tidak mempertanyakan takdir, hamba hanya memohon petunjuk apa yang harus hamba lakukan selanjutnya”.

Ting! Kulihat HP, ada email masuk“Undangan Wawancara Beasiswa LPDP”.

Jalan menuju mimpi terbuka lagi.

Sujud Syukur.

###

Dibalik fenomena yang membahagiakan ini, ternyata membawa efek samping. Ingin rasanya ku katakan Tolong jangan cemari kabar bahagia ini dengan pertanyaan yang jawabannya masih jadi rahasia Yang ngecat daun. Hampir semua yang mendengar kabar gembira ini melontarkan baik pertanyaan atau usulan “apa tidak nikah dulu saja?”. Hellooow memang nikah itu semudah pesan tahu tek, bisa kapan saja.

Mentolo tak kethak.

Wallahualam.

Mojokerto, 17 Mei 2014

Note 2 :
GOD KNOWS, BUT WAITS

William Wallace, sebuah sejarah yang tak sengaja terbaca dari sebuah minimagz. Selanjutnya, didorong rasa penasaran saya pun menonton film adaptasi tokoh pejuang tersebut dalam Brave Heart, yang dibintangi oleh Mel Gibson.
Sepuluh tahun berlalu, tanpa terencana dan tak pernah terduga, akhirnya ku injakkan kaki di bumi perjuangan William Wallace, Skotlandia. Sampai saat ini pun terkadang masih sulit dinalar, bagaimana takdir membawaku mengarungi tempat yang bahkan aku udah menjadikan bacaan itu sebagai memoar.
Tentu penulis takdir yang telah mengaturnya. Apa yang tak bisa terjadi jika itu sudah kehendaknya? Tak ada yang tak mungkin, selama itu dikolong langit. Berbekal mimpi dan semangat, putus asa dan pesimis tak kebagian tempat.
Andai kata pungguk merindukan bulan, maka tetaplah rindukan, karena kita tak pernah tau barangkali astronot yang akan membawa pungguk ke bulan.
Dan itulah yang ku lakukan. Aku bukan orang jenius, terbaik, atau terpandai dikelas. Ya tengah – tengah lah, bodoh juga enggak, jenius juga kagak. Magak. Tapi tetap merindukan bulan.
Alhamdulillah, betul kata Andrea Hirata, bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Tak hanya memeluknya, Allah pun akan menurunkan perantara – perantara pertolongan-Nya.

 

Note 3 :

Belajar Terus Kapan Dolane vs Dolan Terus Kapan Belajare?

Bismillahirrahmanirrahiiim

“Enak ya kuliah di luar negeri, bisa jalan – jalan” “Dapat beasiswanya banyak ya, kok traveling terus” “Dolan ae, jare sinau” “Main terus, kuliah yang bener, kamu dibiayai Negara” Hmmm semakin lama semakin sering mendapat komentar serupa, dari sindiran halus hingga teguran tajam. Khususnya sejak rajin upload gambar – gambar hasil travel di media social. Saya sih nyantai saja, emang saya suka jalan – jalan kok. Sengaja saya tidak pernah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sebelumnya, biarlah Allah saja yang tahu, bahwa hamba-Nya ini memang suka berpetualang (lhoooo lak pancet). Tapi memanggul nama Negara dan mengemban amanah uang rakyat, alangkah tidak enaknya jika ada prasangka diantara kita (kita? Elo aja kali). Apalagi jika timbul fitnah penerima beasiswa keluar negeri cuma bisanya jalan – jalan, sungguh itu fitnah yang lebih kejam daripada tidak memfitnah (dalil e sopoooo iki). Oke saya jawab satu – satu ya “Dolan ae, jare sinau! alias Main terus, kapan belajarnya?” Jalan – jalan biasa saya lakukan di akhir pekan alias weekend, bukan weekday. Yah mungkin upload fotonya di hari aktif. Jadi kalau dibilang saya tidak belajar, rasanya kok agak teriris hatiku. Just info, saat weekday alias hari aktif, untuk masak saja kadang pikir-pikir, waktu didapur bisa digunakan untuk baca jurnal, ataupun menyelesaikan benang kusut yang dibawa dari laboratorium atau kampus. Weekday adalah waktu untuk bertarung habis – habisan, apalagi mahasiswa PhD diperlakukan seperti staf dengan jam kerja 9-5. Plus, orang dengan otak magak seperti saya (jenius kagak, tapi juga tidak bodoh – bodoh amat) kalau tidak berjuang keras mau jadi apa? Pulang diatas jam lima itu mah biasa. Jurnal satu kardus dari supervisor yang harus direview, belajar instrument sampe ndlosor-ndlosor atau naik kursi, ngekor kemanapun teman satu lab, hingga persiapan eksperimen sendiri. Alhamdulillah, teman – teman satu grup dengan senang hati menjelaskan dan membantu, apalagi lab katalisis hunian kita penuh dengan instrument yang sudah mereka modif dengan suhu dan tekanan tinggi. Pulang kelelahan dan berangkat lagi dengan keletihan yang belum hilang itu biasa. Selesai dari kampus pun jangan harap bisa mampir di warteg atau penyetan keputih, ga masak ga makan men! Selain tak ada warteg, makanan halal yang tersedia hanya seputar kebab, pizza, yang harganya sama dengan dua ekor ayam jatah dua minggu. Ujungnya, waktu masak digabung, sekali didapur untuk 2-3 kali makan. That’s why weekend adalah waktunya istirahat, memulihkan energy dan penyegaran kembali sebagai persiapan menghadapi medan juang hari aktif. “Terus kenapa yang ditulis jalan – jalannya doank? Kan pembaca jadi salah sangka” Ya salahnya situ kalau salah sangka, makanya jangan suudzon. Perjuangan berat itu cukup disimpan untuk dicatat Malaikat sebagai amalan pemberat di akhirat. Air mata kesusahan cukup ditumpahkan diatas sajadah, tidak pantas diperlihatkan dihadapan manusia. Memang apa gunanya mengeluh? Apalagi curhat galau ala abg alay di fesbuk. Kalau ceritanya susah melulu, nanti ga ada yang mau ngikut ke luar negeri dunk hahaha. “Katanya weekend waktunya istirahat? Kok jalan – jalan?” Oh men! Istirahat bukan selalu berarti tidur atau leyeh – leyeh. Saya memaknai istirahat sebagai peralihan aktivitas. Jika senin –jumat yang dilihat hanya bahan – bahan kimia, instrument membahana, dan wajah – wajah bule yang bikin hafalan Quran enggan bertahan lama, saatnya memulihkannya dengan aktivitas lain. Kalau cuma tidur, bisa jadi malah mimpi tentang semua yang dihadapi di weekday, sama aja dong!. Apalagi untuk orang insomnia seperti saya, kalau bisa tidur lama mah bersyukur banget!!!!!. tambahan lagi, jika hanya berdiam di kamar saja, rentan homesick yang berujung pada kesedihan yang mendalam (ceileee). “Kalau begitu, jalan – jalannya diganti dengan yang lebih bermanfaat dunk!” Eiiitsss, tunggu dulu saudara – saudara! Siapa bilang jalan – jalan tidak bermanfaat! Asal tau saja, saya tidak sekedar jalan – jalan. Dunia itu luas, tidak sesempit daun kelor. Buku adalah jendela dunia, tapi hanya jendela! Dunia sebenarnya tidak kita temui di lembar – lembar kertas. Bukan berarti saya tidak menyarankan berhenti membaca terus jalan – jalan saja. Saya pun suka baca. Dengan jalan – jalan saya bisa membuktikan sejarah, saya bisa meneliti fenomena, dan mendapatkan informasi yang sebenarnya. Tersebab isi buku itu tergantung pada penulis dan penguasa. Saat jalan – jalan pun, saya bisa belajar. Belajar tentang kehidupan. Saya bisa tahu system pendidikan, managemen public service, dan bagaimana pemerintah memberikan kesejahteraan pada rakyat disini. Saya juga jadi paham bagaimana reformasi birokrasi di Negara maju bisa menjadi solusi untuk blunder lingkaran setan birokrasi kita. Selain itu, jika jalan – jalan saya tidak sekedar duduk – duduk menikmati keindahan yang menjurus pada lamunan bak film drama happy ending ever after. Saya jalan – jalan sambil bawa laptop, alquran, dan tentu saja HP. Untuk apa? Memperbaiki hafalan yang mbrodol karena mata ini sudah mulai kebal melihat wajah – wajah ganteng para bule di office, menulis artikel, atau pun merekam untuk skrip radio. “Tapi kan tetap jalan – jalan menghabiskan uang!” Hellllooooo, saya tidak jalan – jalan ke mall atau shopping menghabiskan uang ya, apalagi nonton dan karaoke. Ya tidak ada salahnya sekali – sekali, tapi emang dasarnya saya ndak suka nge-mall dan belanja. Walaupun tempatnya bagus – bagus, tetapi selama ini saya masih berputar – putar di Aberdeen saja. Dasar tak mau rugi, saya beli tiket bus yang satu hari, pakai harga mahasiswa lagi, yaitu 3,5 pounds. Jika harus membayar dua bus, saya memilih jalan kaki. Tak jarang saya berjalan jauh sambil mengamati dan menghafalkan jalan. Ya kira – kira sudah mulai biasa jalan dengan jarak keputih – bratang, atau keputih – darmo. Untuk makan pun, saya bawa bekal sendiri. Selain menjaga kehalalannya, juga menjaga keuangannya (ujung – ujungnya duit juga hahaha). Jika ke tempat yang lebih jauh pun, saya membatasi pengeluaran dengan batas maksimum harga transportasi. Jika melebihi 10 pounds, maka siap – siap berhemat sebelum atau sesudah berangkat. Satu minggu full masak sendiri ya. Walaupun tidak traveling, selama ini juga selalu memasak sendiri. Hanya pada saat tangan cidera kemarin saja saya sekitar satu minggu beli makanan, karena tangan harus istirahat. Dan kerasa banget bedanya (tetep ga mau rugi). Dan saya juga membatasi naik bis, hanya untuk saat – saat ke kota atau sudah kelelahan. “Dapat beasiswa nya banyak ya! Kok jalan – jalan terus” Alhamdulillah beasiswanya cukup. Walaupun begitu, tetap kita harus bijak mengelola keuangan, tidak berlebihan atau irit yang keterlaluan. Hemat dan Sehat. “Kuliahmu dibiayai rakyat loh” Iya tahu, bahkan saya sudah menempelkan tulisan di lemari “Kuliah dan biaya hidupmu disini ditanggung rakyat Indonesia!” Bagaimana? Masih tak percaya? Ayo kesini aja!

14.22 09 Agustus 2015

Aberdeen, UK

Sesi Tanya Jawab

Q = Question

A = Answer

  1. sherly_its_elektro

Q : Disana kan mayoritas non islam mbak , kesulitan gak mbak cari makanan halal, cari masjid dan gimana cara pandang orang UK terhadap mbak yang berpakaian syar’i ?

A : Mungkin gambar ini bisa mewakili
Untitled
Jadi disini toleransi terhadap muslim baguuuus banget. Tak ada diskriminasi. Toko makanan halal ada beberapa. Ada masjid dan islamic center dekat kampus. Teman-teman satu penelitian pun sangat welcome membantu saya dan tidak mempermasalahkan agama, maupun pakaian, saya pakai rok terus. Walapun instrumen di lab tinggi-tinggi dan juga high temperature dan high pressure Saya sering sekali disapa oleh orang-orang tak dikenal.

  1. Sintya_unair_ilmu komunikasi

Q : Apakah beasiswa LPDP hanya untuk jurusan teknik dan FMIPA? Bagaimana dengan peluang jurusan ilmu komunikasi untuk mendapatkan beasiswa ke UK ? Terimakasih, kak.

A : Beasiswa lpdp untuk semua jurusan. Mungkin ada beberapa jurusan tertentu yg jadi prioritas sesuai dengan kebutuhan bangsa. Untuk lebih jelasnya bisa dibuka web nya.

  1. Siti Fatimah_Unair_Pendidikan Bidan

Q : 1. Apa motivasi terbesar mbak zeni sehingga ingin terus melanjutkan studi sampai PhD?

  1. Bagaimana sebaiknya urutan yang perlu dipersiapkan untuk melamar beasiswa terutama bagi freshgraduate? Punya pekerjaan/pengalaman dulu kah atau apply nyari LoA dulu atau seperti apa?
  2. Lalu rencana mbak zeni kedepan setelah lulus PhD bagaimana? Kembali ke ITS melamar jadi dosen atau seperti apa? Terimakasiiiih ^^

A : Saya memang ingin menjadi dosen, tapi sepertinya tidak ingin di ITS

  1. Lina_Unesa_Biologi

Q : Saya penasaran ttg bagaimana mbak Zeni meyakinkan keluarga terutama ayah dan Ibu bahwa mengejar mimpi mbak Zeni untuk study abroad lebih mmbawa manfaat ketimbang menikah dulu?. mengingat hujatan untuk segera menikah di usianya mbak Zeni pasti banyak datang terutama dr tetangga dan keluarga besar. Kita sebagai anak tentu tdk senang bila ortu kita terbebani dgn hujatan itu] Terimakasih.

A : Kalau terkait keluarga tentunya tidak sama antara keluarga satu dgn yang lain. Kalau di keluarga sy sendiri, orang tua sy tipe yg “it’s your life, just do what u want as long asit’s good for you”.
Jadi justru yg dikhawatirkan keluarga sy adalah tentang kesehatan, bahaya atau tidak diluar. Orang tua melarang atau membolehkan tentu melihat dr perangai kita selama ini, kalau memang kita selama ini terbukti mandiri insya Allah walaupun berat hati tetap mengijinkan. Bagi sy nikah itu takdir

  1. Uca_ unair_farmasi

Q : bgmn cara mencari tempat tinggal disana? Kalau boleh nyuwun sharing saat pertama brgkt dari indonesia dan setelah sampai apa saja yg dilakukan untuk mempersiapkan kuliah, akomodasi.. terimakasih

A : Tetunya masing2 negara dan univ beda.
Kalau pengalaman saya, di web kampus disediakan akomodasi, tinggal hubungi via email. Kalau tak mau pakai akomodasi kampus, bisa lihat web2 persewaan flat

  1. Uyun Nishar

Q : Apakah surat rekomendasi harus dituliskan oleh dosen yg bergelar Prof/PhD? Ada satu dosen yg mengenal saya dgn baik dan mengerti kemampuan saya (pembimbing skripsi S1) walaupun beliau belum berkesempatan melanjutkan ke S3? Apakah gelar sangat berpengaruh? Thanks in advance

A : Tentunya iya, rekomendasi datang dr orang yang mengerti kita luar dalam hehe, maksudnya sepak terjang akdemis dan penelitian kita, dan bagusnya juga phd dan profesor. Jadi ya rekomendasi biasanta diminta lebih dr 1

  1. imel_tekkim_ITS

Q : mau tanya nih ke mbk zeni. Kebetulan pengen banget bisa s2 di luar apalagi di eropa.pengen banget kayak mbknya.notenya inspiratif kok mbk. Setelah beberapa baca ttg persyaratan lpdp ad satu yg menurut saya lumayan cukup susah IELTS. Apalagi inggris saya passive klo urusan ngomong.kasih tips sama pengalamannya dong mbk biar bisa lolos yg satu ini. Makasi 🙂

A : Sy tes ielts 3 kali loh ya hehe, perjuangan banget sampe mabok ielts.sy belajar sendiri plus ikut kelas conbersation gratis di upt bahasa its. Kalau punya uang, atau min nabung, bisa ikut les persiapan seperti di ialf, bermanfaat banget

  1. Anna Lhatifah_Universitas Bakrie_Manajemen

Q : Kenapa Kak Zeni mau ambil pendidikan setinggi-tungginya sih? Bukankah mulai banyak A student work for C student?

A : Saya adalah perempuan maka sy harus terdidik. Saya baru berjumpa dengan doktor dan profesor sejak saya kuliah, sy juga baru belajar menghafal quran sejak s1. Saya ingin untuk anak sayaa, sejak lahir diaa sudah diasuh oleh profesor dan penghafal quran. Saya ingin menyiapkan generasi.
Selain itu saya adalah muslim, maka cara pandang sy tentu based on islam. Islam tentu lebih senang kalau ada ummatnya yang s3 dr pada s1

  1. Annisa_Univ Sriwijaya_Psikologi

Q : Adakah tips khusus agar judul penelitian kita dilirik pemberi beasiswa?

A : Research is not about trick, but about the good thing that useful your people. What can you give for others?
And about your passion.
Jadi usahakan saja yang terbaik, niatkan yang tulus, dan banyak membaca riset2 jurnal dunia

  1. Irfan Nofa_Trisakti_Teknik Mesin

Q : setelah mendapatkan beasiswa dan berangkat ke UK, adakah suatu moment moment dimana mbak zeni merasa demotivated, mungkin karena lingkungan, atau kultur? Jika iya bagaimana cara menyikapinya?

A : Tentu saja, sebagai manusia sy pasti pernah mengalami demotivasi, sedih, ataupun malas. Sy ingat2 bahwa saya dibiayai ratusan juta oleh uang rakyat indonesia. Plus sy tulis dikantor sy
“zeni, you are stupid. But you are fast learner and hard worker.
It’s not gonna be easy, but it’s gonna be worth it”

  1. Kassio Sandra_IPB_Teknik dan Manajemen Lingkungan

Q : Bagaimana perasaan mbak ketika pertama kali kuliah di sana? Adakah rasa Takut? Dukungan semacam apa yg di berikan pemerintah RI terhadap mahaiswa Indonesia yg di sana? Ada atau tidak mbak? Apa mungkin kita sendiri yg berjuang disana?
Adakah perbedaan siatem pembelajaran dgn indonesia?Apa itu mbak?

A : Pertanyaanya borongan nih, kalau perbedaan sistem penddidikan, insya Allah kedepan akan sy tulis dalam bentuk note fb
Pertama kesini perasaannya adalah “berasa menjadi orang paling bodoh sedunia”, tak mengerti apa yg dibicarakan orang, karena logat orang skotlandia itu aneh kayak orang kumur2.

 

  1. christina_poltekkes jkt 3

Q : Mau tanya min kalo dr D4 bisa lngs lanjut ke S2 ato hrs ke S1 dulu?

A : Sepertinya langsung bisa s2. Karena ada teman politeknik yg juga dapat lpdp s2

  1. Randy_Unpad_Manajemen

Q : Mbak mau nanya kalau buat persiapan ielts mbak gmana ? Ada tips khusus buat ngejar score ielts mbak sama motivasi mbak mengejarkan ielts apa ?

A : Sy tes ielts 3 kali loh ya hehe, perjuangan banget sampe mabok ielts.sy belajar sendiri plus ikut kelas conbersation gratis di upt bahasa its. Kalau punya uang, atau min nabung, bisa ikut les persiapan seperti di ialf, bermanfaat banget

  1. Ali Ghufron_Universitas Brawijaya_Manajemen

Q : mau tanya masalah biaya hidup nih, apakah ditanggung oleh beasiswa LPDP??Maaf saya masih awam dengan beasiwa LPDP ini… Hehe Terimakasih

A : Silahkan buka web lpdp, disitu lengkap kap kap kap. Semua dicover

  1. Bayu Jafar_Universitas Pendidikan Indonesia_Kimia

Q : Apakah pihak pemberi beasiswa hanya meloloskan mahasiswa yang ingin menjadi dosen/pendidik/pengajar saja ?

A : Tidak, segala profesi punya kemungkinan. Pembangunan indonesia membutuhkan sdm berkualitas disegala bidang

  1. Ari Fadli_Teknik Elektro UGM

Q : mba tema risetnya apa? Knp pilih ambil PhD ke UK, bukannya disana negara mayoritas non muslim, bagaimana makan, minum, ibadah, ada intimdasi
Knp tdk pilih negara muslim, di Saudi atau di Turkey

A : Uk adalah negara di eropa yang paling toleran terhadap muslim, olus pertumbuhan muslimnya tinggi. Jadi disini toleransi terhadap muslim baguuuus banget. Tak ada diskriminasi. Toko.makanan halal ada beberapa. Ada masjid dan islamic center dekat kampus. Teman2 satu penelitian pun sangat welcome membantu sy, dan tidak mempermasalahkan agama, maupun pakaian, sy pakai rok terus. Walapun instrumen di lab tinggi2 dan juga high temperature dan high pressure. Saya sering sekali disapa oleh orang2 tak dikenal.

  1. Lingkungan

Q : Apakah dgn LPDP sudah mengcover seluruh kbutuhan apapun yg mbx perlukan selama pra dan di UK ?
Atau mbx jg krja part time dsana ?jk iya kerja apa ?

A : Alhamdulillah biaya lpdp sangat mencukupi, seluruh kebutuhan dicover. Lebih lengkapnya bisa dibaca di web atau brosurnya.
Disini sangat wajar jika pelajar part time, iya sy ditawari.part time di islamic center u mengajar, tapi belum mulai. Insya Allah

  1. aryanti_unila_ilmu komputer

Q : Mba saya mau tanya, untuk persyaratan ijasah dll perlu ditranslet tidak? Trus untuk tes skill bahasa inggris toefl atau eilts? Kalau boleh tau official tes yang terpercaya dimana ya? Terima kasih

A : Iya perlu di translete, biasanya kampus menyediakan. Tergantung kampus dan negara, sy pakai ilets. Tes ielts bisa di ialf

  1. Bayu Jafar_Universitas Pendidikan Indonesia_Kimia

Q : Apakah mahasiswa di Skotlandia (baik S1, S2, & S3) umumnya memiliki kemampuan akademik serta kecerdasan yang lebih baik dibandingkan mahasiswa di Indonesia ?

A : Kalau kecerdasan itu relatif. Tetapi memang sistem pendidikannya yg buaguuuuuuus. Jadi muda2 sudah PhD. Teman sy umur 23 tahun sudah PhD tahun kedua

  1. Wawan_UGM_Penginderaan Jauh

Q : Mba Zeni kimia nya spesifik kemana ya mbak?

A : Katalis dan biofuel

  1. windi_unnes_ptik

Q : Adakah tips untuk meminta surat rekomendasi ke profesor, sedangakan saya blm kenal profesor di kampus saya?

A : Ya kenalan dulu, ada baiknya profesor yang sudah kenal dan mengetahui tentang kita atau minimal ngerti penelitian kita. Sy juga meminta rekom dr prof UTM malaysia loh, tapi ya beliau tau penelitian sy

  1. Wawan_UGM_Penginderaan Jauh

Q : Berarti mba sudah pernah kontak dengan professor dari UTM itu ya? atau bahkan sudah penelitian bersama? ga bisa kan kita ujug2 minta surat rekomendasi?

A : Beliau adalah profesor dari pembimbing sy, jadi tahu penelitian saya

  1. Setyo Aji_ Universitas Gunadarma_ Tek. Industri

Q : Kak, utk apply ke univ di luar khususnya UK. Apakah mereka memprioritaskan asal kampus (PTN/PTS) kita? atau mutlak berdasarkan kualitas mahasiswa itu sendiri? Terima kasih.

A : Tentunya semua dipertimbangkan. Univ asal, dan kualitas. Tetapi juga jangan berkecil hati. Karena adal bisa meyakinkan dan berdoa yg banyak

  1. Nur Fahmi Utami_UNM_Biologi

Q :

1.ada perbedaan gak mba University of Aberdeen dan Manchester? Tuk Biologi yg bagus dmn mba?
2. Mba aku skrg lagi lanjut S2 di PTN derahku rencana sih mau ikut LPDP habis selesai tapi lanjut S2 kembali kira2 gmn menurut mba?

A : Ini pertanyaannya agak susah dijawab. sy sebelumnya ndak kenal anda, tipe kepribadian ataupun gaya kerja. Jadi ya tidak bisa bilang apa2, cuma secara umum, jika memang berniat berkontribusi lebih silahkan melanjutkan pendidikan. Untuk manchester sy kurang tau ya, maaf sy jurusan kimia. Jadi juga kurang tau u jurusan biologi

  1. Gusti_STIE YKPN_Manajemen

Q : mau tanya soal essay on the spot itu detail nya gimana ya? Terus essay yg ‘sukses terbesar dalam hidup’ & ‘peranku bagi Indonesia’ itu tetap digunakan sbg syarat administrasi? Terima kasih

A : jd essay OTS itu ntar kita diberi 2 artikel dengan topik berbeda, topiknya macam2, bisa mengenai politik, keuangan, budaya dll. kita disuruh milih salah satu topik, kemudian diberi waktu 30 menit untuk menukiska essay kita mengenai topik yg telah kita pilih

 

  1. Dwi_UNJ_EnglishEducation

Q : apa alasan utama kaka pilih Aberdeen University?

A : Tidak ada alasan, itu takdir. Sebelumnya bahkan sy tidak tahu ada kota yg namanya aberdeen hehe. Sy mencari kampus dan profesor sekitar dua bulan tidak dapat2. Lalu dosen saya yg sedan s3  di univ aberdeen merekomendasikan. Masya Allah ternyata kampus dan kotanya kereeeen. Pembimbing sy juga orang terkenal. Disini kota dan kampusnya dipertahankan bangunan2 lama

  1. indana_IAIN Salatiga_pend.inggris

Q : Saya terinsipirasi sekali,kebetulan di kelas jg ada makul tahfid al-qur’an,
Nah gmana mbak memanage waktu untk belajar,kuliah n muraja’ah ?

A : Tiap orang punyaa style sendiri dalam manage waktu. Sy sendiri juga tak terlalu bagus. Tak ada teori dr saya, maksimalkan saja semua.

Hanya satu pesan dari dosen saya
“banyak tidur membodohkan otak”
Sy menghafal quran akhir kuliah s1.
Bakda qiyamul lail menghafal quran, setelah subuh hingga pagi setoran.
Pagi kuliah, siang sampai malam kerja (sekitar jam set 9), setelah itu nge lab penelitian sampe selesai, entah jam 11. 12, 1, atau 2 pagi.
Murojaahnya disela2 itu, sambil ngaduk2 sampel misalnya

  1. Q : Assalamulaikum. Singkat saja yg saya ingin tanyakan, dari cv mba zeni sya lihat penelitiannya mengangkat tentang biodiesel, saya jg dalam penelitian biodiesel. Apakah ada rekomendasi dari mba zeni untuk penelitian/tesis yg di siapkan untuk melanjutkan pendidikan s2 di luar? Penelitian sya adalah pembuatan biodiesel dari minyak jarak dg katalis chitosan

A : Jawaban untuk biodiesel. Kalau memang berniat melanjutkan biodiesel, mungkin bisa searching2 dulu profesor yg punya tema riset yg sama, plus mempelajari yg sedang berkembang di biodiesel itu apa

  1. Q : Mbak sy ingin bertanya. bagaimana jika kita low profil (gk da Research, ör prestasi yg membanggakan dll) bgtu jg kemampuan bhs inggris masih basic

A :Nah itu saya banget hahahaha. Prestasi ga ada, kuliqh jurusan bem ukm nya kimia, english juga pasif. Tapi jangan menyerah anak muda.
Beasiswa bukan hanya  u orang pintar. Tetapi u yang mau berusaha.
Belum terlambat untuk menggenjot english, atau kuliah dalam negeri juga ok kok. Jangan underestimate terhadap diri sendiri, kalau research, ta atau skripsi itu juga riset

Little Note from Kak Zeni :

I always wonder why birds choose to stay in the same place when they can fly anywhere on earth. Then i ask my self the same question. Selamat berjuang

 

 

-Terimakasih-}