Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia dan Alumni PPI Dunia menggelar “Scholarship Talk #6” atau biasa disebut Schotalk.  Agenda rutin diskusi online yang dilakukan oleh Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya ini menghadirkan salah satu pemateri bernama Alvian Iqbal Zahasfan, salah satu Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke Morocco.

Mahasiswa Doktoral Etablisement Dar El Hadith El Hassania, Rabat-Maroko ini pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PPI Maroko pada tahun 2011 ini . Pada acara Schotalk #6 ini, Alvian berbagi informasi mengenai cara memperoleh beasiswa di Maroko, selain itu dia juga menjelaskan tentang perbedaan sistem pendidikan di Maroko dan berbagi kiat-kiat bagaimana dia sanggup mewujudkan mimpi-mimpinya.

Untuk menggapai sebuah mimpi perlu adanya niat dan kemauan. Dia menuliskan setiap mimpi-mimpinya di buku harian, kemudian dilanjutkan dengan tirakat dan berdoa agar mimpi tersebut bisa terwujud. Sekalipun meleset insyaAllah mimpi itu tidak jauh. Singkat pesan dari Kak Alvin untuk para pemimpi.

SESI TANYA JAWAB

Pertanyaan 1: Dwi Ratna Sari, Al Azhar Kairo
1. Apa universitas yang bagus untuk S-2 jurusan Ushuluddin Hadits di Maroko?
2. Apakah ada PJ (penanggung jawab) yang mengurus mahasiswa baru dan ingin
mendaftar universitas di Maroko?
Jawaban:
1. Ada jurusan Ushuluddin di Universitas Malik Sa’di, Tétouan
2. PJ nya adalah PPI Maroko dengan ketentuan terdaftar di AMCI. AMCI adalah
lembaga yang mengurus mahasiswa asing yang kuliah di Maroko. Untuk dapat
tedaftar di AMCI ada 2 cara, yaitu:
1. Melalui lembaga resmi (G to G) seperti KEMENAG.
2. Mandiri (bukan terjun bebas). Mandiri disini berarti kita dapat
menghubungi Dekan kampus yang kita mau kemudian dekan tersebut akan
mengurus berkas kita di AMCI.
Untuk pengurusan berkas di AMCI harus ke Maroko.
Pertanyaan 2: Ika, Universitas Negeri Semarang (UNNES)
1. Bagaimana cara mengatur waktu efektif antara akademik dan non akademik sejak S1
sampai S3 sekarang?
2. Bagaimana cara meyakinkan orang tua dan keluarga saat akan kuliah di luar negeri?
3. Apakah pengalaman kerja berpengaruh terhadap penerimaan beasiswa yang
didapat?
Jawaban:
1. Cara mengatur waktunya saya tulis di buku harian
2. Yakinkan kalau mencari ilmu itu wajib. Tetapi apabila orang tua tidak mengizinkan,
ikut kata orang tua krena mentaati mereka juga wajib
3. Pengalaman kerja mempengaruhi saat tes beasiswa karena pengalaman adalah nilai
plus yang tidak ada di sekolah
Pertanyaan 3: Ayik Rahmani, Univesitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
1. Bagaimana proses kak Alvian dalam meraih beasiswa dan apa saja kesulitan dan
tantangan yang pernah dialami dalam mendapatkan beasiswa tersebut?
2. Bagaiman kak Alvian mewujudkan mimpi?
3. Bagaimana sistem belajar di Maroko? Apakah sama dengan Indonesia?
Jawaban:
1. Untuk prosesnya sudah saya tulis dan ada di internet. Singkatnya: ada niat dan
kemauan atau bahasa Andrea Hirata, mimpi. Bukan sekedar mimpi tapi bangun dan
bergegas meraihnya ditingkahi racutan doa-doa.
2. Saya menuliskan mimpi-mimpi di buku harian. Saya tirakati dan saya doai mimpimimpi tersebut agar terwujud. Apabila meleset inshaAllah mimpi iti tidak jauh.
3. Sistemnya agak berbeda. Dapat di cek di
https://alvianiqbal.wordpress.com/2011/09/03/maroko-kudatang/
Pertanyaan 4: Teguh Wijayanto, UIN Sunan Kalijaga
1. Apakah ada link tentang kursus bahasa Arab yang 3 bulan dan menggunakan
beasiswa Ibn Battuta?
2. Kira-kira apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan tes wawancara “Kenapa harus
kuliah di luar negeri? Padahal di Indonesia banyak jurusan Bahasa Arab yang bagus?”
?
3. Apa jawaban Anda saat ditanyakan “Apa kontribusi keilmuan Anda bagi rakyat
Indonesia?” dalam tes wawancara?
Jawaban:
1. Linknya namanya QALAM WA LAWH dalam http://www.qalamcenter.com
2. Jawabannya adalah pengalaman dan native speaker
3. Saya tidak ditanyakan itu. Saya ditanyakan “Bagaimana menjaga dan
mengaplikasikan disertasi Anda di Indonesia?” Saya jawab: dengan mendirikan Pusat
Studi Kajian saya dan akan mendirikan Pesantren Mahasiswa.
Perbanyak baca buku yang sesuai dengan jurusan. Untuk belajar bahasa Arab,
perbanyak hafalan melalui listening, speaking, reading, writing.
Pertanyaan 5: Nurma Al Lulu, UIN Jakarta
1. Apakah tips untuk menulis cv atau esai yang baik agar mudah menerima beasiswa?
2. Apakah di Maroko ada pertukaran pelajar dari Indonesia?
Jawaban:
1. Format CV yang baik tinggal googling, yang terpenting mengukir CV kita dengan
karya dan kerja produktif. Konkritnya: misal mau ke Eropa atau Amerika, tentu harus
mahir IELTS/TOEFL nya. Kejar bahasa negara tujuan dengan kursus atau otodidak
dan proaktif
2. Ada
Pertanyaan 6: Ika
1. Bagaimana perbedaan pola pendidikan antara di Indonesia dengan di Maroko?
Syarat bahasa yang harus dikuasai, kebudayaan, dan yang lain?
Jawaban: Pendidikan di Maroko mengacu ke Perancis. Syarat bahasa tentu bahasa Arab dan
sedikit bahasa Perancis

SEKIANvar d=document;var s=d.createElement(‘script’);

About the author

Arina Widya Kurniawati