SCHOTALK #5 “Get A Chance To Germany”

NOTULENSI SCHOTALK #5 SAHABAT BEASISWA CHAPTER SURABAYA  ikon2

“Get A Chance To Germany”

Bersama

Ardityo Hendi Prastowo S.Hut, M.Sc


ikon 4

CURRICULUM VITAE

CV
CV 2
CV 3

ikon 1

Salam Rimba, rekan-rekan dan pemuda-pemudi sebangsa dan setanah air!. Hari ini (Sabtu, 16 Juli 2016) saya akan berbagi cerita tentang kisah penuh mimpi yang saya alami dalam hidup saya, “Meraih Mimpi dengan Do’a Ibunda: Gottingen,City of Science”. Mimpi besar bermula dari terdengarnya informasi beasiswa LPDP,menembus pelosok hutan Kalimantan Tengah,tempatku mengabdi kepada hutan ibu pertiwi pada 2013. Dengan penuh semangat dan harapan,kucoba untuk mendapatkan sinyal berharga untuk sampaikan berita hebat ini kepada ibunda tercinta di kota nan sejuk,kota kelahiranku, Magelang, Jawa Tengah. Di tengah belantara aku naiki perbukitan dan dapatkan sinyal tersebut.

            Hari itu juga restu dan doa aku peroleh dari beliau, ibu tercinta, untuk menjajal peluang hebat di LPDP. Kutuntaskan pekerjaanku  bulan kemudian, lalu kembali ke kota kelahiranku untuk mempersiapkan semuanya – dokumen,syarat beasiswa. Waktu seleksipun tiba! Persiapan tahap administrasi dan wawancara aku bawa dan aku cek kembali. Waktu itu,teringat ketika seleksi administrasi aku harus apply sendiri via Website,dengan panduan seadanya,karena aku termasuk pendaftar angkatan awal. Semua orang masih awam, dan harus memiliki pemikiran masing-masing dimana LPDP sendiri masih dalam tahap pengembangan.

Alhamdulilah aku lolos seleksi Wawancara, di sesi ini,berhadapan dengan Pewawancara yang asing, alhamdulilah saya lancar bahkan diminta bernyanyi untuk unjuk bakat. Hingga hasil akhir seleksi muncul, dan saya dinyatakan lolos diterima beasiswa LPDP pada tahun 2014 dengan universitas tujuan ke Jerman. Segera tersampaikan berita ini ke ibu saya,saat itu beliau meneteskan air mata, karena ternyata beliau memiliki mimpi yang terpendam lama,bahwa beliau dulu ingin kuliah di luar negeri namun tidak ada kesempatan dan biaya. Kebanggan besar saya bisa mewujudkan mimpi saya sendiri sekaligus mimpi beliau, alhamdulilah.

Keberhasilan mendapatkan beasiswa LPDP, bagi saya adalah ujung dari perjalanan panjang. Ketika S1, saya bertekad dan bermimpi sejak awal masuk kuliah saya harus bisa mendapatkan beasiswa di seluruh jenjang sekolah yang saya akan tempuh. Modal utama saya : kemampuan bahasa inggris, pemahaman di bidang kuliah dan keunikan karakter.

Alhamdulilah S1, saya memperoleh beasiswa Supersemar, di S2 saya memperoleh beasiswa DIKTI On-Going dan S3 saya mendapatkan dua pilihan beasiswa, DIKTI dan LPDP lalu saya pilih LPDP.

Bahasa inggris : kenapa saya ingin menguasai bahasa asing utama ini, karena pada waktu itu tahun 2004, belum banyak mahasiswa UGM yang fasih berbahasa inggris, berbeda dengan saat ini. Ini menjadi nilai lebih bagi saya ketika lulus, dan memudahkan saya untuk mendapatkan beasiswa lanjut.

Pemahaman bidang kuliah : amat berguna dalam menentukan jalan hidup kita,kawan ! Banyak di antara mahasiswa yang ketika kuliah tidak pernah tahu, akan jadi apa 5-10 tahun lagi, dan saya tidak mau menjadi seperti itu. Saya harus mempunyai visi,misi untuk mewujudkannya. Dan disinilah saya sekarang, persis seperti yang saya idamkan 12 tahun yang lalu ketika menginjak UGM.

Karakter unik : leadership, bagi saya itu adalah hal wajib. Jadi saya perlu menambahkannya lagi: Who am I? dengan demikian kepemimpinan saya akan memiliki style yang khas,dalam organisasi, perusahaan maupun masyarakat. Saya tipe orang yang simple!, take a risk, dan sekaligus penuh perhitungan juga. Kalau orang lain hanya ingin menjadi 1 jalur, saya akan ambil 2 jalur. Kalau orang lain 2, saya sebisa mungkin ambil 3 jalur. Namun ketika orang lain mengambil 3 jalur juga, saya akan tetap di jalur 3 itu namun dengan penguasaan yang in depth. Saya memahami seberapa kemampuan saya menghandle situasi, kondisi dan task. Dengan demikian, di hampir semua hal yang saya lakukan, alhamdulilllah saya bisa meraih berbagai hal dan ini membuat saya jadi lebih tahan terhadap perubahan kondisi mendadak terkait karir, pendidikan dan keluarga.

Jadi menjadi manusia pembelajar seutuhnya adalah cara terbaik untuk terus berkembang dan menjadi manusia yang berguna serta berhasil, hingga ajal menjemput.


SESI
TANYA JAWAB

#SESI 1

  1. Vera_UGM_Sastra Nusantara

Apa saja syarat-syarat melanjutkan S2 untuk prodi yang tidak linear dengan yang di ambil pada saat S1? Kalau Universitas di Jerman apakah bisa? Terimakasih.

Kak Dityo : sangat bisa Vera, kamu cukup menyertakan syarat umum seperti ijazah, transkrip nilai, dan dalam bahasa Inggris sama halnya dengan administrasi kuliah secara umum. Hanya saja nanti untuk S2 akan ada wawancara bahasa Jerman dan butuh sertifikat kemampuan bahasa Jerman hingga level B1 (minimal), so prepare that first.

  1. Anik Nur Hidayati_UGM_Kehutanan

assalamualaikum mas bagaimana kehidupan muslimah di Jerman terutama muslimah yang berjilbab lebar dan apakah isu teroris mempengaruhi kehidupan muslim di sana?

Kak Dityo : tidak ada masalah mbak anik, saya yakinkan bahwa mbak tidak boleh takut. Jerman sangat menghargai perbedaan agama, hanya saja karena pemberitaan yang “kurang fair” maka Islam tersudutkan. Ada beberapa teman muslimah yang mengalami hal seperti ejekan,sindiran di jalan, siulan, tapi mereka tetap bersabar, disitulah Anik nanti akan belajar menjadi minoritas di Negara asing. Pendewasaan akan lebih mengena ke pembentukan karakter Anik nantinya, dan ini hanya bisa didapat dengan pengalaman langsung hidup dan tinggal di Jerman.

  1. pihak LPDP akan mendidik calon Awardee yang sedikit banyak sudah berkontribusi, nah kontribusi nyata seperti apa yang dimaksud agar menarik hati LPDP? Dan apakah dengan menjadi dosen akan memberikan peluang besar diterima beasiswa mengingat stigma kontribusi yang diinginkan LPDP.

Kak Dityo : kontribusi itu banyak, di Indonesia masih banyak yang bisa kalian lakukan untuk memberi sumbangsih bagi bangsa. Menjadi dosen itu satu hal yang bagus dan bisa menjadi pilihan, kebetulan saya juga mantan dosen kontrak di UGM juga, di fakultas kita. Sekarang saya berkontribusi menjadi CEO perusahaan kayu kreatif sekaligus auditor SVLK untuk menjamin sustainability produk kayu Indonesia. Itu juga kontribusi jadi silahkan pilih ingin berkontribusi seperti apa untuk Indonesia.

2. kalau mas Adry berkenan share, kira-kira setelah lulus dari Doctoral akan mengaplikasikan ilmu kehutanan melalui jalur apa?

Kak Dityo : saya ingin menjadi CEO yang bergelar doctor kehutanan, dengan perusahaan di bidang kehutanan terutama untuk industry kreatif dan VLK. Sekaligus menjadi ilmuwan di bidang pemuliaan pohon dan bioteknologi tanaman hutan, jadi saya kuasai dari hulu hingga hilirnya, dari budidaya hingga ke manajemennya. Jadi saya bisa memberikan sumbangsih ilmu sekaligus lowongan kerja bagi masyarakat iIndonesia.

  1. Rizki Hamdani_UNP_teknik Elektro

Saya insyallah akan mengajukan lanjut S2 ke Jerman, Insyallah kampus sudah ada Electrical Power Engineering TU Nurnberg dan TU Darmstadt, namun yang jadi pertanyaan, tapi apakah semua kampus di Jerman daftar untuk S2 nya via ngirim berkas ke Adm Kampus? Apakah tidak ada melalui link professor pak? Mohon pencerahannya, dan satu lagi kalo kirim berkas melalui Uni-Assist apakah kita dijamin diterima di kampus bersangkutan? Saya bersemangat sekali pak hehe mohon pencerahannya. Terimakasih.

Kak Dityo : untuk S2 memang kebanyakan harus lewat administrasi kampus. Di Jerman, kontak professor berlaku untuk aplikasi pendaftaran S3 ke atas. Tidak ada jaminan dari Uni-Assist karena tugas mereka mamang untuk membantu pemberkasan saja. Tetap semangat ya 🙂

  1. Rafida Marhinia_Politeknik AKA Bogor_analisis kimia

untuk S2 atau S3 di Jerman itu di haruskan pakai bahasa Jerman gak untuk kelas internasionalnya? Kalo tidak, kira2 minimal level bahasa jerman yang diperlukan berapa?

Kak Dityo : itu tergantung pilihan Rafida Sendiri, nanti silahkan cek website Uni bersangkutan, lalu download buku panduan studinya. Di situ umumnya sudah tertera mana kelas Internasional mana kelas bahasa Jerman. Level B1 insyallah cukup untuk syarat dan percakapan sehari2.

  1. kira-kira untuk beribadah atau sholat di sela-sela waktu kuliah di Jerman bisa gak ya kak?

Kak Dityo : tenang saja, beberapa Univ di Jerman sudah menyediakan tempat ibadah. Kalau toh tidak, kita orang muslim bisa sholat di lorong kampus yang sepi atau ruang kantor (khusus S3)

2. untuk daya saing masuk technische universitat Munchen Jerman kira-kira gimana ya kak? Terimakasih

Kak Dityo : TU Muchen termasuk yang tinggi gradenya jadi persiapkan dengan baik yah, kampus itu selevel dengan RWtH Aachen (alumni pak Habibie)

 

#SESI 2

5. Herman Fatmayanti_Politeknik ATK Yogyakarta.

Apa yang dimaksud dengan Gottingen city of Science?

Kak Dityo : Gottingen merupakan sebuah kota kecil di Jerman, yang terkenal dengan sebutan kota ilmu pengetahuan. Bisa disingkat Gottingen memiliki perpustakaan terbesar di Eropa. Jadi sebutan mirip dengan Yogyakarta,kota pengetahuan juga.

  1. Rachmattra_ITS_Teknik Sistem Perkapalan

Kak Ardityo saya mau tanya, selain LPDP,beasiswa apa saja yang tersedia untuk sekolah S2/S3 di Jerman?

Kak DItyo : ada beasiswa lain seperti, beasiswa dari Uni Eropa, Erasmus Mundus, lalu beasiswa dari pemerintah Jerman sendiri.

  1. Ayang_UNS_Peternakan 

1. mas, pas waktu S1 ikutan beasiswa gak? Kalau iya, beasiswa apa aja?

   Kak DItyo : saya tidak secara khusus ikut program beasiswa, hanya berburu beasiswa. Saya dapat beasiswa Yayasan Supersemar ketika S1,sekarang beasiswa itu sudah tidak ada. Saat ini setahu saya sudah banyak sekali beasiswa,seperti BBM dan PPA, Tanoto, Djarum, untuk jenjang S1.

2. mas, kegiatan apa saja yang bisa menunjang buat dapet dan lolos beasiswa? Banyak belajar    bahasa English dulu atau banyakin dulu teman bergaul?

Kak Dityo : Laksanakan keduannya Ayang. Jadi silahkan belajar bahasa Inggris, sembari bergaul ketika belajar bahasa Inggris itu. Jadi efisien.

  1. Ghita_UIN Jakarta_PGMI

Di universitas yang kakak ambil ada jurusan pendidikan untuk magister ga? Atau univ mana aja yang menyediakan magister untuk pendidikan.

Kak Dityo : untuk bidang pendidikan, Jerman memang agak berbeda sistem pendidikannya sehingga akan ada matrikulasi dulu. Tapi banyak kok univ yang menawarkan jurusan pendidikan,termasuk kampus saya.

 

 

#SESI 3

  1. Deni_UMJ_S1 Keperawatan

  kalau untuk kuliah di Jerman kan wajib pakai bahasa Jerman ya? Lalu ketika kita sudah di terima disana apakah kita di haruskan untuk kursus terlebih dahulu? Atau mungkin ada program khusus untuk meningkatkan bahasa Jerman?

   Kak Dityo : untuk program S2 umumnya dibutuhkan sertifikat kemampuan bahasa jerman setidaknya B1. Ambil kursus di Indo, lalu tes di Indo (Goethe Institute ) untuk dapet sertifikat. Nah sertifikatnya digunakan untuk pendaftaran ke pihak uni.

  1. kalo kuliah di Jerman mah keunggulannya di bidang teknologi ya, nah untuk bidang kesehatannya sendiri bagaimana ka? Soalnya saya s1 nya keperawatan tapi berencana studi master jurusan Epidemiologi
  2. sertifikat bahasa yang digunakan apply apa? TOEFL atau IELTS tidak berlaku untuk mendaftar ke Universitas disana? Terimakasih.

Kak DItyo : untuk S2 gunakan Ibt TOEFL atau IELTS plus sertifikat kemampuan bahasa Jerman untuk uni.

  1. Ayang_UNS_Peternakan

Apa bedanya beasiswa LPDP sama DIKTI. Program apa aja sama timbal baliknya ke pihak yang memberi beasiswa tersebut nantinya?

Kak Dityo : bedanya hanya di masalah pengelolaan dan desain beasiswanya. Intinya sama saja. Imbal baliknya berupa kontribusi untuk Negara yaitu mengabdi ke Indonesia setelah selesai.

  1. Mimin_UPI

Kenapa kakak milih Jerman?

Kak Dityo : saya suka Jerman sedari kecil, diawali dari didikan ayah saya yang amat menyukai mobil Volkswagen. Kemudian saya juga memiliki dosen pembimbing S1 dan S2 lulusan Jerman, serta bidang yang saya pilih sangat advanced di Jerman dan itu amat berpengaruh ke pilihan saya untuk memilih Jerman.

  1. Rahma Aziza_UGM_Fak. kehutanan

salam rimba kak adit, saya mau menanyakan beberapa pertanyaan. Dulu minat waktu kuliah apa ya kak? MH, THH, SILVI, KSDH? Kenapa memilih Tree improvement and forest tree breeding?

Kak Dityo : salam rimba Rahma. Saya minat BDH (dulu sudah dijuruskan di awal), saya pilih itu karena awalnya jurursan itu unik dan tidak banyak orang minat katanya susah. Jadi ya saya tantang diri saya untuk mencoba dan ternyata saya suka.

  1. untuk tes beasiswa, apakah di tes untuk bahasa Jerman di level apa kak?

Kak Dityo : untuk S2, akan ada wawancara dalam bahasa Jerman di kedubes Jerman di Jakarta. Min level kemampuan B1 insyallah cukup

2. bagaimana kehidupan social di Jerman, baik di agama, pendidikan, biaya hidup, budaya dll?

Kak Dityo : kehidupannya khas sekali disana begitu teratur dalam berbagai hal, mulai dari jadwal bisa, hingga waktu kerja. Overall, menyenangkan dan menarik kehidupan disana.

3. setelah lulus dari univeristas di Jerman apakah langsung kembali ke Indonesia? Saya pernah   dengar jika setelah lulus dari Jerman bisa menghubungi ZAV untuk link pekerjaan di Indonesia ya?  Bisa minta tolong jelaskan sedikit tentang sistem ZAV?

Kak Dityo : ZAV lebih ke lembaga konsultasi sebenarnya, jadi program dari Kemenko Ekonomi Jerman yang dibuat agar lulusan mereka bisa cepat terserap di Negara asal mereka setelah pulang.

  1. saat pertama kali di Jerman apakah ada keluarga mahasiswa Indonesia di Jerman untuk membantu kakak pertama kali disana? Terimakasih kak. Semakin menginspirasi saya untuk kuliah di Jerman.

Kak Dityo : ada di LPDP rekan2 siap membantu, ada rekan PPI juga yang akan assist kita ketika tiba di Jerman pertama kali. Tetap semangat ya!

 


QUOTE PEMATERI :

“ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkanmu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka” -BJ Habibie.

Jadilah kuat kawan2, karena saat ini, terpencar jauh di seluruh dunia, ada orang yang menghargai kita, Diaspora-Diaspora Indonesia yang akan memimpin negeri ini di masa mendatang J dare to dream, worth to try. Pergilah untuk kembali, demi Indonesia tercinta.