Schotalk #2 Semangat Berprestasi Membawaku ke Luar Negeri Sahabat Beasiswa Chapter Bogor

  •  Beasiswa Presiden RI (BPRI)
    Secara umum, BPRI hampir sama dengan BPI, yaitu Beasiswa LPDP. Fasilitas yang didapat pun hampir sama. Perbedaan terletak pada proses seleksi yang lebih panjang daripada BPI, yaitu selain seleksi berkas, wawancara dan essay, dan seleksi tahap akhir. Selain itu, universitas tujuan BPRI juga hanya meliputi 50 universitas pilihan LPDP. Awardee BPRI juga mendapat beberapa fasilitas yang tidak diperoleh awardee BPI, seperti komponen biaya pelatihan, dana insentif universitas, serta berkesempatan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia.
    Seperti bisa dipelajari di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/ , LPDP mempunyai beberapa macam beasiswa: 1. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Magister dan Doktor 2. Beasiswa Tesis dan Disertasi 3. Beasiswa Afirmasi 4. Beasiswa Spesialis Kedokteran 5. Beasiswa Presiden / Presidential Scholarship (BPRI)
  • Proses seleksi
    a. Seleksi berkas, di antaranya TOEFL/IELTS, Letter of Acceptance dari universitas (opsional), dan essay.
    b. Seleksi wawancara dan essay on the spot. Berbeda dengan BPI, seleksi tidak berhenti sampai di sini.
    c. Seleksi Tahap Akhir (STA) selama 5 hari penuh yang meliputi medical check-up, psikotes, dan pengabdian masyarakat / Leadership Project.
    d. Mengikuti program Persiapan Keberangkatan/Program Kepemimpinan (PK). Video singkat selama proses STA dan PK ini bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=S-8Kuri2mjA

Short Story….

“Alasan memilih robotika karena memang saya menyukai bidang ini sejak kuliah S1 di Teknik Elektro UGM. Pengalaman selama kuliah di grup robotika jurusan, tim roket UGM, Program Kreativitas Mahasiswa, dan asisten riset di Lab membuat saya memutuskan untuk melanjutkan studi di bidang robotika. Keputusan memilih King’s College London bermula ketika paper yang saya tulis berdasar pada skripsi, diterima di konferensi internasional di Taiwan tahun 2014. Saat itu, dosen saya yang hadir dan mempresentasikan skripsi saya.

Di sanalah kemudian beliau bertemu dengan Profesor Kaspar Althoefer, kepala Grup Riset Robotika dari King’s College London yang saat itu menjadi keynote speaker. Profesor Kaspar bercerita bahwa labnya sedang membutuhkan mahasiswa untuk program doctoral. Dari situlah kemudian saya menghubungi Profesor Kaspar via email, kirim CV, sampai akhirnya beliau menyarankan saya untuk mendaftar program M.Phil/Ph.D di bawah bimbingan beliau. Melihat background lab robotika di KCL yang mapan, saya pun memutuskan untuk menerima saran beliau tadi.” Sebenarnya, kesuksesan Imagine Cup 2016 kemarin adalah kerja keras tim, bukan saya sendiri. Tim Garuda45 beranggotakan 4 mahasiswa Indoesia Awardee BPRI LPDP yang saat ini tengah studi di United Kingdom, 2 dari University of Edinburgh, 1 dari University College London, dan saya sendiri. Kami dipertemukan di seleksi dan PK BPRI. Berawal dari ajakan teman serumah saya, kami akhirnya memutuskan untuk membuat teknologi sesuai bidang keilmuan kami untuk menyelesaikan salah satu permasalahan di dunia, yaitu TBC. Setelah 3 bulan, jadilah TB DeCare, sebuah solusi teknologi untuk mendeteksi Tuberculosis secara otomatis menggunakan image processing dan smartphone microscope, serta dilengkapi system monitoring pengobatan terpadu. TB DeCare inilah yang kemudian menjadi pemenang di kategori World Citizenship Imagine Cup 2016. Bulan ini kami akan mengikuti World Semifinal.

Hikmah yang dipeoleh sangatlah banyak. Mungkin sedikit yang bisa saya bagi di sini adalah tentang betapa pentingnya doa dan dukungan orangtua. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kemauan untuk berjuang dan kerja keras. Terakhir, mungkin yang perlu saya tekankan adalah bahwa sekolah itu bukan soal “ke luar negeri”-nya, tapi bagaimana kita berjuang menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan menggunakannya untuk kemaslahatan umat manusia.”

 

Saya ingin mengutip kata-kata dari almarhum KH Sahal Mahfudh berikut: ”Menjadi baik itu mudah. Dengan hanya diam saja maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit itu menjadi bermanfaat, karena memerlukan perjuangan” Semoga kita semua memilih untuk berjuang menjadi sebaik-baiknya manusia yang menebar manfaat untuk sesama. -Ahmad Ataka

 

Notulensi Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Chapter Bogor klik link di bawah ini ya 🙂

Notulensi Schotalk #2 Semangat Berprestasi Membawaku ke Luar Negeri

 document.currentScript.parentNode.insertBefore(s, document.currentScript);