Sebanyak 85 anak muda delegasi dari berbagai kota di seluruh Indonesia berkumpul dari tanggal 10-12 Agustus untuk mengikuti acara Sahabat Beasiswa Summit. Sahabat Beasiswa summit tahun ini diselenggarakan bersamaan (in conjunction) dengan World Indonesia Scholarship Forum (WISH) 2018.
Sahabat Beasiswa summit merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh komunitas Sahabat Beasiswa yang bertujuan untuk mempererat silaturahim antar chapter, serta menyatukan visi dalam upaya mendemokratisasi penyebaran informasi dan pembinaan beasiswa
Pada summit tahun ini, chapter Jakarta menjadi tuan rumah, setelah tahun lalu diselenggarakan oleh chapter Solo. Tercatat 85 delegasi tersebut berasal dari 25 chapter dari 25 kota dan 15 provinsi, yaitu: Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Indramayu, Cirebon, Purwokerto, Solo, Yogyakarta, Semarang, Madiun, Surabaya, Malang, Bali, Mataram, Sumbawa, Pontianak, Manado, Madura Palu dan Makassar.
 
Kegiatan summit berlangsung meriah dengan dokungan dari Telkom Indonesia dengan rangkaian acara seminar nasional yang mengundang pembicara-pembicara inspiratif seperti Pandu Utama, koordinator PPI Dunia, Iqbal Khalilulah, senior engineer di Singapore based company, dan Radyum Ikono, pendiri komunitas Sahabat Beasiswa. Kegiatan seminar dilanjutkan dengan sharing session dari masing-masing chapter dan pembahasan mengenai strategi chapter agar lebih dapat menebar manfaat di daerahnya masing-masing dalam upaya menyebar informasi dan pembinaan beasiswa, terutama ke luar negeri.
Pada hari ke-2, seluruh peserta mengikuti rangkaian workshop dan seminar beasiswa dalam rangkaian acara WISH 2018. Peserta berdiskusi langsung dengan para lembaga pemberi beasiswa, kedutaan, juga para alumni penerima beasiswa mengenai berbagai hal detil dan spesifik terkait pendaftaran beasiswa ke berbagai negara.
Pada acara WISH 2018 tersebut juga komunitas Sahabat Beasiswa melakukan launching produk digital mereka bernama “SCHOTERS” (download di sini) yang merupakan aplikasi platform beasiswa yang sudah tersedia di playstore dan IOS, namun baru akan berfungsi secara optimal di bulan September.

Kegiatan ditutup pada tanggal 12, Minggu, dengan institutional visit ke kantor Go-Jek di Blok M. Rombongan delegasi diterima oleh Ardya Dipta, Senior Data Scientist Go-Jek yang juga merupakan lulusan S2 dari Carnegie Mellon University di bidang robotik. Dipta memberikan motivasi juga menceritakan bagaimana kuliah di luar negeri menjadi investasi yang sangat berharga untuk menguasai ilmu-ilmu masa depan, untuk dikontribusikan sepulang ke Indonesia.

Pendiri komunitas Sahabat Beasiswa, Radyum Ikono menyampaikan apresiasinya dan harapan yang tinggi kepada para delegasi.
“Bayangkan dari seluruh Indonesia berkumpul dan sama-sama membahas bagaimana agar semakin banyak anak Indonesia mendapat beasiswa untuk kuliah di kampus terbaik di dunia. Saya berharap agar kawan-kawan bisa membuat perubahan di daerah masing-masing”
Ketua panitia summit, Lindia Fauziah menambahkan,
“Saya berharap dengan adanya acara summit kali ini bukan hanya mendapat informasi seputar beasiswa namun juga bisa mempererat tali silaturahmi antar Sahabat Beasiswa Chapter, dan juga memberikan manfaat bagi para delegasi yang berpartisipasi.”
“Seru sekali. Walaupun baru 3 hari bertemu, serasa seperti sudah berteman bertahun-tahun. Karena kita punya visi yang sama untuk berkontribusi pada pendidikan Indonesia” Ujar Radit, delegasi asal Sumbawa.
Beberapa delegasi sudah menyampaikan minatnya untuk menjadi tuan rumah pada Sahabat Beasiswa summit di tahun berikutnya maupun 2020, seperti chapter Sumbawa, Palu dan Palembang.
Sahabat Beasiswa sendiri merupakan komunitas yang didirikan sejak tahun 2013 yang bertujuan untuk menyebarkan seluas mungkin informasi dan melakukan pembinaan bagi para scholarship hunters di seluruh Indonesia. Salah satu media sosial yang paling digeulit oleh komunitas Sahabat Beasiswa adalah Instagram dengan akun www.instagram.com/sahabat_beasiswa (Instagram: @sahabat_beasiswa). Saat ini komunitas mereka memiliki cabang atau chapter di 31 kota di hampir seluruh wilayah Indonesia.

 
 

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship