How to Make Study Plan

SCHOTALK #2 SAHABAT BEASISWA CHAPTER KENDARI

 

IMG-20160522-WA0000How to Make Study Plan

Sabtu, 4 Juli 2016

Bersama:

Yudhi Dwi Hartono

Master Student in Design and Construction Project Management,

Chalmers University of Technology, Sweden

BPI LPDP Awardee

Yamin

Master Student in Teaching and Teacher Education, College of Education,

The University of Arizona, USA

PRESTASI-USAID Awardee

 

A. How to Make Study Plan oleh Kak Yudhi Dwi Hartono

Menulis rencana studi/study plan/study objective atau kadang masuk dalam bahasan motivation letter/letter of intent/letter of motivation sebenarnya tidaklah sulit sejauh Anda sudah memahamai ketertarikan Anda tentang bidang yang akan Anda pilih pada saat kuliah nanti, yang lebih sulit sebenarnya menemukan kampus yang cocok yang bisa memenuhi espektasi. Adapun poin-poin penting yang harus dimasukkan dalam study plan antara lain:

  1. Program studi yg diambil, durasi, mata kuliah, dosen pengampu serta alasan memilih jurusan.
  2. Latar belakang pendidikan, pekerjaan dan atau pengalaman yang berhubungan dengan program studi yg diambil.
  3. Masalah yang ingin diangkat dalam penelitian nanti (lebih baik yang berhubungan dengan pengalaman pribadi) agar tidak cliché.
  4. Uraian tentang bagaimana kampus tujuan bisa membantu Anda memenuhi tiga poin diatas.
  5. Uraikan tentang future goals yang berhubungan dengan studi yang akan Anda ambil (Note: ini poin penting buat pendaftar beasiswa LPDP).
  6. Tambahan (berikan alasan kenapa memilih negara tujuan untuk tujuan studi). Catatan penting semua harus dalam konteks akademik

Dalam menulis study plan selalu perhatikan apa permintaan dari pemberi beasiswa atau kampus tujuan. Biasanya tidak ada format khusus, hanya saja mereka menyaratkan poin-poin apa saja yang perlu dimasukkan dalam rencana studi dan jumlah kata/halaman minimal atau maksimal.  Untuk beasiswa LPDP lebih baik lagi jika Anda bisa mencantumkan daftar matakuliah beserta SKSnya dalam bentuk tabel.

Konten study plan dalam dan luar negeri umumnya sama, tapi tetap saja ada beberapa persyaratan khusus untuk institusi-institusi tertentu. Contoh saja ketika Anda mau mendaftar beberapa kampus di Belanda, walaupun masih negara yang sama, umumnya setiap kampus mempunyai syarat-syarat tersendiri, dari jumlah kata sampai isinya apa saja. Jadi, penting untuk membaca baik-baik instruksi dari beasiswa atau kampus yang akan dilamar. Jangan khawatir konten apa yang harus dimasukkan karena umumnya ketika mereka punya specific requirements (syarat khusus), beasiswa atau kampus-kampus ini akan menyertakan info tersebut di website mereka. Ketika tidak ada syarat khusus, berarti format dan konten bebas, jadi bisa ditulis seperti poin-poin yang telah saya sebutkan.

Jangan malas membaca, harus tetap update informasi, bertanya ke banyak orang tapi tetap utamakan membaca. Kebanyakan orang gagal mendapat beasiswa bukan karena mereka tidak layak, melainkan mereka belum siap. Banyak dari mereka yang membaca persyaratan saja malas 😀, bagaimana mau kuliah di LN kalau begitu dan terus pupuk motivasi untuk bisa kuliah di kampus idaman.

Pada saat menulis study plan saya hanya menghabiskan waktu 2 jam, tapi saya sudah sering membaca persyaratannya dari beberapa bulan sebelumnya. Jadi ketika wawancara beasiswa, saya bisa menjawab semua pertanyaan pewawancara karena saya rasa saya sudah membaca dan sedikit menghapal semua informasi dari website kampus yang tersedia. Intinya melakukan persiapan dan usahakan menutup semua celah ketidaktahuan Anda.

Tanya Jawab:

T: Apakah ada poin-poin khusus yang perlu dipertimbangkan dalam membuat future goals? Dan seperti apa future goals yang pernah Kak Yudhi ajukan?

J: Future goals yang saya maksud adalah bagaimana ilmu yang Anda dapatkan pada saat kuliah nanti bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Contoh yang saya lakukan, karena saya mengambil jurusan Project Management, saya mencoba menghubugkan dengan masalah yang ada di daerah saya, contohnya manajemen irigasi. Kemudian saya berharap saya bisa mengatasi masalah itu dengan ilmu saya nanti. Jadi Anda harus membahas masalah yang nyata, jika perlu disertai data-data.

T: JIka kita akan mengambil master by coursework, apakah poin 3 pada penjelasan di atas perlu diganti?

J: Untuk program master biasanya ada 3 macam, yaitu Master by Research, Master by Coursework, dan Master by Coursework with Thesis.

Jika program yang Anda ambil tidak mengaruskan untuk membuat thesis, maka poin 3 dapat Anda ganti dengan ketertarikan Anda terhadap program studi yang Anda tuju, matakuliah apa yang bisa menawarkan ilmu yang Anda butuhkan, dan apa manfaatnya. Jadi, pertanyaan yang biasanya “apa yang Anda ingin teliti?” bisa diganti dengan “apa yang Anda ingin pelajari?”, dll.

T: Bagaimana jika IPK kita tidak memenuhi persyaratan?

J: Jika IPK kita tidak memenuhi persyaratan otomatis akan gugur.

T: Apakah saat proses kuliah ada anjuran atau kewajiban untuk mempelajari bahasa nasional negara tempat studi?

J: Bahasa pengantar kuliah dan bahasa negara adalah dua hal yang berbeda. Berdasarkan pengalaman saya di Swedia, saya tidak perlu belajar Bahasa Swedia karena setiap orang bisa berbahasa Inggris, berbeda dengan Jerman, meskipun bahasa pengantar kuliah adalah Bahasa Inggris, tetapi karena penduduk setempat menggunakan Bahasa Jerman, maka Anda harus mempelajari Bahasa Jerman juga.

T: Bagaimana dengan biaya hidup di Swedia?

J: Biaya hidup di Swedia termasuk yang paling tinggi di dunia, tapi tetap saja semua itu sudah tercover dengan beasiswa. Jadi rata-rata beasiswa sudah lebih dari cukup.

T: Tantangan apa yang Kak Yudhi rasakan ketika berada di lingkungan yang baru di Swedia?

J: Untuk hidup, di Swedia jauh lebih nyaman dibandngkan dengan di Indonesia, hanya saja sebagai muslim mungkin mencari makanan halal dan tempat ibadah menjadi tantangan. Dari segi perkuliahan tantangannya tentu saja bahasa, ini karena kebiasaan saja, tapi lama kelamaan pasti akan jauh lebih mudah.

 

B. How to Make Study Plan oleh Kak Yamin

Study Plan biasa juga disebut Study Objective atau Study Proposal. Idealnya dalam study plan harus mencakup hal-hal berikut:

  1. Mengapa memilih universitas tersebut dibanding universitas-universitas lainnya, mengapa memilih program tertentu di universitas tersebut.
  2. Apa tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda memilih kampus dan program tersebut.
  3. Anda bisa memasukkan pegalaman pribadi ditempat kerja dan di organisasi atau selama S1 sebagai alasan memilih program tersebut. Misalnya kenapa saya memilih Master of Art in Sustainability Education, karena pengalaman saya di Local NGO menunjukkan bahwa posisi sebagai environmental education expert dibutuhkan.

Secara umum tidak ada format khusus dalam penulisan study plan, biasanya hanya diberikan batasan kata, misalnya 750-1500 kata atau idealnya 1 sampai 2 halaman A4. Tapi Anda harus selalu mengecek apakah beasiswa atau kampus tujuan memiliki format khusus. Jika Anda ragu silahkan bertanya kepada pihak kampus lewat email.

Konten atau isi study plan untuk dalm negeri dan luar negeri tidak ada perbedaan. Studi plan yang Anda buat dalam Bahasa Inggris bisa Anda terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diajukan ke beasiswa atau universitas dalam negeri yang membutuhkan, begitu juga sebaliknya. Namun, Anda perlu mengingat bahwa orang luar negeri tidak suka bertele-tele, mereka biasanya menyampaikan sesuatu langsung pada intinya dan jangan ragu untuk menuliskan prestasi serta visi Anda dalam study plan yang Anda buat.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam menulis study plan:

  1. Tunjukkan antusiasme Anda, sampaikan secara detel dan profesional. Tapi jangan menggunakan kata-kata yang klise, misalnya I want to study because I love it.
  2. Lakukan riset terhadap kampus dan negara tujuan. Apa keunggulan kampus tersebut serta kaitannya denga tujuan pendidikan Anda.
  3. Jangan menulis study plan Anda 1 minggu sebelum deadline, sehebat apapun anda mengarang/menulis.
  4. Dalam menulis study plan waktu yang diperlukan minimal satu bulan. Karena akan ada proses edit-revisi-edit-revisi. Apabila Anda sudah puas dengan study plan Anda, minta teman Anda mengoreksi study plan tersebut. Jika study plan Anda dalam Bahasa Inggris, manfaatkan teman native speaker Anda atau ahli bahasa untuk mengoreksi.
  5. Pastikan Anda menulis study plan dengan grammar yang baik, jangan ada kesalahan penulisan.

Buat study plan terbaik yang Anda bisa, dengan satu study plan tersebut Anda bisa menggunakannya berulang-ulang untuk mendaftar beasiswa atau kampus tujuan Anda, sehingga Anda bisa menghemat waktu.

Tanya Jawab:

T: Program master seperti apa yang anda ambil? Apakah cocok untuk orang yang berkecimpung di dunia pendidikan?

J: Saya mengambil Program MA Teaching and Teacher Education. Program ini memang spesifik untuk bidang pendidikan peningkatkan kapasitas guru dan pengajaran.

T: Selain kata-kata kasar, apakah ada hal lain yang dilarang yang dapat mengancam kredibilitas atau kualitas study plan?

J: Selain dilarang keras menggunakan kata-kata berbau pornografi dan ancaman, hindari penggunaan kata-kata slang dan jangan menyingkat. Misalnya, jangan menuis my dad, my mom, don’t, dll.

T: Apakah ada perbedaan persyaratan antara beasiswa dalam negeri dan luar negeri?

J: Tentu ada, terutama dalam hal nilai standar hasil tes TOEFL/IELTS.

T: Apa tujuan dibuatnya study plan?

J: Study plan adalah salah satu acuan seleksi bagi pemberi beasiswa atau universitas tujuan. Study plan akan menunjukkan keseriusan dan kejelasan tujuan Anda. Study plan juga sebagai jalan masuk Anda untuk memperkenalkan diri dan latar belakang.

T: Jika rencana studi S2 tidak linear dengan jurusan sewaktu S1, poin apa yang harus ditunjukkan dalam study plan?

J: Tidak masalah apakah pilihan S2 Anda linear atau tidak dengan program S1, yang penting Anda mampu menjelaskan secara logis dan professional mengapa Anda memilih pilihan tesebut. Tunjukkan lewat visi Anda ke depan dengan mengambil program S2 tersebut.

T: Haruskan kita mencantumkan mata kuliah apa saja yangg akan kita ambil, berapa jumlah SKS, dan supervisor/ professor untuk pembimbing thesis kita nanti?

J: Tidak perlu mencantumkan semua. Kadang cukup satu atau dua mata kuliah saja. Tapi kalau Anda sudah mencantumkan mengenai riset, menurut saya tidak perlu lagi daftar mata kuliah. Akan ada banyak hal yang bisa Anda sampaikan dengan menulis rencana riset.

T: Apa yang membedakan isi dari study plan dan motivation letter?

J: Motivation letter lebih menitikberatkan pada pengalaman personal yang membentuk Anda sekarang dan mengapa pengalaman tersebut mendorong Anda untuk mengambil jurusan yang diinginkan. Motivation letter bisa mencakup perjuangan hidup sedangkan Study plan fokus pada pilihan study.

 

 

 



Find us on

Facebook: Sahabat Beasiswa Chapter Kendari

Instagram: @sbchkendari

Twitter: @sbchkendari

© Sahabat Beasiswa Chapter Kendari

Now everyone can get scholarship