DSC_0112Tanggal 31 Oktober 2015, Monumen Jogja Kembali menjadi saksi bisu keberangkatan penerima beasiswa LPDP ankatan 45. Acara yang dikonsep berbalut peringatan Hari Sumpah Pemuda ini berlangsung sangat meriah. Pengunjung dibuat terkesima dengan penampilan-penampilan panggung yang luar biasa. Bukan hanya itu, dalam acara ini, dihadirkan juga berbagai makanan tradisional nusantara serta stand-stand konsultasi LPDP maupun bidikmisi.

Ada 4 Orang konsiultan LPDP yang juga merupakan Awardee saat itu, salah satunya adalah Bastyan yang akan segera melanjutkan studinya di jurusan Technology Enterpreneur, University College London. Selain itu juga banyak Awardee LPDP lain yang sangat open dan bersedia membagikan berbagai pengalamannya mulai dari melengkapi semua administrasi LPDP hingga diterima. Berikut adalah beberapa tips dari mereka:

Tahap Seleksi Administrasi

Sebenarnya sangat mudah untuk lolos tahap ini. Asalkan persyaratan semuanya dilengkapi kemungkinan besar akan lolos pada tahap selanjutnya. Jangan malas-malasan dan setengah-setengah untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang dikehendaki pemberi beasiswa LPDP.

Tahap Wawancara

Pada tahap wawancara ia menjelaskan bahwa ada 3 pewawancara, yaitu seorang Akademisi, Psikolog, serta perwakilan dari LPDP. hal-hal yang perlu dilakukan saat wawancara:

  1. To be honest

    Jawablah pertanyaan dengan jujur dan natural saja karena ada psikolog yang dapat mengidentifikasi kita sedang jujur atau mengada-ada. Mungkin kita bisa membuat prediksi pertanyaan, namun jangan sampai benar-benar terpaku pada apa yang kita buat, nanti akan glagepan kalau pertanyaannya lain.

    “ Ketika itu saya sudah mencoba membuat prediksi pertanyaan yang diawali dengan perkenalan. Tapi ternyata pewawancara tidak memberi ia kesempatan untuk bekenalan, bahkan pertanyaan yang ditanyakan diluar perkiraan saya,”tambah penerima beasiswa LPDP di UCL tersebut.

    Contoh beberapa hal yang ditanyakan kepadanya waktu itu antara lain jabatan tertinggi apa yang pernah dipegang saat kuliah? ; Apa motivasi melanjutkan kuliah?; nanti kalau jurusannya tidak linier akan keteteran tidak?; dan Mengapa IPK kecil?

  1. Jangan Tegang

    Tarik nafas dalam-dalam sebelum wawancara dimulai. Pertahankan agar kita tetap relaks, karena jawaban akan lebih tertata dan ide akan lebih banyak muncul ketika tidak tegang.

  1. Pertahankan Argumen

    Terutama pada pertanyaan-pertanyaan apa yang akan kamu lakukan setelah lulus. Selain cerita dari mas Bastyan, salah satu awardee LPDP angkatan 45 bernama Joko juga pernah mengalami hal ini.

    “Ketika diwawancara pewawancara bertanya apa cita-citamu setelah lulus? Lalu saya jawab, jadi guru. Beliau melemparkan pertanyaan lagi, untuk apa jadi guru harus S2? Kalau tidak diterima LPDP apa yang akan kamu lakukan? Pada intinya saya pertahankan jawaban saya untuk tetap menjadi guru,” tegas penerima beasiswa LPDP di UGM ini.

Pesan para Awardee LPDP untuk Sobat SB

 “Ini adalah beasiswa yang worthed dan layak untuk diperjuangkan. Ini benar-benar beasiswa yang nggak neka-neka, richable, dan reasonable banget. Mari sama-sama dimanfaatkan dan diperjuangkan.” – Bastyan, Awatrdee LPDP UCL-

“Jangan menyerah sedikitpun, karena kita tidak akan pernah tahu garis finish kita.” – Galuh, Awardee LPDP Tokyo University-

Pada kesempatan ini 128 Awardee LPDP siap melanjutkan studinya ke universitas yang telah mereka perjuangkan, baik dalam maupun luar negeri. Acara pelepasan penerima LPDP angkatan 45 ini ditutup dengan menari Sajojo bersama.

“Selamat berjuang, semoga sukses dan tetap menginspirasi. Jangan lupa  kembali dan mengabdi untuk negeri tercinta, Indonesia.”

 

} else {

About the author

Rita Suryani