SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. SBMPTN dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia. Saat ini, tes SBMPTN menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Sistem tes menggunakan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) telah dihapus. Untuk tahun ini terdapat peraturan terbaru yaitu tes terlibih dahulu setelah itu baru mendaftar, berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya. Nah, untuk info lebih lengkapnya akan dibahas oleh Kak Muhammad Fahrul Rizal yang lolos SBMPTN tahun 2018 di Universitas Indonesia untuk prodi Farmasi.

Apa itu SBMPTN?

Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri atau disingkat SBMPTN merupakan seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri menggunakan pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, perguruan tinggi negeri, maupun kepentingan nasional. Bagi calon mahasiswa, ujian tertulis sangat menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel karena adanya mekanisme lintas wilayah.

Mengapa Kak Fahrul Memilih SBMPTN?

Ceritanya memang penuh perjuangan. Awalnya, aku mau banget masuk FKUI karena dari kecil aku kepengen jadi dokter spesialis penyakit dalam. Aku terinspirasi dari ibuku yang sering ke dokter spesialis penyakit dalam yang sama dan sudah mengenal aku. Dari konsultasi terhadap ibuku, dokter tersebut terlihat profesional dan gaji yang lebih dari cukup (karena dokter spesialis penyakit dalam cukup menghasilkan banyak duit sih terlebih lagi di swasta).

Akhirnya, aku punya harapan untuk masukin FK di SNMPTN. Namun, tidak bisa disangkal lagi bahwa masuk FK itu tidak mudah, apalagi lewat jalur SBMPTN. Benar, aku tidak diterima jalur SNMPTN dengan pilihan pertama FK Unpad dan FK UPN Veteran Jakarta (karena saat itu aku tidak masuk ranking 1 paralel sehingga memutuskan memilih FK selain UI)
Oleh karena itu, aku harus belajar SBMPTN dari awal sehingga UI bisa aku dapatkan sebagai PTN impianku walaupun dengan jurusan yang setara dengan FK karena persaingan yang tidak begitu ketat, yaitu Farmasi.

Bagaimana Perjuangan Kak Fahrul Menghadapi SBMPTN?

Sempat galau juga, sih, antara takut tidak bisa kuliah tahun ini sama bisa kuliah. Intinya, karena aku tidak mau gap year juga. Tetapi, ada hal yang buat aku yakin bahwa Allah pasti menguji hambanya melalui banyak cara. Jadi, selain tes SBMPTN, aku sempat coba SIMAK UI yang kebetulan tesnya diadain sebelum pengumuman SBMPTN.

Aku tidak hanya memprioritaskan SBMPTN saja, tetapi juga seleksi mandiri karena soal mandiri lebih sulit dari SBMPTN jadi. akan lebih terbiasa saat mengerjakan SBMPTN nantinya. Hari H dimulai, aku hanya menghadapi dengan doa dan zikir bahkan sholat tahajud dan sholat dhuha. Aku juga hanya review saja buku buku SBMPTN saat hari H. Dan itu benar, soal yang terlihat sulit dan butuh cara bertele-tele dapat dikerjakan dengan lancar terutama Kimia dan Biologi (karena aku cukup menguasai dua mata pelajaran itu) bahkan dapat mengisi hampir semua soal TKPA. Namun, aku sempat lupa lupa ingat juga apakah aku sudah menandatangani lembar jawaban SBMPTN atau belum. Walaupun, akhirnya, aku tawakal saja dan tidak memikirkan hal yang membuat aku galau. Akhirnya. seluruh perjuanganku yang cukup sulit di SBM dengan diterimanya di Farmasi UI sebagai pilihan keduaku setelah FK Unpad.

Tips dan Trik mudah mengerjakan SBMPTN

Pertama, kita harus mengetahui penguasaan kita berada di mata pelajaran uji apa. Jika ada, terus asah dengan memperbanyak latihan soal. Tetapi, jika masih ada yang belum dikuasai, setidaknya buat materi dari sulit sampai paling sulit dan prioritas belajar kalian dari yang mata pelajaran uji susah tapi bisa dipelajari dulu sampai yang paling susah dan kalau dipelajari harus nyicil banget dan pemahaman mendalam.

Kedua, Saat hari H, isi sebanyak mungkin soal soal mulai dari yang paling dikuasai dulu. Kalaupun tidak ada yang sangat dikuasai, bisa diisi semua istilahnya karena poin 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah saja yang ada sekarang ini dan kalau isinya salah tidak ada pengaruh terhadap poin-poin soal lain alias poin lain yang tidak diketahui. Kalau aku, sih, selektif milih soalnya karena memang aku pake trik bimbel.

Nah, fun fact nih, kalau milih UI yang katanya bagus, bisa dilolosin oleh orang yang bisa mengisi semua soal (asalkan fifty-fifty yakin benar dan kurang yakin benarnya) dan dia milihnya FKUI.. semudah itukah ferguso? Kunci utama lainnya, banyak berdoa dan bertawakal. Minta doa restu dari orang tua juga karena kita bisa masuk PTN karena doa yang terkabulkan oleh Allah SWT (ridhonya Allah, ridhonya orang tua).

Berikut sesi tanya-jawab dalam Schotalk ini:

Sesi 1

1. Faricha (SMAN 1 Genteng, Banyuwangi)

Apa saja strategi yang harus disiapkan agar kita lolos SBMPTN di jurusan dan kampus yang kita inginkan?

Sekarang SBMPTN 2019 itu sistemnya mengerjakan dulu setelah itu baru daftar. Beda sama tahun 2018 yang lalu sistemnya daftar dulu baru mengerjakan. Kalau strategi untuk lolos, kerjain soal sebanyak-banyaknya di uji mata pelajaran yang paling kamu kuasai karena pengalaman banyak orang yang lolos SBMPTN misalnya, FK UI bukan karena biologinya yang paling banyak dikerjakan, malah ada yang fisikanya dibanyakin atau bahkan TKPA yang verbal, gambar dll yang paling banyak dikerjakan. Untuk pendaftaran pilihan pertama, kedua, dan ketiga harus berurutan sesuai dengan passing grade (walaupun nanti ada sistem kuotanya). Kalau pilihannya FK, jangan sekali-sekali di pilihan ketiga kecuali kalau 3 pilihan FK semua.

2. Khairul Huda (Nurul Islam Karang Cempaka, Sumenep)

Ketika ujian SBMPN semakin dekat, peluang belajar ka fahrul itu berapa kali dalam 1 hari. Apakah 3 hari seperti biasanya?

Dalam satu hari libur setelah Ujian Nasional, saya biasakan mempelajari mulai dari pagi sampai siang, kemudian dilanjutkan dengan bimbel yang diadakan siang sampai malam. Sebelum Ujian Nasional, saya lebih banyak mengerjakan soal yang saya kuasai dulu, tapi tetap menyicil materi yang kurang dikuasai tapi masih bisa dipahami dengan cepat oleh saya. Jadi, untuk berapa kali tidak bisa saya hitung karena hitungan saya berdasarkan waktu belajar.

3. Firda (MAN Sidoarjo)

Untuk tipe pelajar yang lemah dalam perhitungan itu, lebih baik mengerjakan soal sbmptn yang memerlukan hafalan atau melatih hitungannya?

Kalau lemah dalam hitungan, lebih baik banyakin kerjain soal yang sifatnya menghafal daripada hitungan. Hitungan kamu bisa perlahan kamu pelajari berdasarkan gaya belajar kamu (misalnya melalui video, buku, ataupun soal-soal Try Out). Kalau masih belum sampai bisa semua dan memang sudah lemah dalam hitungan banget yang susah, jangan dipaksa karena SBMPTN bukan dituntut untuk isi semua, tetapi paham konsep dasarnya. Namun, soal sekarang bisa didesain untuk isi semua asalkan 50 : 50 antara ngasal dan tidaknya karena kalau lebih banyak ngasalnya, ya pasti tidak lulus juga.

Sesi 2

4. Arya N. R. (SMA 1 Mlonggo, Jepara)

Saya adalah lulusan tahun lalu. Dan sekarang saya sedang belajar di Kampung Inggris. Dan insyaallah setelah selesai belajar dari sini, saya akan melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Saya suka matematika, tapi sekarang saya belajar bahasa inggris. Apakah yang harus saya ambil untuk kuliah nanti, melanjutkan Bahasa Inggris atau matematika?

Untuk permulaan, coba ikut TO dulu untuk menguji kemampuan setiap mata pelajaran uji SBMPTN, nanti bakal tahu sendiri kemampuannya lebih baik dimana. Kalau misalnya sekarang belajar Bahasa Inggris dan mungkin mau pilih (in case, FK). Nah, tidak harus banyak isi soal di biologi banget kok. Tapi, kamu harus pasang jurusan dan PTN impian, lalu banyak ikhitiar/usaha, berdoa, dan tawakal. Karena SBMPTN ini lebih melihat kemampuan setiap orang juga yang pastinya berbeda-beda dengan hasil yang berbeda-beda. Sehingga, kalau kamu sudah menguasai satu uji mata pelajaran, asah terus di mata uji itu, tanpa melupakan penguasaan materi uji lain selain uji yang sudah dikuasai.

5. Nabiel (MAN 2 Kudus)

Kak saya rencana mau sbm ambil teknik, terutama fakultas teknik ptn, prioritas saya teknik industri UNS saama teknik industri UNDIP, untuk dari segi keketatan dan nilai berat mana? Ada saran nggak kak mana PTN yang cocok? Mengingat kemampuan saya maksimal juga passing grade 43

Kamu bisa lihat banyak referensi di bimbel kamu kalau kamu ikut bimbel, atau di google mengenai passing grade. Saya kurang tahu pasti antara kedua teknik industri tersebut karena yang dilihat juga passing grade universitas, tapi passing grade jurusannya itu sendiri sebagai patokan urutan pemilihan universitas via SBMPTN.

6. Adam Husni (UNESA)

Bagaimana perbedaan soal SBMPTN dan mandiri UI? Yang paling susah dibagian apanya?

Sebenarnya tergantung kemampuanmu bagus dimana. Kalau aku karena lebih senang belajar kimia dan Alhamdulillah bisa menguasainya dengan baik, SBMPTN dan SIMAK UI di mata uji kimia sama saja yang mungkin kata orang-orang yang kurang kemampuannya disana akan bilang “susahan di SBM daripada SIMAK UI”. Kalau ketahuan kemampuanmu bagus dimana+belajarnya juga senangnya dimana, soal apapun sampai yang susah Insya Allah lancar ngerjainnya. Secara objektif, SBMPTN 2018 cukup sulit.

Dari penjelasan materi yang disampaikan Kak Fahrul dan sesi tanya-jawab, sudahkah menjawab keingintahuanmu tentang SBMPTN? Semoga cukup membantu, ya. Oiya, Kak Fahrul memberikan pesan, nih, buat teman-teman. Jangan menyerah, terus capai impian di jurusan dan PTN yang diinginkan. Jadikan hasil impian kalian sebagai pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa, karena tidak semua orang dapat berkuliah. Hidup ini pilihan ya, maka teman-teman harus dapat mensyukuri setiap proses yang telah kalian jalani di tahun ini. Bagi yang memilih UI, Kak Fahrul menunggumu di kampus perjuangan, loh. Semangat!


Artikel ini merupakan notulensi dari Schotalk #1 Sahabat Beasiswa Chapter Kediri, 13 Februari 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship