Artikel Berita Chit-Chat Infografis Profil Inspiration Tips Beasiswa Tips dan trik

Motivation Time : Semangat Baru menuju Cita-Cita

Hello friends, bagaimana kabarnya di bulan Desember sebagai bulan terakhir tahun ini, semakin membara dong semangat nya, masih malas dan suntuk tentang banyaknya informasi beasiswa, kita sekarang akan membahas motivasi segar dari wawancara yang telah diadakan, let’s see.
Sering dengar istilah ini: hidup itu dijalani saja; just let it flow; just try to survive?
Atau pernahkah sobat berada dalam tahap: saya mengerjakan ini tapi ngga tau, sebenernya tujuannya buat apa ya? Sibuk sih, lelah sih, tapi tujuannya apa ya?
Saya ingin sharing terkait masalah ini, yaitu motivasi dan cita-cita, dari seorang narasumber kece yang saya temui di program training bulanan beasiswa yang sedang saya peroleh, yaitu Kak Elok. Beliau adalah alumni Psikologi UI yang merupakan lulusan dengan IPK tertinggi se-UI dan mahasiswa berprestasi. Saat ini, beliau sedang mengambil master Psikologi di UI juga.
Pertama-tama, Kak Elok bilang motivasi berasal dari kata “move” yang berarti menggerakan, mengarahkan, energi, dsb. Intinya, motivasi adalah energi yang mampu menggerakan kita; lebih jauh motivasi digambarkan sebagai sesuatu that help us decide what to keep.
Motivasi itu bisa banyak macamnya. Sebagian besar motivasi teman-teman saya yang mengikuti training ini menyatakan bahwa motivasinya untuk kuliah, mendapat nilai bagus, mendapat beasiswa, dll, adalah karena orang tua, ingin membahagiakan orang tua, dsb. Mulia banget kan!
Motivasi merupakan ‘kendaraan’ kita untuk mencapai tujuan atau cita-cita atau goal. Nah ini! Cita-cita.
Kata Kak Elok (dan banyak buku psikologi, khususnya motivasi), cita-cita itu harus bersifat S-M-A-R-T.
S — specific
M — measurable
A — action-related
R — realistic
T — time-based
Nah itu! Kalau punya cita-cita, kata sang expert, harus gitu. Kalau sudah punya cita-cita yang S-M-A-R-T, niscaya kita tidak akan banyak buang-buang waktu untuk menjalankan hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan kita. Because we have only one shot in this life, atau istilah gaul sekarang sih YOLO, you only live once.
Best regards,
Agatha So
Undergraduate student of Nutrition,
Universitas Indonesia

About the author

Admin

teacher, blogger, entrepreneurship