Introducing to IZU Scholarship

Muhammad Guruh Budi Hartono merupakah peraih beasiswa IZU Scholarship. Saat ini,dia sedang menjalankan studi di Istanbul Sabahattin Zaim University program Islamic Economic and Finance. Kamu pasti penasaran kan dengan beasiswa IZU Scholarship ini? Let’s check it out!

Istanbul Sabahattin Zaim University adalah salah satu universitas terkemuka di Turki yang terletak di kota Istanbul bagian Eropa. Universitas ini merupakan universitas yang pertama kali membuka program kuliah Islamic Economic and Finance di Turki. Universitas ini memiliki beberapa fakultas andalan, yakni :

  1. Ilmu Bisnis dan Management
  2. Psikologi
  3. Teknik

Kak Guruh sudah memiliki ketertarikan dengan bidang ekonomi Islam dan IZU merupakan salah satu universitas di Turki yang unggul dalam bidang ini. Juga karena program sarjana Islamic Economic and Finance di IZU University telah menjadi departemen pertama ekonomi dan keuangan Islam yang didirikan di Turki yang terdiri dari masa studi empat tahun.

Selama masa studi, siswa dapat memperoleh pengetahuan tentang latar belakang teoretis ekonomi Islam, kursus berorientasi praktis mengenai keuangan Islam, karena mereka mengambil banyak program ekonomi dan program keuangan.

Para mahasiswa Islamic Economics and Finance di Istanbul Sabahattin Zaim University dapat memiliki kesempatan untuk melakukan double major, karena dapat belajar bahasa Turki, Arab, Spanyol, Rusia dan jika persyaratan jumlah minimum mahasiswa untuk kursus terpenuhi mereka juga dapat mempelajari bahasa lain. Mereka dapat melakukan minor (pelajaran tambahan) dengan mengambil enam dari sebelas mata kuliah pilihan dari departemen yang sama sepanjang program delapan semester, seperti untuk double major, jika mereka mengambil semua mata kuliah pilihan dari departemen yang sama, beban kursus mereka akan lebih rendah.

Peluang Untuk Siswa

-Belajar bahasa asing (Gratis)

-Kecil (Satu tahun beasiswa tambahan selain periode studi reguler)

-Jurusan (Beasiswa ekstra satu tahun di samping masa studi reguler)

-Program pertukaran pelajar internasional (1 atau 2 semester)

Peluang Karir

Para siswa yang akan lulus dari program ini dapat memiliki kesempatan untuk membuat karir akademik di bidang terkait di universitas dan pusat penelitian untuk tingkat nasional dan internasional. Kedua, mereka dapat menemukan peluang kerja di bank-bank jdi Turki, yang merupakan institusi terkemuka di bidang Keuangan Islam. Saat ini, ada enam bank yang berpartisipasi di Turki, karena mereka memiliki 1068 cabang di seluruh negeri. Juga, lembaga-lembaga lain yang beroperasi di lapangan, khususnya TKBB (Participation Banks Association of Turkey), menunjukkan bahwa ada kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas untuk sektor keuangan Islam di Turki.

Nah teman-teman, Istanbul Sabahattin Zaim University juga menyediakan besiswa bagi mahasiswa international. Pada umumnya scholarship di izu dibagi menjadi 4, yaitu 25%, 50%, 75%, 100%. Scholarship ini hanya mencakup biaya kuliah karena yang menyediakan kampus. Berbeda dengan YTB, TDV atau beasiswa turki lainnya yang disediakan pemerintah turki untuk pelajar internasional. Sifat dari scholarship ini sendiri bisa bertambah dan berkurang, contohnya apabila pihak universitas menerima kita dengan beasiswa 50% kita masih bisa menambah beasiswa menjadi 75%-100% dengan mengikuti tes atau dengan berprestasi di fakultas kita, dan akan berkurang jika nilai kita turun.  Naik turunnya beasiswa yang kita dapat itu tergantung pada usaha kita. Beasiswa ini diberikan sampai lulus bahkan bisa sampai lanjut ke S2 apabila kita berprestasi dan aktif.

Rintangan Selama Masa Kuliah

Ada juga beberapa rintangan yang Kak Guruh rasakan selama di sini, dan akan saya sharingkan ke teman-teman.

Pertama pastinya adalah culture shock, jadi yang namanya orang kuliah diluar negri pasti merasakan hal ini karena gaya hidup di Turki khususnya itu memang berbeda dengan Indonesia. Dari segi ibadah, cara kita menyapa satu sama lain, dan ada beberapa hal yang menurut kita normal untuk dilakukan di Indonesia tetapi, justru menurut mereka sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Contohnya mereka tidak suka keramaian, shalat harus memakai kaus kaki, dan cara kita bersalaman dengan mereka biasanya kita menempel pipi masing-masing. Dan kalau mereka melihat kita makan menggunakan tangan, mereka akan berpikir kita tidak sopan, karena makan menggunakan tangan di sini tidak dianjurkan, mungkin hanya untuk beberapa makan saja.

Kedua adalah Bahasa. Negara Turki sendiri penduduknya sangat memprioritaskan bahasa mereka yaitu bahasa turki, bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa atau belum lancar berbahasa Inggris. Itulah mengapa jika kita mau kuliah di Turki wajib ikut program kursus Bahasa Turki selama 1 tahun.Ketiga adalah adalah resident permit (izin tinggal), mengapa? Karena Negara Turki setiap tahunnya memiliki prosedur/sistem yang berbeda dalam hal mengurus resident permit bagi pelajar internasional. Bisa saja persyaratan yang ada ditahun kemarin berbeda dengan tahun ini.

Tips Menghadapi Rintangan Selama Masa Kuliah

Tetapi bagi Kak Guruh cara terbaik untuk melewati rintangan-rintangan tersebut ialah mencari teman atau kenalan orang turki itu sendiri karena mungkin bila dilihat sekilas memang sifat atau watak dari orang turki itu selfish (egois) tetapi ketika kita sudah mengenal baik mereka, mereka akan senang hati membantu kita, mulai dari menjelaskan culture mereka, bahkan mereka senantiasa mengajarkan bahasa pada kita.

Untuk masalah izin tinggal Kak Guruh berkonsultasi dengan pihak universitas dan mereka memberitau up date terbaru dari kantor imigrasi (ilgoç). Setelah itu, Kak Guruh cukup membayar dan pihak kampus yang akan mengurusi izin tinggalnya.  Kurang lebih Kak Guruh menunggu sampai 3 bulan baru jadi KTP (ikamet)nya. Pihak imigrasi akan menghubungi kita dan memberitahu berkas yang kita kirim diterima atau tidak.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan Selama Kuliah

Menurut Kak Guruh, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan selama kuliah, seperti pertukaran pelajar, kegiatan sosial, dan organisasi yang ada dikampus maupun luar kampus. Kegiatan-kegiatan seperti pertukaran pelajar (erastmus) biasanya diadakan selama kurang lebih satu tahun, dan untuk negara tujuan itu tergantung dengan program pertukaran (erastmus)nya.

Perlu diketahui bahwa IZU merupakan universitas dengan jumlah 11.000 mahasiswa dari 84 negara yang berbeda jadi, banyak kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan di sana seperti galang dana untuk negara-negara muslim yang terkena musibah atau konflik seperti Uygur, Suriah, Palestina. Bahkan, saat terjadi bencana di Palu, Kak Guruh dan kawan-kawan mendapat respons positif dari para pelajar di IZU. Kegiatan lain adalah pengenalan budaya Indonesia di Turki berupa pameran dan penampilan tari daerah serta makanan khas Indonesia.

Untuk organisasi, mayoritas dari pelajar di Turki aktif di PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Turki. PPI Turki sendiri memiliki beberapa program untuk mengingatkan kualitas pelajar yang ada di Turki. “Sebagai mahasiswa tentunya aktif dibangku perkuliahan saja tidak cukup bagi kita apalagi jika diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negri.Sangat disayangkan apabila hanya aktif didalam kelas, karena ketika  kuliah diluar negri kita punya banyak peluang untuk aktif diberbagai macam organisasi International yang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman kita. Di samping itu kita juga bisa membaca dan mempelajari apa apa saja yang kurang dan harus diperbaiki di Indonesia agar suatu saat kita tidak pulang dengan tangan kosong, jadi aktif diluar kelas teramat peting bagi seorang mahasiswa dalam maupun luar negeri.” begitu tuturnya.

Pesan

Pesan Kak Guruh untuk kita semua, jika kita ingin kuliah di luar negri, hal utama yang harus kita lakukan adalah yakin pada diri kita bahwa kita bisa, keyakinan itupun harus diiringi usaha dan do’a. Jangan pernah melihat hasilnya tetapi nikmati saja prosesnya, banyak sekali rintangan yang akan dihadapi tetapi kita tidak boleh mengeluh. Biarkan orang lain yang mengeluh. Semakin sering mereka mengeluh, semakin pasti juga kegagalan akan menimpa mereka. Kita harus tetap fokus pada tujuan utama. Sebesar apa usaha kita, sebesar itulah apa yang akan kita dapatkan. Jangan pernah berharap mendapat suatu kesuksesan dengan usaha yang ecek-ecek, karena itu hanyalah sebuah mimpi. Usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Dan satu hal lagi yang perlu di ingat, “Usaha tanpa do’a itu sombong dan do’a tanpa usaha hanyalah omong kosong”. Wah, luar biasa sekali !

FAQ

1. Deris_UNNES_fisika_

Apakah kakak setelah lulus nanti dari IZU akan kembali ke Indonesia atau memilih bekerja dan tinggal di Turki?

Prinsip saya pribadi adalah “pergi untuk kembali” jadi tujuan saya kuliah disini adalah untuk membaca dan  mempelajari apa saja yang kurang di Indonesia agar kelak bisa memperbaikinya,  jadi In Syaa Allah saya akan pulang ke Indonesia tapi kembali lagi “Man purposes and God disposes

2. Dian Arianto_UI_Ilmu Komputer

Apakah kepengurusan PPI Turki dipegang oleh mahasiswa S1 atau S2?

Mayoritas S1 dan MPA (Pembimbing) dari S2

3. Nurjannah Saad_Makassar

Apakah ketika kakak mendaftar di IZU mengikuti tes ISE juga? Karena saya pernah membaca bahwa itu salah satu syarat tuk bisa daftar di IZU.

Waktu saya daftar di IZU tidak menggunakan ISE, TOEFL, dan lain-lain. Karena, prosedur untuk mendaftar di IZU tanpa sertifikat seperti itupun bisa. Karena nanti disana akan diadakan ujian bahasa yang nantinya hasil dari ujian bahasa itu akan menentukan level bahasa kita. Kalau level bahasa kita cukup, kita bisa langsung kuliah. Kalau level bahasa kita belum cukup, kita akan ditempatkan di kelas yang sesuai dengan level bahasa kita untuk persiapan bahasa. Kalau Fakultas yang kita ambil Full-English, maka nantinya Full-English begitu juga dengan bahasa Arab. Kalau kita mengambil kelas Turkish, maka kita mutlak harus mengambil kursus satu tahun bahasa Turki. Tapi jika ingin melampirkan sertifikat semacam itu lebih baik. Karena bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan beasiswa dan langsung memulai perkuliahan.

4.Billa_UNESSA_ADM PUBLIK

Apakah sistem pembelajaran disana berbeda dengan yang ada di indonesia kak? Lalu perbedaan itu apakah sangat menghambat laju prestasi kita? Dan bagaimana mengatasinya?

Sistem pembelajaran di Turki berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia lebih condong kepada skill menganalisa dan menulis, maka di Turki lebih mengutamakan skill menghafal. Cara mengatasinya yaitu dengan mengikuti berbagai workshop atau memperbanyak diskusi dengan teman. Di Turki untuk jenjang S1 tidak ada pembuatan skripsi, berbeda dengan di Indonesia yang mengharuskan pembuatan skripsi. Hal ini juga yang menjadikan mahasiswa Indonesia mempunyai kelebihan, karena mahasiswa S1 Indonesia sudah memiliki skill menganalisa sedangkan disini banyak yang kaget ketika mengambil jenjang S2. Tapi untuk hal menghafal lebih kuat di Turki. Jadi masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Sehingga perbedaan itu tidak sama sekali menjadi penghambat prestasi kita.


“ Your dream doesn’t have an expiration date. Take a deep breath and try again!”

-K.T Witten-
Artikel ini merupakan notulensi Schotalk #13 Sahabat Beasiswa Chapter Cirebon, 16 Februari 2019

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship