Halo, teman-teman Scholarship Hunters! Tahukah kamu, Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) RI mempunyai banyak program beasiswa, loh. Salah satunya yaitu Beasiswa Unggulan (BU). Beasiswa Unggulan ini merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada masyarakat, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuannya untuk mempersiapkan generasi unggul yang cerdas dan kompetitif.

Sapa Awardee

Aditya Prihandhika atau yang akrab disapa Kang Adit  adalah awardee Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI. Pada tahun 2016, Kang Adit menjadi awardee Beasiswa Unggulan Bandung untuk Program Studi Magister Pendidikan Matematika di Universitas Pendidikan Indonesia dan sekarang telah terdaftar kembali menjadi mahasiswa S3 Program Studi Pendidikan Matematika di kampus yang sama.

Universitas Sasaran Beasiswa Unggulan

Universitas sasaran program Beasiswa Unggulan adalah semua universitas negeri dan swasta yang memenuhi standar akreditasi Universitas dan Program Studi minimal B. Jadi, bagi kalian yang ingin mendaftar Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI pastikan Universitas dan Program Studi kalian sudah terakreditasi oleh BAN PT minimal B. Adapun proses pendaftaran untuk beasiswa unggulan sendiri terdiri dari dari dua tahap seleksi, pertama tahap seleksi administrasi dan kedua tahap seleksi wawancara.

Syarat Administrasi

  1. Calon penerima beasiswa melakukan registasi online dengan membuat akun daftar di buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id  menggunakan e-mail.
  2. Calon penerima beasiswa melengkapi isian sesuai data.
  3. Calon penerima beasiswa mengunggah berkas-berkas pendaftaran meliputi : ijazah, Letter of Acceptance (LoA)/surat penerimaan studi untuk mahasiswa baru atau surat keterangan aktif kuliah untuk mahasiswa on-going, transkrip nilai untuk mahasiswa baru atau kartu hasil studi untuk mahasiswa on-going, KTP untuk mahasiswa atau KTM untuk mahasiswa on-going, sertifikat TOEFL ITP/IELTS (khusus S2/S3), proposal rencana studi, surat rekomendasi, surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa, essay “Aku Generasi Unggul Kebanggan Indonesia”, sertifikat prestasi, dan issue-nya yang di tahun 2019 ini bakal ada syarat tambahan yaitu sertifikat Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa dibawah naungan Kemendikbud.

Jika lolos tahap administrasi, kalian akan mendapatkan pemberitahuan langsung melalui akun pendaftaran dan e-mail kalian masing-masing. Setelah itu, tahap kedua yaitu tahap wawancara. Dalam tahap wawancara, hal-hal yang ditanyakan biasanya deskripsi diri kalian sendiri (meliputi kondisi keluarga, karakter yang dimiliki, dan riwayat studi), apa alasan kalian melanjutkan pendidikan tinggi, apa urgensi kalian mengambil program studi yang kalian ambil. Kapan sih pembukaan pendaftaran Beasiswa Unggulan dibuka untuk tahun 2019? Mengacu kepada pembukaan pendaftaran Beasiswa Unggulan pada tahun 2018, pembukaan untuk batch 1 dimulai pada tanggal 20 Maret s.d 19 April 2018 sementara untuk batch 2 dimulai pada tanggal 1 Juli s.d 31 Juli 2018. Berdasarkan proses pendaftaran Beasiswa Unggulan di batch 1 dan 2, dapat kita ketahui bahwa masa pendaftaran hanya berjalan selama kurang lebih satu bulan.

Kali ini, Sahabat Beasiswa Chapter Kuningan mengadakan Schotalk dengan tema “Merajut Visi Pendidikan Tinggi Bersama Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI” yang disampaikan oleh Kang Adit. Adapun pembahasan dalam schotalk meliputi:

Cicil Berkas Pendaftaran

Meskipun Beasiswa Unggulan tahun 2019 belum dibuka, alangkah baiknya bagi scholarship hunters yang tertarik untuk mendaftar agar mulai mempersiapkan segala berkas pendaftaran yang dibutuhkan dari sekarang. Karena kalau ditunda sampai mendekati waktu pendaftaran, itu akan sangat menyusahkan. Apalagi untuk sahabat yang belum memiliki sertifikat TOEFL ITP/IELTS (bagi pelamar S2/S3). Berkas yang satu ini harus betul-betul jadi perhatian, karena biasanya orang-orang yang sering sharing dengan Kang Adit selalu terkendala dengan sertifikat TOEFL ITP/IELTS. Kemudian, sertifikat dan sertifikat Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) yang issue-nya akan dijadikan sebagai syarat tambahan, harus disiapkan juga ya hunters. Info lengkapnya bisa dilihat di laman ukbi.kemdikbud.go.id.

Selain sertifikat TOEFL ITP/IELTS dan UKBI, berkas yang harus jadi perhatian adalah LoA atau surat keterangan telah diterima di kampus yang dituju (bagi pendaftar mahasiswa baru). Jadi, pastikan sebelum mendaftar Beasiswa Unggulan, kamu sudah memiliki LoA. Mulai dicari informasi kapan dilaksanakannya tes penerimaan mahasiswa baru di kampus yang dituju serta kapan pengumuman kelulusannya. Selanjutnya, berkas yang bisa disiapkan dari sekarang adalah surat rekomendasi, karena berkas ini melibatkan orang lain sebagai pemberi rekomendasi yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Khawatirnya, ketika orang tersebut sedang kita butuhkan, malah yang bersangkutan tidak dalam kondisi yang stand by karena sedang dinas diluar, dan bahayanya lagi ketika waktu dinasnya memakan waktu yang cukup lama. Menulis essay dan proposal rencana studi agar menjadi bahan bacaan yang baik oleh pewawancara pun bukan perkara yang mudah loh, hunters. Jadi, kalau kamu sedang senggang bisa dipergunakan waktunya untuk menulis essay dan proposal. Banyak sekali contoh penulisan essay dan proposal BU yang bisa dijadikan referensi oleh sahabat.

Jadikan Sosial Media Agar Lebih Berfaidah

Kang Adit memberikan tips sedikit nyeleneh dengan mnggunakan sosial media agar lebih berfaidah. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat kebutuhan sosial media saat inicenderung menjadi kebutuhan primer, setiap hari orang-orang pasti mengakses kebutuhan informasi. Jadi, alangkah baiknya, bagi scholarship hunters  memulai mengikuti akun-akun sosial media yang aktif memberikan informasi seputar pembukaan beasiswa, mentoring-mentoring persiapan beasiswa, dan event-event sosialisasi beasiswa. “Kalau sudah terbiasa mengakses informasi tersebut, yakin deh, pasti sahabat akan lebih siap dan percaya diri dalam mendaftar beasiswa.” kata Kang Adit.

Format Penulisan Essay dan Proposal Rencana Studi

Berbicara tentang format essay dan proposal, sebenarnya tidak ada format khusus yang diberikan oleh BPKLN Kemendikbud RI pada proses pendaftaran Beasiswa Unggulan. Namun, ada beberapa hal yang harus disampaikan dalam penulisan essay dan proposal. Mengenai essay yang bertemakan “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Indonesia”, setidaknya upayakan untuk memuat tentang deskripsi diri (identitas,kondisi keluarga, riwayat pendidikan), makna dari generasi unggul, masalah yang dihadapi bangsa saat ini, dan apa peran atau solusi yang dapat kita beri untuk bangsa ini. Selanjutnya mengenai proposal rencana studi, setidaknya upayakan untuk memuat tentang alasan mengapa mengambil studi, rencana perkuliahan, topik tugas akhir yang akan diajukan, aktivitas yang akan dilakukan di luar perkuliahan selama studi, dan rencana kontribusi yang akan dilakukan setelah studi. Tentunya, akan lebih bagus lagi ketika menuliskan topik-topik lain dalam penulisan essay dan proposal rencana studi agar isinya bisa lebih baik. Namun harus tetap memerhatikan data dan faktanya, karena isi essay dan proposal harus sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Latihan Wawancara

Banyak tutorial wawancara yang ada di Youtube dan juga teori-teori wawancara yang ada di internet atau media sosial. Kamu bisa mulai latihan untuk memposisikan diri sebagai orang yang diwawancara dengan mencoba menjawab pertanyaan yang biasa muncul dalam wawancara. Lebih asyik lagi kalau memiliki partner untuk melakukan simulasi wawancara. Selamat mencoba.

Upgrade Nilai dan Kualitas Diri

Setiap pelamar beasiswa pasti memiliki kelebihan dan ciri khas masing-masing. Oleh karena itu, selain IPK, kualitas diri pun harus terus ditingkatkan dengan maksud agar kita dapat unggul dan berbeda secara kualitas dengan pelamar yang lain. Ada beberapa langkah yang mungkin dapat dilaksanakan oleh setiap calon penerima beasiwa untuk meng-upgrade nilai dan kualitas diri, diantaranya: aktif dalam berbagai organisasi kampus atau organisasi sosial; ikut kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan oleh pemerintah, kampus atau organisasi masyarakat; ikut kegiatan social volunteer; ikuti kegiatan konferensi atau sejenisnya, baik di dalam maupun luar negeri. Kang Adit menceritakan salah satu temannya yang termasuk unggul dalam akademik, tetapi ia belum diterima menjadi penerima Beasiswa Unggulan meskipun sudah daftar beberapa kali. Hal tersebut menandakan bahwa ada nilai lain yang lebih penting yang dicari oleh tim penyeleksi beasiswa. “Saya adalah orang yang percaya bahwa penerima beasiswa bukanlah selalu orang yang pintar, tapi penerima beasiswa adalah orang yang memiliki nilai yang mampu memberikan dampak kebaikan untuk banyak orang.” imbuh Kang Adit. So, yuk kita tingkatkan terus kualitas dan jadi agen perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat.

Pastikan Mengunggah Semua Dokumen yang Dipersyaratkan

Ini salah satu tips penting yang harus diperhatikan ketika proses seleksi administrasi. Jangan sampai mengunggah dokumen yang berlainan dari apa yang telah dipersyaratkan oleh tim penyeleksi beasiswa unggulan. Pahami dengan benar apa saja yang  harus diunggah dalam akun pendaftaran. Seperti contoh berdasarkan pengalaman, terdapat kasus dari beberapa teman yang menunggah sertifikat TOEFL tetapi bukan sertifikat TOEFL ITP melainkan sertifikat TOEFL Prediction Test. “Ada  lagi teman yang mengunggah proposal tugas akhir (lengkap dari BAB I s.d III) padahal yang diminta adalah proposal rencana studi (sudah pasti beda kan ya), nah, ia akhirnya tidak lolos dalam tahap seleksi administrasi. Oleh karena itu, jangan dianggap enteng mengenai proses unggah berkas dalam tahap administrasi, sayang banget kan ketika melewatkan kesempatan untuk lanjut ke tahap wawancara hanya karena kita kurang memahami dan mempersiapkannya dengan teliti.” jelas Kang Adit.

Libatkan Allah SWT dan Restu Orang Tua dalam Setiap Urusan

Ini tips yang paling utama dan paling ampuh ketika mendaftar Beasiswa Unggulan yaitu dengan melibatkan Allah SWT dan restu orang tua. Kang Adit menyampaikan bahwa ada salah satu temannya (yang sama-sama menjadi penerima BU) bercerita bahwa secara logika, dirinya akan sangat sulit dalam mendapatkan beasiswa karena berbagai hambatan yang ditemui, terutama hambatan finansial dalam upaya mempersiapkan segala kebutuhan pendaftaran Beasiswa Unggulan. Namun, dirinya percaya bahwa Allah SWT akan membantunya dan restu kedua orang tua akan semakin mempermudah semua urusannya. Bayangkan, meskipun dalam kondisi finansial yang sulit, dirinya tetap menyisihkan sedikit uangnya untuk disedekahkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Dirinya yakin bahwa Allah SWT akan membalas segala kebaikan yang dia lakukan, dan pada akhirnya dirinya pun menjadi salah satu penerima Beasiswa Unggulan. So, selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT adalah kuncinya. Selain itu, meminta kesedian orangtua untuk selalu mendoakan, insya Allah segala hambatan yang ada akan terasa ringan untuk ditaklukkan.

Realisasikan Niat Yang Sudah Terpatri Dalam Hati dan Mulailah Untuk Mempersiapkan

Tips yang terakhir adalah realisasikan niat untuk mendaftar beasiswa, khususnya Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI seperti apapun hambatan yang ditemui nanti. Pada kenyataannya, setiap orang memiliki kesamaan, yaitu ingin mendapatkan beasiswa tetapi yang membedakan adalah tekad untuk memperjuangkan keinginan tersebut agar menjadi nyata melalui doa dan ikhtiar. “Saya ingin kembali bercerita pengalaman ketika mendaftar Beasiswa Unggulan sebagai penutup materi schotalk kali ini. Tahukah sahabat, bahwa saya selalu mencari dan mempelajari informasi Beasiswa Unggulan selama kurun waktu 1 tahun ketika saat itu saya kuliah S1 di semester 5. Saya ingin sekali melanjutkan pendidikan dengan beasiswa. Oleh karena itu saya terus berupaya untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan sebelum Beasiswa Unggulan resmi dibuka. Saya sadar bahwa niat tanpa eksekusi hanya berujung pada halusinasi. Meskipun saya bukan termasuk  yang diperhitungkan oleh banyak orang, namun karena persiapan yang matang, akhirnya saya bisa memberikan pembuktian bahwa segala impian begitu mungkin untuk diwujudkan. Sahabat pun memiliki peluang yang sama untuk mewujudkan impian, jadi tunggu apalagi? Realisasikan niat dengan mulai mempersiapkan diri menjadi penerima Beasiswa Unggulan tahun 2019.” begitu cerita Kang Adit.

Tips

Negara sudah memberikan begitu besar kesempatan kepada kita untuk melanjutkan pendidikan tinggi agar menjadi generasi unggul yang cerdas dan kompetitif. Tinggal kita yang menentukan, apakah kita mampu untuk mewujudkan itu semua. Mungkin banyak sekali keterbatasan yang dimiliki oleh teman-teman semua, tapi apakah kita akan menyerah pada keterbatasan? Setiap orang memiliki kesamaan, sama-sama ingin mendapatkan beasiswa pendidikan, tapi yang membedakan adalah apakah kita mau memperjuangkan visi pendidikan kita agar menjadi kenyataan ? Coba lagi, coba terus, jadikan keterbatasan sebagai tantangan dan alasan untuk menang.

Rencanakanlah visimu dengan baik, buat langkah-langkah untuk mewujudkannya. Persiapkanlah rencana dengan matang, karena Gagal dalam mempersiapkan sebuah perencanaan = mempersiapkan sebuah kegagalan.


Artikel ini merupakan hasil notulensi Schotalk Sahabat Beasiswa Chapter Purwokerto

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship