Halo, teman-teman Scholarship Hunters! Sahabat Beasiswa Chapter Palembang mengadakan Schotalk #3 pada hari Minggu, 31 Maret 2019 pukul 20.00-22.00 WIB. Narasumbernya adalah Ahmad Satria Budiman yang merupakan awardee LPDP di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, Sweden. Apa saja sih yang dibahas dalam schotalk kemarin? Yuk, simak ulasan berikut!

Apa yang dimaksud dengan beasiswa LPDP?

LPDP itu singkatnya pendanaan untuk pendidikan dan penelitian dari pemerintah Indonesia, siapa pun putra/putri Indonesia di mana pun kalian selama memenuhi persyaratan bisa apply LPDP.

Satria mengungkapkan bahwa ia sering ditanya, “apa bisa lulusan kampus swasta studi lanjut dengan LPDP, apalagi studi ke luar negeri?” Jawabnya bisa. Intinya selama memenuhi persyaratan, siapa pun bisa apply dan punya kesempatan yang sama untuk ikut proses seleksi.

“Aku pun lulusan kampus swasta, yang dulu gagal SNMPTN berkali-kali.” terang Satri.

Apa saja persyaratan beasiswa LPDP?

Untuk  persyaratan, kita harus tau jenis beasiswa apa yang dituju, karena sekarang LPDP sudah berkembang. Ada beberapa jenis beasiswa, seperti Reguler, Afirmasi, Santri, dan lain-lain. “Aku sendiri apply yang Reguler. Seingetku waktu itu, syaratnya sudah lulus S1, buat esai, buat surat kesehatan, dan lain-lain. Bisa dicek lebih lengkap di websitenya (http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/). Terus juga ada batasan usia. Ada juga batasan atau syarat minimal untuk nilai IPK dan skor Bahasa Inggris.” begitu cerita Satria.

Apa keistimewaan dari LPDP?

Dalam schotalk yang dilakukan minggu kemarin, Satria menyampaikan bahwa sebenarnya mungkin tiap awardee (penerima beasiswa) punya pendapat tersendiri mengenai keistimewaan beasiswa yang dia (awardee) apply, termasuk LPDP. Pun setiap awardee LPDP bisa jadi punya pendapat yang beragam kalau ditanya spesialnya LPDP. Satria berkata, “Tapi kalau buatku, di LPDP itu ada program yangg namanya PK atau Persiapan Keberangkatan. Buatku ini yang istimewa dari LPDP. Di PK, awardee dari seluruh nusantara dipertemukan untuk diberi pembekalan sebelum berangkat ke kampus tujuan masing-masing. Karena visi LPDP itu untuk mencetak pemimpin, maka kepemimpinan merupakan salah satu pembekalan di PK. Aku sendiri mengakui berkembang cukup banyak di PK, belajar memanage orang, belajar mengakomodir berbagai kepentingan, belajar ngomong di depan umum, dan lain-lain.”

Satu lagi, keistimewaan LPDP adalah latar belakang awardee-nya macam-macam. Ada yang pintar sekali, ada yang kaya, ada yang pegawai negeri, ada yang punya usaha, ada yang dokter, ada yang fresh graduate, jadi bisa menambah atau memperkaya pola pikir. Dan belajar me-manage diri pastinya karena ada beragam karakter di sana.

Bagaimana tahap seleksi beasiswa dan tahapan seleksi di KTH?

Saat itu, Satria apply beasiswa LPDP tahun 2016. Jadi ada seleksi administrasi, tahapnya adalah membuat beberapa dokumen lalu upload di sistem. Lalu ada seleksi substansi, yaitu group discussion, essay on the spot (menulis esai dengan tema yang ditentukan dalam batas waktu tertentu), dan wawancara. Kemudian pengumuman dan PK. “Kalau sekarang, ada tambahan seleksi online ya, dengan sistem CAT yang seperti diikuti oleh Maudy Ayunda.” imbuh Satria.

Untuk tahapan seleksi kampus, ini tergantung kampus masing-masing. Kalau di Swedia, semua pendaftaran kampus dilakukan lewat satu sistem yang namanya University Admission. Di situ peserta upload dokumen lalu menunggu hasilnya (tidak ada wawancara), kita bisa buat pilihan sampai 4 program. Mirip sama SNMPTN kurang lebih.

Beasiswa LPDP ini tidak ada uang pedaftaran. Ketika mendaftar kampus, di Swedia ada biaya pendaftaran atau admission fee yang bayarnya memakai credit card.

Untuk seleksi substansi LPDP itu ada pilihan kotanya, kita sendiri yang menentukan mau seleksi di kota mana.  “Kalau dulu pasti di Jawa sama beberapa kota di luar Jawa. Sekarang, sudah lebih banyak pilihan kotanya, jadi lebih memudahkan mobilitas temen temen.” ungkap Satria.

Fasiliatas apa yang akan didapat dari beassiwa LPDP?

Selain PK dengan pembicara yang ahli di bidangnya, fasilitas yang didapat secara garis besar adalah dana studi dan biaya hidup. Ada juga komponen lain seperti uang buku, dana riset, dana buat ikut conference, dan lain-lain yang bisa diajukan sesuai ketentuan. Kalau dulu ada juga tunjangan keluarga bagi yang sudah berkeluarga, tapi sekarang tunjangan ini dihapuskan.

Kewajiban yang harus dilakukan setelah selesai studi?

Satria mengungkapkan bahwa kewajiban ini kembali ke mindset. Karena beasiswa LPDP dari pemerintah, dananya dari rakyat. Setelah kita selesai belajar, tentunya ada tanggung jawab untuk mengabdi dan berkontribusi. “Menurutku bukan kewajiban lagi, tapi memang harus berkontribusi dan mengabdi, bisa dalam banyak hal. Saat mendaftar, kita diminta membuat rencana termasuk apa yang dilakukan setelah selesai belajar, dan ditanya juga saat wawancara, pasti dari situ para pewawancara bisa menilai. Jadi, kalau kurang berkenan untuk berkontribusi dan mengabdi, ya silakan apply beasiswa lain.” ungkap Satria.

tolak ukur bisa lolos LPDP itu juga bisa ditebak. Misalnya, ada yang punya prestasi berlembar-lembar di CV-nya tetapi tidak lolos. Dalam hal ini, pihak LPDP pasti punya penilaian tersendiri dan ketika diterima bisa jadi apa yang dicari oleh peserta yang apply dan apa yang dicari LPDP itu sesuai. Jadi, bukan berarti kalau tidak lolos artinya tidak bagus.

Pengalaman apa yang paling berkesan selama kuliah di KTH?

“Yang berkesan dari belajar di sini misalnya tidak ada formalitas yang terlalu kaku antara dosen dan mahasiswa. Jadi, bisa panggil dosen dengan nama depan meskipun dia profesor. Terus bebas berpendapat dan mengemukakan ide selama punya dasar yang kuat. (Sistem) penilaian juga fair berdasarkan kemampuan, jadi tiak ada kesan like and dislike.” Begitu pengalaman yang diceritakan oleh Satria.

Satria juga menambahkan, “Yang berkesan dari hidup di sini, masyarakatnya teratur. Misalnya, tidak merokok sembarangan, taat lalu lintas, tidak berdiri sembarangan di eskalator, ada jalur pejalan kaki dan pesepeda, dan lain-lain. Hidup sebagai muslim juga tidak susah.”

Kalau dari segi keilmuan, tidak diragukan lagi, karena QS ranking-nya KTH itu tinggi pasti fasilitasnya juga serba lengkap. Tetapi dibalik semua itu, ada masa-masa di mana kita merasa lebih nyaman di negeri sendiri.

Apa yang bisa membuat kita lolos beasiswa ini?

Satria berpesan agar bisa lolos beasiswa ini, baiknya jadi diri sendiri. Tidak perlu pencitraan, tidak perlu cari muka, tidak perlu sok keren. “Kalem saja, yakin sama diri sendiri, yakin kalau kita sudah berusaha memantaskan diri jadi sebaik-baiknya diri sendiri. Dan kalaupun belum diterima, balik lagi, bukan  berarti tidak bagus, mungkin rejekinya ada di jalan lain.”

Pada kategori reguler, apakah kandidat bisa mengajukan kampus di luar dari daftar kampus yang dituju?

“Kalau sekarang setauku ikut daftar kampus yang diberikan LPDP. Kalau dulu ada kemungkinan pindah kampus. Sekarang yang aku dengar tidak bisa lagi pindah kampus atau daftar ke kampus yang di luar dari list. Memang sekarang list untuk reguler dikurangi banyak ya jika dibandingkan sama afirmasi, tapi begitulah kebijakannya. Kita mengikuti saja. Untuk lebih pasti, kamu bisa coba cek ke pihak LPDP-nya, dulu aku juga sempat tanya via email pas ada yang aku perlu penjelasan lebih.”

Bagaimana trik dan tips membuat esai yang tidak terkesan sombong dan sesuai dengan karakter yg dicari LPDP?

“Kalau saya dulu bisa dibilang sangat lama merancang ide atau membuat outline-nya, lalu relatif sebentar menulisnya. Selama sudah tahu mau menulis apa, semoga lancar pas nulisnya. Supaya sesuai dengan karakter yang dicari, kita perlu kenal lebih dekat sama LPDP, apa visinya, misinya, nilai-nilainya, dan dari situ kita bisa mengukur dan menyesuaikan bagian mana yang sekiranya match dengan apa yang dicari LPDP. Lalu, supaya tidak terkesan sombong, ketika sudah selesai coba baca berkali-kali, kalau perlu minta orang lain (seperti keluarga atau teman, tapi tidak wajib kok) buat minta pendapat.”

Dan juga tidak perlu sesuatu yang ‘wah’, dalam arti tidak harus pernah juara 1 lomba apa, tidak harus pernah juara pemilihan apa. Jadi, selama apa yang sudah kita lakukan sesuai dengan profil LPDP, just go.

Apa tips agar lulus Tes TPA dan memaksimalkan waktu yang diberikan ketika menulis semua esai on the spot berbasis komputer. Sedangkan waktunya dibatasi?

“Tips lulus TPA, aku dulu pernah dikasih tahu jangan terlalu stressful, cukup makan, dan cukup istirahat. Pas essay on the spot, sebelumnya bisa coba simak isu-isu publik yang lagi dibahas (saat ini), biasanya tidak jauh dari itu. Skemanya : pembukaan + isi + penutup. Jadi, pastikan esainya ada unsur ini supaya ide yang mau disampaikan bisa tertuangkan dalam waktu singkat.”

Apa yang dimaksud CAT yang menjadi salah satu syarat tes LPDP?

Computer Assisted Test (CAT), simpelnya tes untuk mengukur diri dengan menggunakan komputer. Aku dulu pernah ikut tes CPNS tahun 2014 apa 2015 ya, jadi soalnya tentang wawasan kebangsaan, kemampuan numerik, kemampuan verbal, sama ada soal-soal karakter tentang sikap selama bekerja. Kita jawab soal di komputer (pilihan ganda), ada batas waktu juga.”

Apa jenis beassiwa ini fully funded dan bagaimana pilihan jurusannya?

“Yes, beasiswa sampai lulus sesuai kontrak studi dengan kampus tujuan. Misalnya antara agustus 2018 sampe juni 2020, maka beasiswa diberikan dalam waktu tersebut aja. Kita bisa daftar LPDP selama memenuhi persyaratan, dan salah satu persyaratan itu adalah pilihan kampus ada di list LPDP. Setahuku jurusan kesehatan yang ada awardee LPDP-nya misalnya global health sama nursing, tetapi bisa cek lagi apakah sekarang ada di list LPDP atau tidak. Setiap awardee ada tanda tangan kontrak, dan ketika ada kontrak yg dilanggar pasti beasiswanya bisa dicabut.”

Pesan untuk Scholarship Hunters

“Kalau berani bermimpi, harus berani juga mengeksekusi. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi punya kendali buat masa depan. Dan yang kita perlukan adalah cara, bukan alasan. Cara untuk berusaha memantaskan diri dengan apa yang dicari LPDP.” Semangat!

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship