gambar : kampusdesa.or.id

Tidak pernah terpikir olehku bahwasanya aku ( Salman ) harus meninggalkan pulau Kalimantan, dengan nilai UAN Kimia 1.75, Fisika 3,75, Bahasa Inggris 6,8, Matematika 5,5  dan Bahasa Indonesia 7 dengan nilai serendah ini bahkan aku masuk dalam 50 Terbawah dari 256 siswa Kelas XII di sekolahku, aku yang sering keluar kelas untuk ikut lomba Futsal maupun acara organisasi di luar sekolah, aku malah satu satunya yang di terima masuk PTN Negeri di Pulau Jawa lewat jalur undangan SNMPTN. Keajaiban dunia keajaiban dunia ke 8.

Dunia sekolahku gempar, teringat waktu aku kelas XI saat itu ayahku yang juga anggota Komite sekolah datang ke sekolahku di Banjarbaru untuk menghadiri rapat dewan komite. Setelah selesai rapat bertemu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Bu Tina ( Guru Kimia ) kemudian Bu Tina Bilang “anak bapak sering nggak masuk kelas, mabuk organisasi kalo begini terus Salman nggak bakalan naik kelas” mendengar ini ayahku bilang “ Tidak masalah bu, karena sekarang yang kita perlukan adalah pengalaman organisasi dan mempunyai banyak link”. Kemudian Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Bu Endah “ Benar kata ayah Salman. Tersenyum sendiri aku memikirkan bagaimana reaksi bu Tina setelah pengumuman itu.

Ya waktu sekolah aku menjabat banyak jabatan antara lain, Ketua Hari Ulang Tahun Sekolah dan  Seketaris Ikatan Organisasi Intra Sekolah Banjarbaru, Penasehat Kegiatan Study Islam (KSI) Rohis dan ketua Ekstrakulikuler Futsal dan juga Osis. Akupun juga  mengikuti acara kegiatan di luar Kalimantan seperti Forum Pelajar Indonesia di Jakarta, Bina Anak Nusantara dll. Nah dari sana aku dapat sertifikat nasional yang menunjang nilaiku sehingga aku diterima di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

Aku Kuliah di Jurusan Hubungan Internasional, selain kuliah akupun juga tinggal di Pondok Pesantren Mahasiswa di luar kampus, meskipun Mondok dan kuliah + aktif organisasi di mulai semester ke 2( karena menurutku semester 1 itu menguatkan pondasi dulu, apabila pondasi kuat maka akan mudah untuk selanjutnya ) dan ternyata hal ini benar.  Waktu terus berlalu, per Semester IPK ku selalu di atas 3.60 sehingga akupun menjadi salah satu kepercayaan Professorku, sering di ajak beliau ngisi materi di Surabaya maupun luar Kota Surabaya. Selain itu pula aku juga jadi Volunteer di Internasional Office kampusku tahun 2016 aku bertemu Pak Radyum Ikono saat itu kami undang untuk mengisi Scholarship Challenge. Aku mendapatkan motivasi besar setelah ketemu Pak Ikono. Di 2016 itu pula aku jatuh cinta aku mulai berani mengutarakan kepada seseorang wanita yang ku kagumi dari setahun lalu, karena kesholehan, kelembutan dan satu visinya serta juga cantik sebut saja namanya Khairunnisa Salsabila.

Alhamdulillah, ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Setelah bertaaruf selama 3 bulan, alhamdulillah dia setuju nantinya setelah dia lulus jika itu memang rejeki maka kami akan menikah. Aku dan Khairunnisa meskipun satu fakultas dia adek kelasku setahun kami nggak pernah jalan berdua, kalo ketemu bertiga juga pasti ada muhrimnya.

Selagi kuliah aktif organisasi dll aku juga menyempatkan waktu mempersiapkan diri untuk mendaftar kampus impianku S2 yaitu Amsterdam University , ilmu ilmu yang ku dapatkan dari Pak Radyum Ikono waktu seminar ku pelajari ,dari memperbanyak riset, mempelajari Universitas Impianku, mempelajari gaya pikir Professor, Bahasa Inggris, mempelajari beasiswa dan pada akhirnya setelah aku lulus. Saling kirim email Sama Professor, di rekomendasikan dan di bantu mendapatkan LoA di Amsterdam University. Akupun tinggal mendaftar Beasiswa Stuned. Saat itu kebetulan di bulan januari –  15 Maret di buka pendaftaran Beasiswa, lulus langsung daftar deh.

Pada akhirnya aku lulus dan di terima Beasiswa Stuned, yang jadi pertanyaan sekarang bagaimana hubunganku dengan Khairunnisa ? aku tidak mau kehilangan wanita sebaik dia, sholehah seperti dia. Yang satu visi-misi denganku. Karena aku mendaftar hanya diam diam, hanya Rektor dan Professorku saja yang tahu, karena itupun untuk minta Surat Rekomendasi.

Saat di kasih tahu lewat telpon, semua jadi hening, diam bagaikan daun yang tak bersuara. Diamnya wanita itu ku pikir marah, hingga akhirnya beasiswa itu ku batalkan agar aku bisa menikah dengannya tahun depan . Karena yang ku pikirkan hanya satu, Beasiswa bisa di cari tapi Khairunnisa Salsabila hanya satu di dunia.

Namun setelah yang ku kabarin apa yang terjadi ? malah sebaliknya, dia malah marah dan mengatakan aku terlalu “Ambisi” . Mendengar perkataan dia, aku begitu sok dan beberapa hari kemudian hubungan kami berakhir.

S2 cancel nikah juga cancel, saat itu aku bingung harus bagaimana. Hanya bisa menangis mengadu kepada Allah. Mengharapkan kepada makhluk memang sakit. aku belajar bangkit, hingga akhirnya satu bulan kemudian aku dapat kabar WA bahwa aku bakal di bantu oleh seniorku untuk medapatkan LoA dan Beasiswa di Leiden University. Dan sekarangpun lagi proses. Karena janji tuhan itu pasti Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan (Al Insyirah:6) . Apabila kita ikhlas maka akan di berikan terbaik oleh Allah Jadi fokuslah pada satu pilihan. (Isra )

Berdasarkan kisah nyata.

untuk namanya admin samarkan

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship