Anggun Mulia Fortunata merupakan awardee dari Shanghai Government Scholarship yang saat ini sedang berkuliah S1 di Shanghai Ocean University (info tentang kampus terkait bisa dilihat di sini). Saat ini, ia tengah duduk di semester 2. Ia mendapatkan beasiswa itu pada tahun 2017 dan sekarang mengambil jurusan Food Science and Engineering. Anggun terlebih dahulu mengikuti persiapan bahasa mandarin di Shanghai Normal University pada tahun 2017-2018.

Apa itu Shanghai Government Scholarship?

Shanghai Government Scholarship adalah beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Shanghai kepada para pelajar dari luar maupun dalam negeri. Tetapi, sistemnya berbeda untuk pelajar dalam negeri (pelajar China). Beasiswa untuk pelajar luar negeri ditentukan sebelum program studi dimulai, sedangkan untuk pelajar China beasiswa diberikan saat semester 2 (dua) dengan melihat peringkat dan hasil dari semester 1 (satu). Info lebih lengkap bisa dilihat di sini.

Perjuangan Meraih Beasiswa

Dulu, Anggun sempat mengikuti SNMPTN, SBMPTN, UTUL UGM dan lain-lain. Ia sempat lolos SBMPTN dan diterima di jurusan teknik kimia Universitas Indonesia. Selang beberapa waktu Anggun mendapat pengumuman lolos seleksi SGS (Shanghai Government Scholarship).

Anggun mendaftar SGS lewat kampusnya langsung yaitu Shanghai Ocean University. Menurut Anggun, kampus tersebut tidak terlalu sulit seleksinya dan kampusnya lumayan ternama untuk jurusan marine-nya. Sekitar bulan Juni sesudah pengumuman keluar, Anggun mulai les privat Mandarin karena kondisi saat itu ia mengaku tidak bisa mandarin sama sekali. Pengumuman disampaikan oleh pihak kampus karena Anggun mendaftar di kampusnya langsung dibantu oleh teman yang memang sudah berkuliah di sana. Kemudian, Anggun les privat sekitar 3 bulan. Sekitar tanggal 7 September 2017 Anggun sudah sampai di Shanghai.

Syarat Pendaftaran

1. Bukan warganegara Cina dengan paspor biasa yang valid serta memiliki kesehatan yang baik
2. Lulus SLTA dengan usia di bawah 25 tahun ketika mendaftar program sarjana 
3. Pemegang gelar sarjana dengan usia di bawah 35 tahun ketika mendaftar program master
4. Pemegang gelar master dengan usia di bawah 40 tahun ketika mendaftar program doktor
5. – Persyaratan bahasa untuk program berbahasa Cina (sertifikat HSK):
   1. HSK 5 baru di atas 180 untuk Seni 
   2. HSK 5 baru di atas 180 untuk Sains atau Teknik 
   3. HSK 5 baru di atas 180 untuk Ekonomi dan Manajemen
   4. HSK 5 baru di atas 240 untuk Humaniora
– Persyaratan bahasa untuk program berbahasa Inggris: 
   1. Bahasa Inggris adalah bahasa native atau bahasa resmi 
   2. IELTS (A) 6.5 atau lebih; TOEFL IBT 90 atau lebih; atau tes kemampuan bahasa Inggris lainnya yang diakui internasional dengan skor setara dan menyertakan bukti sertifikat
6. Tidak sedang menerima beasiswa lain saat mendaftar

Bagaimana Cara Mendaftar SGS?

Sebenarnya persyaratan untuk pendaftaran tidak begitu sulit, hanya nilai lalu surat rekomendasi. Ada 2 cara dalam melakukan pendaftaran:

1. Lewat kampus

“Kalau lewat kampus, langsung di email saja kampusnya, tanya ke international committe-nya.” begitu tutur Anggun.

2. Lewat website (info lengkapnya bisa berkunjung ke web http://lxs.ecnu.edu.cn/EN/msg.php?id=36 dan pendaftarannya bisa dilakukan di sini)

Sistem Perkuliahan

Sistemnya nanti awardee belajar bahasa selama 1 tahun dengan teman-teman yang memperoleh SGS juga. “Tapi, para awardee tidak semuanya satu kampus dengan kita nantinya saat belajar S1. Mereka S1-nya dari berbagai kampus di Shanghai. Kemudian, selama satu tahun persiapan bahasa ini kita dibiayai full, mulai dari dorm (asrama), uang sekolah, asuransi, dan diberi uang saku per bulannya sebesar 2500 RMB atau sekitar 5 juta rupiah. Tetapi, saat kita S1 nanti ada kemungkinan kita tidak mendapat beasiswa full lagi.” kata Anggun.

Tipe Beasiswa SGS

Beasiswa SGS ini ada 3 jenis:

1. Tipe A (full cover)

Penerima beasiswa penuh (Tipe A) akan dibebaskan dari biaya kuliah di Shanghai, gratis akomodasi asrama kampus, serta mendapatkan tunjangan hidup bulanan sebesar RMB 2500/bulan untuk S1, RMB 3000/bulan untuk S2, dan RMB 3500/bulan untuk S3. Selain itu, disediakan pula asuransi kesehatan komprehensif bagi mahasiswa internasional di Cina.

2. Tipe B (hanya tuition)

Penerima beasiswa tipe B akan dibebaskan dari biaya kuliah di Shanghai serta memperoleh asuransi kesehatan komprehensif untuk mahasiswa internasional di Cina. Bedanya, penerima beasiswa parsial ini tidak mendapatkan tunjangan bulanan dan akomodasi asrama kampus sebagaimana beasiswa penuh.

Durasi beasiswa berlangsung selama 4 – 5 tahun untuk program sarjana, 2 – 3 tahun untuk program master, dan 3 – 4 tahun untuk program doktor. 

Yang menarik dari beasiswa Pemerintah Shanghai ini, pelamar bisa mendaftar untuk semua jurusan di program S1, S2, maupun S3.

Seperti yang telah disampaikan Anggun dalam Schotalk (Scholarship Talk) yang diselenggarakan oleh Sahabat Beasiswa Chapter Bandung (15/03) yang bisa menentukan tipe beasiswa mana yang dapat diperoleh nanti saat S1 adalah nilai dan sikap selama belajar mandarin 1 tahun di Shanghai Normal University. Biasanya setiap kampus mempunyai ketentuan yang berbeda-beda. Jika mengambil jurusan sosial minimal harus HSK 5. HSK adalah kepanjangan dari 汉语水平考试 (hanyu shuiping kaoshi) atau tes kemampuan mandarin. Misal mengambil jurusan science, minimal harus sudah lolos HSK 4.

Walaupun sudah lolos, tidak menjamin bisa mendapat beasiswa tipe A. Menurut Anggun, berkuliah di Shanghai  itu sejujurnya susah sekali, belajar kimia, fisika, matematika, dan lainnya menggunakan bahasa mandarin. “Bahasanya benar-benar berbeda dengan bahasa yang saya pelajari selama 1 tahun.” ungkap Anggun. Waktu itu, Anggun hanya belajar bahasa untuk tes HSK saja.

Tips lolos SGS

Tips dari Anggun untuk yang masih sekolah adalah teman-teman masih bisa mengejar dan memperbaiki nilai rapor. Tetapi, kalau memang sudah lulus dan tidak bisa diubah atau diperbaiki lagi lebih baik jangan mendaftar di kampus yang terlalu sulit. Contohnya Fudan University dan Shanghai Jiaotong university, keduanya merupakan kampus yang ternama.

Menurut Anggun, kuliah di Shanghai itu mengasyikkan, transportasinya sangat mudah, dan satu kelas dengan pelajar dari China merupakan suatu tantangan baru bagi Anggun, juga banyak pelajar Indonesia. Jadi tidak usah takut tidak mempunyai teman.

Pesan dari narasumber

Berdasarkan pengalaman Anggun belajar di China, itu kesempatan yang bagus banget karena China saat ini sedang berkembang pesat. Jadi tidak ada salahnya kita belajar di negara yang ada di peribahasa “Kejarlah pendidikan sampai di negeri China”.

Sesi Tanya-Jawab

1. Apakah ada syarat TOEFL/IELTS? Apakah full scholarship yang tipe A itu universitas tujuan kita yang menyeleksi atau tim belajar bahasa yang satu tahun?

Jawab: Tidak ada syarat TOEFL atau IELTS karena kita akan belajarnya full mandarin. Untuk scholarship, tim universitas tujuan kita. Jadi selama satu tahun itu kita benar-benar dipantau sama universitas tujuan kita nanti.

2. Terkait syarat, apa saja yang harus diperlukan? dan tahu darimana beasiswa tersebut?

Jawab: Syarat yang utama adalah nilai UN, ijazah, study plan, recommendation letter. Sisanya, paling hanya paspor, exam check, dll. Saya tahu beasiswa ini karena ada teman kebetulan yang sudah S2 disini.

3. Apakah kakak sebelumnya daftar Chinese Government Scholarship juga kah? Peluangnya lebih besar CGS atau SGS? Lalu apa beda dari keduanya? Apakah boleh apply kedua-duanya?

Jawab: Kalau apply dua-duanya di kampus yang sama, saya rasa tidak boleh. Bedanya, CGS dari pemerintah Chinanya, kalau SGS dari pemerintah provinsi Shanghai. Sebenarnya, saya waktu itu sempat takut tidak dapat yang type A, sehingga saya daftar lagi CGS di tahun 2018. Tapi saya tidak lolos. Tapi, kakak saya lolos CGS pdahal saat itu dia juga masih berjalan SGSnya.  Dan sekarang dia jadi ambil CGS.

Saya kebetulan SGS ini, juga berdua dengan kakak saya. Sekarang dia sudah ambil CGS dan pindah ke kota lain. Dan kalau kata orang, CGS itu lebih tidak ketat ketentuan nilainya atau yang lainnya. Jadi, waktu itu, saya sempat takut juga kalau di SGS bisa stress belajar karena ketentuannya. Kalau untuk peluang, saya kurang tahu tapi kemungkinan peluang CGS lebih besar.

4. HSK itu sampai berapa? Dan apakah HSK antar jurusan itu berbeda? Berapa rata-rata minimal nilai yang menjadi ketentuan penilaian?

Jawab: HSK ada 1 sampai 6. Dan untuk lulus, butuh nilai minimal 180 dan minimal 60 per bagian. Jadi ada bagian mendengarkan, membaca, dan menulis. HSK 1 itu yang paling mudah dan HSK 6 yang paling advanced.

5. Aku sudah sekolah diploma di Jiangsu, adakah program ekstensi (D3 ke S1) di Shanghai? Lalu kalau boleh tahu, temen kakak yang di fudan daxue dan shanghai jiaotong itu apakah anak indonesia juga?

Jawab: Ada kok kalau program ekstensi seperti itu. Tinggal kamu kontak saja kampus yang dituju lalu jelaskan keadaan kamu. Dan seharusnya nanti kamu bisa插班. Jadi hanya sekitar 2 tahun untuk lulus s1. Yang teman saya itu kebetulan bukan anak indonesia.

6. Apakah saat mendaftar langsung ke universitas dikenakan application fee?

Jawab: Tiap kampus berbeda tapi kebanyakan ada feenya. Kalau kampus saya biayanya 400 RMB.

7. Jika ingin mendaftar SGS untuk S2 apakah seleksinya sama seperti SGS yang untuk S1?

Jawab: Seleksinya sama. Tapi kalau untuk persiapan belajar bahasa mandarinnya, saya kurang tahu. Setahu saya berbeda. Karena sewaktu saya belajar bahasa mandarin, teman-teman saya semuanya berasal dari S1.

Kontak Narasumber:

Id wechat: anggun0010

Line: anggun1710

Kontak:

Internationals Students Office, ECNU  

Undergraduate Program: Sun Xiaoqian (Irina) xqsun@gec.ecnu.edu.cn

Master’s Program: Shuai Xuanyu (Natalia) xyshuai@gec.ecnu.edu.cn

Doctoral Program: Yin Ying yyin@ied.ecnu.edu.cn

Tel: +86-21-62238353 / 62232013

Fax: +86-21-62238352

Add: Room 253, Physics Building, East China Normal University, 3663 North Zhongshan Road, Shanghai 200062, China Website: http://lxs.ecnu.edu.cn/

Artikel ini merupakan hasil notulensi dari Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Chapter Bandung pada 15 Maret 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship