Hi, scholarship hunter! Apakah kamu sedang mengejar program beasiswa? Mungkin beasiswa DataPrint adalah salah satu pilihan yang tepat untuk kamu. Beasiswa DataPrint kali ini akan dibahas oleh Cavin Dennis Tito Siregar sebagai awardee sekaligus mahasiswa Ekonomi Pembangunan di Universitas Padjadjaran angkatan 2018. Yuk, simak penjelasannya!

Apa Itu Beasiswa DataPrint?

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kesembilan. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2018, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa ini merupakan salah satu program CSR DataPrint.

Kriteria Beasiswa

  1. Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP/SMA hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/D4/S1 (mahasiswa perguruan tinggi jenjang D3/D4/S1 yang diperbolehkan adalah mahasiswa aktif. Jadi teman-teman yang semester akhir yang sedang menyusun skripsi tidak diperbolehkan)
  2. Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi
  3. Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal
  4. Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa dari sekolah/kampus & pemerintah, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint
  5. Penerima beasiswa di periode 2 tahun 2018 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 1 tahun 2019
  6. Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran
  7. Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku untuk satu kali registrasi
  8. Pendaftaran tidak dipungut biaya

Tata Cara Pendaftaran

Apabila teman-teman sudah merasa memenuhi persyaratan, kita bisa melanjutkan ke tata cara mendaftarnya. Sebagai seorang mahasiswa dan pelajar pastinya sering ngeprint dan pastinya butuh tinta. Dataprint merupakan produk tinta yang sudah terkenal di Indonesia dan tidak perlu diragukan lagi kualitas dan inovasinya. Jadi, bagi teman-teman yang sudah membeli produknya atau pun belum, beli saja dulu tinta dataprintnya. Setelah membeli tinta, di dalam bungkusan tinta tersebut ada kupon yang berisi 2 jenis kode. Kode pertama merupakan kode untuk pendaftaran Beasiswa DataPrint dan kode kedua merupakan kode untuk program hadiah bulanan DataPrint.

Setelah mendapatkan kode untuk Beasiswanya, teman-teman bisa membuka website beasiswadataprint.com dan pilih bagian pendaftaran. Di bagian Pendaftaran teman-teman dapat mengisi data seperti biasa. Sama halnya dengan beasiswa lain, teman-teman diharuskan membuat essay. Tema essay akan ditentukan oleh panitia dan pihak DataPrint. Karena beasiswa ini terbuka bagi siswa SMP-SMA/SMK juga mahasiswa, maka panitia akan membuatkan 2 tema yang berbeda. Tahun ini (2019) untuk SMP – SMA/ SMK mengenai : Bijak bermedia Sosial Menjelang Pemilu 2019 dan untuk mahasiswa : Persiapan menghadapi revolusi industri 4.0.

Aturan Penulisan Essay

Dalam penulisan essay, kita pun harus mematuhi aturan yang ada, sebagai berikut:

  1. Essay merupakan OPINI PRIBADI. Tuangkan ide kamu semenarik mungkin.
  2. Penulisan dan tata bahasa sesuai dengan kaidah EYD.
  3. Panjang tulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata.
  4. Apabila pendaftar menyertakan kutipan atau data (milik orang lain / dari internet) tanpa menyertakan sumber/link, maka akan dianggap copy paste dan formulir akan didiskualifikasi oleh panitia.

Nilai Tambah Buat Calon Penerima

Beasiswa DataPrint juga memberikan nilai tambah, loh, bagi para calon penerimanya. Apa saja ya?

  1. Essai, termasuk peniaian paling utama. Teman-teman dituntut untuk kreatif dan mampu memberikan ide mengenai permasalahan dan topik yang diberikan panitia.
  2. Kuis, yang bisa diakses di website beasiswadataprint.com , dimana teman-teman dianjurkan menjawab kuis yang diberikan data print.
  3. Nilai dan Prestasi yang dicantumkan. Namun, bagi mahasiswa baru, hanya boleh mencantumkan nilai raport semester akhir atau nilai terbaru.

FAQ

1. Apakah seseorang yang sudah mendapat beasiswa lain masih bisa mendaftar beasiswa DataPrint?

Jawabannya sangat boleh. Kebetulan Cavin (awardee) juga merupakan Penerima Beasiswa Unggulan “Masyarakat Berprestasi” Kementerian Pendidikan 2018. Jadi, tidak masalah sama sekali.

2. Kalau saya tidak punya prestasi dan tidak aktif organisasi dan kepanitiaan, bisakah mendaftarkan beasiswa ini? Karena di kolom pendaftaran ada tulisan prestasi.

Teman-teman jangan berkecil hati. Dari nomor urut 1-3 yang telah disampaikan sebelumnya, yang paling utama adalah Essai. Memang benar prestasi ditanyakan, namun jangan berkecil hati, tidak ada yang menghalangi kamu untuk mendaftar beasiswa ini. Selama keyakinan kamu kuat, tetap tambah poin kamu melalui kuis yang diadakan Data Print.

3. Apa saja tips dan trik cara menulis essai yang menarik?

Saya (awardee) sering menulis essay dan mengikuti kompetisi menulis essay. Kebanyakan yang saya lihat dari essay yang menarik menurut saya ialah data dan kemampuan penulis membawa isi menuju topik yang diberikan. Sebagai contoh, kebetulan untuk kategori mahasiswa diminta membuat essay mengenai 4.0 yang sudah tidak jarang kita dengar. Pastinya kamu ingin membuat panitia menarik dengan cara memberikan data yang relevan dan menjelaskan topik dengan baik dan tidak bertele-tele. Jika topik berupa permasalahan, usahakan memberikan solusi dan inovasi menarik.

4. Adakah  feedback atau kontrak jika sudah menjadi awardee beasiswa dataprint?

Beasiswa data print hanya memberikan nominal sesuai pengumuman yang tertera dan nominal tersebut di transfer hanya satu kali saja melalui bank BCA. Jadi, apabila kamu sudah mendapat dananya, kamu boleh mendaftar pada periode yang sama di tahun yang berbeda. Jadi, tidak secara terus menerus seperti beasiswa lainnya ya. Dan, IPK yang diperlukan hanya di semester dimana kamu mendaftar ya.

5. Apakah yang sering menggunakan produk data print punya peluang yang lebih besar atau semua pelamar punya kesempatan yang sama? Apakah pihak dataprint bekerjasama dengan pihak universitas tertentu untuk pembayaran UKT?

Memang benar, di form pendaftaran ditanyakan berapa lama menggunakan produk Data Print. Akan tetapi, tidak masalah jika kamu sudah lama atau bahkan tidak pernah pakai atau hanya membeli karena ada program beasiswanya. Semuanya memiliki kesempatan dan peluang yang sama. Tidak ada campur tangan atau kerjasama dengan universitas manapun. Kamu juga tidak perlu membuat laporan pertanggungjawaban ke pihak Data Print. Yang terpenting dana beasiswanya kamu terima dan kamu gunakan dengan baik.

6. Berapakah harga tinta data print itu sendiri? Apakah boleh satu buah saja?

Terakhir saya (awardee) beli sekitar 30 ribu rupiah. Kamu diperbolehkan membeli 1 buah saja, jadi tidak masalah.

7. Untuk beasiswa tersebut, ada berapa tahap seleksi? Dan ada berapa kuota?

Tahapan beasiswa ini hanya ada 1. Jadi begitu kamu selesai mengisi form, panitia tinggal menilai. Masalah jumlah penerima, Nominal 1.000.000 Teruntuk 10 orang; Nominal 600.000 Teruntuk 10 Orang; Nominal 400.000 Teruntuk 205 orang.

8. Apakah mengikuti beasiswa dataprint harus ada sertifikat TOEFL/IELTS, paspor/visa? Tujuan beasiswa dataprint ini kita ke negara mana kak? Apakah beasiswa ini ada tahap interviewnya?

Sertifikat TEOFL/IELTS, Paspor/Visa sama sekali tidak diperlukan. Namun, kamu bisa membuat skor TOEFL/IELTS kamu di kolom prestasi. Sejauh ini, penerima beasiswa Data Print dianjurkan berasal dari dalam negeri.

9. Apakah yang menentukan dapat beasiswa atau tidaknya adalah hasil akumulasi poin dari esai dan kuis?

Iya benar, total akumulasi poin ditentukan dan diketahui panitia ya. Jadi, diusahakan lebih aktif saja.

10. Apakah  penerima beasiswa data print hanya diperuntukan untuk mahasiswa yang memiliki SKTM?

Beasiswa ini tidak menggunakan STKM.

11. Saya sudah daftar dan mendapat email berisi perekomendasian program beasiswa ini kepada teman-teman. Dan 5 orang terbaik akan mendapatkan hadiah menarik. Bagaimana terkait hal tersebut?

Iya benar. Jika teman-teman sedang menunggu pengumuman beasiswa Data Print, teman-teman bisa menyarankan program beasiswa ini kepada teman-teman lain. Dan di kolom pendaftaran, tertulis ‘Mengetahui Informasi Beasiswa Dari’. Dari sini, akan terkumpul nama 5 orang teratas yang paling banyak merekomendasikan beasiswa ini ke teman-temannya. Teman-teman juga dianjurkan memuat informasi beasiswa ke Blog, Facebook, atau sosial media yang nantinya link tersebut dicantumkan di form pendaftaran.

Pesan

Kak Cavin mempunyai motivasi, nih, untuk tetap tetap bertahan dan mengikuti banyak program beasiswa lainnya, “Lakukan selagi kamu bisa, jangan menunda. Umur tidak membatasi dan tindakan positif yang kamu perbuat bagi orang lain adalah ibadah. Jadi, tetap semangat!” (ndl)

Artikel ini merupakan notulensi Schotalk #7 Sahabat Beasiswa Chapter Lampung, 18 Februari 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship