Opening Statement from our speaker

Assalamualaikum

Bagaimana kabarnya teman-teman Sulawesi Tengah? Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mengejar cita-citanya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas kepercayaanya untuk melibatkan saya dalam acara diskusi online ini. Bagi saya, ini adalah sebuah kebahagiaan yang sangat luarbiasa, karena saya dapat berbagi pengalaman yang sudah saya pernah lalui, meskipun sebenarnya saya juga sama-sama mahasiswa, sama sama masih belajar dan bukan siapa-siapa.

Mohon izin untuk memperkenalkan diri, nama saya Asep Rudi Casmana, saya aslinya dari kabupaten kecil di Jawa Barat, namanya Subang, sebelah utara Kota Bandung. Kebetulan, saat ini saya sedang studi di University of York jurusan Global and International Citizenship Education, atau mudahnya Pendidikan Kewarganegaraan. S1 saya jurusan PPKn, sehingga saya sangat tertarik untuk melakukan studi perbandingan PKn di setiap negara, khususnya di England. Alhamdulillah saya dibiayai penuh oleh LPDP Kementrian Keuangan dan selain kuliah, saya juga dipercaya oleh teman-teman disini untuk menjabat sebagai ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se Kota York, England.

Selama kurang lebih dua jam, dalam diskusi kita besok malam, ada tiga hal utama yang nantinya akan menjadi fokus diskusi dan sharing pengalaman. Pertama saya akan bercerita persiapan untuk mendapatkan test IELTS, yang merupakan syarat utama untuk kuliah di England. Kemudian saya juga akan bercerita mengenai proses seleksi beasiswa LPDP, yang telah membuat jantung saya berdebar kencang. Dan yang terakhir saya akan berbagi pengalaman kehidupan mahasiswa di York, yang sangat sangat menyenangkan.

Sedikit bocoran bahwa keputusan saya ambil kuliah ke UK adalah keputusan yang sangat nekat. Karena saya harus berhenti dan keluar dari tempat saya bekerja di Jakarta, tanpa ada jaminan bahwa saya akan lulus test IELTS dan beasiswanya. Prediksi yang awalnya saya akan belajar Bahasa Inggris selama 3 bulan, akhirnya molor hingga 13 bulan. Dan yang paling tragis lagi adalah saya harus ujian IELTS sebanyak 3 kali Karena saya gagal pada test pertama dan kedua. Pada tahun 2015, ketika US dollar sedang melambung tinggi, saya menghabiskan uang sebesar 10.000.000 IDR hanya untuk test IELTS.

Tak berhenti sampai disitu, ketika wawancara LPDP, pewawancara tidak yakin bahwa saya akan kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di luar negeri apalagi UK. Bahkan mereka menyarankan saya untuk ambil PKn di dalam negeri saja, Karena di Indonesia juga banyak magister PKn yang sangat bagus. Mendengar hal itu, saya sudah hamper putus asa dan rasanya tidak ada celah untuk mahasiswa PKn agar dapat sekolah di luar negeri, apalagi UK.

Namun pada akhirnya, atas kerja keras dan doa dari orang tua, Allah mengizinkan saya untuk terbang ke Eropa dengan sebuah kebahagiaan yang tak pernah terukur. Sesungguhnya rasa bahagia itu akan benar-benar kita nikmati setelah kita merasakan kesedihan dan pahitnya perjuangan, dan alhamdulillah saya sudah pernah merasakan itu selama kurang lebih tiga bulan.

Sebagai pembuka, dalam acara diskusi ini, saya ingin mengutip kata-kata bijak dari Imam Syafe’I yang merupakan kata-kata favorit saya:

“Jika kau tak tahan dengan lelahnya belajar, maka kau harus siap dengan perihnya kebodohan di masa tua”

Terimakasih banyak”

Salam hangat

Asep Rudi Casmana

 

Asep Rudi Casmana, S.Pd.

Merupakan salah satu awardee beasiswa bergengsi di Indonesia, yaitu LPDP. Kang Asep ini berkesempatan melanjutkan studi masternya di negara penuh sejarah, yaitu England, tepatnya di University of York, UK.

Begitu banyak prestasi yang ditorehkan oleh beliau sebelum menjadi awardee LPDP, diantaranya penerima beasiswa unggulan, mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Jakarta, menjuarai berbagai kompetisi karya tulis ilmiah, delegasi Indonesia pada program ASEAN Youth Friendship Network ke Thailand, Delegasi indonesia pada ajang International Youth Leaders Summit di Philippines, dan masih banyak lagi.

 

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

[Schotalk Time]

Sekarang langsung saja saya mau bahas secara detail yah, khususnya pada bagian pertama mengenai persiapan mendapatkan beasiswa.

Jadi mimpi untuk sekolah ke luar negeri itu sudah saya rencanakan semenjak semester 3 pas kuliah di UNJ, pas tahun 2011. Saya punya 100 mimpi, dan saya tuliskan di kertas. Salah satunya adalah ingin kuliah ke luar negeri, namun pada waktu itu saya ga tau mau kuliah dimana dan lewat apa.

Saya hanya bisa mendoakan, ibadah malam, puasa Sunnah, shalawatin mimpi2nya.

Langkah awal adalah sangat nekat. Setelah lulus dari unj dan mendapatkan pekerjaan, saya keluar dari tempat kerja itu. tahun 2014, saya resign dari SMA Labschool dimana tempat saya mengajar, langsung saya pergi ke pare, kampung inggris di jawa timur dan belajar ielts. Jatuh bangun, 3 kali ujian gagal, dan pernah juga ditolak beasiswa AAS Australia, namun saya tetap berjuang dan kerja keras.

Saya tidak pernah mempedulikan omongan orang, yang bilang masi penganggguran, ga kerja kerja, ngapain lama-lama di pare, dll. Banyak bgt pokonya, tapi saya tutup telinga saja, focus kerja keras dan berdoa.

Alhamdulillah, sekarang saya bias sampai di York,

Pada saat persiapan beasiswa, setelah saya mendapatkan ielts 6.5, saya yakin bahwa segalanya harus dipersiapkan dengan baik. Oleh sebab itu saya pindah ke jogja untuk kost selama satu bulan dalam rangka persiapan lpdp. Saya menulis essay tiap hari, baca berita, latihan wawancara, buat prediksi soal dan yang lainnya. Sehingga, Alhamdulillah pada saat wawancara dan seleksi substansi, ada banyak hal yang keluar yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sehingga seleksi lpdp menjadi lebih mudah

Nah setelah saya sampai di York, ada banyak kawan dan juga saya merasa seperti di rumah sendiri. Saya beanr-benar tidak terpikirkan bahwa kekeluargaan di york sangat erat. Mulai dari dosen-dosennya yang sangat ramah, hingga teman-teman juga.

Saya mau share salah satu foto mahasiswa Indoesia di sini

1

Itu teman-teman Indonesia di York, jumlah kami ada 42 orang di University of York, mulai dari S1 hingga PhD.

“Kuliah nomor satu, organisasi yang paling utama”

Setelah sampai di York, alhamdulillah saya dipercaya  oleh teman teman disini untuk menjadi ketua PPI York. Meskipun demikian, hal itu tidak mengganggu sama sekali aktivitas pendidikan saya. Malah sangat senang. Belajar sambil berorganisasi. Beberapa hari yang lalu, kami mengadakan diskusi dan mengundang bapak duta besar RI untuk perwakilan UK.

Jadi salah satu pesannya, jangan takut berorganisasi, karena hal itu dapat memperluas jaringan dan kerabat kita. Kuliah tidak pernah terganggu oleh organisasi 🙂

[Discussion Time]

Q : Menurut kang Asep, kenapa kita perlu belajar di LN dengan berbagai macam pertimbangan. Apa keunggulan belajar di LN dari pada di negeri sendiri?

Sebenarnya baik belajar di LN ataupun di DN sama saja. karena pada dasarnya proses belajar, mau dimanapun itu adalah kita berusaha mencari pengetahuan yang baru. namun alasan kuat saya adalah saya ingin menguji diri sendiri, untuk keluar dari zona nyaman, belajar di lingkungan yang baru, bahasa yang baru dan semuanya serba baru. akhirnya, disini saya selain belajar di kampus, saya memahami arti menjadi kaum muslim minoritas, menyadari akan kemandirian, dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain

Selain belajar mengenai PPKN (karena sejujurnya materi saya di UK sama saja dengan materi saya ppkn s1 di UNJ dulu), namun selebihnya saya dapat mengembangkan softskill dan belajar hidup mandiri

Satu hal yang saya sukai di UK adalah tempat-tempat bersejarah dan bangunan bangunan yang masih ada sejak abad 13 dan sekitarnya. saya sangat suka mengunjungi situs-situs sejarah. kalau teman2 senang dengan bangunan bangunan medieval centuries, maka UK dapat menjadi salah satu opsinya

3

Contohnya ini. Ini adalah lantai rumah yang ada dI York Museum, yang dari abad 300 AD. plus dinding2nya sangat lengkap. Sehingga tinggal di uk serasa tinggal pada abad tersebut. Hehe

 

Q : Shofia_Untad/PPKn_Sebagai mahasiswa PPKN saya bangga karena sejurusan sama kak asep. Pertanyaannya, apa yang membuat kk bisa meyakinkan juri tentang bidang studi ppkn yang bisa di pelajari di LN? menurut kak asep, Apakah ppkn menjadi bagian dari prioritas pihak lpdp? Hal ini saya butuhkan untuk menambah rasa percaya diri.

Salam kenal Mba Shofia, alhamdulillah senang bisa berdiksusi dengan sama-sama satu almamater. kebetulan disini saya juga belajar PKN lagi, kalau mau lanjut S2 di UK, ambil ke york, ada professor Ian Davies, beliau ahli di bidang kewarganegaraan.

Salah satu bidang prioritas utama lpdp adalah pendidikan, dan PKN merupakan cabang dari ilmu pendidikan, sehingga menurut saya tidak jadi masalah.

 

Namun hal yang meyakinkan juri adalah “thesis atau penelitian kita” supaya banyak manfaat bagi indonesia

Jadi bagi jurusan apapun itu, baik pkn ataupun yg lain, lpdp membutuhkan feedback untuk indonesia, salah staunya adalah penelitian yang akan diambil. Seberapa besar manfaat yang akan diperoleh untuk indonesia setelah studi nanti.

Pengalaman saya, kemarin saya mengajukan topik penelitiannya adalah sex education atau pembuatan kurikulum pendidikan seks untuk siswa smp dan sma. Karena melihat banyaknya degradasi moral khususnya di kota-kota besar, sehingga menurut saya indonesia membutuhkan sex education.

Setelah saya jelaskan kepada pewawancara, mengenai manfaat dan kegunaan setelah studi, akhirnya mereka percaya. Intinya adalah, pewawancara itu ingin mengetahui seberapa kuat keinginan kita untuk studi di LN. Kalau pas wawancara lpdp, namun kita hanya punya keinginan, tanpa memiliki konsep yang jelas mengenai penelitian, maka itu tandanya kita belum siap untuk studi.

Oleh sebab itu, bagi yang sudah mendapatkan ielts, teman-teman mari mulai sekarang memikirkan topik penelitian yang akan diteliti nanti pada saat menempuh studi baik DN maupun LN.

Q : Mau nanya seputar tes ielts yang sempat gagal sebanyak 3 kali. Skor kk yang pertama hingga terakhir berapa ka? Terus, skor target kk diawal tes ielts berapa? Selanjutnya, ketika gagal di tes pertama, apa yang salah menurut kk sehingga skor tidak mencapai target. Dan apa evaluasi yg kk lakukan selanjutnya? Setelah ambil tes untuk kedua kalinya, apa  kk melakukan kesalahan yang sama? Kesalahan apa itu? Setelah skor mencapai target, apa saja yang menurut kk mesti dilakukan untuk pejuan ielts.

Pertanyaan tentang ielts ini sangat menyedihkan. Jadi perjuangan saya sangat keras, saya harus menghafal kosa kata minimal 30 kata per hari, menulis artikel tiap hari, belum lagi mengerjakan PR. Saya belajar dikelas dari jam 06.00 sampai jam 21.00 malam di pare. Sisanya waktu untuk menghafal dan mengerjakan tugas, jadi basically saya tidur kurang lebih jam 1 malam dan bangun lagi jam 5 pagi selaam di pare, selama kurang lebih 13 bulan. Itu semua saya dedikasikan untuk belajar ielts. Saya ga bisa english, pengetahuan saya sangat 0, artinya saya tidak bisa apa-apa. Saya datang ke pare belajar dari mulai cara ngomong A I U E O alias pronounciation.

Saya belajar grammar berkali-kali, karena gagal terus. Namun keinginan saya sudah bulat untuk harus bisa ke kampung inggris beneran hehe. Setelah 3 bulan belajar dikampung inggris pare, nilai pertama saya adalah 5.00, satu itu biaya tes ielts sekitar 2.5 juta.

Skor 5.00 buat daftar dalam negeri saja ga bisa kan, maka saya harus belajar lagi.

Saya balik lagi ke pare dan belajar lagi selama kurang lebih 6 bulan, dengan gaya dan intonasi belajar yang sama. Pagi sampai malam. No holiday, no weekend, no tanggal merah, kebut terus pokoknya karena saya ingin cepat-cepat ke UK.

Saya tes kedua bulan september 2015. Namun, ternyata memang saya menyadari bahwa kelemahan saya adalah listening. Alhamdulillah nilai saya meningkat menjadi 6.0. namun masih kurang.

Jurusan pkn di york membutuhkan 6.5

Saya sumpelin telinga ini pake headset, bahka tidurpun saya pakai headset terus. Akibatnya bukannya nilai menigkat, malah telinga saya sakit. Hehe, sempat berobat ke rumah sakit pare mengenai telinga ini. Akhirnyaa saya listening ga pake headset, namun terus listening. Selama kurang lebih 1 bulan saya listening nonton film Game of Throne. Anyway, semua castle nya ada di UK. Hehe

Lalu januari 2016, saya tes lagi. Alhamdulillah sampai juga 6.5

Nikmat dan bahagia itu terasa setelah perjuangan dan kerja keras.

Desember 2014- januri 2016, kurang lebih itu masa periode saya belajar dan melupakan semuanya. Persiapan sebelum berangkat ke UK.

Pesan untuk teman-teman, belajar dari kesalahan saya. Khususnya listening. LISTENING IELTS TIDAK DAPAT DIPELAJARI DI TEMPAT KURSUS.

Itu adalah alami, jadi supaya tidak lama seperti saya, mulai listening dari sekarang. Cara yang paling mudah adalah nonton youtube, yang bahasa inggris, atau nonton film tapi gak pake subtittle.

Listening itu adalah skills, kita harus membiasakan sendiri. Jadi mulai sekarang dengerin apa aja yang berbau inggris. Rekomendasi saya adalah aljazeerra.  Berita inggris yang suka update atau ted talk.

Q :

  1. Bagaimana kang asep meyakinkan interviewer mengenai belaar pkn di luar negeri? Jawaban apa yang kang asep kasih ke interviewer? Mengingat banyak calon yang akhirnya kesulitan meyakinkan interviewer mengapa harus kuliah diluar negeri, apalagi subject seperti PKN?
  2. Kenapa memilih york sebagai tempat study? Subject apa yang di tawarkan sehingga kang asep memutuskan york? Bedanya sama pkn dalam negeri apa?
  3. Apa tidak takut akan kesulitan untuk implementasi ilmu pkn tersebut di indonesia dan korelasinya dengan masyarakat indonesia nantinya gimana?
  4. Apa penyesalan terbesar akang sejauh ini?
  5. Kenapa asik belajar di UK?
  6. Kalau disuruh memilih, mau pilih jomblo pada saat kuliah di LN atau ber-isteri

Pertanyaan pertama tadi sudah saya sampaikan yah bahwa meyakinkan interviewer adalah dengan kesiapan kita “siap penelitian” dan “pengabdian yang akan kita lakukan setelah pulang ke Indonesia” tentunya kalau pilih LN harus siang dengan semua seleksi dalam bahasa inggris.

Saya memilih york, karena disini ada professor ahli dalam bidang kewarganegaraan. Professor Ian Davies namanya. Beliau banyak publikasi mengenai pkn dan perbandingan di setiap negara.

Sehingga saya ingin belajar langsung dengan eyang pkn.

Dari segi materi, disini saya tidak mengkaji pkn hanya di uk. Tapi saya juga membandingkan bagaimana perkembangan pkn di setiap negara, seperti slovakia, canada, us dan yang lainnya

Sehingga saya memiliki banyak pengetahuan dan sharing. Teman-teman sekelas saya pun bervariasi, ada dari china, jepang, korea selatan, uk, us, slovakia dan yang lainya.

Sehingga banyak diskusi dari berbagai perspektif. Mengenai implementasi ilmu di Indonesia, justru saya sangat senang karena saya bisa membawa pulang oleh-oleh perbandingan pkn di setiap negara. Saya sangat senang mengkaji dan memperdalam metode pembelajaran. bagaimana cara mengajar pkn di SMA, sehingga itulah yang nantinya akan saya kaji lebih lanjut untuk dapat saya share di Indonesia.

Penyesalan terbesar? Diskip…

Kenapa asik belajar di UK?

Pertama, teman-teman sekelasnya berasal dari banyak negara, banyak ras, banyak agama, banyak suku bangsa. Kami belajar toleransi secara langsung khususnya dalam hal diskusi. Kedua, saya bisa belajar sama professor ahli pkn yang ada di uk, dan ketiga tentunya saya dapat mengalami kehidupan baru untuk dapat menjelaja situs-situs bersejarah di UK

Untuk pertanyaan terakhir, sebenarnya itu sudah masuk ke ranah masing-masing individu. Sehingga bagi mereka yang sudah siap untuk berkeluarga, maka disarankan untuk membawa keluarga. Kalau saya sendiri, saya sudah memiliki target usia kapan mau beristeri, dan sekarang sedang berusaha untuk memenuhi bekasl dan ilmu pernikahan dulu. Jika usia saya sudah sampai kepada target tersebut, maka saya pun akan menikah. Cuma kebetulan kuliah saya di LN, usianya belum sampai target dan masih dalam proses persiapan.

Q : Pada waktu wawancara, pastinya menggunakan bahasa inggris. Dan bagaimana kita yang bahasa inggris nya belum mahir dan ketika mendapati pertanyaan interviewer yang tidak bisa kita pahami?

Untuk bahasa inggris, seperti tadi sudah saya paparkan, kalau saya lebih memilih persiapan yang sangat mantap terlebih dahulu. Baru daftar beasiswa. 13 bulan sudah lamanya saya mendalami english, dari benar2 tidak bisa sama sekali hingga bisa seperti ini. Alhamdulillah pada saat wawancara saya tidak ada kesulitan sama sekali. Saran saya untuk mas alif dan semuanya, selesaikan dulu urusan inggris sampai benar2 mantap. Saya yakin kalau ielts 6.5 , seleksi wawancara lpdp mudah.

Q : Apa yang harus kitaa persiapkan terlebih dahulu jika ingin melamar beasiswa LN untuk dua tahun ke depan? Apakah kita perlu fokus ke satu beasiswa? Atau mengapply semua beasiswa setelah kita merasa siap.

Untuk selama dua tahun kedepan, buat perencanaan dengan baik. semuanya harus terstruktur dan dengan detail, misalnya.

  1. Januari – februari (fokus listening ielts) targetnya bisa nonton film barat tanpa subtitle. Aktivitas (sehari minimal 4 jam listening)
  2. Maret- April (fokus reading ielts) targetnya baca artikel english tanpa harus buka kamus lagi. Aktivitas (sehari minimal baca dan translate 3 artikel inggris dari bbc, aljazeera dan yang lainnya.
  3. May- june (fokus writing) sehari minimal 4 artikel in english. Per artikel minimal 250 kata
  4. Juli-september (speaking) sehari minimal 10 menit depan kaca ngomong apa aja sambil direkam. Belajar pronounciation sendiri sambil rekaman atau dengerin speaking logat england di youtube
  5. Tes ielts oktober di IALD atau IDP
  6. November-desember apply LPDP, chevening, aas atau lainnya

Ini contoh saja, artinya pesan saya adalah kalau kita sudah spent 2 tahun, kita harus mengisi aktivitas itu secara detail dan lakukan secara konsisten

Jangan lupa dibarengi ibadah, sesuai kepercayaan masing-masing. Lakukan ibadah sunnah atau tambahan seperti shalawat 1000x tiap malam, puasa senin kamis, tahajud, dhuha, baca alwaqiah tiap hari (mohon maaf ini contoh untuk yang muslim). Selama masa itu, sehingga kita akan dipermudah segala-galanya.

Q :

  1. Pada masa kerja dijakarta kemarin, apa yang membuat kang Asep begitu yakin untuk mengambil resign padahal belum tentu lulus. Apa yang menjadi motivasi terkuat kang Asep?
  2. Kenapa mesti di england? Apakah alasan kk memilih england hanya karena ingin belajar pkn internasional? Apa yang membuat kk merasa kalau pkn internasional itu bermanfaat bagi bangsa indonesia?
  3. Boleh tidak kalau kami dapat essay kk waktu daftar LPDP?

 

  1. Yang membuat saya yakin adalah dukungan orang tua. Ini EXTREMELY IMPORTANT, sebelum memiliki cita-cita yang jauh, minta doa restu dulu sama orang tua, terutama ibu. Kata-kata ibu saya ini sangat meyakinkan kalau saya dapat pergi merantau ke UK. Orang tua saya adalah petani di kampung, sehingga rasanya engga mungkin untuk dapat membiayai sendiri kuliah S2, apalagi hingga LN. Namun, ia selalu bilang bahwa teruslah berjuang, jangan mengenal lelah, meskipun gagal, tapi pasti ada batas akhirnya hingga itu akan tercapai.

Tiap kali saya gagal ielts, ibu selalu bilang seperti itu, begitupun bapak saya. Mereka tidak pernah sekalipun mendiscourage saya untuk berhenti berjuang agar dapat beasiswa.

Sehingga, uang gaji saya selama kerja itu saya kumpulkan untuk belajar ielts dan test ielts.

Alhamdulillah, setelah ada pengumuman resmi dari lpdp. Kedua orang tua saya tersenyum dan mengatakan bahwa keyakinan mereka kalau saya akan pergi ke UK itu benar-benar terwujud. Ayah saya selalu bilang begitu. Jadi itulah yang membuat saya berani berhenti kerja dan tidak takut berjuang dan gagal.

 

  1. Kenapa saya memilih England : saya sudah mem break down negara-negara yang memang perkembangan pkn nya bagus. Batasan saya ada tiga yaitu USA, Aussie dan England. USA saya pernah membidik Boston University, namun mereka meminta GRA (saya mundur USA). Di Aussie, PKN itu merupakan bagian dari pendidikan ips, sehingga saya harus ambil social studie. Saya kurang tertatik juga, akhirnya saya pilih england saja.

 

  1. Mengenai essay lpdp, sejujurnya bukannya saya tidak mau berbagi, namun essay saya adalah format lpdp yang lama. Masih menggunakan bahasa indonesia pula. Kalau sekarang lpdp memiliki format baru dengan konten-konten baru pula. Saya khawatir nantinya malah ikut format yang saya buat, yang berakibat pada kekurangan nilai. Kalau saya saran, mengenai essay, fokus pada apa yang mau kita tulis secara pribadi saja. Karena pada saat wawancara, kita akan presentasi mengenai itu, jadi menjelaskannya juga enak.

 

Q : Apa tipsnya supaya tidak bosan mengejar ilmu?

Kalau saya selalu berasumsi bahwa dalam tubuh kita itu ada dua hal yang sangat penting. Yaitu perut dan otak. Dimana perut itu harus kita isi sehari 3 kali dengan asupan gizi yang bagus. Begitupun otak, setiap hari harus selalu diupdate dengan ilmu yang berbeda. Perlu adanya keseimbangan antara perut dan otak.

Kalau kata imam Syafei, seperti yang sudah saya share kemarin, kalau kita lelah belahar sekarang, maka siap-siap dengan menikmati kebodohan di masa tua.

 

[Closing Statement]

Alhamdulillah…

Terima kasih untuk moderator dan teman-teman Palu atas disksusi kita malam ini, saya sangat senang atas diskusinya.

Pesan saya ada 2 sebagai closing statement:

  1. Jangan pernah menghentikan target yang sudah dimulai hingga target itu tercapai. Artinya kalau teman-teman sudah yakin akan mimpi untuk ke LN, kejar hingga dapat, meskipun waktunya lama. Tak masalah, saya sudah membuktikannya
  2. Jangan lupa bahagia, apapun aktivitas kita, kalau tidak bahagia itu akan membuat kita sulit. Hehe

Boleh mampir ke www.aseprudi.com disana saya share detail dari episode 1 sampai 10 mengenai perjalanan ke york (IG  aseprudi93 )

About the author

Admin

teacher, blogger, entrepreneurship