Ade Putri Aulia Wijharnasir atau biasa dipanggil Kak Chiko, baru saja lulus magister Manajemen Teknologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya. Ia menyelesaikan studinya dengan beasiswa LPDP dalam negeri di tahun 2016. Pasti kamu penasaran apa itu beasiswa LPDP dan bagaimana Kak Chiko bisa mendapatkan beasiswa LPDP dalam negeri? Let’s check it out!

Apa itu LPDP?

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah suatu lembaga yang terbentuk antara kerjasama Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Agama. LPDP ini mengelola dana pendidikan yang disisihkan dari APBN untuk menyekolahkan anak-anak Indonesia baik jenjang S2, S3, ataupun untuk jadi dokter spesialis. Tujuannya untuk apa, sih? Simply, untuk mempersiapkan generasi yang bisa membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. LPDP terkenal dengan syarat utamanya yaitu HARUS MAU KEMBALI KE INDONESIA SETELAH SELESAI KULIAH. Teman-teman bisa cek peraturannya di website www.lpdp.kemenkeu.go.id

Program LPDP

Secara umum LPDP itu punya beberapa program, salah satunya adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Nah, BPI ini dibagi jadi beberapa jenis sesuai dengan target penerimanya, yaitu:

  1. BPI Reguler, untuk teman-teman yang mau S2/S3 *tapi  bukan* seorang PNS/TNI/POLRI/Santri Pesantren/Dosen/Pemenang Olimpiade/Anak Tidak Mampu/Anak dari Daerah Tertinggal/Anak dari Daerah Timur
  2. BPI Afirmasi, Afirmasi untuk anak tidak mampu/alumni beasiswa bidik misi/daerah tertinggal dan Afirmasi untuk PNS/TNI/POLRI
  3. BPI BUDI (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia), ditujukan untuk dosen
  4. BPI Santri dan OSN, ditujukan untuk teman-teman yang memenangkan Olimpiade dan juga santri dari suatu pesantren.
  5. Beasiswa Dokter Spesialis

Persyaratannya detail terkait BPI Reguler dan Afirmasi

1. WNI (warga negara Indonesia)

Nah! Enaknya LPDP, kamu hanya bersaing dengan sesama anak Indonesia, karena syarat utamanya adalah WNI.

2. Surat keterangan sehat

Ini gampang, kamu bisa dapatkan dari Puskesmas atau Rumah Sakit (RS) terdekatmu.

3. Surat bebas narkoba

Kamu juga bisa dapat surat bebas narkoba di RS juga, tetapi biayanya berbeda-beda tergantung kota dan RS-nya.

4. Surat Bebas TBC

Ini hanya untuk teman-teman yang mau kuliah ke luar negeri. Untuk Dalam Negeri tidak membutuhkan surat ini. “Di RS bayarnya kisaran 300 ribu kalau aku dulu ya. Kenapa sih butuh surat bebas TBC? Karena kalau kalian lagi kena TBC, ga boleh keluar negeri dulu. Karena TBC itu sangat menular. Itu peraturan negara manapun, titik.” terang Kak Chiko.

5. Memilih jurusan sesuai dengan ketentuan

Kamu bisa lihat list universitas yang masuk daftar LPDP di websitenya. Kak Chiko menjelaskan, “Intinya sih, unversitas terbaik. LPDP gamau bayarin kalian mahal-mahal untuk kuliah di universitas yang biasa menurut mereka. Untuk dalam negeri, minimal akreditasinya harus A.”

6. Menandatangani surat pernyataan

Isi surat pernyataan salah satunya adalah bersedia kembali ke Indonesia setelah studi.

7. Maksimal berumur 35 tahun waktu daftar

8. Telah menyelesaian studi S1 : lampirkan ijazah dan transkrisp nilai

9. Tidak sedang/telah menempuh magister

“Kayak aku gini, misal sudah S2 dan aku mau S2 lagi dengan LPDP, tentu tidak bisa ferguso.” begitu cerita dari Kak Chiko.

10. IPK minimal sekian

Angka sekiannya ini disesuaikan dengan apakah kamu mau ambil jalur reguler, afirmasi, atau lainnya.

11. Untuk LPDP Dalam Negeri minimal score TOEFL ITP 500/TOEFL IBT 61/IELTS 6.0/TOEIC 650/TOAFL 500

12. Maksimal menyelesaikan magister selama 24 bulan (kalau lebih harus izin dan bayar sendiri)

13. Tidak boleh mengambil kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh dan sejenisnya

14. Menulis rencana studi (study plan/research plan)

Intinya kamu diminta untuk menuliskan rencana ke depan seperti apa nanti waktu S2. Jadi, kamu tidak boleh memilih lanjut studi  S2 hanya karena alasan pengen saja. Rencanamu harus jelas dong, ya.

15. Menulis statement of purpose

Kamu diminta untuk menuliskan kontribusi apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan nantinya.

16. Memiliki LoA (tidak wajib)

Apa sih LoA ini? LoA adalah Letter of Acceptance, artinya surat yang menyatakan kalau kamu diterima di suatu universitas. LoA dibagi dua, ada LoA Conditional (LoA yang berarti kamu belum diterima 100% sama universitas pilihan, masih harus ada dokumen yang dilengkapi. Biasanya ini yang mengeluarkan universitas luar negeri dan biasanya kurang dokumen IELTS). Juga ada LoA Unconditional (LoA ini menyatakan kalau kamu sudah 100% diterima di universitas pilihan.

Alasan memilih kuliah di dalam negeri dengan beasiswa LPDP

Kak Chiko menceritakan alasannya mengapa memilih kuliah di dalam negeri, “Simply, aku mengejar dosen yang kumau di dalam negeri dan aku juga sebenarnya mau even di dalam negeri. Aku stay disini untuk membantu teman-teman yang ke luar negeri supaya begitu balik ke Indonesia mereka bisa tetap dapat relasi dan kerja serta kontribusinya jelas. Jadi, selama di Indonesia, aku berusaha membangun relasi yang bisa kubagi ke temanku yang ke luar. Temanku yang di luar pun berbagi relasi dan pengalaman denganku. Targetku dulu memang ITS. Mengapa aku ambil ITS? karena jurusan Manajemen Teknologi cuma ada di sini dan aku tidak mau ambil manajemen yang biasa. Aku maunya Manajemen Teknologi. Mengapa? Karena aku mau belajar Supply Chain dan ini yang bagus ada di ITS, profesor yang kuincar juga ada di ITS. Jadi gaspol, deh. Kebetulan banget aku S1 juga di ITS. Jadi lebih mudah adaptasinya.”

Suka duka selama kuliah

Kak Chiko background S1nya teknik sistem perkapalan, masuk ke magister manajemen sehingga sangat tertinggal dengan mereka yang dari S1 sudah mengambil jurusan manajemen. Kegiatan perkuliahnnya malam, dari jam 06.30 – 10.30. Kak Chiko juga pernah “maksa” mau ke Jepang untuk riset di tengah masa studinya. Nabrak banyak aturan di kampus, lobi sana lobi sini, sudah sampai di Jepang tidak bisa bahasanya, culture shock, tesis berantakan di sana, tapi tidak bisa diskusi karena beda bahasa sama profesornya. Lalu pulang ke Indonesia, kena reverse culture shock (tidak betah di Indonesia, mau pulang ke Jepang lagi). Mau seminar bolak-balik ditolak, harus gonta-ganti judul penelitian dan masih banyak lainnya.

Kata Kak Chiko kuliah S2 itu melatih caranya berpikir, memanajemen stress, bertemu banyak kawan di S2. Tergabung di banyak kegiatan dan komunitas, jadi terlatih untuk ngomong di depan publik. Tentunya masih ada hal menyenangkan lainnya.

Pesan

Pesan Kak Chiko untuk kita semua yaitu “Tetap semangat! Semangat untuk kejar beasiswanya. Kejar mimpinya. Jangan cuma dimimpikan saja, tetapi juga dilaksanakan. Bagaimana caranya? Banyak! Ikut kayak gini –schotalk/seminar beasiswa online- juga bisa. Tanya-tanya dengan banyak orang. Ikutin sosmed info beasiswa atau apps tentang beasiswa.” Jangan malas baca detail persyaratan beasiswa. Kenali diri kalian sendiri DAN YAKIN SAMA DIRI KALIAN! Percaya kalian bisa. Kalau gagal, jadikan sebagai evaluasi diri. Apakah memang ini jalan yang baik? siapa tahu dengan gagal malah dapat kesempatan lebih baik atau jadi lebih terpacu. STAY POSITIVE!

FAQ

1. Hani N.P_Unair_Biologi

Menurut kakak, dalam penulisan esai, bagaimana jika ada kontribusi masa lalu dan masa kini kita yang kurang linier dengan rencana kontribusi masa depan kita? Dan rencana kontribusi masa depan yang baik itu kriterianya apa saja kak? Terima kasih.

Kurang linier dalam artian jurusannya ya? Hm… tidak apa-apa kok, malah ini tantangannya bagaimana nanti supaya kamu bisa nyambungin ceritamu itu dan ini malah bisa jadi bahan waktu interview, loh. Misal, aku kasih contoh, kontribusi masa lalu yang kutulis di esaiku adalah aku ngajar anak jalanan dan kontribusi masa depanku aku mau membantu Indonesia solving masalah transportasi lautnya dan migasnya.

Tidak nyambung kan ya? Tetapi aku berusaha nyambungin dengan suatu benang merah, di mana aku jelaskan kalau goalsku itu mau Indonesia lebih maju nih transportasinya. Dengan maju transportasinya, energinya, itu tentu bisa meningkatkan kesejahteraan. Terus memudahkan anak-anak belajar. Ini kamu take a day untuk merenung deh, cari apa benang merahnya. Pasti ada. Setidaknya sama-sama kamu mau berkontribusi untuk hal yang lebih baik kan? Bisa juga ditambahkan saja kontribusi masa depanmu apa gitu, agar sedikit nyambung. INGAT! HARUS REALISTIS. Jangan super muluk tetapi tidak jelas bagaimana kamu mencapainya. Kriterianya bagaimana? Nah itu, harus jelas kamu ini kontribusinya mau apa,, step-stepnya bagaimana, langkah-langkah yang akan kamu ambil. Jangan cuma bilang, “Saya mau jadi capres.” titik. Kalau capres mau ngapain, terus bagaimana caranya nyapres, langkahmu apa, dll.

2. Nunung_IAIN Surakarta_Pendidikan Bahasa Inggris

Kak, berarti seleksi substansi itu bikin esai yang topiknya unpredictable ya? Tips nya dong, agar tidak bingung pas tes nanti.

Bukan, seleksi substansi itu meliputi :

– verifikasi dokumen (dicek apakah dokumen yag kamu upload itu asli semua, jadi kamu bawa hardcopy-nya)

– LGD (Leadership Group Discussion)

Interview

Bikin esai masuknya ke seleksi komputer itu. Tetapi LGD dan esai topiknya sama-sama unpredictable. Tipsnya bagaimana? Minimal selama sebulan, baca terus berita terkini, dan latihan mikir/analisa tentang berita itu. Misal nih ada berita Ketum PPP ketangkap KPK. Kalian mulai analisa, ini siapa sih yang salah? ini kenapa jadi salah? bagaimana caranya agar tidak seperti itu? dll. Intinya belajar analisa masalah dan kasih solusi. Untuk esai belajar/latihan menulis dan buat konstruksi tulisan yang bagus (Pendahuluan, Isi, Penutup). Ambil satu topik random, misal Christcurch. Mirip kayak tadi –analisa-, tetapi bedanya sekarang ditulis tidak hanya dipikir.

3. A.Z.Mahya_Unsoed_Biologi

Ada beberapa mahasiswa yang menginginkan beasiswa namun masih terkendala kemampuan bahasa. Menurut kakak, bagaimana strategi untuk mempersiapkan kemampuan bahasa kak? Untuk toefl, ielts, dsb.

Jangan berpikir belajar bahasa bisa simsalabim, ya. Jadi begini, kalau kata orang banyak-banyak mendengarkan lagu, nonton film. Oh bisa kok ini, tapi ini untuk kalian yang punya waktu lama. Tips dari aku :

1. Beli/download buku tentang materi TOEFL (aku sih pakai yang judulnya Secret) atau kalau yang IELTS banyak kok di toko buku.

2. Baca dan pahami materinya. Jangan langsung tabrak kerjain soal. Salah semua yang ada kalian. Targetin sehari 1 bab, sampai paham.

3. Misal tidak paham, kalian google deh materi itu pakai English atau cek di Youtube. Belajar dari sana. Ini buat latihan reading dan listening kalian sekaligus memahami structure dan grammar.

4. Download free podcast di google, kalau lagi senggang atau di jalan, dengerin deh. Bodo amat tidak mengerti mereka ngomong apa. Dengerin saja orang cerita gini, sehari 30 menitan lah. Telinga kalian akan terbiasa nantinya, jadi tidak eneg pas tes listening.

5. Coba kerjain soal. Selesai 1 paket, cek pakai kunci, tandai yg salah. Cari kesalahan kalian apa sih, kok bisa salah. Cari di google dan youtube lagi tentang materi itu sampai benar-benar paham.

6. Ulang seperti ini terus. Aku pakai cara ini dalam waktu 2 bulan skor TOEFLku naik 60-70 skor. Apa lagi kalau berbulan-bulan kan ya.

7. Baca penjelasan grammar-nya yang pakai Bahasa Indonesia cukup di buku saja. Sisanya dari google harus English, ya.

8. Download google translate di hp.

9. Kalau senggang mau nonton film dan denger lagu, pilih yang barat

Oh ya, tambahan untuk tips belajar English tadi, coba download Quora deh. Tapi atur yang English, itu bisa buat latihan reading. Dan tontonlah TedTalks di Youtube untuk latihan listening. Jadi kalian terbiasa dengar aksen nya. Bodo amat tidak paham hehe

Belajar bahasa itu butuh waktu untuk terbiasa, jadi yang penting kalian biasakan. Untuk speaking bagaimana? Pede dan cari partner. bagaimana agar pede? Belajar dan terbiasa dengan english. Nanti kalau kalian sudah ke luar negeri atau bertemu bule, kalian baru tahu kok, bahwa mau belepotan juga yang penting bisa ngobrol.

Aku pun begitu. Sebelum ke luar negeri, aku mau ngomong “Hello, my name is Chiko” saja gugupnya setengah mati. Padahal gitu saja. Tetapi, setelah aku “terdampar” ke luar negeri bisa kok. Manusia dilatih untuk bertahan hidup. Jadi yang penting usaha dulu, yakin dulu. BISMILLAH! Bisa. Ingat ya, tidak apa-apa Bahasa Inggrisnya jelek, kalian bukan orang UK atau US yang lahir sudah bisa english. Orang Indonesia itu punya anugerah lahir dengan gen dan kemampuan bisa banyak bahasa. Sudah gen kita itu, makanya bisa Bahasa Indonesia, bisa bahasa daerah juga kan.

Artikel ini merupakan hasil notulensi dari Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Bengkulu pada tanggal 20 Maret 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship