Tips Apply Beasiswa dengan Membangun Story

Tips Apply Beasiswa

Di tulisan iseng ini saya mau berbagi salah 1 tips apply beasiswa. Menurut saya, kesalahan yang sering dilakukan pelamar beasiswa adalah tidak membuat story yang baik.

Di atas masalah IPK, atau syarat bahasa inggris, menurut saya faktor terbesar keberhasilan dalam aplikasi beasiswa adalah CV, motivation letter dan atau surat rekomendasi, yg kalau dirangkum jadi 1 intinya: Membuat story tentang diri kita.

Story itu gimana sih?

Saya punya beberapa tips untuk membangun story. Biasanya saya bagi jadi 4 hal:

1. Siapa diri kita? Apa achievement terbesar kita? Gmn kamu meyakinkan kami bahwa kamu orang yg tepat utk aplikasi ini?

2. Kenapa kamu memilih jurusan/bidang ini? Why are so passionate in this theme?

3. Kenapa kamu memilih program/kampus/negara ini bukan yg lain?

4. Apa future goal kamu? Mimpi/cita-cita dll, terutama setelah kamu selesai program ini.

Nah, bagaimana menyajikan 4 itu?

Pertama tentu saja melalui CV. Dalam 2 halaman CV, bagaimana menuliskannya? Ada tipsnya hehe. Tapi memang agak terbatas ya. Dan cenderung kaku. Tapi usahakan tetap bisa jawab 4 pertanyaan tadi.

Nah, menurut saya justru lebih menarik digoreng di motivation letter/study objective/statement of purpose/essay (ini terminologi yg sama semua sebenarnya). Di motlet, kita punya ruang sangat bebas untuk mengksplor dan menjelaskan 4 hal tadi. Saya kasi contoh ya.

Saya punya style pribadi dengan urutan poin 2-3-1-4. Saya ga jago-jago amat sih, tapi at least dengan cara ini saya pernah dapat beasiswa/financial aid cukup lumayan…

Contoh story dalam motivation letter

Berikut kira-kira permisalan dengan salah satu angle yang random:

“Saya besar di Jakarta yang penuh polusi (kasi data/fakta biar ilmiah). Saya ingin mengatasinya. Salah satunya dengan mengembangkan mobil listrik. Sehingga saya aktif mengikuti riset mobil listrik sejak kuliah blabla dapat penghargaan blabla. Itulah kenapa saya pingin kuliah di Nagoya University untuk belajar gimana bikin mobil listrik yg bagus” –> ini problem statement nya, kurang lebih menjelaskan passion kita di jurusan/bidang apa.

Selanjutnya argumen kenapa pilih negara atau kampus tertentu, jangan cuma dijawab dengan cheesy “rankingnya bagus”, “fasilitas lebih oke”. Ga distinct… 1000 pelamar yang lain juga bilangnya gitu. Coba deh baca dan telusuri lebih dalam kelebihan unik dari kampus/jurusan di sana. Misalkan di kampus tsb ada profesor yang kita sudah baca beberapa papernya, dan sesuai dengan kekhususan yang kita inginkan.

Next paragraph biasanya baru saya isi dengan profil diri saya. Siapa saya, pernah dapet penghargaan apa, pengalaman organsasi apa, dll dsb, yang mengerucut ke opini bahwa –> saya orang yang akan bisa perform jika lolos program/beasiswa ini.

 Tutup dengan Manis

Last but not least, tutup dengan manis. Sampaikan rencana semi-konkrit setelah lulus, apa yang mau dilakukan? Jangan terlalu detil banget, tapi jangan ngawang-ngawang banget juga…

Udah deh. Jadi 1 story yang manis

Sebagai penutup. Ada yang suka protes, katanya “Wah ini kan seperti manipulasi. Permainan kata-kata”. Saya ga sepakat. Maka sebisa mungkin, motlet itu jangan bluffing lah. Harus sesuatu yang memang mendarah daging, menjadi value yang meluap-luap dari diri kita. Copywrite yang menggugah jelas perlu. Tapi jangan artifisial ya 😉.

Buat yang masih mahasiswa tahun-tahun awal, ada waktu cukup banget untuk menyusun story versi kamu sendiri… Jangan sampai penyesalan datang belakangan, waktu berlalu, story kita biasa-biasa saja, hehe.

Selamat membangun story mu sendiri!