Kenalan Dengan Narasumber Schotalk

Narasumber Schotalk Sahabat Beasiswa Chapter Banyuwangi kali ini adalah seorang peraih beasiswa KGSP S2 di Korea yang bernama Afifatul Mukaroh. Kak Afifa lahir 26 tahun yang lalu, tepatnya 13 Mei 1993. Ia berasal dari Kota Kendal, Jawa Tengah. Ia lulus dari Universitas Diponegoro pada tahun 2016. Ia juga mempunyai banyak pengalaman dalam berorganisasi dan pengalaman kerja. Selain itu, Kak Afifa juga mendapat banyak penghargaan dalam berbagai lomba, salah satunya 3rd runner up winner of start up competition with project Whatson tahun 2015.

Beasiswa KGSP itu apa, sih?

KGSP (Korean Government Scholarship Program) adalah beasiswa dari pemerintah Korea yang dikelola oleh NIIED (National Institute for International Education) atau kalau di Indonesia ibarat kementerian pendidikannya. Beasiswa ini ditujukan untuk para mahasiswa internasional yang ingin kuliah S1, S2, dan S3 di Korea. Nah, setiap awardee yang belum punya sertifikat kemampuan bahasa korea (disebut TOPIK) dengan level minimal 5, diharuskan kuliah persiapan bahasa dulu selama setahun di Korea sebelum memulai perkuliahan. Tujuannya untuk menunjang kehidupan bersosialisasi atau proses belajar selama di Korea nantinya. Lokasi kuliah persiapan bahasa selalu berada di kampus yang provinsinya berbeda dengan lokasi kampus S2 nantinya, dan itu ditentukan secara acak oleh penyelenggara.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari beasiswa ini adalah hampir mencakup semuanya. Beasiswa ini mencakup tiket pesawat pulang-pergi Korea, settlement allowance di awal kedatangan sebesar 200.000 won, monthly allowance sebesar 900.000 won, research allowance sebesar kurang lebih 200.000 won setiap semesternya.
Kekurangan beasiswa ini mungkin bagi orang yang tidak suka belajar bahasa, program persiapan bahasa bisa menjadi berat karena di akhir program bahasa tersebut penerima beasiswa diwajibkan minimal mendapat sertifikat TOPIK level 3. Kak Afifa mengatakan, “Tapi berdasarkan pengalaman, ini jarang terjadi sih. Rata-rata pada bisa mendapat level 3 walaupun memulai dari nol.”

Syarat-Syarat

Persyaratan pelamaran meliputi beberapa berkas. Secara garis besar berkas yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar KGSP-Graduate (S2, S3):

  1. Form Aplikasi
  2. Esai Self Introduction
  3. Esai Statement of Purpose
  4. Surat Rekomendasi (Sejumlah dua buah)
  5. Ijazah atau surat keterangan lulus (ijazah bisa menyusul asal lulus sebelum 31 agustus)
  6. Transkrip nilai ( IPK >= 2,64 untuk skala 4)
  7. Sertifikat TOPIK (opsional)
  8. Bukti Kewarganegaraan
  9. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (opsional)
  10. Paper yang pernah dipublikasi (opsional)
  11. Sertifikat/Piagam prestasi (opsional)

Untuk persyaratan dokumen yang meminta dokumen asli, tidak perlu menyerahkan dokumen aslinya. Dokumen bisa berupa original copy yaitu dokumen yang dilegalisir dan atau dinotariskan.

Tahapan Seleksi

Untuk mendaftar beasiswa KGSP ini, teman-teman bisa memilih melalui Embassy track atau University track. Pelamar harus memilih salah satunya dan tidak boleh memilih keduanya. Perbedaan kedua track tersebut selain pada tahapannya juga pada beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pada embassy track pelamar bisa memilih 3 universitas di Korea. Sedangkan, pada university track pelamar hanya bisa memilih 1 universitas di Korea.
  2. Untuk kuota bagi indonesia tahun 2019 ini, embassy track akan mengambil 12 awardee sedangkan university track 14 awardee.

Kalau melalui embassy track tahapannya adalah :

  1. Berkas diposkan ke embassy negara masing-masing untuk diseleksi oleh embassy tersebut.
  2. Pelamar yang lolos seleksi berkas melakukan wawancara di kantor embassy negara masing-masing.
  3. Pelamar yang lolos wawancara, berkasnya akan diseleksi lagi oleh NIIED.
  4. Pelamar yang dinyatakan lolos oleh NIIED akan diseleksi lagi oleh 3 universitas di korea yang telah dipilih sebelumnya. Nantinya pelamar hanya boleh memilih satu universitas jika ketiga universitas tersebut meloloskannya. Tetapi, jika tidak ada satupun universitas yang meloloskannya maka pelamar dinyatakan gagal

Sedangkan melalui university track nanti tahapannya adalah:

  1. Berkas diposkan ke universitas korea yang dipilih. Jadi, jangan mepet-mepet mengirimnya. Perhitungkan juga masa pengirimannya.
  2. Universitas melakukan seleksi. Biasanya, ada yang diwawancara by phone/video call oleh universitas tersebut, ada yang dihubungi langsung oleh salah satu professor di universitas tersebut. Ada juga yang memang universitasnya tidak melakukan wawancara apapun dan langsung menilai berdasarkan berkas yang dikirim.
  3. Pelamar yang lolos seleksi oleh universitas kemudian diseleksi lagi berkasnya oleh NIIED. Kalau sudah dinyatakan lolos oleh NIIED berarti itu sudah lolos sampai final.

Adaptasi di Tanah Rantau

Masalah penyesuaian diri di Korea gimana, sih? Sebenarnya, saat program bahasa penerima beasiswa (awardee) bukan hanya belajar bahasa Korea saja. Mereka juga belajar budaya dan kebiasaan-kebiaasan orang Korea pada umumnya. Di situ awardee belajar penyesuaian diri.

Kuliah Sambil Kerja

Jika ingin merasakan kuliah sambil kerja, di Korea bisa dilakukan. Namun, ada pengaturan jam kerja part time dan harus melapor pada pihak imigrasi. Usahakan kerja part time yang berhubungan dengan jurusan kuliah untuk menambah ilmu, pengalaman dan tentunya pemasukan.

Tips Lolos Beasiswa KGSP

Tips lolos Beasiswa KGSP dari kak Afifah: Pertama, Persiapkan berkas-berkas wajib termasuk kontennya. Terutama konten esai. Tulis esai jauh-jauh hari, diamkan beberapa minggu, kemudian baca lagi tapi sambil memosisikan diri sebagai penyeleksi. Koreksi, kemudian diamkan lagi, baca lagi, begitu seterusnya.

Kedua, Persiapkan berkas-berkas sunnah/opsional karena walau bagaimanapun ini akan menambah poin lebih untuk pelamar. Kita tidak tau saingan kita seperti apa, bukan? Berkas-berkas opsional ini akan membuat pelamar menonjol dibanding yang lain.

Ketiga, Baca peluang dan lakukanlah! Misalnya kira-kira lebih berpeluang lolos kalau daftar via embassy track atau university track? Apakah berpeluang lolos di kampus ini atau kampus itu? Di jurusan ini atau jurusan itu? Dan lain-lain.

Secara garis besar begitu tips-tipsnya. Untuk lebih Lengkapnya bisa kunjungi blog Kak Afifah:http://vhiefa.blogspot.kr/2017/09/pengalaman-lolos-kgsp-pada-percobaan.html

Khawatir Terhadap Bahasa

Biasannya banyak pelamar yang mengkhawatirkan bahasa, baik untuk seleksinya maupun dalam proses perkuliahannya. Dalam seleksi, pelamar tidak harus menguasai bahasa Korea. Karena dalam persyaratan melamarnya, sertifikat Bahasa Korea bersifat opsional. Jika lolos, nantinya akan diberi kursus Bahasa Korea secara gratis dan akan diajari mulai dari nol. Namun, persyaratan secara pastinya adalah penguasaan bahasa Inggris dengan dibuktikan serifikat TOEFL atau IELTS. Skor minimal TOEFL adalah 550. Dalam wawancara, pelamar beasiswa nantinya akan diwawancarai menggunakan Bahasa Inggris. Maka, penguasaan Bahasa Inggris ini sangat penting bagi pelamar beasiswa luar negeri.

Penggunaan Bahasa Selama Perkuliahan


Ada beberapa kampus yang menggunakan bahasa full Inggris dalam perkuliahannya, tapi itu sangat jarang dan kalaupun ada hanya di kampus-kampus rangking atas. Kebanyakan menggunakan Bahasa Korea dalam perkuliahan, karena di Korea lebih sering melakukan presentasi dalam perkuliahannya. Mungkin akan ada yang merasa minder dengan kemampuan bahasanya atau kurang baik dalam menerima pelajaran bahasa. Menurut kak Afifah, “Menurut kita bahasa kita kurang lancar, namun bagi orang Korea sendiri penguasaan bahasa kita sudah sangat lancar”. So, jangan jadikan alasan bahasa menjadi kendala kepercayaan diri kamu buat melamar beasiswa keluar negeri.

Analisa Peluang Pelamar

Pelamar yang memilih University Track dan memilih kampus diluar kota Seoul dengan memilih jurusan science atau engenering akan punya peluangnya lebih banyak. Background pendidikan pelamar juga memengaruhi. Kalaupun ingin cross major, harus kuat mengungkapkannya dalam essai. Nilai akademik, pengalaman organisasi dan perlombaan menjadi nilai tambah. Tetapi, para pelamar beasiswa lebih menyukai essai yang menarik. Setiap pelamar beasiswa akan bersaing dengan sesama warga negara asal pelamar dan tidak bersaing secara global dengan pelamar dari negara lain.

Ada hal yang perlu diperhatikan bagi pelamar yang telah menentukan jurusan. Bagi pelamar dengan jurusan science atau enginering harus usdah mempunyai profesor pendamping sebelum melakukan riset dan perkuliahan. Sedangkan pelamar dengan jurusan sosial lebih ditekankan pada course-nya.

Pesan

Kak Afifa juga berpesan, “Hasil selalu berbanding lurus dengan perjuangan yang dikerahkan… Tetap semangat yaaaa….”.
Semangat buat para pelamar beasiswa luar negeri, baik itu di Korea, Eropa, Amerika, Australia atau dimanapun! Setelah kembali, gunakan ilmunya untuk jadi berguna bagi nusa dan bangsa.

Artikel ini merupakan notulensi dari Schotalk yang diadakan oleh Sahabat Beasiswa Chapter Banyuwangi

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship