Ini adalah kali ke-4 Sahabat Beasiswa Kudus mengadakan Schotalk, teman-teman. Schotalk kali ini spesial membahas tentang “Kupas Tuntas Berburu LoA Hingga Beasiswa”. Penasaran ‘kan seperti apa pembahasannya? Kamu bisa temukan jawabannya di sini.

Oh ya, pemateri schotalknya adalah Kak Galih Adhyatomo alumni MBA University Huddersfield. Kak Galih juga melanjutkan studinya di Ph.D University Taylor, keren banget ‘kan! Apa saja sih yang disampaikan sama Kak Galih? Let’s check it out!

Penjelasan singkat Beasiswa Commonwealth Foundation

Kak Galih menerima beasiswa dari Commonwealth Foundation. Beasiswa ini merupakan milik kerajaan Inggris dengan negara-negara koloninya, tetapi terbuka untuk negara lain yang ingin melanjutkan studi di semua negara persemakmuran Inggris Raya. Karena pembelajarannya menggunakan kurikulum Inggris, maka yang dijadikan standar adalah nilai IELTS.

Beberapa orang mungkin tidak menyarankan untuk mempersiapkan segalanya waktu memulai mengejar beasiswa terutama dari negara lain, tetapi Kak Galih berpendapat, sebaiknya persiapan dimulai dari hal kecil dan memang butuh modal awal translate ijazah. Ini termasuk hal penting, nih, karena banyak kampus mensyaratkan ini (baca: translate ijazah) di awal, bahkan sebelum mendapat LoA.

Ada beberapa lembaga yang dipercaya negara negara terbaik buat studi termasuk Inggris Raya, Bisa EF (English first) di kota besar pasti ada atau beberapa balai bahasa kampus.

Syarat Apply Beasiswa

1. Mengisi formulir pendaftaran

Untuk form apply bisa diikuti petunjuknya atau jika punya dana lebih, boleh lewat lembaga konsultan seperti Edlink dan berbayar.

2. Translate ijazah

Untuk translate ijazah memang sebaiknya dilakukan agar proses pendaftaran bisa lancar dan syarat LoA tidak terganggu.

3. IELTS

Terkait bahasa karena yang diminta di persemakmuran Inggris Raya adalah nilai IELTS, ada baiknya disiapkan sedari awal agar saat ada penerimaan mahasiswa bisa digunakan buat apply. Untuk bachelor biasanya diminta 5.5 atau 6 (IELTS) mungkin di TOEFL bisa setara 550 atau 600, ya. Tetapi jika dianggap akademiknya baik, biasanya tidak masalah di bahasa karena akan masuk kelas bahasa sebelum perkuliahan di mulai. “Jadi siapkan English-nya, apapun alasannya suka tak suka jika ingin studi di negara berbahasa inggris ya jelas wajib kan yah.” tutur Kak Galih.

4. LoA (Letter of Acceptance)

Nah, semua pemberi beasiswa mayoritas akan memproses berkas yang disertai LoA, artinya calon penerima harus sudah diterima syarat akademiknya di kampus terkait. Terutama lembaga dari luar Indonesia.

5. Paspor

Yang tak kalah penting tentunya paspor ya, bisa disiapkan dari awal karena pendaftaran mahasiswa asing pasti yang diminta lembaga salah satunya adalah paspor. “Ini yang saya jelaskan terutama buat apply S1 yah. Untuk beberapa negara ada penyesuaian kurikulum jika hendak apply di Inggris Raya tapi Indonesia sudah dipersilakan langsung terutama yang SMA dan SMK. Jika alumni MA biasanya diminta surat kesetaraan SLTA bisa diminta di Diknas tingkat 2. Tapi itu untuk Inggris Raya, jika daftar buat Malaysia, Brunei, Singapore dan India biasanya langsung tanpa kesetaraan. Oiya, Inggris Raya ini sama dengan United Kingdom biasa disingkat U.K. U.K. itu negaranya meliputi Inggris, Wales, Scotland, dan Ireland.” ungkap Kak Galih

6. Surat rekomendasi

Dokumen lain yang diminta adalah rekomendasi. Untuk S1 biasanya ada 2-3 yang diminta: dari sekolah, Diknas dan satu independen yang biasanya bisa dari keluarga yang sudah bekerja atau dewasa. “Disarankan langsung in English, biar ga di terjemah lagi buat ngirit.” begitu saran dari Kak Galih.

7. Essay

8. Sumber Dana

Dalam form biasanya ada sumber dana. Nanti silakan diisi sesuai kebutuhan, beasiswa atau sendiri. Jika biaya sendiri biasanya akan diminta foto kopi rekening bank yang direkomendasikan negara yang dituju. Untuk diketahui, beberapa lembaga beasiswa mensyaratkan kampus tertentu buat syarat, biasanya berdasar world rank kampusnya.

Jenis Beasiswa

  1. Full: Semua biaya akademik dan biaya hidup standar bulanan ditanggung lembaga beasiswa
  2. Semi: Biasanya hanya biaya studi. Ada beberapa yang menanggung biaya studi dan biaya akomodasi tanpa biaya bulanan lainnya.

Pengalaman Awardee

Sekedar informasi nih teman-teman, dulu sebelum masuk Huddersfield, Kak Galih menyiapkan TOEFL, GMAT, IELTS dan DELF (DELF itu buat Bahasa Perancis, ya) karena Kak Galih gabung di banyak lembaga dan kampus. Alhamdulillah dari belasan kesempatan di berbagai kampus dan negara, ada satu yang diterima. “Jadi, kalo ada yang gagal sekali, sepertinya itu biasa saja tapi kalo langsung lolos itu anugerah.” ungkap Kak Galih. Untuk yang mau ambil S3 nanti akan diminta riset S2-nya. Usahakan serumpun agar bisa cepat di terima lembaga pemberi beasiswa. Dan juga tak kalah penting social activities juga akan diperhatikan dan dipertimbangkan.

Untuk mencari beasiswa dari UK, dapat juga membuka: http://www.scholarship-search.org.uk/

 

Sesi tanya jawab

1. Untuk essay, apa yang paling ditekankan ya, kak? Apakah kontribusi, alasan kita daftar beasiswa, alasan memilih kampus atau apa? Dan untuk kontribusi saya berkeinginan untuk dilingkup pendidikan dan penelitian dengan cara menjadi tenaga pendidik, menurut Kakak apakah tidak apa mengingat jurusan saya teknik.

Jawaban: Yang sering lolos adalah yang menulis tentang mengapa ambil jurusan itu? mengapa studi di negara kami? apa hubungannya studi pilihan anda dengan negara kami? untuk sumbangsih dan kontribusi bisa di bidang manapun asal sesuai ranahnya dan usahakan dengan data tabel kebutuhan akan studi yang kita pilih. Misalnya teknik industri yang ingin bidang pendidikan olahan sampah jadi mudah diluber alam, maka dirancang riset bagaimana proses pekerjaan pabrik yang menggunakan plastik agar bisa menghasilkan yang diharapkan tadi. Apalagi jika di negara yang kita tuju kampusnya ada contoh kasusnya itu akan lebih baik lagi. Bisa ditambahkan saat mendaftar riset buatlah tujuannya karena engineering ada yang science, ada juga buat applicated dan pendidikan. Bisa dipilih buat pendidikan agar lancar berkasnya karena sejalur.

2. Saya berkeingin mendaftar master by research, apakah profesor bisa mengeluarkan LoA Kak? Atau beliau hanya mengeluarkan rekomendasi?

Jawaban: LoA hanya dari lembaga, profesor hanya rekomendasi riset. LoA conditional akan diharuskan dipenuhi saat riset subject 1 selesai. Jadi bisa lanjut studi namun ada batasan saat studi.

3. Ada banyak sekali universitas di Inggris yang punya kurikulum yang sama, maka bagaimana cara Mas Galih menentukan universitas yang sesuai dengan passion mas Galih?

Jawaban: Kampus yang saya tuju sebenarnya kampusnya Fahri, University of Edinburgh, tapi selalu gagal hingga disarankan memilih yang rankingnya menengah, hingga jatuhlah pilihan di Huddersfield, alasannya milih Huddersfield karena dekat dengan Manchester, sungguh alasan yang aneh sih tapi kesampaian bisa masuk old trafford.

4. Bagaimana cara ikut seminar di universitas Manchester sewaktu Mas Galih kuliah di Huddersfield? Apakah Mas Galih utusan kampus atau daftar sendiri?

Jawaban: ikut seminar karena ikut pembimbing saya, jadi selama studi penting punya hubungan baik dengan professor, kadang diajak riset, diajak seminar, kadang malah disuruh ngajar kelas diploma atau college, dan di U.K. semuanya di bayar.

5. Konon katanya untuk mendapatkan LoA di London agak sukar (dan umumnya bayar application fee) apakah benar?

Jawaban: LoA itu juga ada faktor living cost, terutama orang asing. London termasuk kota termahal di dunia setelah Tokyo, Osaka dan Newyork. Jadi wajar kalo LoA orang asing terutama di luar persemakmuran inggris agak susah. Aplikasi rata-rata memang bayar.

6. Apakah surat rekomendasi juga diperlukan jika mendaftar kuliah di luar negeri dengan jenjang S1? dan jika iya siapakah yang sebaiknya memberikan surat tersebut? Dan tentang surat rekomendasi dari Diknas, bagaimana cara mendapatkan surat dari diknas tersebut?

Jawaban: Rekomendasi bukan penting tapi harus, karena di Inggris Raya pasti diminta. Bisa mintakan sama guru atau kepala sekolah di SLTA, kedua mintakan ke Diknas biasanya pengawas sekolah bisa atau UPTD.

7. Bagaimana cara lancar berbicara sama native speaker (khususnya British people) dalam kehidupan sehari-hari di sana? Dan jika kita tidak lancar bagaimana? Soalnya kan IELTS itu hanya bukti kemahiran berbahasa Inggris saja kan kak, padahal yang sebenarnya lebih luas/lebih kompleks.

Jawaban: Lebih banyak keluar asrama, duduk di taman bersama mahasiswa lain, ikut  kegiatan internasional dan sering ke ruang diskusi di library. Dan hindari terlalu sering dengan rekan sesama orang Indonesia. Mahasiswa asli U.K. suka di taman dan library. Kalau mahasiswa Indonesia suka di student centre (SC) karena banyak makanan gratis. Dan ini penting buat info jika mau hemat sering saja ke SC, di sana banyak sajian dari kampus. Silakan diambil tapi ojo ngisin-ngisini nganti bungkus yo. (jangan malu-maluin sampai dibungkus ya hahaha)

8. Apa sih kak kesalahan yang sering kakak temukan ketika teman-teman membuat essay untuk apply beasiswa? Adakah saran khusus untuk common mistakes ini?

Jawaban: Sering antar subject item bahasan kurang nyambung, misal ingin kampus dan lingkungan belajar di sub urban atau di desa-desa robin hood tapi apply-nya di Manchester, Glasgow atau Westminster yang semuanya berpusat di kota tersibuk di Inggris. Hal kecil tapi lumayan berpengaruh.

9. Dulu Kak Galih pertama kali buat essay belajarnya bagimana ? Apakah hanya sering-sering latihan dan tahu kesalahan dan diperbaiki untuk essay selanjutnya?

Jawaban: Belajar sendiri, lalu dicoba koreksi sama guru Bahasa Inggris atau datangi kampus FBS bisa ajak-ajak mahasiswa sastra Inggris sok akrab dan akhirnya minta tolong koreksi. Tiap essay yang dikoreksi ada coretannya seperti TA gitu. Jadi tinggal fokus sama yang di koreksi.

Artikel ini merupakan notulensi dari Schotalk #4 Sahabat Beasiswa Kudus pada tanggal 20 dan 21 April 2019.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship