Kuliah di Negeri Sakura dengan “INPEX Scholarship Foundation”

Nama Pemateri : Imam Fathoni

Educational Background : Awardee beasiswa INPEX

Tema : Kuliah di Negeri Sakuran dengan INPEX Scholarship Foundation

Tanggal Pelaksanaan : 12 Februari 2017. Pukul 20.00-22.00 WITA

Notulensi

Perkenalan Narasumber

Imam Fathoni, lulusan Universitas Gajah Mada Indonesia di Fakultas Biologi. Sekarang beliau sedang menempuh study masternya di Hokkaido University, Jepang. Beliau mengambil jurusan (Laboratory of Marine Natural Product Chemistry). Pada tahun 2011-2014 bang Toni aktif bekerja di Laboratory Assistant of Animal Structure and Development, Helminthology, General Biology, Parasitology, Acarology, Faculty of Biology, Gajah Mada University, Yogyakarta.

Sesi Materi

Inpex Scholarship tidak sepopuler dengan beasiswa LPDP atau Mombusho untuk beasiswa Jepang. Namun, INPEX telah memberi beasiswa sejak tahun 80an. Jika berminat untuk kuliah di Jepang, banyak sekali pilihan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah disana. Bukan hanya beasiswa LPDP atau Mombusho.

INPEX adalah perusahaan minyak Jepang yang memiliki beberapa usaha di Indonesia, setiap tahunnya paling tidak 3 orang akan terpilih sebagai penerima beasiswa yang akan melanjutkan studi S2 di Jepang selama 2.5 tahun.  Sebagai gambaran di Jepang bisa memilih 2.5 tahun (6 bulan untuk adaptasi dan belajar bahasa) atau langsung 2 tahun. Semua tergantung Supervisor.

Syarat-syarat beasiswa ini standar, yaitu transkip, motivation letter, surat keterangan sehat dari dokter (bisa bahasa Indonesia), sertifikat Toefl or Ielts (kalau ada), serta yang paling penting adalah Surat Penerimaan dari Professor di Jepang.

Untuk surat letter of acceptance dari professor yang menyanggupi untuk membimbing mahasiswa selama di Jepang adalah nilai tertinggi dibandingkan dengan nilai Toefl yang tinggi atau nilai IPK. Tidak perlu minder jika memiliki nilai bahasa inggris yang tidak tinggi, rata-rata universitas di Jepang tidak meminta sertifikat Toefl sebagai syarat pendaftaran.

Di Jepang, kuliah S2 itu adalah master by research. Jadi penelitian itu yang utama, kelas-kelas course tidak terlalu penting. Tidak ada gunanya jika mahasiswa mendapatkan nilai A semua di kelas, tetapi gagal dalam thesis. Jadi Beliau hanya perlu menyelesaikan 18 sks untuk kuliah, dimana bisa diselesaikan selama 1 semester saja. Selebihnya waktu untuk penelitian. Cukup berbeda dengan Indonesia yang 50:50 coursework dan thesis.

Sebelum mendaftar beasiswa INPEX, berusahalah mencari Professor yang membimbing  (merupakan surat sakti). Mau setinggi apapun nilai IPK dan Toefl, jika “surat sakti” belum ditangan, susah akan diterima.

Proses : Setela semua berkas lengkap, kirik ke Jakarta. Sebulan kemudian akan ada pemberitahuan kalau dinyatakan lolos 10 besar. 10 besar kemudian akan diundang ke tahap Interview di Jakarta, dengan biaya tiket PP ditanggung. Interview sangat santai, interviewer hanya ingin lebih melihat karakter dan visi pelamar kedepan. Jika lolos interview, maka akan diberikan insentif untuk kursus bahasa Jepang selama di Indonesia sebelum keberangkatan.

Komponen beasiswanya adalah 160.000 yen/bulan. Kecuali Tokyo akan ada tambahan dan (karena biaya hidup lebih mahal). Sebagai catatan LPDP sebesar 155.000 yen, mombusho sebesar 147.000 yen. Selain itu, akan ada cover biaya tiket subway kalau mahasiswa ke kampus berangkat dengan kereta. Biaya pas kedatangan di Jepang 60.000 yen, tiket PP, uang untuk menghadiri conference dimanapun (setiap tahun max. 100.000 yen). Jadi selama kuliah mahasiswa akan mendapatkan allowance sebesar 200.000 yen.

Menurut Beliau, mungkin banyak yang takut melamar beasiswa INPEX, terlebih lagi yang lulus hanya 3 orang. Pihak foundation akan selalu memantau kita dengan baik (dalam hal positif). Setiap tahun penerima beasiswa akan di undang ke Tokyo buat pesta akhir tahun bersama para petinggi INPEX. Sekarang ada tambahan insentif buat beli TV dan langganan TV NHK sebagai langkah “early warning” sistem kalau ada bencan. Begitu katanya..

Untuk kuliah di Jepang, pastikan terlebih dahulu lab nya seperti apa. Dari segi komposisi mahasiswa di lab atau professornya galak atau tidak. Jangan sampai 2.5 tahun dihabiskan dengan menderita. Dengan “Shock Culture” orang Jepang suka lembur. Atau orang-orangnya yang pemalu dan kurang terbuka. Di Jepang, kuliah untuk S2 yang terpenting adalah kehadiran, yang berat adalah research work di lab. Namun keuntungannya, jurnal-jurnal dan pustaka sangat lengkap dan mudah diakses. Seperti ka Toni yang fokus di Biokimia, sangat mudah mendapatkan alat-alat untuk praktek, tinggal minta ke professor jika perlu sesuatu.

Di Jepang, rata-rata thesis mengikuti proyek professor. Jika tidak cocok, perlu didiskusikan. Seperti halnya ka Toni yang kurang cocok dengan proyek dilab, melakukan penelitian sendiri dilab. Selama itu masih disetujui, tidak akan menjadi masalah.

Intinya, sebelum mengapply INPEX, tanyakan terlebih dahulu ke diri masing-masing. cocok dibagian research atau coursework.

Sesi Tanya Jawab

  1. Apakah beasiswa tersebut menyediakan beasiswa untuk mahasiswa dengan prodi pendidikan?

Sama seperti di guideline, jurusan yang ditentukan adalah natural science. Maksudnya adalah IPA. Seperti informatika, teknik. Kalau pendidikan misalnya pendidikan MIPA.

  1. Bagaimana membuat motivation letter yang baik? penekanan apa yang harus dijual ketika membuat motivation letter/essay dalam pelamaran pengajuan beasiswa.

Intinya mintalah koreksi sebanyak mungkin orang lain. saya minta koreksi ke dosen-dosen juga teman-teman native buat menghindari kesalahan. Gunakan pola yang tidak monoton karena selama ini mayoritas motivation letter selalu diawali dengan My Name… bayangkan kalau kamu harus menyeleksi ratusan essay dan baca hal yang seperti itu berulang-ulang? Jadi pembukaan dan kalimat yang unik menurut saya akan mencuri perhatian reviewer. Kalau dari pengalaman saya penekanan di pengalaman riset dan prestasi.

  1. Sebelumnya disebutkan persyaratan Toefl/Ielts (kalau ada). Lalu jika tidak ada, bagaimana? Apa tetap bisa mendaftar? Cara mendapatkan LoA dari professor disana apakah harus bisa berbahasa Jepang? Di Hokkaido adakah juruan di bidang Kimia?

Sebaiknya ada, berapapun nilainya. Karena sainganmu pasti berusaha yang terbaik. Percaya atau enggak. Awardee sebelumku memiliki Toefl prediction dan diterima. Karena dia sudah ada LoA dan Motivation Letter yang bagus. LoA harus menghubungi Professor melalu email. Untuk bidang Kimia di Hokkaido ada.

  1. Apakah beasiswa INPEX hanya spesifikasi untuk teknik perminyakan atau ilmu-ilmu eksak? Apa cara yang dapat dilakukan agar mendapatkan “surat sakti” dari Professor? Bahasa yang digunakan saat interview?

Sayang sekali sepengatahuan saya, INPEX fokus ke ilmu natural science. Mungkin karena keadaan di Jepang sendiri, natural science mereka sangat kuat. Sebaliknya social science tidak sebagus Inggris atau Amerika. Tidak ada tips khusus, tergantung juga karena kadang lab member sudah full sehingga Professor tidak bisa menerima siswa lagi. Yang harus diingat mereka orang yang super sibuk yang bisa menerima puluha email yang sama setiap hari. Kadang kalau tidak ada jawaban di email pertama, coba kedua kali, kalau tidak ada jawaban silahkan lupakan dan cari yang lain. interview dalam bahasa inggris.

  1. Apakah beasiswa INPEX adalah beasiswa untuk biaya kuliah atau biaya kuliah beserta biaya hidup? Apakah juga ada beasiswa untuk jurusan teknik?

Beasiswa full biaya hidup + uang kuliah + lain-lain. teknik termasuk jangkauan INPEX. Teman saya juga sedang mendalami arsitektur. Sampai saat ini penerima terbanyak adalah jurusan teknik informatika dan elektro.

  1. Prioritas jurusan beasiswa INPEX? Apakah ada prioritas jurusan untuk bahasa, budaya, dan pendidikan?

Prioritasnya adalah natural science, dalam hal ini IPA (teknik, kedokteran, science, pertanian dll). sayang sekali belum ada untuk social science.

  1. Bagaimana kalau kita sudah memiliki LoA dan sudah ada Professor yang menerima, namun tidak diterima oleh pihak beasiswa? Apakah bisa membatalkan kuliah dengan prof tersebut?

Iya, saya rasa Professor juga pasti paham dengan kondisi kita, jika kita memperoleh beasiswa tersebut. Saya yakin mereka akan bijaksana, tapi ada juga yang akhirnya dikasih allowance dari professor karena prof itu ingin anak tersebut jadi siswanya.

  1. Apakah jurusan teknik sipil tersedia? Jadi kita harus mencari informasi research dosen yang bersangkutan dengan fokus penelitian kita?

Jurusan teknik sipil ada. Jepang sangat maju dalam teknik dan science. Harus cocok dan match dulu, tapi dalam case saya, khususnya dosen pembimbing saya adalah kimia. Saya ingin memadukan kimia dengan biomedis dan beliau tetap menerima saya sebagai mahasiswanya. Semua tergantung professornya.

  1. Kalau boleh tahu, apa bedanya INPEX, beasiswa Japan Foundation dan LPDP? Setahu saya Hokkaido University itu juga menjalin kerja sama dengan LPDP.

Perbedaanya adalah allowance. Yang menampung allowance family adalah beasiswa LPDP. Sedangkan Mombusho tidak ada allowance buat kedatangan awal, jadi siap-siap uang cukup banyak buat awal kedatangan di Jepang. INPEX dan Mombusho tidak mewajibkan alumni untuk balik ke Indonesia setelah lulus. Untuk allowance conference, setahu saya LPDP cuman sekali saja, sedangkan INPEX buat 2 tahum dan Mombusho tidak ada.

  1. Untuk mendapatkan LoA dari Hokkaido University harus ada proposal riset gak untuk yang research dan kenapa kk ingin memperdalam bidang kakak saat ini, kebetulan saya juga tertarik

Tidak harus, tapi lebih baik. siapa tahu professornya minta. Waktu wawancara saya tunjukkan outline research saya, cuman 2 lembar. Biar kelihatan serius buat mengejar beasiswa ke Jepang. Sejak S1 saya tertarik untuk mencari alternatif therapy untuk malaria yang seakan dilupakan karena negara-negara maju tidak ada malaria. Jika saya mendapatkan senyawa yang efektif, saya ingin meneliti mekanisme kerja senyawa tersebut untuk riset S3 saya.

  1. Bagaimana pandangan orang Jepang dengan sustainable energy?

Di Jepang, sustainable energy sudah cukup advance. Tapi saya pikir tidak seadvance di Jerman. Jujur, saya malah berfikir orang Jepang itu boros energi. Barang-barang masih bagus sudah dibuang begitu saja, temanku dapat macbook air gratis karena orangnya beli yangbar. Tapi menurut saya Jepang sangat advance dalam memproduksi energi terutama mereka memiliki nuklir power. Disini, ketika membeli sesuatu seperti kue, maka penjual akan membungkus seunik dan se-cute mungkin sampai tidak tega untuk dibuka. Orang Jepang mungkin memikir ini pemborosan kertas dan energi banget, tapi pengolahan daur ulang disini sangat advance sehingga Jepang tidak pernah kuatir masalah polusi dan energi.

  1. Strategi apa yang ka Tony lakukan untuk mendapatkan beasiswa ini?

Strategi saya adalah mempersiapkan segala sesuatu sebelum lulus. Nyicil-nyicil motivation letter, cv dll. CV diperbagus dengan mengikuti seminar-seminar, training atau asisten dan conference.

Closing statement

Jangan pernah ragu dan takut duluan untuk bersaing memperebutkan beasiswa INPEX. Kegagalan adalah hal yang wajar, tetap semangat J