Halo, Sobat SB! Sahabat Beasiswa Chapter Boyolali mengadakan Schotalk pada tanggal 27 Januari 2019. Dimulai dari pukul 20.00-22.30 WIB. Narasumber pada Schotalk kali ini adalah Kak Makhyan Jibril Al Farabi, alumni dari University College London. Awalnya, Kak Jibril kuliah S1 jurusan kedokteran. Kemudian, melanjutkan study master (M.Sc.) dengan mengambil jurusan Healthcare Enterpreneurship. Alasannya, karena ia selama ini aktif dalam dunia healthcare enterpreneuship, salah satunya adalah klinik asuransi sampah di Malang.

Why Chevening?

Beliau mendapatkan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Inggris yaitu Chevening. Mengapa memilih beasiswa Chevening? Karena jurusan healthcare enterpreneurship hanya ada di UK dan US. Di jurusan tersebut, ia mempelajari healthcare enterpreneurship lebih dalam, dengan contoh kasus-kasusnya serta penerapannya di lapangan. Pengalaman Kak Jibril belajar di UK menjadi pencapaian yang paling Kak Jibril banggakan dalam hidup. Bagaimana tidak? UK menjadi kiblat pendidikan selama ratusan tahun. Banyak orang yang menggambarkan UK sebagai negara dengan Universitas TOP dunia. Karena jumlah mahasiswa asing terus meningkat tiap tahun sehingga di sana bisa bertemu dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Bahkan, London dinobatkan sebagai kota nomor 1 terbaik di dunia untuk pelajar karena lingkungan, kampus dan fasilitas yang mendukung.

Institusi di UK secara konsisten masuk ke dalam univesitas terbaik dunia, diakui dan selalu menjadi sorotan. Siapa yang tak kenal Univessity of Cambridge, University of Oxford, UCL, Imperial? Nama-nama kampus tersebut pasti sudah terkenal, alumninya pun banyak yang menjadi orang penting seperti presiden, perdana menteri, dan lain-lain.

Belajar IELTS & Latihan Wawancara

Demi masuk ke salah satu universitas top dunia, Kak Jibril belajar intensif selama satu bulan karena nilai IELTS awalnya 5,5. Ia mampu mendapat nilai 7 dalam tes kedua kalinya. Dalam satu hari, ia belajar menghabiskan waktu selama 6 jam untuk mengerjakan soal-soal IELTS. Ini bisa dikatakan “sistem ngebut yang membuahkan hasil terbaik”. “Kunci pertama untuk bisa mendapatkan beasiswa dan kuliah ke LN adalah skill bahasa Inggris,” kata Kak Jibril. Selain itu, Kak Jibril juga sering berlatih membuat check list daftar pertanyaan serta memprediksi jawaban-jawaban yang semestinya saat wawancara nanti. Kak Jibril dan temannya juga selalu berlatih bersama. Perjuangan inilah yang membuat Kak Jibril diterima di salah satu universitas UK ternama.

Di sisi lain, penggunaan bahasa Inggris akan lebih memudahkan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di UK. Sementara, kuliah di negara lain masih membutuhkan belajar bahasa seperti Perancis, Jerman, dan sebagainya. Rentang waktu belajar di UK untuk S1/ S2 cenderung lebih singkat dibandingkan dengan negara lain. Rata-rata hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk gelar sarjana S1 dan 1 tahun untuk Master. Di negara lain rata-rata S1 4 tahun dan S2 2 tahun.

UK juga memiliki banyak alternatif untuk budaya, kultur, arsitektural dan lokasi wisata. Bahkan, sering kali muncul blockbuster seperti Big Ben, Stonehenge, Canary Wharf, dsb. Dalam dunia film seperti game of thrones, harry potter, dsb.

Preparation

Persiapan kuliah yang direncanakan Kak Jibril sudah dimulai dari 2-3 tahun sebelum mendapatkan beasiswa. Dari sewaktu Kak Jibril S1, sudah mulai belajar karya ilmiah, Bahasa Inggris, juga mengikuti berbagai organisasi. Ini adalah beberapa modal Kak Jibril untuk apply beasiswa S2 di luar negeri. Proses perjuangannya:

  1. Persiapan yang serius, dimulai dari kurang lebih 1-2 tahun untuk belajar IELTS, riset kampus yang akan dituju serta syarat-syaratnya. Lalu, beasiswa apa saja yang ada dan syarat-syaratnya. Kak Jibril juga menyampaikan bahwa untuk mendapatkan LoA di Inggris itu gampang. Karena universitas-universitas di Inggris butuh sekali mahasiswa. Dengan nilai IELTS 6,5 atau 7 dan IPK di atas 3, hampir semua kampus akan memberikan LoA (kecuali top campus seperti Oxford, Cambridge, LSE, Imperial, UCL, LBS). Persaingannya cukup ketat sewaktu apply beasiswa Chevening karena pendaftarnya berjumlah 4400 orang dan yang lolos hanya 67 orang. Menurutnya, kuota penerima beasiswa LPDP untuk UK sekarang dikurangi, hanya beberapa jurusan saja yang diterima, kecuali afirmasi. Untuk memastikan, kamu bisa riset dulu di website LPDP.
  2. Siapkan sedini mungkin pengalaman organisasi, riset, pekerjaan dan publikasi di bidang yang dikejar karena ini biasanya kunci untuk mendapatkan beasiswa. Menurut cerita Kak Jibril, sejak masuk kuliah ia sudah aktif organisasi dan kegiatan sosial serta enterpreneurship. Setelah lulus, ia membangun klinik asuransi sampah bersama teman-teman, menulis di paper dan koran. Kemudian, Kak Jibril mendaftar beasiswa Chevening jurusan Msc enterpreneurship. Jadi, usahakan ada narasi yang berkelanjutan dalam aplikasi beasiswa sobat SB semua.
  3. Ikut mentorship. Group-group schotalk juga sangat membantu, lalu tunjukkan usaha teman-teman untuk proses aplikasi. Alangkah baiknya riset dahulu, tulis dahulu, mereka (saya dan teman-teman) biasanya dengan senang hati membantu.

Ini salah satu gambar yang Kak Jibril potret. Gambar pemandangan UK ini diambil dari jendela ruang kelasnya. Sungguh menakjubkan. Seluruh kota terlihat dengan jelas. Menara-menara kota menjulang tinggi.

Suka & Duka di UK

Kuliah di UK dituntut untuk terus belajar seperti banyak menulis artikel, paper dan sebagainya. Bukan hanya menuntut untuk mendapatkan nilai sempurna. Kak Jibril mengalami masa-masa kuliah di UK untuk mendapatkan nilai di atas 80 itu susah, di kelas nilai 50 susah lulus. Jadi tidak ada tuntutan nilai harus sempurna.

“Kuliah di UK banyak sukanya,” kata Kak Jibril. Ia jadi mempunyai teman baru, ilmu baru, bisa jalan-jalan, bertemu dengan dosen yang buku-bukunya sudah dibaca terlebih dahulu. Namun, bukan hanya suka yang dialami Kak Jibril di UK, ia juga mengalami duka karena harus jauh dari keluarga. Mau pulang untuk lebaran mahal, harus mandiri dengan masak sendiri untuk berhemat. Kak Jibril juga pernah menajdi tour guide pejabat Indonesia yang sedang berada di UK untuk mendapatkan uang tambahan.

Tips: Life at UK

Menyikapi berbagai tantangan yang ada di UK, Kak Jibril memiliki cara jitu, yaitu:

  1. Membuat komunitas dengan teman-teman di Indonesia yang sedang di luar negeri supaya menjadi support system yang kuat untuk meraih tujuan.
  2. Kuatkan internal motivation dengan cara mengulang-ulang dan mengafirmasi bahwa saya harus lulus dengan capaian dan usaha terbaik.
  3. Do’a dari keluarga, terus menerus minta do’a dan dukungan dari kedua orang tua.

Setiap ilmu pengetahuan punya latar belakang sosiologis maupun teknologi yang menjadi fondasinya masing-masing. Menurut Kak Jibril, selama ini, ilmu di jenjang S2 banyak yang bisa diterapkan karena cenderung mengarah ke teknik validasi bisnis. Dan bisa direplikasi di Indonesia. Kebanyakan ilmu-ilmu sosial lebih mudah diadopsi sedangkan ilmu-ilmu IPA seperti biologi terkadang terkendala teknologi yang belum masuk di Indonesia.

Bagaimana Sobat SB, apakah tambah semangat untuk mengikuti jejak Kak Jibril di UK? Bagi teman-teman yang ingin langsung menanyakan hal-hal yang belum dijelaskan boleh sekali menghubungi Kak Jibril lewat akun ig (http://instagram.com/dr.makhyanjibril)

Artikel ini merupakan hasil notulensi Schotalk dari Sahabat Beasiswa Chapter Boyolali.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship