Meraih beasiswa adalah keinginan bagi setiap pelajar di Indonesia apalagi, jika beasiswa luar negeri di negara tersebut memiliki empat musim. Muhajjir Maulana menunjukkan bahwa ia mampu meraih beasiswa, yaitu StuNed. Ia merupakan lulusan dari Master Plant Science University of Wageningen, Belanda. Kak Muhajjir berbagai info dan pengalamannya di Schotalk #15 Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya (21/2). Apa saja, ya, yang dibagikan sama Kak Muhajjir?

StuNed: Beasiswa Bergengsi di Belanda

Sumber : http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master-1

Beasiswa StuNed merupakan salah satu beasiswa bergengsi hasil dari perjanjian bilateral pemerintah RI dengan kerajaan Belanda. Program ini tercantum dalam Multi Annual Policy Framework (2014-2017) yang memberikan prioritas pada bidang-bidang berikut:

  • Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi (International Trade, Finance and Economics)
  • Transportasi, (Agro) logistik dan Infrastruktur (Transport, (Agro) logistics and Infrastructure)
  • Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law)
  • Agro-Pangan dan Hortikultura (Agro-Food and Horticulture)

Panelis StuNed akan sangat memperhatikan kesesuaian keempat bidang tersebut bagi tiap applicant. Nah, bagi teman-teman yang bukan bidang prioritas untuk mendaftar harus menyadari dari awal jika berkas bukan menjadi prioritas panelis. For your information, untuk nutrition and health Wageningen sangat bagus. Beasiswa ini dibuka setahun sekali. Adapun tahap seleksinya adalah Administrative Assesment (Maret – pertengahan April 2019), Competitive and Excellence-based Assessment (pertengahan April 2019), jika dinyatakan lulus maka Final Outcome akan diterbitkan pada bulan Mei 2019.  Tetapi, ketika zaman Mas Muhajjir hanya ada seleksi administratif.

Alasan Kenapa Kuliah di Belanda

Setiap pelajar yang ingin kuliah di luar negeri tentunya telah memilih jalur dan negara yang dituju, begitu pula dengan Mas Muhajjir. Kenapa Mas Muhajjir memilih Belanda untuk negara tempat ia lanjut studi? Alasannya adalah Belanda merupakan negara yang terdapat musim salju, dan termasuk negara maju.

Wageningen University dikenalkan oleh dosen pembimbing skripsi Mas Muhajjir pada semester 6. Setelah melihat dan mendalami profil universitas ini, ia tergelitik untuk mencobanya, bisa teman-teman browsing Wageningen University sudah sekian kali berturut-turut menempati posisi 1 dunia untuk bidang natural science.

Belanda memang unggul pada beberapa aspek berikut:

– Efisiensi lahan        

– Teknologi mutakhir

– Terdepan dalam rekayasa genetika

– Beberapa perusahaan produsen benih terkemuka, east west seed dan rijk zwaan

– Sistem pendidikan

Keuntungan dan Persyaratan Beasiswa StuNed

Banyak sekali keuntungan-keuntungan dari beasiswa Stuned ini yang pastinya tidak kalah dengan beasiswa-beasiswa lainnya, yaitu:

  1. Uang kuliah maksimum EUR 20,000 per tahun
  2. Uang jajan per bulan EUR970
  3. Asuransi kesehatan AON
  4. Settlement allowance dan uang beli buku (satu kali) EUR 230
  5. Gratis pengurusan visa dan residence permit (izin tinggal)
  6. Tiket pesawat PP dalm dan luar negeri (satu kali)

Dokumen pada saat seleksi yang dibutuhkan pun terbilang sedikit berupa ijazah S1, sertifikat IELTS, surat rekomendasi, formulir pendaftaran (download), dan LoA. Bagi yang dinyatakan lolos seleksi maka, selanjutnya “pihak internal StuNed” sendiri yang akan melakukan Competitive and Excellence-based Assessment, ini semacam tahap penyaringan kali kedua bagi applicant yang lolos. Jadi, sejatinya applicant hanya mengirimkan berkas dan menunggu hasil di bulan Mei.

Perjuangan Meraih Beasiswa

Dalam pepatah mengatakan jika kamu mengetahui suatu perjalanan itu sangatlah jauh, maka kamu harus menyiapkannya. Nah, begitu pula dengan beasiswa, dalam maupun luar negeri. Mas Muhajjir menjelaskan tahap-tahap beliau mempersiapkannya baik dari proses dan kesiapan mental. Pasca lulus S1 di Unpad, beliau memang telah memutuskan untuk langsung lanjut S2 tanpa mencari pekerjaan terlebih dahulu, supaya lebih fokus dan tepat sasaran. Perencanaan berkuliah di luar negeri ini beliau bagi menjadi 3 tahapan.

  • Tahap pertama, mengikuti les IELTS

Sebulan pasca kelulusan pada bulan September 2015, beliau langsung mengambil program IELTS 2 bulan di Bandung, IELTS ini menjadi kunci penting dan pembuka pintu bagi yang ingin melanjutkan studi di luar. Sembari mendalami IELTS, beliau pun langsung mencari info beasiswa (Wageningen University sudah menjadi impian beliau sejak di bangku kuliah, sehingga sudah paham betul kualifikasinya apa saja). Di masa 2 bulan itu beliau mempersiapkan berkas yang dibutuhkan yang disyarati oleh pemberi beasiswa. Di bulan Januari beliau mengikuti IELTS yang diselenggarakan British Council dan mendapatkan hasil yang lumayan memuaskan saat itu, score 7.0.

  • Tahap kedua, mendapatkan LoA (surat penerimaan dari univ Belanda

Mendaftar  ke perguruan tinggi di Belanda pada bulan yang sama (hal ini merupakan pra-syarat untuk mendapatkan beasiswa StuNed). Lebih kurang  seleksi administrasinya hanya berupa motivation letter, IELTS, ijazah S1, dan surat rekomendasi. Prosesnya pun terbilang cepat, hanya sekitar 2 minggu dan Pemateri dinyatakan lolos ke Universitas tersebut.

  • Terakhir, mendapatkan beasiswa.

Nah, barulah tahap terakhir, dan tahap yang paling mendebarkan karena pemateri tidak akan bisa berangkat ke Belanda jika tak ada funding. Pada masa pemateri, LPDP sudah ada sehingga saat itu beliau melamar di dua beasiswa, StuNed dan LPDP. Alhamdulillah beliau dapat kedua-duanya, “sukses itu jika bukan karena dilatih ya karena keberuntungan, tapi kebanyakan orang adalah keberuntungan yang membawa sukses”.  Namun, seperti yang diketahui bersama bahwa kebanyakan pemberi beasiswa mensyaratkan tidak boleh double funding. Setelah menimbang dan memutuskan akhirnya beliau mengambil StuNed. Setelah ketiga tahap terlaksana dengan baik, hal yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah……BERSANTAI DAN MENIKMATI KULINER INDONESIA…….. 🙂 Sudah mirip kata-kata mutiara, “Setelah bersusah-susah dahulu baru bersenang-senang kemudian”. Mungkin terdengar sepele dari hal ini, tapi ini benar adanya. Berkuliah di luar negeri terutama di Belanda tidaklah semenarik dongeng sebelum tidur ataupun film-film luar negeri. Ada enak dan tidaknya.

Bandara Schipol

Kebijakan StuNed Terhadap Awardee

StuNed mengharuskan awardee-nya mengikuti program akulturasi bahasa di kedutaan Belanda sebelum keberangkatan. Seluruh biaya (akomodasi hotel, transportasi penerbangan domestik ke Jakarta dan fee kursus) gratis, tidak termasuk makan dan transportasi umum. Di sina tidak hanya belajar Bahasa Belanda, namun budaya juga dikenalkan agar tidak mengalami culture shock saat di Belanda. Salah satu keuntungan berkuliah di luar negeri, jika penat dengan tugas dan sebagainya, bisa melangkah keluar dan bersepeda sembari melihat pemandangan, pemandangan pantai yang begitu indah. Aduhaayy, semoga terwujud ya buat sobat-sobat semua!

Pantai Scheveningen, tempat melepas penat warga Belanda

Dalam kepengurusan kepindahan ke Belanda, ini menarik. Bisa dikatakan negara Belanda sangat profesional dan menjamin setiap calon mahasiswanya memperoleh kemudahan. Setelah Mas Muhajjir dinyatakan lolos StuNed, di bulan Mei pihak Neso langsung bekerja sama dengan universitas terkait perihal residence permit, visa sementara, dan asuransi. Tugas kita apa? Kita hanya tinggal membalas email yang masuk. Jadi, teman-teman tidak perlu khawatir telat datang tahun ajaran baru dikarenakan hal-hal yang bersifat administratif, sangat kecil kasus ini terjadi. Untuk visa yang tertera di paspor memang masih harus kita yang ajukan ke Kedutaan Belanda (kalau sekarang kepengurusannya pindah ke VFS). Dokumen lain yang dibutuhkan universitas untuk mengeluarkan residence permit kita adalah translasi akte kelahiran ke dalam Bahasa Inggris. Juga, legalisir ijazah ke beberapa kementrian (info ini pasti akan diberitahu oleh Neso).

Suka Duka Selama di Belanda

Berkuliah di Belanda cukup membuat tubuh kita letih, mengapa tidak? Bagi yang tidak terbiasa bekerja keras, kuliah di Belanda dimulai dari jam 8.30 hingga 17.15. Bahkan S1 di Indonesia tidak seperti itu. Juga, jangan bayangkan makanan di Belanda senikmat di gambar, most people said Dutch food is SIMPLY FRESH but FLAT.

Culture shock yang paling terasa adalah saat pertama kali masuk kelas. Sangat terasa berbeda cara dosen menyampaikan kepada mahasiswa, materi kuliah dibuat seasyik mungkin tanpa banyak penggunaan slide ppt. “Namun, seiring berjalannya waktu, mau atau tidak mau saya harus terbiasa dengan sistem kerja dan pola pikir mereka yang serba simpel tidak ribet.” kata Mas Muhajjir.

Soal musim, tak ayal salju merupakan impian setiap warga indonesia sedari kecil. Namun, kenyataannya sungguh pahit, udara di musim dingin bisa mencapai minus dan membuat tubuh malas untuk beraktivitas.

Suasana musim salju di pinggir danau, Belanda

Terlepas dari hal negatif yang beliau sampaikan di negara Belanda, poinnya adalah hijrah dan menuntut ilmu di luar negeri tidaklah seindah negeri dongeng, hal inilah yang membuat kita menjadi individu yang update dan mandiri serta tangguh dan berwawasan luas. So, jangan enggan untuk meneruskan studi di luar negeri.

Motivasi bisa datang dari diri sendiri dan diri orang lain (keluarga, sahabat, teman). Namun, jika ingin berdampak besar, motivasi harus datang dari diri sendiri. Menjadi konsisten untuk lanjut studi memang tak mudah, banyak sekali godaan dari luar. Semisal teman-teman sudah lulus S1 datanglah tawaran pekerjaan dengan gaji lumayan ataupun ada yang buka usaha sendiri. Hal ini sah-sah saja, namun yang harus ditanyakan adalah apakah teman-teman yang sudah nyaman dengan gaji sekian masih akan bermimpi untuk studi di luar negeri?

Bagaimana Kehidupan di Belanda?

Berdasarkan riset yang Mas Muhajjir lakukan kepada teman-teman S1-nya, sebelum lulus banyak dari mereka yang bermimpi sama untuk lanjut studi, namun setelah lulus si A, B, C dan D mendapatkan pekerjaan sehingga mereka nyaman dan memutuskan untuk tak bermimpi lagi. Beliau tak mencoba untuk menghakimi jalan hidup orang lain, karena memang substansinya sangat subjektif. Jadi, menjadi konsisten versi beliau adalah dengan fokus pada tujuan dan tidak berhenti untuk meraih mimpi. Jika ingin lanjut studi S2, pasca lulus S1 ya sudah fokus saja mempersiapkan ielts, dan dokumen penting lainnya.

Dalam mencari beasiswa pastinya yang dipikiran awal bagaimana biaya hidup di sana? Secara konstitusi, pemerintah Belanda melalui Kementerian Imigrasi mensyaratkan setiap orang yang hendak studi di Belanda untuk mengantongi minimal 880 euro per bulan sebagai syarat memperoleh izin tinggal. Hasil eksperimen Mas Muhajjir pribadi, untuk tinggal di wilayah Wageningen (wilayah termurah di Belanda) hanya membutuhkan kisaran 500 – 600 euro per bulan (all inclusive) kecuali, biaya kuliah yang sudah dibayarkan pihak StuNed di awal. Makanan di Belanda juga sedikit mahal dari pada di Indonesia, harga beli buah tropis saja hingga 2 euro lebih, setara dengan Rp32.000 lebih. Ini merupakan lahan jual yang bisa dimanfaatkan anak pertanian.

Banyak perbedaan-perbedaan Indonesia dengan negara lain, dari budaya, bahasa, hingga cara mendidik atau pendidikanny. Poin penting yang diperoleh dari negara Belanda adalah bagaimana soft skill kita dikembangkan, karena S2 bukan semata tentang seberapa banyak ilmu yang kita serap, tetapi juga bagaimana jiwa dan raga kita menjadi lulusan S2, menjadi tubuh yang kompeten tak hanya ilmu namun juga karakter.

Pendidikan karakter di Belanda itu sudah diajarkan sejak kecil. “Contoh mereka yang namanya julid itu tidak ada, bisa dilihat di instagram ataupun situs-situs media sosial orang Belanda tidak akan sama dengan isi instagram orang Indonesia, bukan maksud saya merendahkan orang kita, hanya saja pola berpikir mereka ini yang harus kita tiru, penjelasan dari pemateri mengenai karakter orang Belanda.” ungkap Mas Muhajjir.

Dalam penyesuaian diri, Mas Muhajjir menjelaskan kita harus percaya bahwa untuk warga Indonesia adaptasi dengan Belanda sangat mudah. Pertama, bisa dibilang budaya Indonesia dan Belanda sudah saling bersinggungan sejak zaman dulu. Banyak terdapat persamaan-persamaan  baik dari segi bahasa dan makanan di belanda. Seluruh bumbu-bumbu yang ada di Indoensia dapat kita temukan di Belanda, dari pala hingga kemiri. Bahkan, restoran Indonesia pun menjamur di sana.

Fakta-Fakta Pertanian di Belanda

– Intensifikasi lahan pertanian dengan kluster terpadu (one region one product)

– Pasar yang sudah global value chain

– Penopang unggulan berupa insitusi riset dan kampus

– Kekuatan perusahaan-peursahaan pertanian (sebut sajaUnilever dan Frisian Flag)

– Jargon pertanian: 1. doing more with less; 2. higher value added

Wageningen University

Banyak negara bersalju yang lebih cantik, sontoh saja swiss dan negara bagian utara. Namun, poin pentingnya adalah Belanda dan kita sudah seperti saudara tiri, apa yang kita pahami mereka juga pahami. Nah, termasuk pertanian yang sangat terkesan bagi Mas Muhajjir, bagaimana mungkin negara bermusim empat dengan luas daratan tak lebih dari pulau Jawa mampu menjadi salah satu eksportir pertanian termasyhur di dunia? Bahkan, pernah ditemukan labu Belanda dijual di salah satu supermarket di Indonesia. Bukankah ada intrik khusus di situ? Nah, inilah yang membuat saya ingin tahu apasih kemampuan belanda ini. ternyata kuncinya adalah “focus” mereka menggalakkan one region one product. Di daerah Westland, Belanda Selatan terdapat areal pemukiman yang tkhusus untuk mencukupi pertanian seluruh negeri.

Beberapa negara luar mungkin kebudayaan atau bahasa sangat menyulitkan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka yang baru, yang kadang budaya itu berarah terbalik dengan kebudayaan kita di Indonesia, intinya bagaimana cara kita bersikap dan cara kita beradaptasi dengan mereka yaitu hidup bertoleransi dan menyesuaikan diri. Semangat para pencari beasiswa semoga jalan menuju beasiswa dan negara impian dipermudah.

Ok, teman-teman, dunia ini tak ada yang tak mungkin, intinya usaha dengan bersungguh-sungguh dan jangan berhenti bermimpi. Bermimpi tanpa aksi cuma jadi bunga tidur. Namun beraksilah, sehingga mimpi tidak sekedar angan akan tetapi berbuah kenyataan. SEMANGAT…!! (ndl)

Artikel ini merupakan notulensi Schotalk #15 Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya, 21 Feb 2019

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship