Halo, Scholarship hunters! Sahabat Beasiswa Chapter Kendari sudah melaksanakan Schotalk yang ke-10 pada Hari Minggu, 3 Februari 2019, dari pukul 19.50 – 21.30 WITA. Pada kesempatan kali ini, Sahabat Beasiswa Chapter Kendari melangsungkan diskusi via whatsapp bersama Kak Hilmi Nur Ardian yang sedang menempuh pendidikan di Uniwersytet Slqski, Polandia.

Kak Hilmi berangkat ke Polandia dengan beasiswa Erasmus Mundus. Keren banget kan??

Uniwersytet Slqski

Kakak kece kelahiran Sidoarjo, 8 Oktober 1992 silam merupakan wisudawan dari Universitas Surabaya program studi Matematika. Setelah melalui proses yang panjang dan perjuangan yang tidak mudah, Kak Hilmi berhasil untuk melanjutkan study-nya di dua negara yang berbeda berbekal dengan beasiswa Erasmus.

Apa sih Beasiswa Erasmus Mundus itu??

Erasmus Mundus atau yang sekarang lebih dikenal dengan Erasmus+ merupakan program beasiswa khusus untuk jenjang S2 dan S3. Program ini didanai langsung oleh EU (Europe Union) atau yang kita kenal sebagai negara-negara Uni Eropa. Program beasiswa ini sangatlah menarik, dimana para awardee-nya akan mendapatkan uang tunjangan bulanan yang cukup besar, dimana beasiswa ini meng-cover akomodasi, asuransi, biaya perjalanan, monthly stipend (€1000), serta free lunch plus dinner dengan menunjukkan kartu kantin (khusus mahasiswa di Italia). Menariknya, berkat beasiswa ini para awardee memiliki koneksi yang sangat luas. Tidak hanya itu, beasiswa Erasmus juga memungkinkan para awardee memiliki kebebasan untuk menempuh kuliah di 2-3 negara sekaligus. Awardee memiliki kebebasan untuk memilih negara mana yang mereka mau (sesuai dengan topic penelitian yang dilakukan). Di Itali, program S2 disebut Joint Master Degree yang artinya mahasiswa akan mendapat beberapa gelar S2 setelah lulus. Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa mengunjungi situs resmi Erasmus+ pada link berikut: https:// eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus_en

Mengapa harus Erasmus Mundus?

Sesuai dengan informasi yang diberikan Kak Hilmi, syarat untuk apply beasiswa Erasmus sangatlah sederhana. Bisa dikatakan sebagai salah satu syarat apply beasiswa paling mudah. Calon awardee hanya diminta untuk melengkapi beberapa dokumen seperti CV, Motivation Letter, sertifikat skor IELTS, transkrip nilai dan ijazah, serta surat rekomendasi. Selain itu, program ini tidak mengadakan sesi wawancara, benar-benar hanya seleksi dokumen saja, mudah bukan? Tapi ingat, kalian harus bersaing dengan seluruh pelamar beasiswa ini dari seluruh dunia.

Pengalaman Kuliah di Luar Negeri

Menempuh pendidikan tidaklah pernah semudah yang diharapkan. Selalu ada banyak rintangan dan masalah serta suka duka yang akan dihadapi. Begitu pula yang dialami oleh Kak Hilmi selama berkuliah di luar negeri. Pada awalnya, Kak Hilmi beserta seluruh awardee Erasmus+ berangkat ke Italia. Di sinilah semua awardee Erasmus+ dari seluruh dunia berkumpul untuk pertama kali. Kak Hilmi dan awardee lainnya berkumpul untuk satu semester, tepatnya di Università degli Studi dell’Aquila. Setelah mereka menyelesaikan satu semester pertama, mereka akan berangkat ke negara pilihan masing-masing untuk melanjutkan perkuliahan.

Università degli Studi dell’Aquila

Saat itu, kelas Kak Hilmi berisikan 80 orang mahasiswa dari lebih 30 negara di seluruh dunia. Bisa dikatakan, Kak Hilmi berteman dengan orang-orang yang berasal dari setengah atau mungkin hampir seluruh dunia. Luar biasa bukan? Kak Hilmi juga mengatakan bahwa selama ia berada di sana banyak kisah bahagia dan sedih yang terjadi, dan tak luput pula kisah cinta. Sebab menurutnya, Erasmus bagi mereka adalah biro jodoh internasional, karena banyak sekali kisah cinta yang lahir karena program ini, dan itu terjadi di setiap tahun atau angkatan.

Waktu Tidur yang Tak Menentu

Sulitnya menempuh pendidikan di luar negeri juga dialami oleh Kak Hilmi. Ia bercerita bahwa saat awal-awal perkuliahannya di Italia, ia hanya tidur satu kali dalam dua hari. Ada pula rekan-rekan seperjuangan Kak Hilmi yang bahkan hanya tidur selama empat jam saja dalam seminggu. Perjuangan berat itu dikarenakan Kak Hilmi dan para awardee lain dituntut untuk menuntaskan 36 SKS (Satuan Kredit Semester) pada semester pertama, dan 39 SKS pada semester kedua. Tuntutan berat itu ditambah dengan tugas, project, dan juga ujian di tiap minggunya.

Sulitnya Beribadah di Negara Pizza

Selain perjuangan yang berat untuk menuntaskan pendidikan, kesulitan lain juga dialami Kak Hilmi dalam kehidupan sehari-hari. Kak Hilmi merupakan seorang Muslim. Kewajibannya sebagai seorang Muslim untuk menunaikan ibadah sholat menjadi salah satu tantangan terberat selama di Italia. Kak Hilmi bercerita bahwa di kota tempatnya berkuliah tidak terdapat masjid ataupun sarana untuk melaksanakan sholat. Ditambah lagi, tidak ada komunitas Muslim di kota tersebut. Kak Hilmi bahkan pernah dimarahi oleh petugas keamanan karena melaksanakan sholat di tempat umum. Selanjutnya, Kak Hilmi tidak bercerita mengenai cultural shock ataupun kesulitan dalam penggunaan bahasa. Menurut Kak Hilmi, bahasa Italia itu mudah untuk dipelajari.

Pertanyaan Seputar Beasiswa Erasmus Mundus

 Untuk memenangkan sebuah beasiswa bukanlah hal yang mudah, terlebih jika saingannya berasal dari seluruh dunia. Pesan dari Kak Hilmi, perbanyaklah browsing seputar beasiswa yang kamu inginkan dan perbanyak koneksi dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Untuk beasiswa Erasmus sendiri, memiliki kriteria persyaratan yang berbeda tergantung pada konsentrasi program studi. Selengkapnya mengenai list program master Erasmus kamu bisa cek pada link: https://eacea.ec.europa.eu/erasmus-plus/emjmd-catalogue_en

Beasiswa Erasmus merupakan program beasiswa yang tergolong simpel, sebab para awardee tidak perlu lagi bersusah-payah untuk mencari kampus yang cocok. Program ini langsung memilihkan kampus bagi para awardee-nya. Kak Hilmi menambahkan bahwa aplikasi beasiswa dan kampusnya itu satu portal, calon awardee hanya tinggal memilih program sesuai jurusan pada web katalog di atas. Beasiswa Erasmus biasanya mulai dibuka pada bulan Desember sampai pertengahan Januari

Semua Orang Akan Dapat Beasiswa

“Semua orang akan dapat beasiswa. Kalian akan menemukan jodoh kalian. Terus berusaha dan berdoa, semua akan indah pada waktunya. Kalah hanya untuk orang yang berhenti berusaha.”

-Hilmi Nur Ardian-

Kalimat diatas dilontarkan Kak Hilmi sebagai penyemangat buat Schoters bahwa semuanya harus melalui proses yang panjang. Kak Hilmi bercerita, dulu hampir tiap hari ia menelusuri tiap website dan gencar kirim e-mail sana-sini. Kak Hilmi sendiri sudah mencoba apply 17 kali beasiswa dan gagal 14 kali. Kak Himi menambahkan bahwa jangan pernah ragu untuk mengambil setiap kesempatan yang ada.  Untuk melanjutkan studi di luar negeri adalah sesuatu yang berat, dan akan lebih berat jika dilakukan sendirian. Saran dari Kak Hilmi, perbanyaklah koneksi dan jangan sungkan bertanya kepada Kak Hilmi pribadi ataupun orang-orang yang sedang atau pernah menerima beasiswa. Karena kita pasti bisa mendapatkan beasiswa jika kita mau berusaha. Semangat!

Artikel ini merupakan notulensi Schotalk #10 dari Sahabat Beasiswa Chapter Kendari

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship