Semua tentang Jerman yang harus kamu ketahui!
by Jeanne Svensky Ligte

1. Tentang Jerman 

Jerman adalah negara empat musim dengan keadaan cuaca yang berbeda, tergantung di daerah mana kamu berada. Untuk daerah selatan Jerman seperti Bavaria salju akan sangat tebal di musim dingin karena wilayahnya berbatasan langsung dengan pegunungan Alpen. Sementara di wilayah utara seperti kota Hamburg saljunya tipis karena dekat dengan laut Baltic. Sementara saat musim gugur kota-kota yang memiliki banyak ruang terbuka hijau seperti Hannover sangat cantik dengan nuansa dedaunan yang berguguran, demikian pula ketika musim semi saat cherry blossom mekar di mana-mana. Selain itu, tempat yang pas untuk menikmati musim panas yaitu di wilayah utara, tepatnya kota-kota yang dekat dengan pantai seperti Kiel yang juga rutin melaksanakan sailing festival tiap tahunnya.

Keadaan kota di Jerman sendiri berbeda-beda, karena di beberapa kota diperuntukkan spesifik untuk satu hal. Misalnya pusat pemerintahan berada di Berlin sebagai ibu kota, pusat bisnis yang berada di Frankfurt menjadikan kotanya penuh dengan gedung pencakar langit, sementara kota-kota dengan universitas terbaik seperti Aachen sangat bernuansa layaknya kota pelajar.

Sementara untuk transportasi Jerman sangat unggul dalam hal ini. Berbagai layanan transportasi umum, baik dalam kota seperti U-bahn (underground train), S-bahn (overground train), dan tram. Untuk antarkota ada maskapai Flixbus yang punya banyak destinasi (bahkan ke luar negeri hingga ke Rumania!) dan juga kereta DB Bahn yang supercepat dan nyaman.

2. Lingkungan di Jerman

Bisa dibilang cara paling gampang untuk bisa akrab dengan sesama mahasiswa Jerman adalah dengan minum dan party bareng, yang sayangnya ini kurang pas dengan kultur budaya kita sebagai orang Indonesia. Tapi jangan takut! Di Jerman ada banyak forum ilmu pengetahuan serta minat dan bakat di mana kamu bisa bergabung di dalamnya dan jadi punya banyak kenalan international student dari negara lain. Cara bersosialisasi lainnya adalah dengan rajin-rajin ikut kegiatan PPI atau Perhimpunan Pelajar Indonesia, baik itu untuk skala kota, negara, kawasan, hingga PPI Dunia.

Di sini kamu bisa saling kenal dengan sesama pelajar Indonesia di luar negeri dan saling menuangkan ide dan pikiran untuk pembangunan Indonesia ke depannya. Siapa tahu salah satu dari kalian justru calon presiden atau menteri Indonesia beberapa tahun yang akan datang?

Untuk kesehatan, semua mahasiswa internasional yang berkuliah di Jerman harus dilengkapi dengan asuransi kesehatan yang umumnya disediakan dan dibantu proses aplikasinya oleh kampus masing-masing. Fasilitas medis yang ada di Jerman juga sangat maju dan canggih. Begitu pula dengan sistem perbankan, di mana bank account yang kamu gunakan di Jerman mudah digunakan untuk transaksi online dan penarikan tunai, baik di dalam negara Jerman maupun di negara lain di Benua Eropa.

3. Perkuliahan di Jerman

Perkuliahan di Jerman menggunakan sistem ECTS (European Credit Transfer and Accumulation Sytem) yang rata-rata berbobot 30 ECTS dalam satu semester. Adapun untuk sistem penilaian di Jerman sedikit berbeda, karena menggunakan skala 5.0-1.0 di mana 5.0 adalah yang terendah (dan dianggap failed) dan 1.0 adalah nilai tertinggi, unik ya?

Dan sudah bukan rahasia lagi kalau Jerman adalah tujuan belajar yang paling pas untuk bidang teknik dan sains! Tapi jangan khawatir, banyak juga disiplin ilmu lain seperti politik, ekonomi, hingga Southeast Asian studies bisa kamu pelajari dengan mendalam di Jerman. Dosen-dosen di Jerman juga ramah dan selalu terbuka untuk diajak berdiskusi yang pastinya sangat membantu untuk menunjang akademik kamu.

Berdasarkan QS World University Rankings 2018, tiga kampus terbaik di Jerman diduduki oleh Technische Universität München dan Ludwig-Maximilians Universität München yang dua-duanya terletak di kota Munich, diikuti oleh Heidelberg University yang juga merupakan kampus tertua di Jerman dan berdiri sejak 1386. Jangan lupa juga ada kampus RWTH Aachen yang menjadi tempat Bapak B.J. Habibie dulunya menuntut ilmu! Kamu mau rencana studi kemana?

4. Biaya Pendidikan

Jerman adalah negara yang sangat peduli dengan pendidikan, dan beruntunglah bagi mereka yang bisa berkuliah di negara panzer ini karena tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga kamu yang berkuliah di Jerman tanpa bantuan beasiswa hanya perlu menyediakan anggaran untuk biaya hidup sehari-hari.

Sementara untuk beasiswa yang populer adalah DAAD yang merupakan beasiswa dari pemerintah Jerman dan LPDP dari pemerintah Indonesia. Ada juga beasiswa Erasmus+ yang membuka kesempatan buat kamu berkuliah tidak hanya di Jerman tapi juga di negara lain. Terakhir, ada beasiswa kampus yang juga ditawarkan, terutama untuk jenjang PhD dengan sistem bekerja sama dengan research institute sehingga kamu juga menerima gaji tiap bulannya. wah.

5. Makanan dan minuman khas jerman

Sebagai negara dengan konsumsi bir terbesar ketiga di dunia, bisa dibilang bir adalah minuman khas Jerman dengan berbagai brand lokal yang berbeda di tiap daerahnya. Sementara untuk makanan, Jerman punya segala macam roti dan sosis yang jenisnya bisa mencapai puluhan. Takut tidak bisa makan karena tidak halal? Jangan khawatir, di Jerman juga banyak makanan yang telah berasimilasi dengan kuliner khas Turki yang dibawa oleh pendatang ke negara ini, seperti dürüm, döner, ataupun döner-teller yang disajikan bersama nasi dan french fries.

6. Fasilitas umum

Walaupun tidak semua tempat umum di Jerman tersedia public wi-fi, namun di area kampus dan perpustakaan internet sangat mudah diakses. Umumnya mahasiswa di sini diberi akun Eduroam oleh universitas masing-masing yang bisa kamu gunakan tidak hanya di wilayah kampus sendiri melainkan seantero Jerman, hingga negara lain yang juga menyediakan layanan yang sama.

Untuk fasilitas ibadah, Jerman adalah negara di mana penduduknya juga banyak merupakan pendatang dari Timur Tengah, misalnya Turki dan Iran, sehingga setidaknya pasti ada satu masjid yang tersedia di satu kota. Sementara untuk gereja juga tersebar di mana-mana, bahkan di antaranya menjadi ikon di satu kota, seperti Berliner Dom di kota Berlin dan Cologne Cathedral di kota Köln.

Sementara untuk hiburan, selain mengadakan party, utamanya di musim semi dan panas orang Jerman senang melakukan piknik ke taman ataupun barbeque party. Untuk yang sedang berolahraga, melakukan jogging atau berenang juga pilihan yang baik. Sementara yang senang dengan sejarah, Jerman punya banyak sekali museum, terutama yang berhubungan dengan sejarah Perang Dunia II yang sayang kalau kamu lewatkan.

7. Pengalaman traveling kak Jeanne 

Menurut saya pribadi Eropa adalah benua yang sangat aman bagi perempuan untuk traveling sendiri, jadi jangan sampai kamu melewatkan kesempatan untuk melihat dunia selagi menuntut ilmu di benua biru! Kalau kamu takut kesepian, menginaplah di hostel karena kemungkinan untuk menemukan teman baru dengan tujuan perjalanan yang sama sangat besar. Ada juga program Kamar Pelajar yang diakomodir oleh teman-teman PPI Amerop di mana kamu bisa menumpang menginap di rumah teman sesama pelajar Indonesia. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga barang bawaan, terutama di kota yang terkenal rawan copet, seperti Barcelona, Paris, dan Roma.

Lebih dari itu semua, banyak-banyaklah mengambil pelajaran selama perjalanan. Jangan hanya pulang membawa oleh-oleh dan koleksi foto di Instagram saja, tapi juga pengalaman menarik yang bisa dibagi untuk orang lain dan pastinya membuat kamu semakin mensyukuri hidup – Jeanne

8. Cara beradaptasi di luar negeri

Hal paling wajib pertama untuk memudahkan kamu beradaptasi di luar negeri adalah belajar bahasa! Terutama untuk kamu yang kuliahnya bukan di English-speaking-country, seringkali penduduk setempat tidak bisa berbahasa Inggris, jadi jangan kamu pikir semua bule pasti bisa bahasa Inggris ya, hehehe..

Paling tidak hapalkan beberapa kata-kata penting, terutama yang akan kamu butuhkan jika berbelanja di swalayan, termasuk kata ‘babi’ dalam bahasa lokal jika kamu adalah muslim.

Selain sebagai bekal awal untuk survive di negara studi, orang lokal juga akan lebih welcome dengan kamu jika kamu menyapa mereka dengan bahasa lokal. Cara ini sudah saya praktekkan di empat negara yang saya tinggali dan terbukti ampuh! I survived!

9. Pengurusan administrasi dan migrasi 

Yang pasti harus dilakukan adalah berusahalah untuk melengkapi persyaratan dokumen selengkap dan sebaik mungkin. Sudah ada beberapa kasus mahasiswa yang ditolak oleh universitas maupun imigrasi setempat karena dokumen yang diserahkan tidak sesuai dengan yang diminta. Selalu cek sekali lagi, kalau perlu buatlah check list agar kamu tahu, mana yang masih kurang dan mana yang sudah lengkap.

Umumnya visa pelajar berlaku selama tiga bulan, dan setelah tiba di negara tujuan kamu harus segera membuat resident permit yang berlaku selama setahun.

Segeralah mengurus resident permit begitu kamu tiba di negara tujuan. Kalau kamu membuatnya setelah visa kamu expired kamu bisa kena denda, atau lebih parahnya, dipulangkan alias deportasi!

  1. Toko Buku dan kebutuhan bulanan

Ada banyak toko buku yang tersedia di Jerman, di antanya yang terkenal adalah Thalia dan Hugendubel yang juga membuka cabang/tokonya di kampus-kampus. Namun yang menjadi favorit saya adalah Dussmann yang ada di Berlin, toko buku lima lantai super besar dengan segala macam koleksi buku dari berbagai bahasa, menjadikan saya yang pecinta aksara ini pernah mencapai rekor menghabiskan empat jam di sana dalam sekali kunjungan!

Sementara untuk groceries dan keperluan belanja bulanan, supermarket di sini buka hari Senin-Sabtu, jadi pastikan stok makanan kamu ada untuk hari Minggu ya. Beberapa supermarket seperti Lidl, Netto, atau Penny juga kadang menyediakan ‘angebo’t atau diskon menjelang akhir pekan, lumayan membantu menghemat kantong kita-kita yang mahasiswa ini. Untuk makanan halal seperti daging sapi dan ayam, supermarket Turki juga ada di setiap kota jadi bagi kamu yang muslim tidak perlu takut mencari makanan halal.

Temui kak Jeanne di Instagram @mypassporttoparadise .

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship