Indonesian Engineering Student Life at Colorado, America: LPDP Scholarship

Negeri kita ini, Indonesia, mempunyai potensi geothermal yang besar. 40% potensi geothermal dunia terletak di Indonesia. Namun pemanfaatannya masih terbilang kurang. Fakta tersebut yang mendasari Ilham Anugerah Permata untuk memutuskan mengambil program studi masternya di Colorado School of Mines, jurusan Petroleum Engineering dengan jalur beasiswa.

Pemuda kelahiran Jombang, Jawa Timur ini mengaku pernah ditolak beberapa kali saat mendaftar perkuliahan sebelum akhirnya ia diterima di kampus yang cukup terkenal di bidang teknik perminyakan di US. Tinggal di negeri orang, menjadi sebuah hal baru baginya. Colorado school of mines terletak di Golden Colorado, yang merupakan negara bagian Amerika Serikat, dengan ibukota Denver.

Ulasan kenapa teknik perminyakan Colorado dan apa saja hal-hal menarik seputar tinggal di Amerika, yuk disimak! 🙂

Mendapat beasiswa LPDP

Persiapan Ilham untuk mendapatkan beasiswa dan mendaftar perkuliahan terbilang cukuplah matang. Mulai dari persiapan mengikuti tes IELTS, apply university hingga dua kali, tes LPDP, sampai akhirnya dinyatakan lolos LPDP sebelum mendapat kampus pilihan. Informasi mengenai persiapan beasiswanya dapat dilihat di sini.

Chemical to Petroleum Engineering

Ilham, yang menamatkan pendidikan sarjana di jurusan Teknik Kimia Institut Teknolongi Sepuluh November Surabaya, memiliki ketertarikan di bidang geothermal. Ia menjelaskan bahwa teknik kimia beririsan dengan geothermal. Begitu pula dengan teknik perminyakan.

Bicara tentang geothermal, potensi geothermal yang besar ada di Indonesia; yaitu 40% dari potensi geothermal dunia. Tetapi pemanfaatannya di Indonesia terbilang masih kurang. Lebih jauh, ia mengatakan bahwa sementara sekarang ini, produsen listrik dari geothermal terbesar terletak di USA. Dan cara eksploitasi geothermal hampir sama dengan eksploitasi minyak.

“Saya merasa jika lanjutannya ke teknik kimia lagi maka kurang sempurna begitu ilmunya. Maka saya ingin belajar di teknik perminyakan di bidang yang masih ada hubungannya dengan Geothermal energy,” ucapnya ketika mengisi kegiatan Superschotalk Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya beberapa bulan lalu.

Why Colorado

Beberapa kampus yang mengusung Petroleum Engineering yang sempat ia lamar adalah di Texas A&M, dan Colorado School of Mines. “Sebenernya Mines ini juga ga masuk list LPDP, tapi aku tahu ada beberapa awardee yang akhirnya boleh pindah kampus ke sana.”

Untuk mengetahui kampus yang mengusung program geothermal, ia mencari informasi melalui lembaga Geothermal Energy Association (GEA) di US baik dari ‘undergrad’ sampai yang ‘grad’.

“Awalnya juga ga pernah denger. Ternyata setelah daftar dan diterima, terus harus cari alumi untuk kasih surat rekom ke LPDP, baru tahu kalau kampus itu emang terkenal di kalangan perminyakan dan pertambangan.”

Lebih jauh lagi, Ilham juga menuturkan bahwa ada salah satu menteri ESDM yang dulu bersekolah di Colorado School of Mines. Adapula direktur Medco Energi, anggota DPR. Di CSM ia banyak menemui anak-anak yang orang tuanya bekerja di Chevron, Pertamina, Exxon, Freeport, Newmont, atau pun para karyawan dari perusahaan minyak tersebut untuk disekolahkan.

Tinggal ngekos

Ia tinggal ngekos di rumah orang Indonesia yang telah menjadi citizen US di kota Golden, state Colorado, tengah-tengah benua Amerika, daerah pegunungan Rocky. Biasanya ia menaiki bus untuk pergi ke kampus yang dapat ditempuh selama 30 menit.

Halal Food

Makanan, untuk kaum muslim, bukan masalah besar. Karena ia dapat memilih makan vegetarian, roti-rotian, atau pun membeli makanan halal di restoran Timur Tengah atau India. Lain halnya jika ingin memakan daging halal. Walaupun ada yang menjual daging halal, tapi tentu lebih jarang dan lokasinya pun terbilang jauh. “Sebenernya kita juga boleh makan daging Kosher sih, daging yang dproses sesuai ajaran Yahudi. Kosher mudah banget dapetnya. Banyak supermarket yang jual. Cuman belum pernah nyoba, sih. Hehe.”

Masjid

Alumni Sahabat Beasiswa Chapter Surabaya ini mulanya tidak menyangka bahwa masjid di Amerika cukup mudah dijangkau. “Di setiap ibu kota negara bagian pasti ada. Bahkan tahun 2011, lembaga Islam di Amerika Utara ngeluarkan data kalau di beberapa negara bagian ada lebih dari 100 masjid. Pemerintah Indonesia tahun 2014 juga meresmikan masjid Indonesia di Washington DC yang sebelumnya bangunan itu adalah gereja, tapi gereja itu dijual karena sudah beberapa tahun nggak beroperasi karena masyarakat sekitarnya berubah jadi mayoritas atheis.”

Time management; berpuasa Ramadhan

Bagi umat Islam, kewajiban melaksanakan sholat, puasa tidak boleh dilupakan. Di Colorado, waktu shubuh sekitar pukul 4am, maghrib 8.30pm. Perbedaan waktu ini menunjukkan durasi siang lebih lama dari pada malam hari, dimana hal tersebut juga menjadi salah satu tantangan ketika berpuasa di Amerika. Masjid di sana memberikan makanan berbuka/takjil kepada jamaah. Suatu nikmat juga bagi Ilham tinggal dengan orang Muslim Indonesia, sehingga hampir setiap hari dibangunkan untuk sahur.

“Seperti saya cerita tadi, selesai sholat Isya 10.30pm. Selesai Tarawih 11.15. Sampai rumah 11.30pm. Baru tidur jam 12 atau lebih. Jadi, kesempatan tidur cuma sekitar tiga jam. Saya pribadi sulit sih untuk bangun sendiri dengan waktu tidur malam cuma segitu, meskipun sudah pasang alarm berlapis-lapis. Haha.”

Memorable saat Ramadhan

Menjadi muslim; minoritas di negara Adikuasa memanglah tidak semudah di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tahun pertama di sana, ia terkesan dengan semangat seorang muallaf asli warga US yang usianya lebih dari 72 tahun. Usia bukan jadi halangan untuk beribadah. Muallaf tersebut hampir selalu ke masjid untuk menunaikan sholat lima waktu berjamaah.

“Dia baru memeluk Islam sekitar dua bulan sebelum Ramadhan. Dia langsung praktik puasa penuh, ikut tarawih, bahkan ikut sholat tahajud yang dimulai jam 2.30am untuk mengejar lailatul qadar. Itu luar biasa sekali, saya yang masih muda kalah semangatnya.”

Komunitas Muslim

Jangan khawatir menjadi muslim sendirian. Karena banyak kaum muslim yang tergabung dalam komunitas. Ada Indonesian Moslem Society in North America/Canada. Biasanya komunitas-komunitas muslim tersebut mengadakan acara seperti makan bersama setelah sholat Eid, turnamen olahraga. Bahkan, ada yang menyelenggarakan Qur’an competition seperti komunitas di tempat Ilham, Islamic Center of Golden (ICG). “Setiap komunitas muslim, biasanya berbasis masjid. Setiap masjid mengadakan kegiatan-kegiatan untuk komunitas atau jama’ah mereka,” imbuh finalis Indonesia Chem-E-Car Competition (ICECC); sebuah kompetisi bergengsi tentang teknik kimia yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia ITS ini.

Sistem Perkuliahan

“Sebenarnya kalau masuk perguruan tinggi sistemnya mirip-mirip. Kampus ITS, ITB, UI,
UGM metode belajarnya sama dengan kampus-kampus di sini. Ada penelitian, ada
seminar, ada tugas presentasi. Yang beda biasanya teknis tiap kampus aja. Jadi
ga perlu ada yang dikhawatirkan secara umum. Paling nanti yang agak bingung
saat isi form pendaftaran.”

Untuk menyiasatinya, Ilham menyarankan meskipun belum mempunyai sertifikat bahasa atau GRE (semacam tes SNMPTN untuk engineering) agar membuat akun pendaftaran kampus di website masing-masing. Setelah itu, kita bisa menanyakan via email kepada admission kampus atau bertanya kepada teman terkait pengisisan kolom pendaftaran ini apa itu apa.

Bagaimana sobat SB? Apakah kamu tertantang untuk studi di luar negeri? Ataukah masih menemukan tujuan? Apapun itu, jangan ragu untuk terus belajar di mana pun, ya!
Life as a lifelong learner is one of the ways to help our self to be more aware, more grateful, more helpful each other. 🙂