Salah satu program beasiswa dari Kemdikbud adalah beasiswa unggulan. Beasiswa ini ada yang ditujukan untuk mahasiswa yang mengambil double degree. Adakah kamu yang belum mendengar program double degree? Double degree atau program gelar ganda, dilansir dari laman Kopertis , adalah penyelenggaraan kegiatan suatu program studi secara bersama dan saling mengakui kelulusannya antar perguruan tinggi baik dalam negeri maupun kerjasama perguruan tinggi di dalam negeri dengan perguruan tinggi di luar negeri. Untuk lebih detail kamu juga bisa membaca penjelasannya di sini.

Bicara mengenai beasiswa, ada pemuda asal Solo yang menyelesaikan master program double degree di Universitas Diponegoro, Indonesia dan Pukyong National University, Korea pada tahun 2014. Gregorius Rionugroho, atau akrab disapa Rio, adalah alumni S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro angkatan 2008 dan baru saja menyelesaikan program doktoralnya di Yeungnam University, Korea pada Agustus 2017. Apa saja hal menarik yang bisa kamu ikuti dari Rio seputar beasiswa dan Korea? Yuk simak lebih lanjut!

  1. Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2012-2014

Pemilik nama lengkap Gregorius Rionugroho Harvianto ini mengawali program masternya selama satu tahun di Universitas Diponegoro dengan konsentrasi Membrane Technology. Satu tahun berikutnya di Pukyong National University dengan konsentrasi Extraction Technology. Jadi, pada tahun 2014 ia mendapat dua gelar master engineering.

Dari pengalaman Rio, karena beasiswa ini tersedia untuk program double degree saja, ia mengaku lebih sulit mencari beasiswa untuk living cost di Korea. Puji syukur, biaya hidup pria yang sangat tertarik di bidang riset desain proses industri kimia ini, saat di Korea ditanggung oleh BPKLN Dikti dan biaya kuliahnya ditanggung PKNU (Pukyong National University) Korea.

  1. Beasiswa Brain Korea (BK-21) Plus

Sesaat sebelum lulus S2, pemuda kelahiran Jakarta ini merasa masih membutuhkan ilmu lagi, sehingga ia memutuskan lanjut S3 melalui beasiswa research Professor. Berbekal informasi dari teman-teman Indonesia di Korea atau Perpika, Rio mencoba apply semua peluang tersebut. Puji Tuhan YME, ia diterima di berbagai universitas di Korea. “Dengan berbagai pertimbangan, saya memilih studi S3 di bidang Teknik Kimia Yeungnam University,” ungkap penggemar film Three Idiots ini.

Fokus ilmu yang dimilikinya adalah bidang riset proses desain industri kimia, spesifiknya proses separasi senyawa kimia. Untuk studi S3, fokusnya pada pemisahan atau separasi senyawa kimia dengan cara hybrid distilasi dengan membran.

Tips beasiswa research professor BK21 versi Rio

Pilihan Rio untuk apply beasiswa research Professor BK21 adalah karena proses applynya tidak terlalu sulit, bisa dikatakan tidak ada kendala yang berarti menurutnya, jika dibandingkan dengan KGSP atau LPDP.

“Untuk mendapatkan beasiswa research Professor, yang perlu dilakukan adalah kepercayaan diri untuk mengirimkan email dengan cara dan konten yang tepat kepada Profesor.” Lebih lanjut, Rio yang menyukai olahraga sepak bola ini juga sharing tips email dengan Profesor. “Melengkapi dengan CV, research plan, dan motivation letter. Tentu tidak sembarang memilih Profesor. Pilihlah Profesor dengan bidang riset yang paling diinginkan dan ada baiknya juga lakukan riset terlebih dahulu tentang lab dan Profesornya.”

Anyway, sobat SB juga bisa membaca cerita puasa awardee BK21 lainnya di sini.

  1. Beasiswa DAAD Summer School di Essen, Jerman

Eropa memang punya daya tarik tersendiri baik untuk sekedar jalan-jalan, atmosphere-nya, bangunannya, juga pendidikannya. Rio berkesempatan mencicipi tanah Jerman dengan mengikuti program Summer School For Water Treatment and Management yang diselenggarakan oleh DAAD pada bulan September 2016. Program ini diikuti Rio saat ia sedang mengambil doktoral di Korea.

  1. Budaya orang di Korea itu unik

Bermukim di Korea selama kurang lebih 4 tahun, ada hal-hal berkesan yang dirasa Rio dari orang Korea menurutnya. Selain kerja keras yang sungguh-sungguh, di Korea juga punya jam kerja paling lama. “Tapi kalau weekend, biasanya Jumat malam, juga punya jam main paling panjang. Kalau ada acara bersama, satu ronde saja tidak cukup, misalnya setelah makan, bisa lanjut main bowling, terus ngafe, mungkin habis itu lanjut karaoke.”

Lain halnya dengan agama. Selain sepak bola, penyuka traveling ini mengaku masih amaze dengan orang Korea yang kebanyakan tidak menganut agama dengan sungguh-sungguh, tetapi kehidupan bermasyarakatnya lebih baik, kejujuran yang tinggi dan minimnya kriminalitas. Namun, karena tidak punya agama, hal ini juga bisa mengakibatkan angka kematian bunuh diri di Korea termasuk salah satu yang tinggi di dunia.

  1. Banyak berjalan atau bersepeda

Tinggal di one-room yang sangat dekat dengan kampus, juga sebuah hal yang menguntungkan. Pemuda kelahiran 26 tahun lalu ini, sehari-hari saat di Korea, pergi ke kampus atau ke gereja Katolik terdekat dengan jalan kaki ataupun bersepeda. Hal tersebut karena gereja terdekat di tempat Rio bisa dijangkau. “Rasanya satu kecamatan atau distrik, pasti ada gereja Katolik di Korea,” ujarnya.

  1. Euforia Natal

Perayaan Natal menjadi sebuah momen yang menyenangkan bagi beberapa kalangan. Termasuk Rio. Meski beberapa tahun terakhir ia merayakan Natal di Korea, kebiasaan-kebiasaan Natal di Indonesia masih bisa dijalankan di Korea. “Aksi Puasa Pembangunan yang ada menjelang Paskah juga tetap dilakukan. Puji Tuhan komunikasi dengan keluarga di Indonesia terkait ini bisa berjalan dengan baik juga. ”

“Yang berbeda dengan di Indonesia adalah walaupun banyak orang Korea yang tidak merayakan Natal, atribut Natal terlihat sangat meriah dengan berbagai macam jenis lampu yang unik di hampir seluruh pusat kota Korea, termasuk membuat pohon Natal dengan ukuran yang besar.”

Sobat SB jangan khawatir, di Korea juga ada komunitas-komunitas Katolik Indonesia lho. Jadi, kamu tidak sendirian merayakan natal.

  1. Inspirasi dari Romo dan motivasi dari Pembimbing

Good quote is memorable. “Quote yang sangat membekas bagi saya selamanya adalah dari Romo Seogija, yang mengatakan 100% Katolik 100% Indonesia.” Jika dimaknai lebih dalam, kepercayaan dan keyakinan kita terhadap Tuhan YME membuat kita memiliki tanggungjawab untuk memberikan yang terbaik bagi tanah air Indonesia. “Bisa dibilang itu juga menjadi salah satu motivasi saya untuk berkontribusi bagi Indonesia di mana pun dan sekecil apapun, seperti saat mengemban amanah sebagai presiden PPI Korea (Perpika),” lanjut Rio.

Selain itu, ia juga termotivasi dari pembimbing S3nya, Profesor Moonyong Lee, untuk terus menekuni bidang ilmu riset desain proses industri kimia. Pada Septemebr 2017 hingga saat ini Rio juga bekerja langsung di bidang yang sangat ia minati lho yaitu sebagai Senior Research Engineer di Benit M, setelah lulus program doktoral.

Bagaimana denganmu, sobat SB? Terus semangat mencari ilmu dari dosen atau pembimbingmu, ya!

  1. Mengikuti berbagai komunitas atau organiasi, event akademik

Merasa bahwa keberadaan kita adalah untuk sebuah perubahan yang positif terhadap orang lain, membuatnya semakin menorehkan banyak prestasi. Pernah menjabat sebagai Presiden PPI Korea, PPI Dunia Kawasan Asia Oseania, Keluarga Katolik Indonesia di Busan (KKIB), tidak membuat Rio lengah. Justru sebaliknya, “Waktu 24 jam yang diberikan Tuhan untuk kita itu saya rasa sudah cukup untuk bisa membagi waktu yang tepat antara organisasi, akademik, dan ibadah. Lakukan masing-masing secara fokus dan 100% sepertinya bisa dijalankan,” jawab pemuda yang pernah mendapat honorary award “plaque of appreciation” for indonesian citizen dari Kedutaan Republik Indonesia di Republik Korea, Seoul pada Juli 2015.

  1. Keep moving forward

Semua orang di Indonesia bisa kok mewujudkan mimpinya masing-masing.

“Tentu dengan hidup di luar negeri akan membuka wawasan dan pikiran yang lebih luas lagi. Sederhananya dunia ini luas kawan, bukan hanya Indonesia dengan segudang masalah yang ada. Ke luar negeri, belajar dari sana untuk bisa memecahkan masalah yang ada di Indonesia,” jelas Rio.

Last but not least, keep moving forward. Gunakan media internet dengan sebaik-baiknya. Untuk sobat SB yang ingin mendaftar beasiswa, semua syaratnya harus dipersiapkan dengan baik, tidak boleh terburu-buru dan yang pasti jangan pernah menyerah untuk mewujudkan mimpimu.