M. Rizki Pratama adalah seorang awardee LPDP dalam negeri di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia mengambil jurusan Public Administration. Selain itu, saat kuliah S1 di jurusan Public Administration Universitas Airlangga, ia juga pernah mendapat beasiswa PPA. Berbicara tentang beasiswa, tentu esai bukanlah hal asing lagi bagi para scholarship hunters. Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Chapter Kediri (21/03) membahas tentang esai untuk melamar beasiswa nih, guys. Apa saja sih yang dibahas? Berikut hasil pembahasannya.

Apa itu esai beasiswa?

Esai beasiswa adalah esai yang harus dilampirkan oleh para pendaftar beasiswa. Hampir seluruh beasiswa baik S1/S2/S3 ataupun short course dan lainnya mewajibkan para pendaftar untuk menulis esai lho, guys. Scholarship hunters pasti sudah tahu tentang ini. Perlu diingat juga bahwa selain membuat esai masih ada syarat-syarat penting yang tidak bisa dilewatkan seperti wawancara, kemampuan bahasa asing, prestasi dan lain-lainnya. Esai beasiswa biasanya tidak lebih dari 700-1000 kata atau tidak sampai selembar bolak balik kertas folio. Esai beasiswa dapat memiliki struktur yang bervariasi, maka harus dipastikan bahwa kamu sudah benar-benar membaca peraturan esai yang disediakan oleh pemberi beasiswa. Misalkan, apakah ditulis tangan kemudian di-scan atau ditulis dengan program microsoft word, berapa batasan jumlah katanya, menggunakan bahasa asing atau Bahasa Indonesia, apakah ada topik tertentu.

Apa sajakah aturan dalam essay beasiswa itu?

Berdasarkan penjelasan Kak Rizki, peraturan esai masing-masing beasiswa bisa sangat berbeda. Maka dari itu, pendaftar harus bias menyesuaikan karena sedikit saja melakukan kesalahan, ia bisa di-kick out bahkan sebelum esainya dibaca. Dalam esai beasiswa yang pertama kali harus dipikirkan adalah “esai tersebut digunakan untuk menjual diri kita”. Artinya, esai itu harus menunjukkan mengapa diri kita layak mendapatkan beasiswa tersebut. Jadi, tunjukkanlah kontribusi kita selama ini. Kita dapat menunjukkan berbagai kelebihan bersama dengan bagaimana cara kita mengatasi kekurangan dalam diri.

Bagaimana menulis esai dengan baik?

Esai itu banyak strukturnya, guys. Namun, Kak Rizki memberi beberapa contoh, nih:

1. Struktur pembuka, inti dan penutup

Bagian pembuka berisi tentang penjelasan ringkas tentang diri, latar belakang kita, dan persoalan yang akan coba diselesaikan. Misalkan: Indonesia adalah negara yang kaya akan rempah-rempah namun, masih banyak jenis tumbuhan rempah yang belum dikenali dengan baik, maka saya sebagai seorang sarjana pertanian mencoba memetakan jenis tumbuhan rempah di Indonesia.

Bagian inti berisi rencana eksekusi dari ide inti yang akan coba tawarkan kepada pemberi beasiswa. Misalkan: Untuk memetakan tumbuhan rempah maka diperlukan akses dan sumber daya yang besar akan tetapi itu akan sebanding dengan manfaat yang akan diterima oleh rakyat Indonesia. Saya akan mempelajari bagaimana cara paling efektif dan efisien untuk memetakan potensi tersebut dengan melanjutkan studi saya ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelumnya saya juga pernah mendalami riset pertanian baik sebagai asisten dan peneliti lapangan, sehingga saya memiliki pengalaman yang cukup di lapangan.

Bagian penutup berisi kesimpulan dan harapan untuk mendapatkan beasiswa. Misalkan: Tentu memetakan tumbuhan rempah di Indonesia tidaklah mudah oleh karena itu saya membutuhkan support dari lembaga xxx (pemberi beasiswa) untuk dapat bekerja sama di masa depan. Tantangan mengembangkan pertanian di Indonesia sangatlah keras, jika tidak ada pemuda yang mau bertani lagi, lalu siapa lagi?

2. Struktur masa lalu, masa kini dan masa mendatang (semua bagian berkaitan dengan kontribusi yang telah dilakukan pada masa lalu, masa kini dan yang akan dilakukan pada masa mendatang)

Masa lalu misalkan cerita pengalaman hidup pada masa lalu yang tidak terselesaikan: Lima tahun yang lalu saya benar-benar kecewa dengan layanan kesehatan pemerintah. Anggota keluarga saya hampir meregang nyawa karena lambatnya layanan emergensi. Tidak ada standar dan tanggung jawab pasti. Namun, saya berpikir bahwa persoalan itu harus diatasi karena menyangkut nyawa orang banyak. Akhirnya, kejadian tersebut membawa saya untuk belajar ilmu manajemen rumah sakit.

Masa kini misalkan dengan menunjukkan posisi kita saat ini dalam mempelajari ilmu manajemen rumah sakit: Tentu banyak tantangan yang telah saya lewati dalam belajar mengelola pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit. Banyak pelatihan dan penelitian yang telah saya ikuti dan lakukan untuk semakin meningkatkan skill saya. Seperti pelatihan xxxx, seminar xxx, penelitian xxx. Bahkan, saya saat ini pasca lulus pada tahun ini juga terjun langsung menjadi praktisi yang bersentuhan langsung dengan masalah di lapangan dengan bekerja di rumah sakit xxx. Tidak mudah memang melakukan perubahan akan tetapi tahap demi tahap telah saya lakukan, sebagai bukti saya berhasil membuat standar operating procedure (SOP) layanan emergensi yang diapresiasi oleh Kementerian Kesehatan.

Masa mendatang misalkan dengan menunjukkan rencana studi kita ke depan dan harapan untuk mendapatkan beasiswa: Sejauh ini saya masih belum puas atas apa yang telah saya lakukan, kontribusi yang saya berikan masih cukup minimalis oleh karena itu saya ingin melanjutkan studi lebih tinggi dengan belajar ke para ahlinya secara langsung di Jepang sebagai negara dengan layanan emergensi terbaik. Semangat saya tentu selaras dengan apa yang diharapkan oleh lembaga xxx (pemberi beasiswa) sehingga saya membutuhkan dukungan kerjasama di masa mendatang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis esai beasiswa

1. Originality : Jangan copy paste, tunjukkan diri anda sendiri!

2. Menjawab pertanyaan : Ada beberapa jenis beasiswa yang mewajibkan poin-poin pertanyaan yang harus dijawab melalui eai, jangan lewatkan satu poin pun!

3. Menunjukkan slice of life : Tuliskan pengalaman hidup kita secara ringkas dan mengena, biasanya yang paling berkesan! Misalkan: saya pernah berjualan gorengan untuk tabungan ujian TOEFL dll. 

4. Passion : tuliskan passion dalam tulisan kita sehingga tulisan kita lebih hidup dan powerfull! Misalkan: bekerja untuk masyarakat bukanlah soal materi akan tetapi ada kepuasan ketika kontribusi kita membuat mereka tersenyum.

5.  Have a thesis (central idea): semua esai harus memiliki ide utama, misalkan pada contoh struktur pertama di atas ide utamanya adalah pemetaan tanaman rempah dan struktur kedua ide utamanya adalah masalah layanan emergensi.

Berdasarkan survei, ada yang sering dilupakan oleh pembuat esai beasiswa, kamu jangan sampai melupakan hal-hal ini dalam pembuatan esai, ya. 

1.  Revisi, kita harus membaca berulang-ulang dan merasakan kepuasan, baru kemudian berhenti untuk melakukan submit esai.

2. Peer-review, artinya kita harus meminta orang lain untuk membaca esai kita dan memberikan komentar atas esai yang sudah dibuat. Hal tersebut sangat penting agar esai kita dalam kadar yang pas, tidak melebih-lebihkan keunggulan kita dan terlalu rendah diri.

3. Buat draft, artinya jangan langsung menulis dengan susah payah tetapi nikmati proses pembuatan esai itu dari kata ke kalimat. Kalimat ke paragraph begitu seterusnya. Buatlah tulisan awal dan selesaikan sedikit demi sedikit.

Tips tambahan dari narasumber

Sebelum menulis banyak-banyaklah melakukan observasi, bisa lewat membaca karena apa yang kita tulis sebenarnya adalah apa yang kita baca. Tips observasi dapat dilihat di e-book yang akan saya bagikan nanti. Selain itu dalam tulisan jangan hanya menuliskan perasaan tapi juga tindakan kita. Misalkan begini: saya sangat berempati pada korban bencana palu dan lombok, saya ikut merasakan kesedihan mereka. Kalimat tersebut hanya menunjukkan perasaan, perlu ditambahkan dengan tindakan: saya sangat berempati pada korban bencana palu dan lombok, saya ikut merasakan kesedihan mereka. Oleh karena itu bersama keluarga dan teman sekolah, saya menginisiasi pembentukan posko bencana untuk membantu mereka. Kalimat tersebut lebih lengkap dan menunjukkan kontribusi kita.

Fokuslah pada detail meskipun kita merasa bahwa kontribusi kita tidaklah terlalu penting. Misalkan: dalam kegiatan perkuliahan saya bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik meskipun sering tidak sesuai dengan harapan saya. Akan tetapi saya benar-benar berjuang dengan datang lebih awal di kelas, mengumpulkan laporan praktikum tepat waktu serta rajin berkonsultasi tentang tugas kepada para asisten dosen dan dosen pembimbing. Kalimat tersebut jujur menunjukkan usaha kita. Sangat banyak contoh esai lain di internet. Berikut adalah contoh esai yang bisa dijadikan panduan:

Contoh esai LPDP: https://sdsafadg.com/2016/02/24/panduan-menulis-esai-lpdp-sukses-terbesar-dalam-hidupku/

Contoh esai Australian Award: https://sdsafadg.com/2016/03/18/panduan-menulis-esai-australia-awards-scholarships-aas/

Beasiswa sekarang ini kebanyakan tidak hanya mencakup biaya sekolah saja, akan tetapi juga biaya hidup dan tunjuangan keluarga. Salah satunya adalah beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP sendiri bukanlah beasiswa sembarangan, beasiswa ini sudah dikenal oleh masyarakat dunia alias internasional.  Beasiswa LPDP terus berkembang sehingga syarat pendaftarannya pun berkembang.

Seperti yang disampaikan oleh Kak Rizki, “Pada era kami tahun 2014 sistem seleksi terdiri dari seleksi administrasi (pendaftaran online) yang meliputi seleksi wawancara dan group discussion, lalu wajib mengikuti PK. Pada tahun 2018 terakhir terjadi perubahan yaitu seleksi administrasi, seleksi berbasis komputer (TPA, Essay on the spot, leaderless group discussion), wawancara  (seleksi substansi), lalu wajib mengikuti PK. Dulu, pembuatan essay dilakukan untuk memenuhi seleksi administrasi dengan nilai yang cukup tinggi. Sedangkan pada tahun 2018 terakhir muncul bahwa ada tambahan essay on the spot yang mewajibkan kita untuk membuat essay berdasarkan topik tertentu misalkan manajemen bencana alam di Indonesia, cara mengatasi korupsi di Indonesia. Essay tersebut tidak memperdulikan latar belakang pendidikan kita, akan tetapi penguasaan kita pada materi-materi yang tidak familiar akan menunjukkan minat kita pada urusan-urusan publik yang harus kita selesaikan. Bagi teman-teman yang mengalami hambatan bahasa inggris sekarang sudah ada kursus online bahasa inggris. Silakan follow Pak Budi Waluyo dengan startup-nya. Sudah ada ribuan peserta yang berhasil meningkatkan kemampuan bahasa inggris melalui kursus online di https://sdsafadg.com/.”

Closing statement

Memburu beasiswa itu bukan seperti berlari sprint (cepat-cepatan) untuk mencapai garis finish akan tetapi lebih kepada marathon yang butuh determinasi, persistensi dan konsistensi. Sekali kita mendapatkan beasiswa maka kita akan ditantang lebih jauh lagi untuk mendapatkan beasiswa lainnya juga. Mungkin juga tidak ada garis finish.

Sesi tanya jawab

1. Apakah untuk melamar beasiswa harus mempunyai pengalaman organisasi? Bagaimana jika tidak memiliki pengalaman organisasi sama sekali ketika kuliah?

Seharusnya sudut pandang idealnya adalah IPK tinggi dan harus aktif berorganisasi. Kita memang harus memiliki keduanya akan tetapi boleh salah satu saja yang kita kuasai misalkan IPK tinggi akan tetapi organisasi tidak terlalu banyak, atau organisasi banyak sekali akan tetapi IPK kecil. Kedua elemen harus ada karena membentuk hard skill dan soft skill. Saran saya, kita harus tetap ikut organisasi dalam bentuk apapun yang penting kita berkontribusi. Ada teman saya yang membuat kelompok sedekah dengan teman kelasnya, dan itu satu-satunya organisasi yang dia aktif. Akan tetapi dia berkontribusi sehingga ada nilai dari reviewer untuk itu.

2. Apakah dalam penulisan esai ditentukan dari pihak pemberi beasiswa atau kita dapat memilih sendiri jenis esai tersebut?

Tentu ada ketentuannya juga. Maka harus baca peraturan masing-masing.  Ada beasiswa yang memberi kebebasan untuk jenis esainya, ada juga yang sangat strict misalkan esainya seperti soal ujian kuliah, soal a harus dijawab dengan deskripsi, soal b harus dijawab dengan eksplanasi dan sebagainya. Sangat bervariasi. Ketika kita diberikan kebebasan maka kita bebas berekpresi asalkan tetap berbasis fakta bukan hoax apalagi copas.

3. Apa yang harus dihindari saat membuat esai?

Membuat esai yang penting tidak bohong, tidak hoax dan tidak copas.

4. Berapa harga tes TOEFL?

Biaya tes TOEFL bervariasi. Untuk beasiswa biasanya minimal menggunakan TOEFL ITP atau TOEIC biayanya sekitar Rp.500.000-an. Kalau mau studi ke LN wajib menggunakan IELTS atau TOEFL CBT biayanya sekarang sekitar Rp. 3.000.000-an per tes.

5. Bagaimana cara mengatasi writer stuck? Atau ada ide tulisan tetapi sulit untuk menuliskannya?

Sebenarnya ketika terjadi writer stuck faktor yang paling memengaruhi adalah mood. Kita memang harus beristirahat ketika terjadi writer stuck. Carilah suasana lain, bisa juga melakukan observasi lagi, dan membaca buku lagi.

6. Apakah dalam esai on the spot harus terdapat data-data yang relevan sebagai referensi? Atau di di dalam esai ini lebih berorientasi pada pendapat dan pengalaman pribadi?

Memang kita dituntut untuk bisa menjelaskan tanpa referensi oleh karena itu data-data yang ada sudah kita kuasai sebelumnya di luar kepala. Itu memang susah akan tetapi jika kita aktif berdiskusi dan aktif berogranisasi insya Allah isu-isu publik baik yang populer dan kontemporer akan mudah kita kuasai. Semua tetap harus berbasis fakta. Jangan ngasal kalau tidak paham faktanya.

7. Bagaimana pengaruh background kampus untuk mendapatkan beasiswa LPDP, misalkan berasal dari kampus swasta yang biasa biasa saja?

Syarat untuk mendaftar beasiswa LPDP tidak ada yang harus kampus negeri akan tetapi akreditasi harus minimal B.

8. Kesalahan fatal apakah yang sering terlewatkan dalam pembuatan esai? Terutama dalam esai on the spot?

Kesalahan fatal biasanya tidak menguasai materi, mau mengarang pun susah. Kita harus banyak belajar minimal lihat tv untuk memahami isu-isu nasional. Saran saya coba baca berita dari kanal online Tirto.id, model penulisan beritanya sangat berbeda dibanding dengan media maistream lainnya. Oh iya, kita juga harus banyak membaca para opini experts yang biasanya menulis kolom di berbagai surat kabar, bisa di kompas, jawa pos dan media lainnya. Jika kemampuan Bahasa Inggris sudah bagus bisa baca juga di Jakarta Post.

Ada beberapa kasus juga ketika menulis esai on the spot lupa menuliskan tujuan tulisan tersebut sehingga strukturnya acak-acakan. Hindarilah hal tersebut dengan memulai tulisan dengan menuliskan tujuan penulisan misal, “Tulisan ini akan menjelaskan akar korupsi dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah korupsi”.

Artikel ini merupakan hasil notulensi dari Schotalk #2 Sahabat Beasiswa Chapter Kediri pada tanggal 21 Maret 2019

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship