Berasal dari suatu daerah kaki Gunung Sinabung, Sumatera Utara, kemudian merantau ke Yogyakarta. Edward, salah satu tim Manajemen Sahabat Beasiswa Chapter, akan meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan kuliah magister pada akhir bulan Agustus 2019 nanti. Mendapatkan beberapa pilihan untuk melanjutkan kuliah magister, Edward mengaku sempat merasa bingung akan memilih universitas yang mana. Simak, yuk, obrolan Tim Sahabat Beasiswa dengan Edward dan bagaimana perjalanannya hingga akhirnya dapat memutuskan universitas tempatnya berlabuh!

Hai, Edward! Boleh perkenalkan diri dan apa kesibukan saat ini?

Hai – halo, perkenalkan saya Edward Steven Sembiring, kerap disapa Edward. Saya kuliah S1 jurusan Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada dengan peminatan Teknologi Energi Nuklir pada tahun 2014 dan lulus pada tahun 2018. Saya bercita-cita menjadi Dosen/Peneliti di bidang Energi. Sejak awal tahun 2019, saya mencoba melamar berbagai beasiswa dan Puji Tuhan, semuanya diterima.

Tahu Sahabat Beasiswa itu gimana, sih, ceritanya?

Saya tahu Sahabat Beasiswa sejak saya aktif di komunitas Cendekia Teknika UGM, yang memiliki program bimbingan beasiswa untuk mahasiswa teknik UGM. Ketertarikan saya terhadap komunitas Sahabat Beasiswa memuncak ketika saya mempersiapkan diri untuk mengincar beberapa beasiswa untuk studi pascasarjana.

Kenapa akhirnya mengikuti komunitas Sahabat Beasiswa?

Alasan saya bergabung dengan Sahabat Beasiswa cukup sederhana. Penting berada di suatu forum/tempat yang memiliki minat yang sama dalam mempersiapkan diri untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut. Supaya bisa fokus dan saling menyemangati dalam menghadapi rumitnya mendapatkan beasiswa tersebut. Ketika telah bergabung, ternyata banyak hal yang melebihi ekspektasi saya. Di Komunitas Sahabat Beasiswa menyediakan program bimbingan yang cukup matang. Dari Scholarship Talk yang memaparkan mengenai beasiswa tertentu, hingga Bimbingan Study Abroad yang membahas mengenai membuat CV, Motivation Letter, dan lainnya secara detail.

Photo by Kimson Doan on Unsplash

Hal yang paling berkesan saat kamu menjadi tim atau mengikuti kegiatan Sahabat Beasiswa?

Seru! Rame bareng teman-teman Manajemenen Sahabat Beasiswa Chapter. Saya pernah mengikuti workshop di Yogyakarta dengan teman-teman Sahabat Beasiswa Chapter Yogyakarta. Waktu itu ada kak Akbar sebagai pemateri. Saya belajar banyak dari presentasi beliau soal dokumen-dokumen kelengkapan mendaftar beasiswa.

Ada cerita yang paling ga bisa dilupain ketika mendaftar beasiswa hingga saat ini?

Ada!
Jujur yaa. Kemampuan Bahasa Inggris saya sangat kurang baik. Saya nekat melamar berbagai beasiswa yang memungkinkan. Dari beasiswa Lab tertentu hingga beasiswa dari pemerintahan negara lain yang tidak mensyaratkan sertifikat Bahasa Inggris. Saya tidak berharap banyak ketika itu. Saya hanya ingin melengkapi semua hal yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa secepat yang saya bisa, dengan cara langsung mendaftar sehingga saya bisa fokus mengasah kemampuan Bahasa Inggris.

Namun, keajaiban terjadi. Saya diterima di semua beasiswa yang saya apply. Saat ini pun ada beasiswa yang sedang tahap akhir yang membuat saya kebingungan untuk menentukan pilihan.

Photo by Brendan Church on Unsplash

Kalo boleh tahu, beasiswa apa saja, sih

Jadi, bulan April saya sudah diterima beasiswa Lab di salah satu Universitas di Korea Selatan. Namun di akhir bulan Juni saya berturut-turut menerima pemberitahuan melalui surel bahwa saya diterima beasiswa Global Korea Scholarship (KGSP) dan juga memasuki tahap akhir dari beasiswa New Zealand Scholarship (NZS).

Wah, selamat ya! Anyway. Menurutmu, antara ketiga beasiswa tersebut, ada kesulitan-kesulitan tersendiri saat mendaftar ga?

Pasti ada kesulitan masing-masing, sih. Menurut pengamatan saya, Beasiswa Lab menitikberatkan terhadap keahlian dan penelitian. Jadi benar-benar harus bisa meyakinkan Professor Kepala Lab tersebut untuk menerima kita sebagai Asisten Peneliti di Labnya. Seperti harus menjelaskan rinci mengenai kemampuan analisa kita, riset yang pernah dilakukan, dan riset yang ditawarkan untuk dilakukan di lab mereka.

Kalau KGSP dan NZS hampir mirip. Dari pemberkasan sudah harus benar-benar kuat isinya seperti motivation letter, study plan. Keduanya harus benar-benar jelas tentang motivasi kita dalam melanjutkan studi dan rencana-rencana kita dalam perkuliahan maupun pasca perkuliahan. Tentunya yang berkaitan dengan kebermanfaatan untuk negara kita juga negara pemberi beasiswa.

Awardee BrainKorea21 Scholarship ini tetap nge-lab saat Ramadan.

Jadi, sekarang memantapkan hati ke mana, nih? Korea atau New Zealand?

Awalnya tidak terlalu sulit untuk menentukan pilihan kepada KGSP daripada Beasiswa Lab. KGSP memberikan penawaran beasiswa yang lebih baik. Namun sangat rumit ketika dihadapkan untuk memilih beasiswa KGSP atau NZS. Ada harapan tersendiri untuk berkuliah di New Zealand yang terkenal dengan industri energi terbarukannya yang handal. Tapi karena masih ada beberapa tahap lagi yang harus dilalui untuk mendapatkan beasiswa NZS, dan tenggat waktu yang menghadapkan saya harus memilih antara beasiswa KGSP atau memperjuangkan NZS, sehingga saya pun menetapkan hati untuk memilih beasiswa KGSP yang juga sesuai restu dari orang tua 🙂

Baca juga awardee KGSP jurusan Korean Modern Literature

Di Korea, bakal ambil konsentrasi apa?

Di sana, saya akan belajar Teknik Mesin di Universitas Yonsei yang letaknya di Seoul, Korea Selatan. Kebetulan akhir bulan Agustus nanti akan dimulai kuliahnya. Mohon doanya, ya!

Photo by Banter Snaps on Unsplash

Ada juga yang mendapat beasiswa double degree di Korea Selatan. Baca di sini.

Bicara soal impian, apa impianmu saat ini yang belum tercapai?

Wah banyak! Yang paling dekat yaitu menjadi dosen/peneliti di bidang energi, menjadi bermanfaat terhadap bangsa. Selain itu, membahagiakan keluarga saya sekarang dan yang akan datang :D.

Ada pesan gak, untuk scholarship hunters?

Jangan pernah menyerah dan terus berusaha. Selama tujuanmu baik adanya maka semesta pun akan mendukungmu.

Nah, mungkin kamu salah satu yang tertarik kuliah dan atau dapat beasiswa ke Korea, seperti kak Edward ini, bisa baca ini. Semoga bermanfaat!