Hallo, Schohunters!! Sahabat Beasiswa Chapter Salatiga telah melaksanakan Schotalk ke-3 pada 27 April 2019 dan narasumbernya adalah Arum Faizatul. Kak Arum ini selain penerima beasiswa LPDP, dulu juga menerima Beasiswa Unggulan dan beasiswa BGF (Bourse du Governement Francais) dari pemerintah Perancis, loh. Selain itu, ia juga penulis 22 buku. Salah satunya buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu”. Apa saja yang disampaikan Kak Arum dalam Schotalk tempo hari, ya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Apa itu beasiwa LPDP?

Beasiswa LPDP pada intinya adalah dana pendidikan yang diberikan oleh LPDP untuk WNI yang mau melanjutkan kuliah S2, S3 di dalam atau luar negeri, termasuk beasiswa untuk dokter yang mau mengambil spesialis, dan ada juga beasiswa untuk riset/disertasi/dan lain-lain.

Beasiswa ini termasuk full-funded atau beasiswa penuh yang artinya kamu bakal dapat beasiswa bukan hanya dalam bentuk tuition fee (uang UKT/uang semester) tapi juga living allowence (biaya hidup), tiket pesawat PP, uang pembelian buku, asuransi, VISA, dan pembiayaan lainnya.

Mengapa memilih beasiswa ini?

“Saya adalah tipikal orang yang mencoba mencari di mana rezeki saya berada. Jadi, saya memang kloterkan, beasiswa apa saja sih yang bisa saya dapat untuk melanjutkan S2 saya. Nah, waktu itu, saya daftar 3 beasiswa. Dua beasiswa dari Taiwan dan satu dari Indonesia. Saya dapat 1 beasiswa Taiwan, dan juga beasiswa LPDP. Saya putuskan untuk pilih LPDP atas pertimbangan orang tua dan saran dari dosen, karena pada dasarnya S1 dan S2 saya linier juga. Kalau di Taiwan, saya ambil Teknik Lingkungan.”

Jalur yang terbuka untuk saat ini?

Jalur yang terbuka untuk LPDP ada reguler dan afirmasi. Jalur reguler adalah jalur umum, siapa saja boleh daftar. Sedangkan jalur afirmasi, ada syarat dan ketentuan berlaku nih.

  1. Individu yang berasal dari daerah tertinggal;
  2. Individu yang berasal dari alumni penerima beasiswa Bidikmisi;
  3. Individu yang berprestasi dari keluarga miskin/prasejahtera;
  4. Individu yang berprestasi dalam bidang olahraga, seni/budaya, dan keagamaan tingkat nasional dan internasional;
  5. Individu penyandang disabilitas;
  6. Individu yang berprestasi dalam Olimpiade Sains tingkat Nasional atau Internasional;
  7. Individu yang berprofesi sebagai PNS, TNI, atau POLRI;
  8. Individu yang merupakan lulusan pondok pesantren.

Kelebihan dan kekurangan apa saja dari LPDP?

Kelebihannya kamu tinggal kuliah, semua biaya ditanggung oleh pemerintah. Kamu nggak perlu pusing mikirin ini dan itu karena uangnya sangat cukup untuk membiayai studi kamu.

Kekurangannya, menurut Kak Arum, sistemnya yang setiap tahun berubah. Tahun ini, sudah tidak boleh mengajukan perpindahan kampus, daftar kampus tujuan yang terbatas, dan penghapusan beberapa biaya, misalnya biaya wisuda dan tunjangan keluarga.

Bagaimana cara menentukan universitas?

Kalau di LPDP, sudah ada list universitas dan jurusannya yang bisa diunduh gratis di internet. Jadi, kita tidak boleh sembarangan pilih universitasnya.

Saran dari Kak Arum, kalau memang ingin studi di Prancis, kalian harus jalan dua-duanya. Cari beasiswanya, cari juga kampusnya. Maksudnya bagaimana? Kalau di Prancis, kalian cukup bayar 2,5 juta ke Campus France melalui Institute Francais Indonesia atau IFI (IFI adalah Lembaga resmi di bawah pemerintah Prancis untuk les Bahasa Prancis dan mengetahui budaya Prancis, sedangkan Campus France adalah prosedur khusus untuk orang asing yang pengin sekolah di Prancis).

Nah, nanti kamu akan dikasih user name dan password untuk bisa akses portal kampus Prancis. Berkasnya di-upload semua melalui portal tersebut, seperti motivation letter, pasport, transkrip nilai, sertifikat Bahasa Inggris/Prancis, ijazah, dan sebagainga. Lalu, kamu bisa pilih 7 kampus. Enak kan? Dengan 1 berkas yang sama, kamu bisa pilih 7 kampus berbeda.

Bagaimana cara menentukan universitasnya?

Kamu bisa ketikkan jurusan yang kamu inginkan di portal tersebut, nanti akan muncul semua jurusan yang ada di Prancis. Kamu klik aja, terus cari deskripsi kampusnya. Nah, kamu akan diarahkan untuk membaca lebih detail kampus kamu tersebut. Kepoin aja deh. “Ini yang saya lakukan ketika ikut program double degree ke Prancis pada semester 7 dan 8 dulu. Saya pilih beberapa kampus, dan keterima 3, lalu saya pilih yang klik di hati. Nah, kalau kasus saya untuk studi S2. Saya daftar langsung ke kampus universitas Paris 13 lewat link kampus tersebut, terus saya dapat surat penerimaan, lalu saya daftar ke Campus France di Surabaya, dapat user ID dan password, nah saya langsung ke kolom “saya telah diterima”. Jadi, tidak memilih 7 kampus ya, karena saya sudah punya kampus. Gampang banget kok masuk kampus di Prancis. Asal berkas lengkap, insya Allah keterima.” ungkap Kak Arum.

Apa saja perjuangan untuk mendapat beasiswa?

“Perjuangannya lebih ribet di administrasi, karena waktu ijazah dan transkrip saya belum keluar, plus deadline-nya mepet. Maklum, fresh graduate, dan beasiswa LPDP sudah mau tutup. Saya punya waktu cuma 3 minggu untuk mengurusi semuanya dari A sampai Z. Akhirnya, saya harus mengobrak-abrik pihak kampus untuk bisa mengeluarkan ijazah dan transkrip, lari-lari nyari surat rekomendasi, buat esai, pergi ke rumah sakit untuk tes TBC, dan lai -lain.” begitu tutur Kak Arum.

Bagaimana proses seleksinya?

Silakan teman-teman buka cerita lengkapnya di vlog Kak Arum yang judulnya “Tanya, Jawab, dan Cerita Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP” : https://www.youtube.com/watch?v=C8xwBrf2CdI.

Untuk beasiswa ke Prancis selain LPDP, kamu juga bisa cari info tentang : Beasiswa Eiffel, Beasiswa Ampera, Bourse d’excellence (pengganti dari BGF), Beasiswa IFI, Beasiswa Erasmus, dan beasiswa yang memang disediakan dari pihak kampus tujuan.

Bagaimana perjuangan adaptasi di Prancis?

“Alhamdulillah, aman. Maksudnya, saya sudah pernah setahun tinggal di Prancis. Jadi tidak begitu kesulitan, kecuali kuliahnya sih yang sampai sekarang susah karena terkendala bahasa. Di luar itu, aman terkendali. Apalagi tinggal di Paris. Soalnya, makanan halal di Paris banyak banget. Di sini, ada banyak teman yang baik banget kok. Intinya, kalau kamu pengin kuliah di luar negeri, jangan pikirkan “Nanti adaptasinya gimana? Makanannya gimana? Lingkungannya gimana? Bahasanya gimana?” tapi lebih kepada “saya harus ke sana, karena bla bla bla, dan saya harus berusaha sekuat tenaga.” Karena beneran, ada banyak pengalaman yang tidak bisa diukur dengan uang ketika kamu sudah sampai di negara tempat kamu belajar.” begitu cerita dari Kak Arum.

Mungkin yang beneran minat kuliah di Prancis, kalian bisa buka link ini  untuk menambah info:

  1. Biaya hidup bulanan di Prancis : youtube.com/watch?v=os3IbHPXb-A.
  2. 13 perbedaan kuliah di Prancis dan di Indonesia : https://www.youtube.com/watch?v=vSQh00CbPn4

Tips dan Trik untuk pemburu beasiswa

“Sudah saya tulis lebih jelasnya di buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu” ya untuk lebih dekat dengan Prancis dan beasiswa ke luar negeri. Buku ini sengaja ditulis untuk para pemburu beasiswa yang memang niat ke luar negerinya tidak setengah-setengah.” kata Kak Arum.

“Nah, kalau dari saya pribadi, kalian harus persiapkan berkasnya dengan baik, khususunya sertifikat bahasa ya, dari sekarang kalian harus siapin kalau emang pengin kuliah di luar negeri. Kalau sertifikat udah dapat, semuanya bisa gampang. Surat rekomendasi tinggal minta ke dosen, surat motivasi tinggal dibuat terus minta pendapat ke orang lain, intinya akan lebih mudah deh. Jangan lupa minta restu orang tua, harus rida kalau anaknya mau kuliah di LN, kalau udah rida, semuanya akan dilancarkan. Insya Allah.” imbuhnya.

Pesan dan Motivasi

Beasiswa itu bukan untuk mereka yang pintar, IPK 4, prestasinya segudang, medali emasnya berderet, tapi untuk mereka yang mau berusaha mencari kehadiran beasiswa itu sendiri, karena pada kenyataannya, beasiswa itu banyak banget dan syaratnya hampir mirip-mirip. Jadi, kalian semua, insya Allah pemburu beasiswa yang diridai Allah untuk bisa kuliah di luar negeri. Ingat, bumi Allah sangat luas untuk dijelelajahi. Pergilah ke negara yang kalian suka, dan temukan pengalaman luar biasa.

FAQ

Sebenarnya awardee yang dicari LPDP itu yang seperti apa? kira-kira untuk tujuan menjadi dosen, apakah juga termasuk mengabdi pada indonesia?

LPDP nyari yang mengabdi, BENAR. Nanti, akan ada surat yang harus di TTD yang intinya kita akan kembali ke Indonesia setelah lulus dari kuliah, kalau untuk master seperti saya, jatahnya 5 tahun. Nah, untuk dosen, saya dulu waktu wawancara juga bilang mau jadi dosen kok, dan lulus. Jadi bukan itu poin pentingnya, point pentingnya kamu harus meyakinkan pewawancara bahwa kamu layak menerima beasiswa ini. Berkatalah yang jujur dan apa adanya.

 

Bagaimana mengenai living allowance yang diberikan LPDP cukup atau harus kerja part time untuk memenuhi kebutuhan? Dan apakah awardee LPDP luar negeri mendapatkan living allowance yang sama jumlahnya di masing-masing negara?

Jadi gini, kalau Prancis dapatnya 1300 euro (+- 20 JUTA) per bulan. Nah, di video yang kusampaikan di vlog di atas, sudah ada rincian pengeluaran per bulan dan tergantung dengan orangnya sih. Ada yang dikasih 1300 habis, ada yang dikasih segitu, sisa separuh, ada yang sisa 300 euro. Intinya, uang segitu, cukup banget karena memang LPDP ngasih uang bulanan sama dengan UMR sih. UMR Prancis 1300, Belanda 1100, Swedia kalau gak salah 1000. Nggak perlu part time, LPDP melarang part time karena ditakutkan mengganggu studinya.

 

Bagaimana cara mbak Arum untuk meyakinkan pewawancara bahwa mbak pantas mendapatkan beasiswa ini? Lalu, bedanya research proposal dengan study plan apa ya mbak?

Kalau dari kacamata saya, mungkin 3 pewawancara melihat saya anaknya aktif ya, di Bem aktif, di masyarakat aktif, dan punya pengalaman studi di luar negeri dan dapat IPK bagus meski kendala Bahasa Prancis yang pas-pasan banget pada zamannya. Saran saya, kamu harus cerita kalau kamu itu care dengan orang lain, kamu aktif membantu, itu jadi nilai + (tambah). Bukan mahasiswa yang hanya kuliah, kuliah dan kuliah.

Kalau di LPDP, cuma diminta study plan deh, jadi kamu nanti kuliahnya apa sih? Jurusannya apa? Mengapa pilih itu? SKS apa saja? Keuntungannya apa? Durasinya berapa lama? dan sebagainya. Jadi, LPDP akan lihat, kalau kampus kamu memang oke, dan mereka akan nyocokin data kamu dengan data yang kamu tulis di study plan. Kalau misal kamu jurusan teknik lingkungan terus mau ke jurusan teknik fisika, nah di situ dijelaskan juga, mengapa dan apa hubungannya teknik lingkungan dan fisika?

Kalau reseach proposal itu untuk kamu yang sudah kuliah S2 atau S3, tapi tesis atau skripsi kamu pengin didanai LPDP. Jadi, kamu buat proposal gitu. Biayanya berapa? Sewa alatnya berapa? Bahan habis pakai berapa?. Jadi, LPDP cuma biayai riset saja, bukan uang kuliah, dan lain-lain.

Author: Admin

teacher, blogger, entrepreneurship