Chapter Schotalk Chapter

#6 Schotalk Exchange Your Ability Through PPAN

PicsArt_03-29-09.24.10

Narasumber : Aprisal W. Malale

Tema : Exchange Your Ability through PPAN

Tanggal : 30 Maret 2017,

Waktu : 20.00-22.00 Wita

Achievements:

  1. Penerima “stayalanca Karya Satya X Tahun”, A Medal of Honor from The President of The Republic Indonesia
  2. Indonesian Youth Delegate for Indonesia-China Youth Exchange Program
  3. Indonesian Youth Delegate on Harvard Conference HPAIR 2015 in Manila, Philippines
  4. Indonesian Youth Delegate on Policy Practioner Workshop and Senior Policy Dialogue is Seoul, South Korea

Selain itu, beberapa kali mengikuti kegiatan training dan seminar

  1. Business Process Design and Implementation Training
  2. Academic Writing Training
  3. Businees Process Management Training Conducted by British Standards Institution
  4. Project Management Training conducted by PMIT Consulting

Tidak hanya itu, Ka Aprisal juga aktif dikegiatan sosial. Diantaranya :

  1. Facilitator of Community of Leaders
  2. Leader of Education USA Mentorship Program

Dan masih banyak laggiiiii…..

Schotalk Time

Sesi pertama: ”Why Join Youth Exchange Program?”

Hmmm.. kalo sepintas pasti jawabannya ohhh karna mau ke luar negeri! karena mau jalan2 gratis! dan lain..hehe.. tapi sebenarnya Youth Exchange Program itu jauh melebihi dari sekedar jalan-jalan. Dengan teknologi yang sudah sangat maju sekarang, setiap informasi dengan cepat tersebar, ada yang lagi makan pisang goreng di pantai talise, tapi orang di Jakarta bisa tahu karena dia posting gambar di FB, ada yang bahkan bunuh diri Live di FB.. yang ini jangan ditiru yaa..

Memang teknologi sudah sangat maju, KTP Palu sudah tidak lagi mencerminkan bahwa orang hanya berada di Palu, warga Indonesia sudah bukan lagi warga Indonesia, melainkan warga dunia.. atau istilah kerennya GLOBAL CITIZEN. Nah, karena teknologi komunikasi sudah bertambah canggih, persaingan juga makin ketat!

Anak muda sekarang kalau mau sukses harus kompetitif! harus kreatif cari solusi, dan harus punya jaringan/ networking yang luas. Setidaknya harus bisa menang di negeri sendiri. Jangan biarkan orang lain yang menguasai kekayaan negeri kita. Anak muda Indonesia harus berdaya saing tinggi.

Salah satu caranya adalah lewat youth exchange program

Karena melalui program ini, kita belajar untuk mengembangkan diri sendiri, belajar berinteraksi dengan orang lain, memperluas jaringan pertemanan, mempelajari kemajuan dari negara lain.

Saya secara pribadi sudah mengikuti beberapa program pemuda di luar negeri, dan semuanya memberikan pengembangan kapasitas diri yang luar biasa, saya diajar bagaimana berpikiran terbuka, berwawasan global, dan berpikir kritis dengan masalah-masalah terkini.

Jadi bergabung di Youth Exchange program adalah kesempatan yang jangan dilewatkan. Banyak hal positif yang bisa kalian dapatkan yang akan menjadi bekal berguna di masa depan

Sesi pertama: “How to prepare?”

Ini yang paling sering ditanyakan kayaknya yaa. Aduh kak.. saya mau kayak kakak..pergi2 ke luar negeri, pe enak jo..

atau pertanyaan lain: kak, saya mau kayak kakak.. tapi bagamana saya tidak jago bahasa inggris, saya tidak terlibat di organisasi, saya kuliah jarang, tapi saya mau jadi kayak kakak

Oke pertama-pertama saya mau klarifikasi dulu, saya dulu seperti anak ini yang bertanya di atas yaa.. tidak jago bahasa inggris, tidak ada ikut-ikut organisasi (disuruh gabung di OSIS saya lari), disuruh ikut organisasi mahasiswa saya tidak mau dan saya juga dari kampung eee… (dibandingkan jakarta, mohon maap ya, Palu itu dibilang kampung kasian di sini) tapi saya bangga dengan Palu dan tidak pernah saya malu mengakui kalo saya dari Palu

apa yang membedakan? yang membedakan cuma satu: PERSIAPAN

Semua Youth Exchange Program pasti ada tahap seleksi nya. Apalagi yang gratis tiket pesawat, dapat uang saku, makan gratis, nginap di hotel berbintang.. PASTI ADA SELEKSI.. tidak mungkin panitia pergi pungut sembarang orang di pasar masomba.

nah.. karena kalian sudah tahu ada seleksi, maka dari itu.. persiapkan diri jauh-jauh hari sebelum seleksi..

*tapi kak saya kan tidak tahu kalau ada program-program begitu…

Makanya cari tahu dekk.. jangan manja.. ini jaman sudah maju, orang sudah tidak kirim berita pake pos, sudah pakai whatsapp.. coba kata kau pake dulu kemampuannya google itu untuk search tentang exchange program

Exchange program itu biasanya berulang tiap tahun. Nahhh.. kalo exchange yg kalian mau sudah lewat pendaftarannya, atau pendaftaran masih lama. Kalian cari lah dulu berita-berita tahun sebelumnya. Pelajari apa kriterianya, syarat2nya dan tahapan seleksinya

Satu nasehat dari saya: Jangan Malas! kalau mau, pasti ada jalannya. Dulu saya tidak pernah kepikiran bisa ke China gratis dikasih uang saku, nginap di hotel mewah, ke tempat-tempat keren, ketemu orang-orang keren. Tapi semuanya bisa terjadi karena ada persiapan.

oke, mungkin ada yang tanya:

*kak bagaimana persiapan yang baik?

Hmm.. pertama-pertama kenali dulu kekuatan mu.. kamu kuat di bidang apa, ada yang bisa memasak, ada yang pintar debat, ada yang jago menari, ada yang jago makan.. hehee

*kak kayaknya saya nggak ada kemampuan.. gimana nih?

Pulang saja dek di rumah. Masuk ulang di perutnya mama. Setiap orang pasti ada satu hal yang dia bisa. Pasti. Ciptaan Tuhan pasti dibekali dengan bakat dan kemampuan. Jadi kenali kekuatanmu, dan perbanyak latih kekuatan itu, perbanyak terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan apa yang kam suka. Misalnya: saya suka tentang ekonomi. Maka saya akan banyak baca berita tentang ekonomi, dan saya akan mengurangi baca berita @lambe_turah ataupun @lambe_nyinyir. Saya akan ngobrol dengan orang2-orang yang tertarik dengan ekonomi, saya akan gabung di wa group atau fb group yang berkaitan dengan itu. Saya akan ikut seminar-seminar atau diskusi-diskusi tentang ekonomi. Setelah itu baru kemudian dari kekuatan itu kita bisa membangun riwayat atau rekam jejak atau CV atau Resume yang baik. Yang berikutnya adalah kontribusi atau membantu orang lain.

Semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula kita menerima

Semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula kita menerima

Gak usah takut ilmu mu habis atau tambah banyak sainganmu nanti.. gak pernah terjadi, semakin ilmu dibagi..semakin banyak ilmu didapat

Misalnya, jago nari.. ayoo.. mulai ajar tari ke anak-anak usia SD. Jago main musik, ayoo ajar musik ke tetangga mu ato ke ponakan mu. Dari hal-hal yang kecil dan sederhana, lama-lama bisa berkembang jadi hal yang besar dan keren. Contoh nyata.. dulu saya suka sekali bantu teman koreksi tulisannya, atau bantu lihat-lihat typo surat kantor. Lama-lama berkembang jadi ketemu dengan teman yang suka nulis. Trus berkembang bisa buat jurnal ilmiah. Bukan cuma 1 tapi 2 jurnal di publish nasional. Berkembang lagi jadi buat bantuskripsi.com untuk bantu anak-anak mahasiswa tingkat akhir dan saya yakin akan berkembang terus selama kita mau memberikan kontribusi positif buat orang lain.

Jadi suatu saat pas kalian daftar untuk youth exchange program, kalian gak perlu sibuk buat CV yang indah-indah dan design yang heboh supaya terlihat keren. Karena isi dari CV kalian sudah keren dan panitia seleksi mau gak mau pilih kalian karena kalian sudah membuktikan pengabdian kalian ke masyarakat.

Terakhir, saya mau bilang. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada bayi yang lahir langsung bisa lari marathon. Pasti dia merangkak dulu, jalan dulu, lari-lari kecil dulu, kemudian beranjak dewasa lari 1 km, 5km, 10km, half marathon, baru full marathon

artinya apa? be patient with yourself

Tiap hari bangun pagi lihat muka busuk di depan cermin sambil korek t*i mata bilang: sabar brooooo… bentar lagi kamu sampe di kamu punya cita-cita

Sesi 3: Discover your true self

Menemukan jati diri itu perjalanan seumur hidup, youth exchange program adalah salah satu batu loncatannya. Ada orang yang puas dengan bangun.. sarapan.. pergi kuliah.. haha hihi di kampus.. pulang.. makan.. nonton tivi.. tidur. Begitu terus setiap hari, sampai lulus, trus rutinitas kuliah diganti dengan kerja. Tapi dengan pola yg sama. Gak apa-apa sih.. toh itu hidup mu sendiri.. bukan hidupnya orang lain

Tapi, betapa banyaknya hal-hal luar biasa yang kalian lewati kalo hanya hidup dari rutinitas? Karena hidup ini bukan soal makan dan minum saja, tapi bagaimana memaksimalkan potensi yang sudah ada di dalam diri sebaik mungkin untuk mencapai tujuan hidup dan berkontribusi bagi banyak orang. Anak muda Sulteng harus diubah cara pandangnya. Hidup ini cepat sekali berlalu, tidak dirasa sudah masuk bulan puasa. Habis itu lebaran. ehh sudah lewat setengah tahun. Baru ba haha hihi sedikit.. ehhh sudah desember. Karena itu, jangan lagi hidup dengan cara-cara yang biasa. Biar saja orang nongkrong di cafe minum-minum kopi sambil rokok gak jelas, tapi saya mau di rumah desain proposal bisnis saya. Biar saja orang pergi pantai tanjung karang, saya mau di depan laptop, baca jurnal, latihan buat essay, latihan toefl, dll. Biar saja orang pacaran. Saya tidak apa-apa jomblo dulu 1 tahun ini, tapi saya fokus untuk kembangkan kemampuan saya. Mental-mental seperti ini yang saya ingin anak muda sulteng punya. Kalau boleh jujur, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak tempat saya kerja sekarang, saya satu-satunya orang asli SulTeng. Banyak sekali orang Jawa, orang Batak, orang Padang, dll. Kenapa mereka lebih banyak? mungkin karna mental kerja kerasnya lebih kuat daripada kita dan semangat untuk memperbaiki diri jauh lebih tinggi dari kita.. hehe..

Okelah intinya proses yang kalian lewati dalam mempersiapkan dan menjalani Youth Exchange Program bisa jadi cara yang sangat baik untuk menemukan jati diri kalian sendiri..

lanjut ke sesi pertanyaan..

Pertanyaan

  1. Kice – Luwuk

Q : Saya mau tanya sama kak narsum, kalo diminta kembali ke luwuk dan berkarir disana, apa narsum bersedia?

A : Kalau diminta kembali sudah pasti saya mau! membangun kampung halaman sy adalah tujuan kenapa saya sampai merantau ke Jakarta, sampai sibuk-sibuk ikut youth exchange program, dll. Saya mau pulang bawa investasi pemikiran, wawasan, dan paradigma  baru buat kampung halaman saya. Kalau ditanya karir apa? saya suka ekonomi dan kebijakan publik.. *secara narsum PNS.. wkwk. Jadi saya pengen berkerja sama dengan pemkot dan pemda untuk membangun birokrasi dan pelayanan publik yang lebih bersih, transparan, dan profesional. *yang kalimat terakhir so macam kampanye ehh

 

  1. Intan- Untad

Q : Apa yang dulu jadi motivasi awalnya kaka untuk ikut exchange program? Coba cobakah? Apa dapat inspirasi atau dorongan khusus dari orang? Siapa role modelnya kaka Malale? Dan, setiap feeling down, apa yang bisa membangkitkan semangatnya kaka lagi?

A : Motivasi awal karena pengen melihat dunia bukan cuma di depan TV tapi di depan mata, tapi tidak ada uang Jadi jalannya adalah cari yg gratisan. Salah satunya exchange program. Inspirasi utama dari orang tua. Mereka bilang gini: “kalau dari rumah bertingkat keluar orang sukses, itu hal yang biasa. Tapi kalau dari rumah atap rumbia (dulu atap rumah saya dari rumbia /daun) keluar orang sukses, itu hal yang luar biasa. Role model banyak. Bahkan teman di kantor ada yang jadi role model saya, untuk hal-hal tertentu saya punya role model yang berbeda. Yang paling penting adalah saya tahu value atau nilai diri saya seperti apa, dari situ saya bisa cari siapa role model saya. Kalau feeling down biasanya telpon orang tua.. hehe..

 

  1. Reny – Untad

Q : Menurut kaka yang apa yang menjadi kekurangan dari program pertukaran ini, bisa mungkin dimulai dari proses seleksinya? Selain menggunakan uang negara untuk para delegasinya apa lagi..

A : okee.. gak semua program pertukaran pake duit negara loohh wkwk. Saya ke Korea tahun 2013 pake duit pemerintah Korea.. hehe. Kekurangannya mungkin ada beberapa hal tapi kelebihannya jauh melampaui kekurangannya. Misalnya saat youth exchange program, kita harus punya kemampuan beradaptasi yang sangat-sangat cepat dengan lingkungan baru, dengan teman baru, dengan suasana baru. Jadi yang pemalu agak sulit untuk berinteraksi dan menimba ilmu. Harus berani ngobrol, berani nanya, berani lempar ide, walaupun yang disampaikan belum tentu diterima. Kekurangannya kadang panitia seleksi bisa beda-beda kriteria memilih delegasi yang sampai sekarang saya juga tidak tahu apa sebenarnya kriteria nya.. hehehe. Tapi saya yakin kaloau kita sudah berusaha memantaskan diri kita. Maka niscaya pintu kesuksesan akan dibukakan.

 

  1. Agus_Pegawai Bank

Q : Kira2 Program pertukaran  apa yang cocok bagi yang sudah bekerja (jam kerja 40 jam seminggu), kira2 bagaiamana ngatur waktunya, dengan program plus ngambil cutinya supaya keduanya bisa jalan bersamaan.

A : 3 program pemuda yang saya ikuti ketiga-tiganya saya dapatkan saat saya bekerja.. senin sampe jumat jam 7.30 s.d. jam 5 sore seringkali lembur sampe jam 9. Bisa jalan bersamaan, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Masalahnya sekarang, apakah kemauan untuk belajar lewat exchange program lebih besar daripada kemauan2 yang lain? gak ada yang salah dengan memprioritaskan hal2 yang penting. Tapi yang saya pelajari di dalam hidup ini, kita harus “melepaskan” sesuatu hal yang kita sukai untuk mendapatkan hal lain yang lebih baik dan yang kita lebih butuhkan.

 

  1. Maulana mahdi_untad_pend.mtk_

Q : Apabila terlahir kembali, apa yg mau dilakukan atau apa yg mau di perbaiki dalam hidup anda agar kesuksesan lebih cepat tercapai? Apa kecelekaan paling pnting atau hal2 yg tak terduga yg membuat anda menjadi sukses seperti sekarang?

A : I wont change anything.. yang saya dapat alami sekarang adalah buah dari keberhasilan, kesuksesan, dan juga kegagalan di masa lalu. Gak ada manusia yang sempurna. Tapi sesempurnanya manusia adalah manusia yang dewasa, yang mampu memaafkan kesalahan masa lalu, dan mensyukuri keberhasilan hari kemarin. Selanjutnya, gak terlalu percaya dengan yang namanya kecelakaan, karna segala sesuatu terjadi pasti ada maksud dan tujuannya. Tapi mungkin salah satu hal yang tidak terduga yang terjadi adalah waktu berangkat ke Korea, ini benar-benar di luar dugaan saya.

 

  1. Inces – Sigi

Q : Saya membaca cv kaka, dimana kaka juga berprestasi salah satunya project management fundamental training, developing project operation manual worskhop, dll. Karena saya dan tim beberapa punya ide project2, saya mau menanyakan tentang inti dari training kk ini seperti apa? Hehe.. Biar bisa menjadi dasar saya merealisasikan project2 saya dan tim. Lanjut pertanyaan dasar, kenapa kk begitu aktif di pertukaran dll.. apa yang menjadi tujuan utama kaka dftr itu ini itu? Dan why?. Terakhir Jadi bagaimana menurut kk biar kami bantu merubah gaya anak muda sulteng ini biar aktif dikepemudaan, biar bisa kita ganti kata kata merendahkan “apa juga itu..apa juga dia ikut..Cuma itu juga leh…bagaya leh..tameme leh” dll…

A : 1. training project yg saya ikuti sudah di skala project yang cukup besar, levelnya sudah setara seperti proyek membangun monorail, bandara, dll. Tapi konsepnya sama Planning, organizing, actuating, controlling, monitoring, evaluating. Mau kecil ataupun besar itu project selalu dimulai dari perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi. Sebenarnya kakak tidak aktif di pertukaran. Tapi kakak aktif di mengembangkan kapasitas diri dan memperbanyak kontribusi ke masyarakat. Pertukaran itu datang sendiri dek. Karena sehari2nya kita memantaskan diri untuk mendapatkan program pertukaran. Kalau kita cuma kejar pertukarannya saja, yah selesai pertukaran selesai juga tujuan hidup kita. Tapi kalau kita kejar pengembangan kapasitas diri dan kontribusi ke masyarakat, maka mau pertukaran kek, mau pergantian kek, mau perpindahan kek, apapun kesempatan itu akan datang dengan sendirinya menghampiri kita,, heheheh. 3. dimulai dari hal2 kecil dan sederhana.. mulai dari kita tidak menilai rendah hidup kita..kalo kita sendiri tidak anggap hidup kita berharga, bagaimana orang lain mau hargai kita? oke mungkin kegiatan yang kamu lakukan cuman kumpul-kumpul kertas bekas terus dijual atau diubah jadi barang olahan. Orang bilang behh apa juga itu, tapi kamu harus liat itu sebagai hal yang bernilai. Sebagai kontribusi nyata untuk bumi yang sudah sekarat ini. Kalau kamu bisa lihat nilai mu sperti itu, niscaya tidak lama lagi pintu-pintu kesempatan akan terbuka lebar untuk membawa kamu ke level yang lebih tinggi

 

  1. mipa_

Q : 1. Apa tantangan tersulit dan terindah yg ka aprisal rasakan selama ikut program ini ? 2. Pengetahuan/ hal apa “sesuatu”  yg menjadi ciri khas program ini, yg tdk dpt kita dapat bila ikut program lain. 3. Masalah budaya lokal… point2 penting yg harus di mantapkan apa saja..

A : 1. Tantangan tersulit kayaknya bagi waktu.. mungkin kalau bisa kayak amoeba saya mau membelah diri sudah supaya bisa kerjakan ini dan itu..wkwk. 2. Pengetahuan tentang negara lain! yang tidak bisa kita dapatkan di Indonesia, kemajuan teknologi, budaya, perilaku, juga bisa dijadikan pelajaran selama program. Contohnya di Indonesia orang pipis harus disiram sampai bersih, di China justru pipis mereka tidak mau siram karena katanya kalau disiram itu buang rejeki. Hasilnya semua toilet umum di china bau! 3, budaya lokal yg penting memahami tentang sejarah lokal, ciri khas daerah. Trus kalau bisa terlibat dengan pelestarian budaya, latihan menari atau menyanyi atau main musik daerah juga bagus sebagai nilai tambah.

 

  1. Ali – Untad

Q : Kak Aprisal. Dari pointnya kaka nih yah. Ketika kita ingin ikut kegiatan2 misalnya youth exchange program tuh harus punya persiapan. Mulai dari apa yg kamu bisa terus kembangkan. Cara mengembangkan misalnya dengan ikut kegiatan yg setujuan atau searah dgn apa yg kita mau. Nah bagaimana seandainya kita itu berada di posisi dimana kita itu sebenarnya stagnant. Mungkin tidak semua orang, tapi beberapa. Misalnya dia ingin hebat dalam seni musik yg jarang ada peminatnya di palu, kayak biola. Terus dia mau kembangkan minatnya tersebut. Tapi dari segi finansial dia tdk mampu. Tp semangatnya membara utk ttp mengembangkan kemampuannya. Trus dia cari temannya yg lain yg bisa main biola. Tp temannya juga tidak begitu bersemangat dalam seni musik itu walaupun dia tahu. Nah singkat cerita, akhirnya dia mulai sadar bahwa apa yg dia mau itu tidak mendapatkan dukungan yg baik dari lingkungannya walaupun dia sdh berusaha untuk mengembangkan skillnya. Pendapat kakak dan masukkanya apa? Kasus ini cuman contoh. Hal itu mungkin bisa berbeda dari tiap orang.

A : oke, saya sudah jawab tadi di mana ada kemauan, di situ ada jalan.. tapi mungkin jawabannya paling praktisnya adalah teknologi! tidak ada orang yang benar2 sendiri, thanks to technology.. bisa buka youtube dan belajar biola, bisa buka fb dan gabung di grup biola, bisa buka line dan berteman dengan orang2 yang suka biola, dll atau bisa mulai bikin VLog tentang biola bikin cerita gimana keseharian berlatih biola, rekam permainan, upload ke youtube. Nah singkat cerita, akhirnya dia mulai sadar bahwa apa yg dia mau itu tdk mendapatkan dukungan yg baik dari lingkungannya walaupun dia sdh berusaha utk mengembangkan skillnya. Pendapat kakak dan masukkanya apa? Tidak ada satu orang pun yang bisa membatasi kalian kalau bukan diri kalian sendiri. Detik kalian bilang “tidak ada yang dukung saya” maka saat itu juga betul-betul kejadian tidak yang dukung kalian..

 

  1. Nofal shastro_IAIN Palu_Islamic Education_Sigi.

Q : Asaalamualaikum… Salam kenal Kk Aspir….saya mau tanya tentang apa bedanya seleksi online dgn seleksi yg diadakan di masing-masing provinsi…? Makasih kk…

A : Walaikumsalam Nofal, nama saya Aprisal, bukan Aspir.. wkwk.. tidak apa2 saya maafkan..wkwk. Seleksi online diselenggarakan online. seleksi Provinsi diselenggarakan oleh provinsi *yaiyalah yaa..Bedanya yang online tidak terlalu ribet mesti ke sana kemari antar berkas, tinggal upload, klik ini dan itu, selesai. Sementara yg provinsi, banyak persyaratan. Mungkin ada yang disuruh fotokopi akte, surat tanah, rapor dari sd sampe sma.. wkwkwk.. becanda. Tapi seleksi provinsi banyak kelebihannya. Karena kita bisa ketemu dengan panitia seleksi. Maka seleksinya lebih manusiawi. Panitia lebih melihat gambar profil kita secara utuh dan jelas. Kalau seleksi online kan gak ketemu dengan panitia. Hanya lewat internet, jadi sangat2 besar kemungkinan misunderstanding

 

  1. Anio-Untad

Q : 1. Sy penasaran, kan kk bilang awalnya kk orgnya itu apatis. Tapi knp tiba2 langsung berubah bgtu kak? Bagaimana prosesnya? 2. Kan kk bilang kk org luwuk, terus kenapa bisa tinggal di Jakarta? Apakah tidak ada niatan mau kembali berkontribusi ke sulteng? 3. Kemarin kaka ikut seleksi di Jakarta berarti ya?

A : 1. kalau boleh saya koreksi sedikit, dulunya bukan apatis (acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh) tapi lebih ke minder dek, salah konsep tentang nilai diri sendiri, sehingga merasa tidak pantas untuk masa depan yang baik. Yang membuat saya berubah itu banyak faktor, salah satunya karna kuliah di STAN dengan modal 100rb lulus jadi pegawai kementerian keuangan, tanpa sogok sana sini. Buat saya jadi mengerti bahwa nilai hidup saya berharga, dan saya harus bisa menggunakan waktu yang ada dengan berbuat hal-hal yang positif. 2. Ini kayaknya sudah dijawab tadi eee.. orang luwuk sekolah di palu (lulusan SMA 2), kuliah di makassar, kerja di makassar 4 tahun, trus kuliah lagi di bintaro 2 tahun, trus kerja di Jakarta. Saya sangat mau kembali ke sulteng. 3. Kmrin kaka ikut seleksi di Jakarta berarti ya? menurut nganaaa??? Wkwkw.

 

  1. Firman

Q : Kak mau tanya, seandainya kita sudah jadi PNS nih yang pasti kita wajib mengikuti peraturan peraturan yang ada, namun diumur kita yang masih produktif katakan 20-25 tahun pasti kita ingin dong mengembangkan kemampuan soft skill, menambah pengalaman, dan memperbanyak relasi. Nah pertanyaannya bagaimana cara kita agar bisa mengembangkan atau mematangkan kepribadian selaku generasi muda untuk diri kita sendiri lebih lebih untuk bangsa walaupun kita dibatasi oleh aturan sebagai PNS apakah bisa mengikuti Youth Exchange Program atau tidak? Kak tambahan lagi, terus seandainya bisa ikut program tersebut, kira kira apa yang dapat diimplementasikan untuk kontribusi ke Negara kita?

A : oke pertanyaan bagus ini. Usia muda menurut PBB itu s.d. 35 tahun. Jadi kalau kamu sekarang usia 22 tahun, tenang saja. Masih panjang perjalanan., Belanda masih jauh.. hehe. pertanyaannya bagaimana cara kita agar bisa mengembangkan atau mematangkan kepribadian selaku generasi muda untuk diri kita sendiri lebih lebih untuk bangsa walaupun kita dibatasi oleh aturan sebagai PNS apakah bisa mengikuti Youth Exchange Program atau tidak? jawabannya: BISA, buktinya saya bisa dek. Cara mengembangkannya yang paling gampang itu di kantor karena setiap hari ke kantor. Jangan hanya ngobrol dengan teman2 se-angkatan. Sekali-sekali ngobrol makan siang dengan senior yg sudah pernah s2 di jepang atau belanda, dan minta nasehat dari mereka. You will be amazed by their thoughts and ideas, itu salah satu caranya. Selama ini memang aturan PNS itu ketat, tapi bisa ikut program tanpa melanggar aturan. Kontribusi ke negara bisa dalam bentuk banyak hal. Pas ke luar negeri, yang paling sering kita jumpai adalah pelayanan publik, sistem transportasi nya, dll. Dari situ kita bisa belajar tentang kebijakan publik yg diterapkan di negara tsb, dan jika itu bagus, bisa kita bawa pulang ke Indonesia. Selain itu di luar negeri kita akan sangat2 dilatih untuk berpikir kritis. Didorong untuk bertanya dan berdiskusi. Sehingga saat di kantor kita juga terbiasa berpikir kritis dalam mengimplementasikan kebijakan publik

 

  1. Eka Ramdati _ STIE

Q: Supaya bisa jadi orang sukses, apakah harus dari universitas terbaik dulu? Trus bagaimana dengan umur? Apalagi perempuan.

A : hmm.. Universitas itu hanya sarana. Kuliah di mana saja bisa bikin orang sukses tergantung dari orang nya sendiri, bahkan ada yg tidak kuliah tapi bisa sukses. Ada juga yang kuliah di tempat bagus tapi tidak sukses.. hehee. Sama juga dengan umur, tidak ada korelasi antara umur dengan peluang kesuksesan seseorang. Sama juga dengan jenis kelamin. Jaman dulu masih ada memang wanita/anak gadis dipingit untuk dinikahkan dan tidak boleh bermimpi punya masa depan seperti laki2..

 

  1. 082345681277 tanpa nama

Q : Sejauh ini belum tertarik dengan beasiswa, karena merasa tidak punya skill yang bisa dibanggakan terutama dalam bentuk sertifikat. Kak, bisa kasih solusi? Setidaknya penyemangatlah ehehe

A : Jawabannya sederhana, kalo belum tertarik ya jangan dipaksakan dek. Tapi kalau tertarik dan merasa tidak punya skill jawabannya ya dicari skill nya. Tidak harus dalam bentuk sertifikat. Bisa dalam banyak hal. Sikap mental alias mindset yg paling penting diubah terlebih dahulu. Mental bahwa saya tidak bisa, saya tidak mampu, harus diubah menjadi “saya bisa, memang sulit, tapi selama saya mencoba, saya pasti mampu”. Ini yang sering saya liat juga. Khususnya anak2 muda sulteng. Mindsetnya itu gampang skali menyerah, baru kena krikil sdikit eee sudah gak mau pergi kampus. Baru dimarah dosen sdikitt eee.. judge dosen killer lah, tidak kasih nilai bagus laa, dll.. ayooo liat dari perspektif yang lebih baik. Setiap tantangan itu ada untuk memperbaiki kita jadi lebih baik, lebih dewasa dari hari ke hari. Anak bayi saja supaya gigi nya bisa tumbuh itu harus distimulasi dengan makanan yang agak keras. Tidak mungkin minum susu terus. Begitu juga dengan kita. Jangan langsung menyerah hadapi masalah. Jadikan masalah sebagai batu loncatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

 

  1. Zulfikar baso

Q : Assalamualaikum saya zulfikar baso dari poso, ka saya mau tanya terkadang kita kalau ambil banyak program, orang bilang kita rakus tidak memberikan kesempatan pada orang lain padahal hanya niat mau meningkatkan prestasi diri. Mohon pencerah nya ka & satu lagi apa mimpi terbesar nya kaka?? Kalau bisa satu lagi, bagaimana orang menilai kaka sebagai orang yg penuh prestasi ?? Dan juga dalam setiap langkah perjalanan untuk mencapai semua itu bagimana kaka bisa memotivasi diri?

A : ka sya mau tanya terkadang kt kalau ambil banyak program orang blng kt nangoa atau rakus tdk memberikan kesempatan pada orang lain padahal hanya niat mau meningkatkan prestasi diri. Mohon pencerah nya ka . Ini sebenarnya bukan dia bilang kamu rakus, tapi mungkin karena dia mau kayak kamu tapi tidak bisa.. hehehe. Inilah susahnya orang yg tidak bisa berkompetisi jadi pakai kata-kata ini, beri kesempatan pada orang lain.. kalo menurut saya tidak usah dengar kata2nya, lanjutkan kejar mimpi dan cita2mu.

Bagaimana orang menilai kaka sebagai orang yg penuh prestasi ?? hmm.. tergantung de’ ada yang bapuji, ada juga yang bully, ada juga yang biasa2.. heheheh tapi yang paling penting adalah bagaimana kamu menilai dirimu sendiri dan bagaimana orang2 terdekat dalam hidup mu menilai dirimu (keluarga, sahabat, dll),  the way you see yourself is much more important than the way others see you

Di atas langit masih ada langit lagi..

saya kenal seorang wanita, yang baru pulang dari London, terus minggu depannya ke bali, terus bulan depan dia ke Amerika, semuanya dibiayai sponsor.. hebat, pintar, dan kontribusi ke masyarakatnya luar biasa.. kadang2 saya termotivasi dari orang2 hebat ini.. kadang2 jg termotivasi dari orang2 yang ingin belajar dari Saya

 

  1. Holmes dari Riau

Q : Mau nanya sama pemateri malem ini: apa kelebihan dan kekurangan dalam diri anda?

A : weww.. saya gak terlalu percaya dengan kata “kelebihan” dan “kekurangan” saya lebih suka gunakan kata “kekuatan” dan “area yang perlu diperbaiki”

oke: kekuatan

  1. multi tasking
  2. excellent when under pressure
  3. friendly and adaptive
  4. a good listener
  5. love to be arround people, but does not mind being alone

“area of improvement”

  1. impatience
  2. too much assumption
  3. kadang lebih percaya orang lain drpd diri sendiri
  4. terlalu percaya orang walo berkali2 ditipu..wkwk
  5. terkadang sulit bekerja dalam tim

 

  1. Lastri_Palu

Q : Belum tahu mana yang menjadi kelebihanku dan mana kesukaan. Karena saya suka semuanya.. Kira2 bagaimana mengatasi itu??

A : halooo lastri… yang kemungkinan sudah boboo..wkwk. Dugaan saya lastri ini usia 20an awal ya?

saran: gak ada cara lain kecuali melakukan terus menerus hal yang kamu suka. Kalau suka semua ya lakukan semuanya.. hehe. Lama kelamaan kamu akan lihat dan rasakan sendiri ada hal2 tertentu yang kamu sukai jauh melebihi hal yang lain.. nah.. kalo sudah ketemu, coba lakukan hal itu lebih sering dibandingkan hal lain..

Intinya adalah menyediakan waktu dan tenaga untuk melakukan sesuatu. Jangan hanya diam, Kalau kamu bergerak melakukan sesuatu yang bermanfaat buat kamu dan orang lain, pasti ada kesempatan yang terbuka

 

  1. Kice

Q : 1 pertanyaan lagi Ka narsum pernah gagal ikut seleksi pertukaran/dftr beasiswa? Kalo iya, seleksi/ beasiswa apa itu kak? Pernah coba lagi?

A : iya pernahh.. hmm ikut seleksi trus gagal. Salah satunya seleksi konferensi diplomasi di jerman

 

  1. maryam-sekolah tinggi hukum jentera

Q : 1. hal apa yg pertama kali ingin dilakukan untuk kampung halaman? dan mengapa? 2. Jika disuruh memilih, daerah mana yg ingin dibangun di iIndo (daerah sendiri tdk termasuk) dan mengapa? 3. apa yang perlu dilakukan anak muda Indonesia (khusunya sulteng) dalam memberikan kontribusi ke daerahnya? dan mengapa?

A : 1. reformasi birokrasi.. mengapa? haduhh kamu lihat sendiri lah bagaimana birokrasi di sulteng ini dek.. no offense buat yg kerja di pemda. Tapi betul-betul birokrasi pemda perlu reformasi. 2. Jakarta, melalui kerja di pemerintah pusat menciptakan pembangunan yg lebih desentralistis, 70 persen uang APBN berputar di Jakarta, negeri kita ini masih sangat sentralistis. Bagaimana ciptakan pemerataan pembangunan kalo duitnya semua ada di ibukota? 3. Mulai dari hal yang sederhana, coba cek history di mozilla ato chrome mu? coba cek history video yang kamu putar di youtube, apakah itu mencerminkan hal2 yang baik? atau hal-hal yang sia2? kalau hal2 yang seperti itu saja tidak bisa kamu rubah, maka jangan harap bisa memberikan kontribusi ke daerah..

 

  1. Made ayu mahasiswi untad

Q : Mw bertanya pengalaman apa yang paling berkesan selama kk ikut kegiatan youth exchange

A : Halo made ayu.. paling berkesan banyak ya setiap tempat ada cerita nya masing2. Tapi salah satunya mungkin pas pergi ke Tembok Besar China. Aduh itu keajaiban dunia yang betul2 ajaibbb. Kalau lihat di foto sudah sangat bagus. Apalagi pas datang ke sana. Luar biasa dahsyattt..

 

  1. Fira_Poso

Q : Pertanyaanku : Banyak orang2 kreatif tapi kita stagnan dalam Ekonomi,  artinya kita aktif sana-sini tapi kita belum mampu mandiri secara ekonomi, keaktifan itu yang kadang2 buat kita enggan untuk kerja karena pasti kalau sudah kerja ada keterikatan. Kita belum mampu menciptakan lapangan kerja sendri. Coba berikan dlu pencerahan kak

A : Memang ini pilihan yang sulit, tapi tidak mustahil dilakukan. Waktu saya memilih untuk jadi PNS, saya melepaskan keinginan untuk jadi pengusaha dan keinginan jadi kaya.. kenapa? ya jelas..PNS mana bisa kaya dengan gaji segitu. Tapi satu hal yang saya yakini, saya melepaskan keinginan jadi pengusaha karena saya tau profesi ini jauh lebih memberikan kepuasan hidup dibandingkan profesi pengusaha. Nah balik lagi ke pilihan jadi kreatif tapi ekonomi stagnan, atau kerja tapi gak kreatif/aktif. Pertanyaanya adalah pilihan yang mana yang memberikan kepuasan dalam hidupmu? gak ada jawaban yang salah, semuanya benar, tapi yang paling tau jawabannya adalah dirimu sendiri..

 

  1. Maryam Dulman

Q : Kenapa memilih Jakarta untuk berkarir? kapan targetnya pulkam dan mengabdi di kampung? kebetulan saya juga lagi merantau di ibukota. Heheh

A : Halo Maryam.. wah sesama perantau ibukota. Memilih berkarir di Jakarta karena tidak bisa dipungkiri kesempatan untuk belajar banyak hal sangat sangat terbuka lebar di ibukota, ibaratnya yang paling dekat dengan api itu yang paling duluan terbakar.. hehe. Target pulang kampung sejujurnya belum ada, masih perlu banyak belajar dulu. Tetap semangat ya merantau di Ibukota

 

  1. Fikar katili ~ Luwuk

Q : Pertanyaan motvasi booster kayaknya sudah dijawab semua. Saya mau tanya ini saja kak. 1. Kapan terakhir balek Luwuk? 2. Kapan dan bagaimana cara kakak supaya bisa menularkan semangat kaka kepada anak2 muda disulteng, esp Luwuk, soalnya 3 minggu imi saya diluwuk say perhatikan kebanyakan anak2 diluwuk ini masih sibuk pacaran. Kalau ditanya kaluar negeri jauh diluar jangkauan. Mau pergi ke Palu saja masih blum tahu caranya. Beda dengan Palu sudah banyak yg luarbiasa, dreamer disini sangat kurang kayaknya.

A : wokeh.. ini pertanyaan unik skali ee. 1. Balik luwuk terakhir sudah lamaaa sekali 2010 2. wkwkwk.. saya bingung mau jawab yg ini dek.. tapi semoga salah satunya melalui schotalk ini dan bisa memotivasi Fikar supaya jangan sibuk pacaran ee.. ahahaha

 

Closing

“Pesan untuk calon delegasi sulteng yang lagi berjuang untuk mewakili daerah nya dan mencoba berkontribusi untuk daerahnya?”

“Batu permata meskipun dia ada di tong sampah, tetaplah batu permata. Nilai permata itu tidak turun hanya karena “lingkungan” sekitarnya adalah sampah dan tinggal tunggu saja waktunya, batu permata itu akan ditemukan oleh orang dan dihargai dan ditaruh di tempat yang pantas..

begitu pula dengan kita..

Kualitas hidup yang baik yang selama ini kalian bangun adalah ibarat batu permata itu.. nilainya gak akan turun hanya karena lingkungan kalian seolah2 terlihat seperti “sampah” tidak ada dukungan, tidak dihargai, tidak disupport dana, dll.. tapi ingat satu hal.. tinggal tunggu waktu saja, kualitas diri kalian itu akan ditemukan oleh “orang lain” yang bisa menghargai kalian sebagaimana kalian pantas dihargai..

dont give up on yourself.

About the author

Admin

teacher, blogger, entrepreneurship